Connect with us

TOURISM

Pengunjung Kebun Raya Indrokilo Digratiskan Hingga Lebaran

Published

on

Pemerintah Kabupaten Boyolali masih memberikan kesempatan masyarakat atau pemudik yang berkunjung ke objek wisata Kebun Raya Indrokilo.

Ekbis.co.id, Boyolali – Pemerintah Kabupaten Boyolali masih memberikan kesempatan masyarakat atau pemudik yang berkunjung ke objek wisata Kebun Raya Indrokilo di Kelurahan Kemiri, Kecamatan Mojosongo, tanpa dipungut retribusi tiket masuk atau gratis hingga usai Lebaran 2019.

“Kebun Raya Indrokilo Boyolali yang baru dibuka untuk umum, mulai Jumat(3/5/2019), tetapi para pengunjung digratiskan hingga habis Lebaran, sehingga warga yang mudik Lebaran bisa mampir melihat kebun raya kebanggaan masyarakat lereng Merapi,” kata Bupati Boyolali, Seno Samodro, di Boyolali, Kamis.

Menurut Seno Samodro pembangunan kebun raya tersebut dilakukan dari nol untuk mendukung konsep Boyolali menjadi kota air, kota hijau, dan kota pintar.

Pembangun Kebun Raya Indrokilo baru tahapan awal, tetapi pihaknya yakin lokasi itu, akan menarik di hampir setiap sudutnya karena artistik seperti istana swafoto. Dan, setiap hari libur atau akhir pekan sudah ada ribuan masyarakat yang berkunjung ke sini.

“Kami prediksi Kebun Raya Indrokilo salah satu tujuan wisata bagi para pemudik masa liburan Lebaran tahun ini. Pengunjung Indrokilo bakal membludak. Apalagi, pengunjung masuk kawasan kebun raya masih gratis, dan akses jalan menuju lokasi juga tidak jauh dari Kota Boyolali atau jalur tol,” katanya.

Masyarakat dapat berkunjung di kebun raya, dan setelah Lebaran baru akan ada retribusi tiket masuk lokasi sebesar Rp5.000 per orang.

Kepala Seksi Pemeliharaan Lingkungan Hidup, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Boyolali Budi Listyono mengatakan pembangunan Kebun Raya Indrokilo hingga kini masih dilakukan perbaikan-perbaikan yang masih perlu disempurnakan seperti akses pintu masuk melalui jembatan.

Objek Wisata Kebun Raya Indrokilo Boyolali kini bertambah semarak dengan adanya tambahan fasilitas pendukung untuk pengunjung baik untuk kalangan anak-anak maupun dewasa.

Menurut Budi Listiyono dapat dilihat di sisi sebelah barat kebun raya, pengunjung akan menemui sebuah wahana mancakrida atau arena outbond yang dapat digunakan untuk bermain anak-anak. Dengan tali temali yang dirangkai sedemikian rupa, menjadikan area itu, aman digunakan anak-anak bermain melatih keseimbangan.

Selain itu, kata Budi Listyano Kebun Raya Indrokilo juga dihiasi berbagai taman, pohon langka. Bahkan, objek juga dilengkapi air mancur meniru air Niagara, dan taman-taman tematik buah-buahan, obat-obatan, bambu yang menarik untuk swafoto bagi pengunjung.

“Kebun Raya Indrokilo Boyolali juga dihiasi sejumlah patung antara lain Sosro Birowo untuk menghiasi taman,” kata Budi.

Para pengunjung yang hendak menikmati lokasi kebun raya dengan naik sepeda ontel, dan pengelola menyediakan untuk disewakan. Karena, pengunjung tidak bisa masuk ke lokasi dengan kendaraan bermotor. Pengunjung dengan kendaraan hanya bisa dibatas lokasi parkir yang telah disediakan oleh pengelola.

“Pengunjung tidak boleh masuk lokasi dengan kendaraan bermotor. Kami hingga sekarang terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat soal batas kendaraan masuk lokasi kebun raya,” katanya. (bam)


Media Ekbis menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksiekbis@gmail.com, dan redaksi@ekbis.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

TOURISM

NTT Siapkan BUMDes untuk Kelola Wisata Pantai Liman

Published

on

Wisata Pantai Liman, di Pulau Semau, Kabupaten Kupang.

Ekbis.co.id, Kupang – Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Provinsi Nusa Tenggara Timur, Sinun Petrus Manuk, menyatakan sedang menyiapkan badan usaha milik desa (BUMDes) untuk mengelola objek wisata Pantai Liman, di Pulau Semau, Kabupaten Kupang.

“Objek wisata Pantai Liman akan dikelola BUMDes setempat, kami sedang persiapan dan diperkuat, baik sumber daya manusia maupun kelembagaan,” katanya kepada Antara di Kupang, Jumat (17/5/2019).

Ia mengatakan, pengelolaan objek wisata Pantai Liman akan dilakukan berbasis desa. Ia menyebut konsep pengelolaan yang diterapkan yaitu BUMDes tourism estate.

Pemerintah provinsi mengalokasikan anggaran sekitar Rp2 miliar untuk mulai menata Pantai Liman yang menyimpan keindahan alam pantai berpasir putih yang luas, laut yang jernih, serta perbukitan.

“Alokasi ini untuk mendukung pembangunan rumah inap, lopo-lopo, dan fasilitas pendukung lainnya yang selanjutnya dikelola melalui BUMDes,” katanya.

