Connect with us

TRANS

Hari Pertama Beroperasi 27.163 Kendaraan Melintasi Tol Pandaan-Malang

Published

on

JPM anak usaha PT Jasa Marga (Persero) Tbk mencatat sebanyak 27.163 kendaraan melintas di Tol Pandaan-Malang.

Ekbis.co.id, Surabaya – PT Jasamarga Pandaan Malang (JPM) anak usaha PT Jasa Marga (Persero) Tbk mencatat sebanyak 27.163 kendaraan melintas di Tol Pandaan-Malang, Jawa Timur pada hari pertama operasi pukul 07.00 WIB hingga 23.59 WIB atau sehari setelah diresmikan Presiden RI Joko Widodo.

Dari jumlah itu, sebanyak 13.455 kendaraan mengakses Jalan Tol Pandaan-Malang untuk menuju Pandaan, sementara 13.708 kendaraan sisanya menuju Malang, dan tercatat kendaraan golongan I mendominasi kendaraan yang melintasi Jalan Tol Pandaan-Malang.

“Jalan Tol Pandaan-Malang dapat mempersingkat waktu tempuh Surabaya menuju Malang atau sebaliknya menjadi 1 hingga 1,5 jam, dibandingkan jika melewati jalan arteri atau non tol waktu tempuhnya bisa 2 hingga 3 jam. Ini tentu saja memudahkan masyarakat untuk bersilahturahmi dengan keluarga atau sekedar menikmati destinasi wisata di Malang Raya,” kata Direktur Utama PT JPM Agus Purnomo, dalam keterangan pers di Surabaya, Rabu (15/5/2019).

Menurut Agus, jumlah kendaraan yang melintas di tol Pandaan-Malang tersebut masih bisa meningkat terutama pada akhir pekan.
Baca juga: Akses Tol Pandaan-Malang mulai dibuka
Baca juga: BNI kontribusi 23,93 persen pembiayaan tol Malang Pandaan

Jalan Tol Pandaan-Malang memiliki total panjang 38,488 km, di mana tiga seksi yang diresmikan oleh Presiden mencakup Seksi 1 Pandaan-Purwodadi sepanjang 15,475 Km, Seksi 2 Purwodadi-Lawang sepanjang 8,50 Km dan Seksi 3 Lawang-Singosari sepanjang 7,51 Km.

Selain tiga seksi yang telah diresmikan, PT JPM akan meningkatkan pelayanan arus mudik dan balik Lebaran 2019 dengan membuka Seksi 4 Singosari-Pakis sepanjang 4,75 km yang saat ini progres kontruksinya sudah mencapai 82,33 persen untuk beroperasi fungsional.

Sedangkan untuk seksi 5 Pakis-Malang sepanjang 3,113 Km masih dalam tahap konstruksi, dan progresnya telah mencapai 37,29 persen.

Jalan tol Pandaan-Malang, kata dia, memiliki pemandangan indah dan beroperasi tanpa tarif hingga Lebaran, tujuannya untuk memberikan sosialisasi optimal kepada masyarakat serta sekaligus menambah opsi akses jalan bagi para pemudik sehingga turut memperlancar arus mudik dan balik Lebaran 2019.

Humas Jasa Marga Tol Surabaya-Gempol, Agus Tri Antyo mengatakan, untuk penerapan tarif nantinya akan menunggu keputusan pemerintah pusat, setelah operasional tanpa tarif selesai dilakukan.

“Terkait tarif nanti akan tetap menunggu pemerintah pusat, dan tentunya setelah dilakukan evaluasi,” katanya. (ami)


Media Ekbis menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksiekbis@gmail.com, dan redaksi@ekbis.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

TRANS

Pembongkaran GT Cikarang Utama Mulai 23 Mei

Published

on

GM PT Jasa Marga Cabang Jakarta-Cikampek, Raddy Lukman.

Ekbis.co.id, Cikarang – Pembongkaran sejumlah gardu tol (GT) Cikarang Utama akan dilakukan mulai 23 Mei dan berakhir 29 Mei 2019 dalam upaya untuk memperlancar arus mudik dan balik serta satu arah saat Lebaran 2019.

“Selama periode tanggal 23-29 Mei tidak semua GT dibongkar tapi hanya empat GT yang dibongkar,” kata GM PT Jasa Marga Cabang Jakarta-Cikampek Raddy R Lukman kepada pers di Cikarang, Jawa Barat.

Saat ini di gerbang tol Cikarang Utama terdapat 34 GT yang terdiri 14 GT arah timur (Cikampek) dan 20 GT arah barat (Jakarta).

Dikatakan, GT yang nanti akan dibongkar selama 23-29 Mei 2019 adalah GT 13, 15, 17, dan 19 arah timur.

“Kita pastikan pembongkaran GT tidak akan membuat kemacetan dan akan selesai sebelum puncak mudik,” kara Raddy.

Dia mengatakan, secara bertahap seluruh GT Cikarang Utama akan dibongkar dan selanjutnya GT akan berpindah ke dua titik yaitu di GT Cikampek Utama dan GT Kalihurip Utama.

Gerbang Tol Cikampek Utama berada di Kilometer 70 Tol Cikampek yang dibangun untuk melayani para pengguna jalan dari atau menuju timur, ke jalan Tol Cikopo-Palimanan. Sementara, GT kalihurip Utama berada di Kilometer 67 Tol Cikampek yang dibangun untuk melayani para pengguna jalan dari atau menuju selatan, dengan rute Jalan Tol Cikampek-Purwakarta-Padalarang, dan Padalarang-Cileunyi.

