Connect with us

NUSA TENGGARA

BI Pusatkan Kas Keliling Ramadhan di Mataram

Published

on

Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana (tengah), bersama Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB Achris Sarwani (kanan), menukarkan uang rupiah pecahan kecil di lapangan Sangkareang, Kota Mataram, Rabu (15/5/2019).

Ekbis.co.id, Mataram – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Nusa Tenggara Barat, memusatkan layanan kas keliling penukaran uang rupiah pecahan kecil di lapangan Sangkareang Kota Mataram selama Ramadhan hingga menjelang Idul Fitri 1440 Hijriah.

Pembukaan layanan penukaran uang rupiah pecahan kecil bulan Ramadhan 1440 Hijriah, dibuka Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana, di lapangan Sangkareang Mataram, Rabu (15/5/2019).

“Kami memilih lapangan Sangkareang karena lokasinya refresentatif. Kalau tahun lalu di lapangan Malomba dan Rembiga,” kata Kepala Kantor Perwakilan BI Provinsi NTB, Achris Sarwani.

Ia menjelaskan layanan kas keliling tersebut sangat dibutuhkan oleh masyarakat untuk keperluan selama bulan puasa hingga menjelang Lebaran.

BI NTB memperkirakan kebutuhan uang di masyarakat selama Ramadhan hingga menjelan Idul Fitri 1440 Hijriah diperkirakan mengalami peningkatan dibandingkan periode normal sebagaimana historis tahun-tahun sebelumnya.

Menyikapi hal itu, kata Achris, pihaknya telah menyiapkan sejumlah strategi untuk melayani kebutuhan masyarakat tersebut. Proses persiapan diawali dengan kegiatan “Focus Group Dicussion” (FGD) Bank Indonesia dan perbankan untuk menyiapkan rencana kegiatan kas keliling dan proyeksi kebutuhan uang masyarakat telah dilakukan pada April 2019.

Dalam penyediaan uang layak edar untuk masyarakat, Bank Indonesia melakukan beberapa cara, di antaranya melalui perbankan, kas titipan di bank di daerah “remote”, dan kas keliling.

Khusus untuk kebutuhan uang selama Ramadhan dan Idul Fitri 1440 Hijriah, BI NTB menyiapkan Rp2,87 triliun. Angka tersebut lebih tinggi dari tahun sebelumnya sebesar Rp2,6 triliun.

“Perkiraan Rp2,87 triliun tersebut, diproyeksikan untuk kebutuhan bank umum sebesar Rp2,49 triliun, Rp238 miliar untuk kas titipan di Kota Bima, Rp124 miliar untuk kas titipan di Kabupaten Sumbawa, dan Rp27 miliar untuk kegiatan penukaran dalam kas keliling,” ujarnya.

Wakil Wali Kota Mataram Mohan Roliskana, mengapresiasi langkah yang dilakukan oleh Bank Indonesia bersama perbankan yang disinergikan dengan pasar murah oleh Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) dan distributor bahan pokok.

“Saya menghimbau masyarakat untuk memanfaatkan layanan yang diberikan oleh Bank Indonesia dan perbankan. Selain itu, masyarakat dapat berbelanja kebutuhan pokok di stan Bulog,” katanya. (awa)


Media Ekbis menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksiekbis@gmail.com, dan redaksi@ekbis.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

NUSA TENGGARA

Program Ramadhan, 4.877 Pelanggan di NTT Tambahkan Daya Listrik

Published

on

PT PLN Wilayah NTT memromosikan layanan penambahan daya listrik melalui program "Menembus Batas" saat Ramadhan 1440 Hijriah di pusat perbelanjaan Kota Kupang.

Ekbis.co.id, Kupang – Sebanyak 4.877 pelanggan di Provinsi Nusa Tenggara Timur melakukan penambahan daya listrik memanfaatkan program “Menembus Batas” yang dihadirkan PT PLN Wilayah NTT dengan potongan harga hingga 50 persen menyambut bulan Ramadhan 1440 Hijriah.

Senior Manajer Pemasaran dan Pelayanan Pelanggan, PT PLN (Persero) Wilayah NTT, Andhoko Soeyono, di Kupang, Kamis (16/5/2019) menjelaskan ribuan pelanggan tersebut mengajukan penambahan daya menyambut bulan Ramadhan dari 1 Maret hingga 30 April.

“Dari aspek daya baru yang diminta jumlah tertinggi tambah daya ke 900 voltage ampere (VA) sebanyak 2.371 pelanggan,” katanya.

Pihaknya mencatat, jumlah terbanyak penambahan daya 900 VA ada unit layanan pelanggan (ULP) Bajawa Kabupaten Ngada sebanyak 279 pelanggan, diikuti ULP Ruteng Kabupaten Manggarai 269 pelanggan dan ULP Oesao Kabupaten Kupang 237 pelanggan.

Sedangkan pelanggan yang menambah daya menjadi 1.300 VA tercatat sebanyak 1.293 pelanggan. Jumlah terbanyak di ULP Kupang yakni 292 pelanggan, diikuti ULP Bajawa 101 pelanggan dan ULP Ruteng 79 pelanggan.

Selain itu, total tambah daya ke 2200 VA sebanyak 830 pelanggan di antaranya ULP Kupang 242 pelanggan, diikuti ULP Ruteng 78 pelanggan dan ULP Atambua Kabupaten Belu 62 pelanggan.

Andhoko menjelaskan, untuk pelanggan listrik di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat yang merupakan daerah tujuan wisata nasional, tercatat 15 pelanggan yang menambah daya 5.500 VA, sedangkan di ULP Kupang sebanyak 25 pelanggan.

