Connect with us

ENERGI

Pemkab Probolinggo Antisipasi Kelangkaan Elpiji Menjelang Lebaran

Published

on

Pemkab Probolinggo mengantisipasi terjadinya kelangkaan elpiji tiga kilogram selama Ramadhan dan menjelang Hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriah.

Ekbis.co.id, Probolinggo – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo mengantisipasi terjadinya kelangkaan elpiji tiga kilogram selama Ramadhan dan menjelang Hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriah dengan melakukan pemantauan ketersediaan elpiji bersubsidi tersebut di stasiun pengisian bahan bakar elpiji (SPBE) di Desa Bulang, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur.

“Kami sudah melakukan monitoring di SPBE yang berada di Desa Bulang, Kecamatan Gending dan hasilnya pihak SPBE menyatakan kesiapannya untuk menyuplai agen-agen elpiji selama Ramadhan hingga Lebaran,” kata Asisten Administrasi Perekonomian dan Pembangunan Sekda Probolinggo M Sidik Widjanarko di Probolinggo, Rabu (15/5/2019).

Ia mengatakan biasanya setiap Lebaran, stok elpiji tiga kg selalu kurang, namun sesuai informasi yang didapatkan bahwa SPBE Desa Bulang telah menyiapkan stok aman dan stok penyangga (buffer stock) untuk elpiji bersubsidi tersebut, sehingga dipastikan semua agen tidak akan kekurangan.

“Dengan adanya ketersediaan stok elpiji di SPBE maka keperluan elpiji di Kabupaten Probolinggo, khususnya lewat lima agennya dijamin aman dan kekurangannya akan disalurkan lewat agen karena SPBE tidak bisa langsung menjual ke konsumen,” tuturnya.

Dengan pemantauan itu, lanjut dia, Pemkab Probolinggo dapat menjamin kepastian bahwa SPBE akan menyiapkan stok elpiji, bahkan ada stok penyangga untuk elpiji bersubdisi, sehingga jika ada kekurangan di lapangan, maka stok penyangga akan dikeluarkan dengan mekanisme sesuai dengan prosedur.

“Kami sudah mengecek berat tabung kosong adalah 5 kg dan diisi 3 kg menjadi 8 kilogram di SPBE Desa Bulang dengan harapan masyarakat tidak dirugikan dengan kecurangan-kecurangan,” katanya.

Sidik menjelaskan pemantauan ketersediaan elpiji selalu dilakukan setiap tahun untuk melihat baik dari sisi keamanan, kecukupan isi tabung dan ketersediaannya untuk masyarakat di Kabupaten Probolinggo.

“Dengan demikian, dijamin tidak akan ada masalah terkait ketersediaan gas elpiji hingga Lebaran 2019. Di SPBE tersebut setiap harinya ada sekitar 2 sampai 3 truk dari massing-masing agen yang mengambil elpiji dan satu truknya isinya 560 tabung,” ujarnya.

Sementara Manager PT Hakamindo Petrochem SPBE Desa Bulang Bunarto mengatakan stok elpiji bersubsidi di SPBE Desa Bulang masih aman, bahkan akan disiapkan stok penyangga sebanyak dua truk mulai 25 Mei 2019.

“Kami sedang melobi agen-agen untuk meminjamkan tabungnya, agar stok penyangga lebih banyak lagi dan pengiriman setiap harinya ada sekitar 20 truk, sehingga kami akan menambah armada sebanyak 23 truk untuk mempersiapkan ketersediaan elpiji pada saat Lebaran,” katanya.

Ia juga membantah adanya isu kelangkaan elpji 3 kg karena di SPBE Desa Bulang, tidak pernah ada kelangkaan elpiji bersubsidi dan pihaknya mengeluarkan elpiji sesuai permintaan agen.

“Sebenarnya yang membuat gas elpiji bersubsidi langka itu adalah agen-agen itu sendiri karena distribusi elpiji di SPBE Desa Bulang tidak ada masalah dan tidak pernah terjadi kelangkaan,” tuturnya. (zum)


Media Ekbis menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksiekbis@gmail.com, dan redaksi@ekbis.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

ENERGI

ESDM Kaji Pemanfaatan Tangki Minyak untuk Penyimpanan FAME Biodiesel

Published

on

Kepala Badan Litbang Kementerian ESDM, Dadan Kusdiana.

Ekbis.co.id, Jakarta – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terus mengkaji penyediaan sarana prasarana dan ongkos angkut B20 agar semakin efektif, salah satunya dengan mengkaji tangki-tangki minyak Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) yang menganggur atau idle untuk menyimpan Fatty Acid Methyl Esther (FAME).