Petrus Manuk mengatakan pihaknya akan memperkuat BUMDes yang mengelola objek wisata tersebut agar bisa mendatangkan keuntungan.

Ia mencontohkan objek wisata Lapale Hills di Kabupaten Sumba Barat, Pulau Sumba, yang sudah dikelola BUMDes dengan penghasilan rata-rata setiap bulan mencapai Rp40 juta.

“Yang kita inginkan itu BUMDes dikelola dengan prinsip binis agar bisa memberikan keuntungan untuk kemajuan pembangunan di desa,” katanya.

Ia menargetkan hingga akhir 2019 akan menghasilkan delapan BUMDes di provinsi setempat yang khusus untuk mengelola pariwisata, salah satunya di Pantai Liman.

Sementara BUMDes lainnya menyebar di sejumlah kabupaten di antaranya, Alor, Sumba Barat, Sumba Timur, Timor Tengah Selatan, Lembata, dan Ende, dan Rote Ndao. (alo)


Media Ekbis menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksiekbis@gmail.com, dan redaksi@ekbis.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

TOURISM

Asita Sebut Tiket Pesawat Mahal Jadi Masalah Serius Pariwisata NTT

Published

on

Ketua Asosiasi Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) Provinsi Nusa Tenggara Timur, Abed Frans.

Ekbis.co.id, Kupang – Ketua Asosiasi Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) Provinsi Nusa Tenggara Timur, Abed Frans mengatakan tarif transportasi udara yang mahal masih menjadi masalah serius bagi pengembangan pariwisata di provinsi berbasiskan kepulauan itu.

“Mahalnya tiket pesawat sejauh ini memang masih menjadi masalah serius bagi pariwisata kita di NTT,” katanya di Kupang, Jumat, terkait tarif transportasi udara di Tanah Air yang dinilai masih mahal dan dampaknya terhadap pariwisata di Nusa Tenggara Timur.

Menurutnya, berbagai upaya promosi pariwisata yang dilakukan untuk peningkatan kunjungan wisatawan tidak memberi dampak yang signifikan jika biaya perjalanan mahal.

Dicontohkannya seperti harga tiket pesawat untuk keberangkatan Jakarta-Kupang yang masih berkisar Rp2,5 juta hingga Rp3 jutaan. Selain itu, tarif keberangkatan dari Kota Kupang ke daerah-daerah kabupaten juga bisa mencapai di atas Rp1 juta.

“Selain tarif mahal, belum lagi ada maskapai yang mulai mengurangi frekuensi penerbangan bahkan ada yang meniadakan,” katanya.

Ia menambahkan, “Ini jadi masalah serius, apalagi kita di NTT belum punya penerbangan langsung ke luar negeri sehingga sulit meningkatkan kunjungan wisatawan asing,” katanya.

Menurut Abed, ketika kondisi tarif penerbangan masih mahal maka berbagai kegiatan pariwisata di daerah-daerah akan sulit dijangkau wisatawan dari luar.

“Artinya event yang digelar di daerah jadinya dari kita untuk kita bukan dari kita untuk wisatawan, karena animo dari luar kurang,” katanya.

Untuk itu, ia berharap, pemerintah daerah yang terkena dampak mahalnya tarif penerbangan agar duduk bersama mencarikan solusi terbaik bersama maskapai di tingkat pusat.

“Suara-suara dari pemerintah daerah yang terkena dampak juga harusnya sudah ada, sehingga bisa menjadi perhatian serius pihak maskapai,” katanya. (alo)


Media Ekbis menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksiekbis@gmail.com, dan redaksi@ekbis.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

TOURISM

Pemprov Babel Bangun Kawasan Konservasi Laut Belitung

Published

on

Kepulauan Bangka Belitung akan membangun kawasan koservasi perikanan di laut Belitung.

Ekbis.co.id, Pangkalpinang – Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung akan membangun kawasan koservasi perikanan di laut Belitung, guna meningkatkan ketersediaan ikan dan kesejahteraan nelayan tradisional di daerah itu.

“Saat ini kita masih membahas dan mengkaji luasan, lokasi, titik kordinat kawasan konservasi di laut Belitung,” kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kepulauan Babel, Dasmito usai rapat koordinasi pembentukan kawasan konservasi laut Belitung di Pangkalpinang, Kamis (16/5/2019).

Menurut dia, apabila luas, lokasi dan titik kordinat kawasan konservasi ini sudah disepakati, maka pemprov akan segera mengajukannya ke Kementerian Kelautan dan Perikanan, melalui Surat Keputusan Gubernur Kepulauan Babel.

“Kegiatan rakor ini, kita ingin mendapatkan masukan stakeholder dan pihak terkait dalam mempercepat kawasan konservasi perikanan di Belitung,” katanya.

Ia mengatakan pembangunan kawasan konservasi ini sebagai upaya pemerintah dalam meningkatkan sumber daya perikanan yang semakin lestari di laut Belitung.

“Apabila stok perikanan semakin lestari tentu akan meningkatkan hasil tangkapan ikan dan pendapatan keluarga nelayan tradisional,” katanya.

Ia menambahkan kawasan konservasi ini adalah sebagai tempat berkumpul, pemijahan dan pembesaran ikan di laut.

“Semakin banyak ikan di laut Babel tentu ini menjadi kontribusi bagi kehidupan nelayan dan masyarakat pesisir di daerah ini,” katanya. (apr)


Media Ekbis menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksiekbis@gmail.com, dan redaksi@ekbis.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
Advertisement

Trending