Connect with us

DIGITAL & MEDIA

GOJEK Tawarkan Tujuh Promo Hemat Selama Ramadhan

Published

on

Promo GOJEK dapat ditemukan dalam layanan GO-RIDE, GO-CAR, GO-PAY, GO-Bills, dan GO-Pulsa.

Ekbis.co.id, Jakarta – Aplikasi multifungsi GOJEK menawarkan tujuh promo utama yang dapat membantu pengguna aplikasi untuk berhemat selama bulan Ramadhan ini.

Chief Corporation Affairs GOJEK Nila Marita, di Jakarta, Rabu (8/5/2019), menjelaskan promo itu dapat ditemukan dalam layanan GO-RIDE, GO-CAR, GO-PAY, GO-Bills, dan GO-Pulsa.

“Promo itu merupakan bagian dari program #carikebaikan yang diluncurkan GOJEK selama Ramadhan 2019,” kata Nila.

Tujuh promo yang diluncurkan, antara lain “Bukber Berkah dengan GOPAY”, “Hajatan Berkah”, “Voucher cashback 75 persen untuk TOP-UP Game di Codashop”, “Rezeki Tagihan GO-BILLS”, “Silaturahmi tanpa Putus dengan GO-PULSA”, “Ramadhan Hemat”, dan “Berbagi Kebaikan”.

Misalnya untuk “Hajatan Berkah”, GOJEK bekerja sama dengan Alfamart, Alfamidi, Lawson, dan Dan+Dan memberikan vocer cashback hingga 50 persen, diskon 70 persen untuk pengguna pertama GO-CAR dan GO-RIDE, potongan harga, vocer takjil, dan undian umrah.

Sementara itu, promo “Silaturahmi Tanpa Putus” menawarkan diskon Rp10.000 atau 10 persen untuk pembelian pulsa Rp50.000.

Untuk promo “Bukber Berkah”, pengguna GOJEK dapat menghemat pengeluaran untuk membeli makanan karena ada cashback Rp20.000 atau 40 persen di 82 kedai, lima toko gaya hidup, dan 14 supermarket.

Beberapa merchant makanan dan minuman yang menawarkan promo GOPAY selama Ramadhan, di antaranya A&W, Auntie Anne’s, Bakerzin, Bakmi GM, Bengawan Solo, Burger King, BreadLife, Chatime, Carl’s JR, Caribou Coffee, CFC, D’Crepes, D’Cost, Gulu-Gulu, Hokben, PHD, Yoshinoya, Puyo, Sate Khas Senayan, Starbucks, Tous Les Jours, Wingstop, dan Raa Cha Suki.

Selain gerai makanan, promo GOJEK selama Ramadhan juga dapat ditemukan di Gramedia, Miniso, CGV, Apotek Generik, Circle K, Century, Family Mart, Foodhall, Giant Express, Guardian, Hero, Watsons, Ramayana, dan Ranch&Farmers Market. (pep)


Media Ekbis menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksiekbis@gmail.com, dan redaksi@ekbis.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

DIGITAL & MEDIA

Noompang, Aplikasi Cari Tebengan Bisa untuk Mudik Jarak Dekat

Published

on

Tangkapan layar aplikasi Noompang.

Ekbis.co.id, Jakarta – Bagi Anda yang ingin mudik jarak dekat, misalnya dari Jakarta ke Bandung, atau sekadar mencari tumpangan menuju lokasi di sekitar ibu kota, tidak ada salahnya mencoba aplikasi Noompang.

Noompang merupakan aplikasi buatan anak bangsa yang dikembangkan guna memanfaatkan bangku kosong di mobil atau sepeda motor Anda, untuk digunakan bersama orang lain yang memiliki tujuan perjalanan yang sama.

“Kami berinisiatif membangun aplikasi ini karena awalnya sering pergi dan pulang Jakarta dan Bandung saat kuliah. Ternyata yang seperti ini banyak, jika satu tujuan semestinya bisa lebih praktis dan hemat jika berbagi tumpangan,” kata inisator dan CEO Noompang, Mirsa Sadikin, kepada Antara di Jakarta, Sabtu (18/5/2019) malam.

“Bisa juga jadi solusi, misalnya mudik ke Bandung bersama pengguna lain yang searah,” kata dia.

Mirsa (24 tahun) membangun Noompang bersama dua orang rekannya selama 6 bulan pada 2018. Awalnya aplikasi itu menyasar segmen mahasiswa yang rutin pergi-pulang Jakarta dan Bandung.

Namun dalam perkembangannya, pengguna Noompang bergeser ke kalangan pekerja yang memiliki jadwal berangkat dan pulang yang rutin.

“Awalnya segmen kami adalah mahasiswa, ternyata jadwal yang rutin adalah kalangan pekerja. Mereka banyak yang numpang dan memberi tumpangan,” katanya. “Jadi saat ini segmen kami adalah pekerja dengan jam kerja rutin.”

Salah satu kelebihan aplikasi ini adalah harga tumpangannya yang lebih terjangkau. Untuk tumpangan dari Jakarta ke Bandung, kata Mirsa, hanya memakan biaya Rp50 ribu – Rp70 ribu. Sedangkan untuk tebengan dalam kota hanya Rp10 ribu – Rp20 ribu, tergantung jarak tempuh.

