Connect with us

PROPERTI

PP Urban Pastikan Harga Urbantown Serpong Terjangkau

Published

on

Menteri Ketenagakerjaan M. Hanif Dhakiri (dua kiri) saat meninjau proyek Urbantown Serpong sebagai hunian vertikal dapat terjangkau Masyarakat Berpenghasilan Rendah, di Serpong, Banten, Selasa (30/4/2019).

EKbis.co.id, Jakarta – PT Urban, anak usaha PT PP (Persero) Tbk. memastikan harga Urbantown Serpong sebagai hunian vertikal dapat terjangkau oleh Masyarakat Berpenghasilan Rendah, dengan pemasaran telah mencapai lebih dari 85 persen.

“Perusahaan selalu mengusung konsep Quality Affordable Living di setiap proyek URBAN Development,” kata Komisaris Utama PT PP (Persero) Tbk Andi Gani Nena Wea dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Kamis (2/5/2019).

Proyek hunian vertikal tersebut sempat dikunjungi Menteri Ketenagakerjaan M. Hanif Dhakiri pada Selasa (30/4/2019).

Andi mengatakan, Urbantown Serpong saat ini memasuki fase konstruksi tower kedua. Tower pertama Urbantown Serpong telah selesai dibangun dan tengah masuk tahap finishing yang rencananya akan diserahterimakan di semester kedua tahun 2019.

Urbantown Serpong berlokasi di pusat Kawasan Serpong, kurang dari dua kilometer dari Kantor Walikota Tangerang Selatan yang juga diapit oleh dua stasiun commuter line, Stasiun Rawa Buntu dan Sudimara.

Proyek juga dekat dengan akses rencana Jalan Tol Serpong – Cinere dan Cinere – Jagorawi yang terhubung dengan Tol Depok – Antasari.

Lokasi dan aksesibilitas premium yang dimiliki Urbantown Serpong juga dilengkapi dengan fasilitas yang cukup lengkap, termasuk shuttle bus dari dan ke stasiun terdekat dan fasilitas Entrepreneurship Centre yaitu Urban Bizhub. Proyek ini menjadi lebih spesial karena status kepemilikannya SHM di atas SHGB Murni.

Tower kedua Urbantown Serpong dengan total 1.096 unit di dalamnya tengah memasuki fase konstruksi juga akan dipasarkan untuk para pekerja dengan fasilitas pembiayaan FLPP (Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan).

“Para pekerja dengan pendapatan terbatas, kini punya kesempatan untuk memiliki hunian sendiri. Dengan FLPP, Urbantown Serpong dipasarkan mulai dari Rp191,5 juta untuk tipe studio seluas 22,80 meter persegi”, tambah Andi Gani.

Proyek dipasarkan dalam beberapa tipe unit, tipe studio dengan luas mulai dari 22 meter persegi, tipe satu kamar tidur dengan luas 33 meter persegi, dan tipe dua kamar tidur seluas 36 meter persegi.

Selain menawarkan hunian vertikal berkualitas dengan harga terjangkau, Urbantown juga peduli dengan pemberdayaan para penghuni. Ide pengembangan fasilitas URBAN Bizhub ini adalah konsep pemanfaatan bangkitan ekonomi kawasan, sharing economy dan kolaborasi.

URBAN Bizhub dirancang dapat meningkatkan pendapatan para penggunanya sampai Rp2,5 juta setiap bulannya, hanya dengan memanfaatkan aplikasi U-Sharing dari URBAN Bizhub.

“Meningkatkan produktivitas penghuni potensial dan kreatif adalah salah satu kunci penting Urban Bizhub. Penghuni Urbantown nantinya akan mampu melakukan transaksi jual-beli atau sewa-menyewa dengan praktis. Ini yang kami sebut sebagai pemberdayaan komunitas di kawasan hunian mandiri,” kata Andi Gani. (ahm)


Media Ekbis menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksiekbis@gmail.com, dan redaksi@ekbis.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

PROPERTI

Pencarian Rumah Lewat Internet saat Sahur Meningkat di Bulan Ramadhan

Published

on

Pencarian rumah atau properti lewat internet tercatat mengalami peningkatan di tiga waktu tertentu di bulan Ramadhan.

Infopasarmodal.id, Jakarta – Pencarian rumah atau properti lewat internet tercatat mengalami peningkatan di tiga waktu tertentu di bulan Ramadhan.

Head of Real Estate Category OLX Indonesia Ignasius Ryan Hasim dalam paparan di Jakarta, Senin (13/5/2019), menyebut ketiga waktu yang mengalami peningkatan itu antara lain setelah sahur, saat jam makan siang serta setelah tarawih.

“Di bulan Ramadhan, calon pembeli mencari rumah saat setelah sahur, siang hari saat istirahat makan siang dan setelah tarawih. Ini kami melihat ada lonjakan,” katanya.

Ignasius menuturkan, berdasarkan data yang dihimpun dari jejak pencarian di “e-commerce” itu, dibandingkan pencarian calon pembeli pada 30 April 2019 atau sebelum Ramadhan dengan 7 Mei 2019 atau setelah Ramadhan.

“Hitungan kasar, saat Ramadhan, pencarian mencapai hingga 70 ribu pencarian. Itu di jam 04.00-04.30 atau setelah sahur,” katanya.

Jumlah pencarian itu, naik hingga hampir tiga kali lipat dibandingkan pencarian di jam yang sama sebelum Ramadhan yang hanya mencapai 25 ribu pencarian.