“Salah satu perhatian pemerintah adalah ketersediaan sarana prasarana di titik-titik pencampuran B20 yang masih belum optimal, juga ongkos angkut FAME menuju beberapa titik pencampuran yang masih cukup tinggi,” ujar Kepala Badan Litbang Kementerian ESDM Dadan Kusdiana dalam keterangan resminya di Jakarta, Senin (20/5/2019).

Dadan menjelaskan bahwa Refinery Unit (RU) V Balikpapan milik PT Pertamina (Persero) misalnya, telah menggunakan metode Ship To Ship (STS) untuk menekan ongkos angkut FAME. Namun, hasil evaluasi penggunaan STS masih menunjukkan biaya operasional yang relatif tinggi.

“Solusi yang diperkirakan dapat menekan biaya operasional STS, salah satunya dengan memanfaatkan tangki-tangki minyak Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) yang idle dan terjangkau jaraknya dengan RU V Balikpapan,” katanya.

Untuk mengetahui potensi tangki-tangki milik KKKS yang bisa dimanfaatkan untuk penyimpanan FAME, Pulitbangtek Minyak dan Gas Bumi (PPPTMGB LEMIGAS) Badan Litbang ESDM telah melakukanFocus Group Discussion (FGD) Kajian Kelayakan Investasi Tanki FAME, Sarana Prasarana, Pipa dan Pencampuran di 10 Titik Pencampuran.

LEMIGAS memperkirakan terdapat delapan KKKS yang tangkinya berpotensi untuk penyimpanan FAME bagi Titik Serah RU V Balikpapanyang akan dikaji lebih lanjut.

Pemerintah tengah memasifkan konversi minyak solar konvensional (B0) yang berasal dari minyak bumi, menjadi biosolar, yang dicampur dengan FAME sebesar 20 persen (B20).

Dalam perencanaan jangka panjang, campuran solar konvensional dengan Biodiesel FAME berbahan baku minyak sawit (Crude Palm Oil/CPO) akan dilakukan kajian potensi kemungkinan menjadi B100.

Pemerintah mempercepat pengembangan biodiesel 100 persen atau B100 dari minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) untuk mengurangi impor BBM.

Langkah tersebut dipandang sebagai sebuah strategi dalam rangka mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil. (aji)


Media Ekbis menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksiekbis@gmail.com, dan redaksi@ekbis.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

ENERGI

Rini ke China Cari Mitra Strategis Percepat Hilirisasi Tambang Inalum

Published

on

Menteri BUMN Rini M. Soemarno didampingi Direktur Utama PT Inalum (Persero) Budi G. Sadikin dan Direktur Utama PT Antam Tbk Arie Ariotedjo mengunjungi pabrik Zhejiang Huayou Cobalt Company Ltd. dalam kunjungannya ke China (17/5/2018).

Ekbis.co.id, Jakarta – Menteri Badan Usaha Milik Negara RI Rini Soemarno terus mendorong Holding Industri Pertambangan PT Inalum (Persero) untuk meningkatkan nilai tambah produk tambang tanah air dengan melakukan hilirisasi.

“Sektor tambang Indonesia memiliki potensi yang besar. Dengan menggandeng mitra strategis ini, Holding Industri Pertambangan Inalum bisa memiliki akses ke teknologi yang dibutuhkan untuk hilirisasi sehingga industri pengolahan tambang domestik bisa berkembang dan memberikan lebih banyak nilai tambah, dan nilai ekspor produk tambang Indonesia bisa melesat,” kata Menteri BUMN Rini Soemarno dalam siaran pers di Jakarta, Jumat (17/5/2019).

Dalam kunjungan kerjanya ke China pada Jumat (17/5), Menteri Rini bertemu dengan beberapa calon mitra strategis Inalum, salah satunya Zhejiang Huayou Cobalt Company Ltd., produsen terbesar di dunia untuk material baterai yang digunakan untuk kendaraan listrik.

Menteri Rini mengatakan, penjajakan kerja sama ini dilakukan agar Holding Industri Pertambangan bisa memiliki mitra strategis dalam bidang teknologi dan pengembangan demi mempercepat realisasi hilirisasi tambang di Indonesia.

Ia juga mendorong BUMN-BUMN untuk meningkatkan hilirisasi produk di dalam negeri. Selain untuk meningkatkan nilai produk, hilirisasi pada akhirnya juga akan mendorong penciptaan lapangan kerja.

“Kita harus bisa masuk ke Industri hilir. Ini bisa diwujudkan jika kita terus bersinergi dan berkomitmen bersama membangun Indonesia. Jika ada hilirisasi maka penciptaan lapangan pekerjaan pun semakin meningkat,” tegasnya.