“Tidak lelah nyetir, lebih hemat, bisa sharing juga,” kata dia.

Mirsa mengatakan, aplikasi itu hanya memberikan rekomendasi harga. Sedangkan pemilik kendaraan maupun penumpang bisa membicarakan harga secara rinci, termasuk jumlah bangku yang tersedia dan fasilitas yang ada di kendaraan itu.

“Bisa lebih murah, bisa kasih lebih, terserah mereka,” kata dia.

Bedanya dengan model transportasi berbasis aplikasi seperti Gojek maupun Grab, Noompang tidak menjadikan penggunanya pengemudi taksi online, melainkan tetap menjalani pekerjaannya namun bisa mengambil keuntungan dengan berbagi tumpangan.

Aplikasi yang terbentuk pada Juli 2018 itu tidak hanya menangani perjalanan Jakarta-Bandung, namun juga bisa ke Jawa Tengah misalnya Solo dan Yogyakarta.

Mirsa mengatakan, untuk saat ini mereka masih fokus mengembangkan Noompang di Jabodetabek dan Bandung, namun tetap melirik peluang melebarkan jaringan aplikasinya di daerah potensial, misalnya Surabaya dan Malang.

Ketika ditanya soal keamanan pengguna aplikasi atas potensi kejahatan oleh pengguna lain saat perjalanan, Mirsa memastikan Noompang telah merekam data-data berupa nomor KTP, STNK hingga link sosial media yang diperlukan sebelum pengguna mendaftar di aplikasi itu.

Noompang makanan

Tidak hanya menawarkan tumpangan, aplikasi itu juga menyasar sektor distribusi kuliner melalui fitur Noompang Food yang baru diluncurkan pekan pertama Mei 2019.

“Banyak yang ingin menitip makanan, misalnya makanan khas Bandung ke Jakarta dengan pengiriman satu hari. Noompang menawarkan itu, bisa numpangin makanan dari Bandung ke Jakarta, atau sebaliknya,” kata dia.

Ia mengatakan, segmen konsumen Food dengan Noompang berbagi tumpangan berbeda. Jika Noompang kendaraan umumnya kalangan pekerja yang ingin praktis dan berhemat ongkos, maka konsumen Noompang Food adalah kalangan muda yang suka mencoba kuliner baru.

Selain makanan, Mirsa juga mengatakan tengah melirik potensi penyewaan mobil untuk dimasukkan ke dalam aplikasi Noompang.

Saat ini, Noompang telah bekerja sama dengan tiga agen perjalanan untuk menyediakan kursi kepada pengguna aplikasi yang telah memesan.

Mirsa mengatakan melalui fitur itu, Noompang berhasrat mengambil 5 persen dari sekira 1,5 juta orang yang berpergian Jakarta ke Bandung dan sebaliknya setiap hari.

Saat ini, aplikasi yang dikembangkan dengan investasi di bawah Rp1 miliar itu telah memiliki 10ribu pengguna dan ditargetkan bisa meningkat hingga 100ribu pengguna pada awal tahun depan. (alv)


Media Ekbis menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksiekbis@gmail.com, dan redaksi@ekbis.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

DIGITAL & MEDIA

Telkomsel Jamin Komunikasi Pelanggan saat Lebaran

Published

on

Telkomsel menjamin kenyamanan komunikasi pelanggan pada Ramadhan dan Idul Fitri tahun 2019.

Ekbis.co.id, Medan – Manajemen Telkomsel menjamin kenyamanan komunikasi pelanggan pada Ramadhan dan Idul Fitri tahun 2019 karena sudah meningkatkan seluruh elemen jaringan di titik-titik jalur mudik dan pusat keramaian publik.

“Telkomsel telah mengidentifikasi sebanyak 156 POI (Point of Interest) di wilayah Sumatera meliputi bandara, terminal bus, stasiun kereta api, dermaga serta lainnya dan sudah disiapkan jaringan terbaik,” ujar Executive Vice President Area Sumatera Telkomsel Paulus Djatmiko, di Medan, Kamis (16/5/2019).

Dia mengatakan itu dalam telekonpres dari Palembang tentang kesiapan Telkomsel menghadapi Ramadhan dan Idul Fitri dengan media di wilayah Sumbagut.

Dia.menyebutkan, untuk memaksimalkan kualitas jaringan pada lokasi-lokasi yang diprediksi akan mengalami lonjakan pada momen Ramadhan dan Idul Fitri ini, Telkomsel menyiagakan sebanyak lima unit Compact Mobile Base Station (COMBAT) atau mobile BTS (MBTS).

“MBTS memang berkurang atau lima karena daerah – daerah publik yang sebelumnya disiagkan MBTS, sudah menjadi BTS permanen memperkuat kualitas jaringan yang sebelumnya sudah ada,” katanya

Secara khusus, Telkomsel sendiri telah membangun 102 Base Transceiver Station (BTS) Multi-band LTE di seluruh Sumatera.