“Peningkatannya hampir tiga kali lipat, ini yang paling signifikan,” kata Ignasius.

Sementara itu, pencarian properti juga mengalami peningkatan di jam makan siang selama bulan Ramadhan.

“Peningkatannya dari hari biasa sekitar 125 ribu pencarian menjadi 140 ribu pencarian,” katanya.

Sedangkan pencarian paling tinggi terjadi di waktu setelah tarawih sekitar pukul 20.30 dari hari biasa sekitar 140 ribu menjadi 150 ribu pencarian.

“Jumlahnya memang paling tinggi setelah tarawih tapi peningkatan paling tinggi setelah sahur,” katanya. (aij)


Media Ekbis menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksiekbis@gmail.com, dan redaksi@ekbis.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

PROPERTI

Waskita Karya Bagikan Dividen 2018 Rp990,7 Miliar

Published

on

Jajaran direksi PT Waskita Karya (Persero) Tbk dalam jumpa pers seusai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2018 di Jakarta, Kamis (9/5/2019).

Ekbis.co.id, Jakarta – PT Waskita Karya (Persero) Tbk membagikan dividen sebesar Rp990,7 miliar atau 25 persen dari laba bersih yang diraih perseroan pada tahun buku 2018 sebesar Rp4,6 triliun.

“Perseroan membagikan dividen Rp990,5 miliar atau sebesar 25 persen dari laba bersih dengan nilai sebesar Rp72,9 per lembar saham,” kata Director of Finance and Strategy Waskita Karya Haris Gunawan dalam jumpa pers seusai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2018 di Jakarta, Kamis (9/5/2019).

Pada 2018, emiten berkode saham WSKT itu berhasil mencatatkan laba bersih (audited) sebesar Rp4,6 triliun, naik 9,9 persen dari tahun 2017 sebesar Rp4,2 triliun.

Perseroan juga berhasil mencatatkan pertumbuhan pendapatan usaha sebesar 7,9 persen dari Rp45,2 triliun pada 2017 menjadi Rp48,7 triliun pada 2018.

Dalam agenda RUPST tersebut, disetujui pula perubahan susunan direksi perseroan. Wahyu Utama Putra yang sebelumnya menjabat Direktur Quality, Safety, Health & Environment, kini digantikan oleh Gunadi.

“Harapan kami, Saudara Gunadi bisa bekerja melebihi apa yang dicapai Saudara Wahyu. Selamat datang, Anda harus bisa berkontribusi sesuai target perusahaan dalam RKAP (Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan) 2019,” kata Direktur Utama Waskita Karya I Gusti Ngurah Putra.

Dengan demikian, susunan jajaran Dewan Komisaris dan Direksi Waskita Karya yang baru adalah sebagai berikut:

Dewan Komisaris
Komisaris Utama: Badrodin Haiti
Komisaris: Danis H. Sumadilaga
Komisaris: Robert Leonard Marbun
Komisaris: R. Agus Sartono
Komisaris Independen: M. Aqil Irham
Komisaris Independen: Viktor S. Sirait
Komisaris Independen: Muradi

Direksi
Direktur Utama: I Gusti Ngurah Putra
Direktur Human Capital Management: Hadjar Seti Adji
Direktur Finance & Strategy: Haris Gunawan
Direktur Operation I: Didit Oemar Prihadi
Direktur Operation II: Bambang Rianto
Direktur Operation III: Fery Hendriyanto
Direktur Quality, Safety, Health & Environment: Gunadi. (aij)


Media Ekbis menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksiekbis@gmail.com, dan redaksi@ekbis.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

PROPERTI

Survei BI Indikasikan Akselerasi Kenaikan Harga Properti Residensial

Published

on

Indeks Harga Properti Residensial (IHPR) triwulan I 2019 sebesar 0,49 persen.

Ekbis.co.id, Jakarta – Survei Harga Properti Residensial Bank Indonesia (BI) mengindikasikan akselerasi kenaikan harga properti residensial di pasar primer.

Hal itu tercermin dari kenaikan Indeks Harga Properti Residensial (IHPR) triwulan I 2019 sebesar 0,49 persen (qtq), lebih tinggi dibandingkan dengan kenaikan pada triwulan sebelumnya 0,35 persen (qtq), kata Departemen Komunikasi BI dalam info terbarunya di Jakarta, Kamis (9/5/2019).

Pada triwulan II 2019, IHPR diperkirakan meningkat sebesar 0,52 persen (qtq), terutama disebabkan oleh kenaikan harga bahan bangunan dan upah tenaga kerja.

Dijelaskan, pada triwulan I 2019, penjualan properti residensial meningkat 23,77 persen (qtq), lebih tinggi dibandingkan dengan penjualan pada triwulan sebelumnya yang turun 5,78 persen (qtq).

Peningkatan penjualan terjadi pada semua tipe rumah, dengan kenaikan penjualan tertinggi pada rumah tipe kecil.

Hasil survei juga mengindikasikan bahwa mayoritas konsumen masih mengandalkan pembiayaan perbankan dalam membeli properti residensial.

Persentase jumlah konsumen yang menggunakan fasilitas KPR dalam pembelian properti residensial sebesar 74,16 persen.

Sejalan dengan kenaikan penjualan properti residensial, penyaluran KPR dan KPA pada triwulan I 2019 juga meningkat menjadi 4,02 persen (qtq) dari 1,14 persen (qtq) pada triwulan sebelumnya. (ahm)


Media Ekbis menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksiekbis@gmail.com, dan redaksi@ekbis.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
Advertisement

Trending