Pihaknya juga mencatat ada dua pelanggan yang menambah daya menjadi 33.000 VA di Pulau Flores, masing-masing tersebar di ULP Ende Kabupaten Ende dan ULP Maumere Kabupaten Sikka.

“Kami berharap adanya penambahan daya ini membuat pasokan listrik lebih andal untuk menunjang kebutuhan pelanggan baik untuk rumah tangga maupun usaha ekonominya,” katanya.

Ia menambahkan, pihaknya juga menghadirkan program tambah daya untuk pelanggan PLN yang membeli atau memiliki kompor listrik maupun motor listrik dengan potongan harga sebesar 75 persen yang berlaku hingga akhir 2019.

Selain itu, potongan harga mencapai 100 persen juga diberikan kepada pelanggan PLN yang membeli atau memiliki mobil listrik. (alo)


Media Ekbis menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksiekbis@gmail.com, dan redaksi@ekbis.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

NUSA TENGGARA

BUMDes di NTT Bentuk PT Kelola Penambangan Batu Pecah

Published

on

BUMDes di Desa Puna, TTS, sudah punya PT yang didukung pemerintah provinsi dengan memberikan wilayah izin usaha pertambangan.

Ekbis,co.id, Kupang – Badan usaha milik desa (BUMDes) di Desa Puna, Kecamatan Polen, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTS), Provinsi Nusa Tenggara Timur, telah membentuk sebuah perusahaan berupa perseroan terbatas (PT) untuk mengelola usaha penambangan batu pecah di daerah setempat.

“Ada BUMDes di Desa Puna, TTS, sudah punya PT yang didukung pemerintah provinsi dengan memberikan wilayah izin usaha pertambangan,” kata Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Provinsi NTT, Sinun Petrus Manuk, di Kupang, Rabu (15/5/2019).

Ia pun mengapresiasi upaya pemerintah dan warga di Desa Puna yang menurutnya, sudah berhasil memanfaatkan BUMDes untuk mengelola potensi yang dimiliki desa tersebut.

Produk batu pecah yang dihasilkan, lanjutnya, bahkan sudah dipasarkan secara luas dan mampu memberikan keuntungan bagi desa setempat.

Ia mengatakan, pihaknya terus mendorong agar pengelolaan BUMDes seperti di Desa Puna diterapkan untuk desa-desa lainnya di provinsi setempat sesuai dengan potensi yang dimiliki.

“Memang tidak meski harus membentuk PT tapi prinsipnya satu BUMDes satu produk unggulan yang dihasilkan dari potensi yang ada di masing-masing desa,” katanya.

Petrus Manuk mengatakan, saat ini BUMDes di provinsi berbasiskan kepulauan itu terus bertumbuh pesat dengan jumlah yang tercatat sudah mencapai 1.087 BUMDes.

Namun belum banyak BUMDes berhasil dikelola secara baik untuk mendatangkan keuntungan bagi desa seperti yang ada di Desa Puna tersebut.

Untuk itu, dari ribuan BUMDes yang telah terbentuk, pihaknya fokus menghasilkan100 BUMDes yang akan diperkuat sebagai unggulan.

“Kami sedang seleksi 100 BUMDes dari berbagai daerah di NTT yang selanjutnya akan diperkuat dari sisi sumber daya manusia maupun kelembagaan agar menjadi BUMDes yang betul-betul hebat,” katanya. (alo)


Media Ekbis menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksiekbis@gmail.com, dan redaksi@ekbis.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

NUSA TENGGARA

BI Perkirakan Pertumbuhan Ekonomi NTT 2019 Capai 5-5,4 Persen

Published

on

Faktor pendorong pertumbuhan ekonomi NTT pada 2019 antara lain adalah meningkatnya pertumbuhan PMTB atau investasi.

Ekbis.co.id, Kupang – Bank Indonesia memperkirakan, pertumbuhan ekonomi di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 2019 berada di kisaran 5-5,4 persen (yoy).

Demikian hasil kajian ekonomi dan keuangan regional Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) oleh Bank Indonesia (BI), yang diterima di Kupang, NTT, Rabu (15/4/2019).

Ekonomi di provinsi berbasis kepulauan itu terus mengalami pertumbuhan selama beberapa tahun terakhir ini.

Pada 2016, ekonomi NTT tumbuh 5,12 persen, 2017 sebesar 5,11 persen dan 2018 tumbuh 5,13 persen.

Menurut Bank Indonesia, faktor pendorong pertumbuhan ekonomi NTT pada 2019 antara lain adalah meningkatnya pertumbuhan pembentukan modal tetap bruto (PMTB) atau investasi.

Kondisi ini, seiring meningkatnya realisasi investasi pada bidang pertanian, perkebunan, perikanan dan pengolahannya dengan dukungan pemerintah daerah, yang pada gilirannya juga berkontribusi terhadap peningkatan pertumbuhan ekspor luar negeri.

Sejalan dengan hal tersebut, berdasarkan lapangan usaha (LU) yakni konstruksi diperkirakan meningkat seiring percepatan konstruksi proyek strategis nasional.

Selain peningkatan fasilitas pariwisata, infrastruktur kelistrikan dan pembangunan industri oleh pihak swasta.

Industri pengolahan juga diperkirakan mulai menunjukkan geliat peningkatan pertumbuhan pada 2019, seiring dengan komitmen investasi yang terus ditindaklanjuti seperti pembangunan pabrik garam, semen, gula dan perikanan.

Peningkatan layanan pendidikan yang terus dilakukan pemerintah daerah, juga menjadi faktor yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi NTT lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya. (ben)


Media Ekbis menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksiekbis@gmail.com, dan redaksi@ekbis.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
Advertisement

Trending