Connect with us

PROPERTI

Pencarian Rumah Lewat Internet saat Sahur Meningkat di Bulan Ramadhan

Published

on

Pencarian rumah atau properti lewat internet tercatat mengalami peningkatan di tiga waktu tertentu di bulan Ramadhan.

Infopasarmodal.id, Jakarta – Pencarian rumah atau properti lewat internet tercatat mengalami peningkatan di tiga waktu tertentu di bulan Ramadhan.

Head of Real Estate Category OLX Indonesia Ignasius Ryan Hasim dalam paparan di Jakarta, Senin (13/5/2019), menyebut ketiga waktu yang mengalami peningkatan itu antara lain setelah sahur, saat jam makan siang serta setelah tarawih.

“Di bulan Ramadhan, calon pembeli mencari rumah saat setelah sahur, siang hari saat istirahat makan siang dan setelah tarawih. Ini kami melihat ada lonjakan,” katanya.

Ignasius menuturkan, berdasarkan data yang dihimpun dari jejak pencarian di “e-commerce” itu, dibandingkan pencarian calon pembeli pada 30 April 2019 atau sebelum Ramadhan dengan 7 Mei 2019 atau setelah Ramadhan.

“Hitungan kasar, saat Ramadhan, pencarian mencapai hingga 70 ribu pencarian. Itu di jam 04.00-04.30 atau setelah sahur,” katanya.

Jumlah pencarian itu, naik hingga hampir tiga kali lipat dibandingkan pencarian di jam yang sama sebelum Ramadhan yang hanya mencapai 25 ribu pencarian.

“Peningkatannya hampir tiga kali lipat, ini yang paling signifikan,” kata Ignasius.

Sementara itu, pencarian properti juga mengalami peningkatan di jam makan siang selama bulan Ramadhan.

“Peningkatannya dari hari biasa sekitar 125 ribu pencarian menjadi 140 ribu pencarian,” katanya.

Sedangkan pencarian paling tinggi terjadi di waktu setelah tarawih sekitar pukul 20.30 dari hari biasa sekitar 140 ribu menjadi 150 ribu pencarian.

“Jumlahnya memang paling tinggi setelah tarawih tapi peningkatan paling tinggi setelah sahur,” katanya. (aij)


Media Ekbis menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksiekbis@gmail.com, dan redaksi@ekbis.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

PROPERTI

Waskita Karya Bagikan Dividen 2018 Rp990,7 Miliar

Published

on

Jajaran direksi PT Waskita Karya (Persero) Tbk dalam jumpa pers seusai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2018 di Jakarta, Kamis (9/5/2019).

Ekbis.co.id, Jakarta – PT Waskita Karya (Persero) Tbk membagikan dividen sebesar Rp990,7 miliar atau 25 persen dari laba bersih yang diraih perseroan pada tahun buku 2018 sebesar Rp4,6 triliun.

“Perseroan membagikan dividen Rp990,5 miliar atau sebesar 25 persen dari laba bersih dengan nilai sebesar Rp72,9 per lembar saham,” kata Director of Finance and Strategy Waskita Karya Haris Gunawan dalam jumpa pers seusai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2018 di Jakarta, Kamis (9/5/2019).

Pada 2018, emiten berkode saham WSKT itu berhasil mencatatkan laba bersih (audited) sebesar Rp4,6 triliun, naik 9,9 persen dari tahun 2017 sebesar Rp4,2 triliun.

Perseroan juga berhasil mencatatkan pertumbuhan pendapatan usaha sebesar 7,9 persen dari Rp45,2 triliun pada 2017 menjadi Rp48,7 triliun pada 2018.

Dalam agenda RUPST tersebut, disetujui pula perubahan susunan direksi perseroan. Wahyu Utama Putra yang sebelumnya menjabat Direktur Quality, Safety, Health & Environment, kini digantikan oleh Gunadi.

“Harapan kami, Saudara Gunadi bisa bekerja melebihi apa yang dicapai Saudara Wahyu. Selamat datang, Anda harus bisa berkontribusi sesuai target perusahaan dalam RKAP (Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan) 2019,” kata Direktur Utama Waskita Karya I Gusti Ngurah Putra.

Dengan demikian, susunan jajaran Dewan Komisaris dan Direksi Waskita Karya yang baru adalah sebagai berikut:

Dewan Komisaris
Komisaris Utama: Badrodin Haiti
Komisaris: Danis H. Sumadilaga
Komisaris: Robert Leonard Marbun
Komisaris: R. Agus Sartono
Komisaris Independen: M. Aqil Irham
Komisaris Independen: Viktor S. Sirait
Komisaris Independen: Muradi

Direksi
Direktur Utama: I Gusti Ngurah Putra
Direktur Human Capital Management: Hadjar Seti Adji
Direktur Finance & Strategy: Haris Gunawan
Direktur Operation I: Didit Oemar Prihadi
Direktur Operation II: Bambang Rianto
Direktur Operation III: Fery Hendriyanto
Direktur Quality, Safety, Health & Environment: Gunadi. (aij)


Media Ekbis menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksiekbis@gmail.com, dan redaksi@ekbis.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

PROPERTI

Survei BI Indikasikan Akselerasi Kenaikan Harga Properti Residensial

Published

on

Indeks Harga Properti Residensial (IHPR) triwulan I 2019 sebesar 0,49 persen.