Diprediksi pada tahun ini jumlah kendaraan akan mencapai 150.000 yang akan terbagi sebesar 55 persen ke arah timur, serta 45 persen sisanya menuju ke arah Selatan.

Dirinya optimistis dengan pemindahan GT Cikarang Utara ini maka pelayanan ke masyarakat di kedua ruas tol ini akan meningkat.

“Jumlahnya relatif sama dengan Cikarut. Jumlahnya 30-an gardu tol. Jadi bisa dibayangkan jumlah gardu layanannya 2 kali lipat, dengan trafik yang cuma 55 persen (ke arah timur), karena yang 45 persen sudah keluar di GT Kalihurip Utama,” kata Raddy. (ahm)


Media Ekbis menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksiekbis@gmail.com, dan redaksi@ekbis.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

TRANS

Permudah Mobilitas, AP II Uji Coba Grab Wheels di Terminal 3 Soetta

Published

on

Skuter listrik yang tengah diujicoba di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta.

Ekbis.co.id, Jakarta – PT Angkasa Pura II (Persero) dan Grab Indonesia tengah menguji coba penggunaan skuter listrik Grab Wheels untuk mendukung mobilitas di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta).

“Sudah ada dua unit Grab Wheels yang saat ini diuji coba di Terminal 3 dan hanya digunakan untuk mendukung operasional,” ujar Direktur Utama AP II Muhammad Awaluddin dalam keterangan resminya di Jakarta, Senin (20/5/2019).

Dia menjelaskan bahwa Grab Wheels merupakan inovasi terbaru dalam meningkatkan operational experience dan customer experience di Bandara Soekarno-Hatta.

“Dalam waktu dekat, Grab Wheels bisa digunakan oleh para traveler untuk merasakan customer experience yang lebih baik di Soekarno-Hatta,” katanya.

Muhammad Awaluddin juga menambahkan bahwa sebelum bisa digunakan oleh pengguna jasa bandara, saat ini pihaknya tengah mengkaji standarisasi pelayanan dan keamanan.

“Unitnya sendiri sudah disiapkan sebanyak 20 unit yang tersebar di terminal keberangkatan dan kedatangan internasional maupun domestik,” tuturnya.

Standar pelayanan dan keamanan yang tengah dikaji saat ini di antaranya mencakup kecepatan maksimal Grab Wheels, jalur, batasan usia pengguna, dan lain sebagainya.

Rencananya, penggunaan Grab Wheels oleh konsumen akan berbasis sewa dengan tarif Rp5.000 per 30 menit. Skuter matik itu bisa diaktifkan konsumen dengan melakukan scan barcode di ponsel.

Grab Wheels sebagai salah satu alat alternatif alat transportasi personal dinilai tepat digunakan di Terminal 3 yang memiliki luas mencapai sekitar 430.000 meter persegi dengan panjang 2,4 km.

Terminal 3 sendiri adalah terminal penumpang pesawat terluas dan termegah di Indonesia dengan kapasitas mencapai 25 juta penumpang per tahun.

Adapun saat ini alat transportasi personal yang sudah digunakan untuk mendukung operasional di Terminal 3 adalah Segway, rollerskate, dan sepeda.

Angkasa Pura II dan Grab Indonesia tengah menjalin kerja sama mengembangkan ekosistem transportasi berbasis daring. Hal ini sejalan dengan upaya AP II menjadikan bandara-bandara yang dikelolanya sebagai smart airport. (aji)


Media Ekbis menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksiekbis@gmail.com, dan redaksi@ekbis.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

TRANS

Bandara Sorong Siap Layani Penerbangan Malam Selama Ramadhan

Published

on

Bandar Udara Domine Eduard Osok Sorong, Provinsi Papua Barat.

Ekbis.co.id, Sorong – Bandar Udara Domine Eduard Osok Sorong, Provinsi Papua Barat, siap melayani penerbangan malam apabila ada pemintaan pihak maskapai guna melayani masyarakat selama bulan Ramadhan.

Kepala Bandara Domine Eduard Osok Sorong, Rasburhany Umar di Sorong, Minggu (19/5/2019)mengatakan aktivitas penerbangan di bandara tersebut mulai dari pukul 06.00 – 20.00 WIT.

Dia mengatakan, setiap hari penerbangan terakhir pukul 17.00 WIT belum ada satu maskapai pun yang melakukan penerbangan malam dari Sorong.

“Kalaupun ada maskapai yang melakukan penerbangan malam dari Sorong itu karena delay atau gangguan teknis” ujarnya.

Ia menyampaikan, apabila ada pihak maskapai yang menambah jam penerbangan dari Sorong pada malam hari pihak bandara siap melayani.

Dikatakan, infrastruktur Bandar Udara Domine Eduard Osok Sorong sudah memadai untuk penerbangan malam hari. Hanya saja belum ada maskapai yang melakukan penerbangan malam hari dari Sorong.

Disinggung terkait kebijakan pemerintah pusat menurunkan harga tiket, dia mengatakan bahwa telah menerima surat tembusan penurunan harga tiket dari Kementerian Perhubungan Republik Indonesia.

“Kami akan segera berkoordinasi dengan maskapai penerbangan yang beroperasi di Kota Sorong serta Otomatis Bandara guna penerapan kebijakan tersebut,” tambah dia. (ebk)


Media Ekbis menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksiekbis@gmail.com, dan redaksi@ekbis.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
Advertisement

Trending