Sementara itu Direktur Utama PT Inalum (Persero) Budi G. Sadikin mengatakan, penjajakan kerja sama dengan Huayou dilakukan karena Huayou merupakan perusahaan yang telah berpengalaman di industri tambang khususnya mineral cobalt, nikel dan lithium terintegrasi. Huayou juga sukses menjalankan hilirisasi tambang di China.

Sesuai mandat Holding Industri Pertambangan untuk menjalankan hilirisasi, Inalum terus secara agresif mencari mitra strategis yang bisa memberikan akses di bidang teknologi dan memiliki pengalaman yang mumpuni.

“Huayou merupakan salah satu mitra strategis yang ingin kami ajak kerja sama karena telah berpengalaman di industri hilirisasi tambang dan juga pernah bekerja sama dengan berbagai perusahaan kelas dunia,” katanya.

Budi menjelaskan, Holding Industri Pertambangan melalui Inalum dan ANTAM juga berencana untuk membangun pabrik berteknologi High Pressure Acid Leaching (HPAL) dan Rotary Kiln-Electric Furnace ( RKEF) lewat kerja sama dengan Huayou. Kedua pabrik ini bisa mendorong hilirisasi nikel menjadi bahan baku baterai litium.

Sejak pertengahan tahun lalu, Huayou berencana untuk membangun smelter nikel di Indonesia untuk memenuhi permintaan akan komoditas tersebut di industri baterai.

Perusahaan tersebut akan menginvestasikan 1,83 miliar dolar AS di Indonesia dan saat ini sedang mencari rekan lokal.

“Penjajakan ini diharapkan menghasilkan suatu kerja sama yang konkret dengan Inalum untuk memajukan industri hilirisasi tambang di Indonesia,” kata Chen Xuehua, Presiden Direktur Huayou.

Turut mendampingi dalam kunjungan kerja ini adalah Deputi Bidang Pertambangan, Industri Strategis dan Media Kementerian BUMN Fajar Harry Sampurno, Deputi Bidang Deputi Bidang Usaha Jasa Keuangan, Jasa Survei dan Konsultan Kementerian BUMN Gatot Trihargo, Direktur Utama PT Antam Tbk Arie Ariotedjo, Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati, dan Direktur Utama BNI Achmad Baiquni. (roy)


Media Ekbis menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksiekbis@gmail.com, dan redaksi@ekbis.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

ENERGI

Pemkot Kediri Ajukan Tambahan untuk Stok Elpiji Selama Ramadhan

Published

on

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Kediri Yetti Sisworini.

Ekbis.co.id, Kediri – Pemerintah Kota Kediri, Jawa Timur, mengajukan tambahan untuk stok elpiji bersubdisi selama Ramadhan 2019, dengan harapan pasokan mencukupi.

“Justru kami ajukan penambahan kuota untuk 2019 ini, tambahan 5 persen dari sebelumnya,” kata Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Kediri Yetti Sisworini di Kediri, Jumat (17/5/2019).

Ia menambahkan, usulan yang diajukan oleh Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Kediri sudah terealisasi dan sesuai dengan harapan. Saat ini, pasokan yang ada di lapangan juga melimpah, sehingga masyarakat diharapkan tidak perlu galau.

“Di Kediri alhamdulillah elpiji berlimpah. Jadi di agen, distributor itu elpiji tidak terjadi kekurangan. Seandainya terjadi hal yang tidak kami harapkan dari masyarakat diharapkan segera memberikan informasi dan kami secara bersama segera bisa menindaklanjuti sehingga tidak terjadi gejolak,” kata dia.

Sementara itu, Senior Sales Executive (SSE) Elpiji MOR V Rayon V PT Pertamina Persero Agung Nurhananto mengatakan Pertamina selalu berprinsip dari awal Ramadhan sudah memastikan stok elpiji berlimpah.

Di Kota Kediri, rata-rata kebutuhan harian hingga lebih dari 14 ribu tabung, sehingga dengan adanya penambahan hingga sekitar 8 persen stok selama Ramadhan hingga Lebaran 2019 masih melimpah.

“Nanti mencukupi sampai Lebaran. Jika ada peningkatan permintaan yang tinggi, kami koordinasi dengan pemerintah untuk nanti bisa mencukupi kebutuhan di masyarakat,” kata dia.

Agung menambahkan, selama Ramadhan 2019 ini, Pertamina juga membentuk satgas. Di dalamnya ada dari Pertamina, hiswana migas, hingga agen. Seluruh tim akan siaga mengantisipasi jika dibutuhkan elpiji agar mencukupi kebutuhan masyarakat.

“Tidak perlu khawatir, karena satgas saat libur (Lebaran 2019) juga tetap masuk melakukan monitoring di lapangan dengan pemangku kebijakan,” kata dia. (sas)


Media Ekbis menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksiekbis@gmail.com, dan redaksi@ekbis.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
Advertisement

Trending