“Telkomsel sudah benar – benar menyiapkan infrastruktur, produk dan layanan pada Ramadhan dan Idul Fitri,” ujarnya.

Vice President ICT Network Management Area Sumatera Telkomsel Awal R. Chalik menyebutkan, Ramadhan dan Idul Fitri menjadi momentum yang menguji kualitas jaringan Telkomsel.

Telkomsel memperkirakan lonjakan layanan data (payload) pada Ramadhan dan Idul Fitri 2019 terjadi sekitar 5.449 terabyte atau naik 76 persen dibandingkan tahun lalu.

“Adapun trafik layanan suara lebih dari 415 juta menit dan trafik SMS sekitar 41 juta SMS per hari,” katanya.

Dia juga menegaskan untuk di jalan utama dan jalan Tol Trans Sumatra kekuatan sinyal Telkomsel mencapai 90,34 persen dengan “success call” mencapai 98,18 persen.

“Untuk kenyamanan berkomunikasi pelanggan, Telkomsel sudah menggelar ‘drive test’ rutin di berbagai titik dengan kepadatan trafik komunikasi tertinggi dengan total jarak tempuh lebih dari 12.000 kilometer, ” katanya.

Vice President Sales and Marketing Area Sumatera Telkomsel Erwin Tanjung mengatakan, di samping meningkatkan kualitas jaringan, manajemen juga memastikan kesiapan produk untuk konsumen.

Produk -produk itu antara lain ditempatkan di Posko Mudik dan titik layanan di lokasi-lokasi POI yang telah teridentifikasi.

Selain itu, katanya, seluruh “channnel” pelayanan “existing”Telkomsel juga diharapkan dapat berfungsi maksimal selama RAFI 2019.

Sebanyak 116 GraPARI, 189 Mobile GraPari, 17 unit layanan digital self service MyGraPARI dan 262 banch office (Telkomsel Distribution Center) sudah disiagakan di Sumatera.

Mitra distributor Telkomsel, katanya juga sudah siaga menjaga ketersediaan produk selama momen tahunan itu berlangsung. (eva)


Media Ekbis menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksiekbis@gmail.com, dan redaksi@ekbis.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

DIGITAL & MEDIA

Perusahaan Fintech Dekati Mahasiswa, Tingkatkan Inklusi Keuangan

Published

on

Business Development Manager Kredit Pintar, Azalea Pasaribu tengah memberikan sosialisasi tentang Kredit Pintar kepada mahasiswa Pontianak, Kalimantan Barat

Ekbis.co.id, Pontianak – Sejumlah financial technology (fintech) melakukan sosialisasi dan edukasi di hadapan puluhan mahasiswa yang ada di Kota Pontianak, Kalimantan Barat, sebagai upaya peningkatan literasi dan inklusi keuangan di Indonesia.

Fintech yang melakukan sosialisasi tersebut di antaranya, Kredit Pintar, Aventee, Lumbung Dana, AdaKami, iKredo, Pinjam Yul, dan Telefin.

“Fintech hadir untuk mendorong jiwa kewirausahaan pada kalangan pelajar untuk memainkan peran dalam meningkatkan inklusi keuangan di Indonesia,” ujar salah satu manajemen Fintech dari Kredit Pintar, Azalea Pasaribu yang merupakan Business Development Manager saat “Fintech goes to campus” di Pontianak, Kamis (16/5/2019).

Azalea menyebutkan kehadiran Kredit Pintar untuk mengatasi kesenjangan kredit perbankan kepada masyarakat yang masih besar. Menurutnya, kebutuhan kredit mencapai Rp1.000 triliun. Hanya saja perbankan baru mampu menjangkau sebesar Rp600 triliun saja.

“Penetrasi kredit baru tujuh persen. Oleh karena itu melalui Fintech ini kita hadir guna menyasar segmen yang belum tergarap tersebut, dengan kemudahan layanan dan keuntungan lainnya,” kata Azalea.

Ia menambahkan bahwa data Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) , Badan Pusat Statistik (BPS), dan United Nation Population Fund, jumlah pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia pada 2018 sebanyak 58,97 juta orang. Sedangkan menurut data dari Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop UKM) mengatakan jumlah di Indonesia mencapai 59,2 juta.

“Data tersebut menyimpulkan bahwa tingginya minat masyarakat menjadi wirausaha dapat dilihat dari peningkatan UMKM tahun 2018 ke tahun 2019. Hal ini menjadikan alasan Kredit Pintar sebagai Fintech hadir untuk mendorong jiwa kewirausahaan untuk kalangan pelajar untuk memainkan perannya,” kata dia.

Dikatakannya, saat ini Kredit Pintar yang pada tahun lalu sudah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sudah mampu menyalurkan kredit sebesar Rp3 triliun dengan asumsi penyaluran kredit Rp400 juta per bulan.

“Masa tenor kita dari 14-90 hari. Saat ini peminjam sudah tersebar di seluruh Indonesia. Namun yang mendominasi masih di Jawa Barat, Jawa Timur, dan Jakarta,” sebut dia. (ded)


Media Ekbis menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksiekbis@gmail.com, dan redaksi@ekbis.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
Advertisement

Trending