Ekbis.co.id, Jakarta – Survei Harga Properti Residensial Bank Indonesia (BI) mengindikasikan akselerasi kenaikan harga properti residensial di pasar primer.

Hal itu tercermin dari kenaikan Indeks Harga Properti Residensial (IHPR) triwulan I 2019 sebesar 0,49 persen (qtq), lebih tinggi dibandingkan dengan kenaikan pada triwulan sebelumnya 0,35 persen (qtq), kata Departemen Komunikasi BI dalam info terbarunya di Jakarta, Kamis (9/5/2019).

Pada triwulan II 2019, IHPR diperkirakan meningkat sebesar 0,52 persen (qtq), terutama disebabkan oleh kenaikan harga bahan bangunan dan upah tenaga kerja.

Dijelaskan, pada triwulan I 2019, penjualan properti residensial meningkat 23,77 persen (qtq), lebih tinggi dibandingkan dengan penjualan pada triwulan sebelumnya yang turun 5,78 persen (qtq).

Peningkatan penjualan terjadi pada semua tipe rumah, dengan kenaikan penjualan tertinggi pada rumah tipe kecil.

Hasil survei juga mengindikasikan bahwa mayoritas konsumen masih mengandalkan pembiayaan perbankan dalam membeli properti residensial.

Persentase jumlah konsumen yang menggunakan fasilitas KPR dalam pembelian properti residensial sebesar 74,16 persen.

Sejalan dengan kenaikan penjualan properti residensial, penyaluran KPR dan KPA pada triwulan I 2019 juga meningkat menjadi 4,02 persen (qtq) dari 1,14 persen (qtq) pada triwulan sebelumnya. (ahm)


Media Ekbis menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksiekbis@gmail.com, dan redaksi@ekbis.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

PROPERTI

Pengamat Properti Menilai Harga Hunian TOD Jakarta Kemahalan

Published

on

Harga hunian "dekat" stasiun LRT/ MRT atau dikenal sebagai hunian berkonsep Transit Oriented Development masih terlalu mahal bagi kebanyakan warga Jakarta.

Ekbis.co.id, Jakarta – Pengamat properti Ali Tranghanda menilai harga hunian “dekat” stasiun LRT/ MRT atau dikenal sebagai hunian berkonsep Transit Oriented Development masih terlalu mahal bagi kebanyakan warga Jakarta.

Padahal, menurut Ali yang dihubungi, Senin (6/5/2019), hadirnya properti yang terintegrasi dengan Transit Oriented Development (TOD) menjadi salah satu alternatif hunian bagi masyarakat perkotaan di Jakarta sekarang ini untuk mengatasi kemacetan.

Dengan tinggal di hunian yang terintegrasi dengan TOD pastinya dapat memangkas waktu tempuh sangat signifikan dan menjadikan lebih produktif.

Konsep apartemen TOD memang dikembangkan untuk hal tersebut, namun dalam perkembangannya, kata Ali yang juga menjabat sebagai Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch, terdapat beberapa pertimbangan yang membuat apartemen-apartemen ini menjadi tidak memberi manfaat terlalu banyak bagi masyarakat terutama bagi masyarakat yang belum memiliki hunian.

Pembangunan apartemen TOD seharusnya –paling tidak– dapat mengurangi “backlog” hunian perkotaan. Namun harga yang ditawarkan saat ini sudah paling murah berkisar Rp500 jutaan untuk tipe studio terkecil.

Dengan harga apartemen seperti itu, maka masyarakat bisa membeli bila penghasilannya paling tidak Rp15 juta/bulan, dan itu bukanlah gaji rata-rata karyawan Jakarta saat ini.

Diperkirakan rata-rata penghasilan karyawan perkotaan saat ini hanya sebesar Rp7 jutaan/bulan. Dengan gaji tersebut maka properti yang dapat dibeli adalah seharga Rp250-300 jutaan. Itu pun relatif masih berat.

Dua atau tiga tahun yang lalu, harga apartemen TOD masih ditawarkan dengan harga Rp250-300 jutaan dan pasar merespon dengan cukup baik. Namun dengan semakin mahalnya apartemen yang ditawarkan maka tujuan untuk mengurangi backlog semakin menjauh.

Pasar pembeli “end user” tidak mampu lagi untuk menjangkau harga tersebut, dan tergantikan dengan pasar investor yang membeli apartemen tersebut untuk kemudian disewakan lagi kepada para penyewa.

Dengan banyaknya BUMN yang masuk ke pengembangan properti TOD, maka keberpihakan BUMN “Hadir untuk Negeri” dipertaruhkan. Porsi untuk apartemen murah harusnya dapat ditingkatkan, karena tidak semata-mata mendulang untung namun ada misi sosial yang seharusnya dikedepankan oleh BUMN.

Kenaikan harga tanpa disertai dengan kemampuan pasar, membuat “mismatch” terjadi pada pasar apartemen TOD saat ini. Diyakini tingkat penjualan pun akan mengalami penurunan bila proyek-proyek tersebut hanya berhitung keuntungan di atas kertas tanpa melihat kapasitas pasar yang ada.

“Peran BUMN, BUMD, dan Pemprov DKI seharusnya dapat sejalan untuk menjamin ketersediaan bagi masyarakat pekerja menengah sehingga tatanan kota menjadi lebih baik dan produktif,” kata Ali. (gan)


Media Ekbis menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksiekbis@gmail.com, dan redaksi@ekbis.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
Advertisement

Trending