Connect with us

INTERNASIONAL

ADB Dukung Enam Bidang Pembangunan Wilayah Melalui Strategi 2030

Published

on

Presiden ADB Takehiko Nakao memberikan pidato pembukaannya pada Pertemuan Tahunan ke-52 Dewan Gubernur ADB di Nadi, Fiji, pada 3 Mei 2019.

Ekbis.co.id, Nadi – Asia dan Pasifik akan menjadi pusat aksi Bank Pembangunan Asia (ADB) untuk menerapkan Strategi 2030, kata Presiden ADB Takehiko Nakao dalam pidato pembukaan Jumat (3/5/2019) pada Pertemuan Tahunan ke-52 Dewan Gubernur ADB.

ADB sedang mempersiapkan tujuh rencana operasional serta rencana aksi untuk operasi sektor swasta dan manajemen pengetahuan guna memajukan implementasi Strategi 2030.

Operasi pinjaman dan hibah baru ADB pada 2018 tumbuh mencapai rekor 21,6 miliar dolar AS dibandingkan dengan 13,9 miliar dolar AS pada 2013, meningkat 55 persen.

Berbicara kepada peserta pertemuan yang terdiri dari pejabat pemerintah anggota ADB, akademisi, pemimpin bisnis, dan perwakilan masyarakat sipil, Nakao mengatakan ke depan ADB akan mengintensifkan fokusnya pada kualitas dan inovasi dalam operasinya, dengan tetap mempertahankan pertumbuhan volume yang moderat.

Nakao menyoroti enam bidang yang menurut ADB penting untuk keberhasilan strategi. Pertama, ia mengatakan prioritas utama ADB adalah terus mengatasi kemiskinan yang tersisa dan mengurangi ketidaksetaraan di Asia dan Pasifik.

“Kami akan memperkuat dukungan kami kepada negara-negara termiskin dan paling rentan di kawasan ini, termasuk mereka yang berada dalam situasi yang rentan dan terdampak konflik dan banyak negara berkembang pulau kecil,” kata Nakao. ADB mendukung inisiatif G20 tahun ini untuk cakupan kesehatan universal.

Kedua, ADB sedang mempercepat kemajuan dalam kesetaraan gender dan akan mengembangkan jalur proyek kuat yang mengintegrasikan desain kesetaraan gender ke dalam sejumlah operasi, termasuk transportasi, energi, dan infrastruktur perkotaan.

ADB juga mendukung agenda gender transformatif seperti meningkatkan kepemilikan hak atas tanah perempuan, yang merupakan dasar bagi pemberdayaan ekonomi perempuan.

Ketiga, upaya mitigasi dan adaptasi iklim di seluruh Pasifik akan menjadi fokus penting bagi ADB. Negara-negara yang paling rentan terhadap perubahan iklim, termasuk di Pasifik, akan menerima berbagai bantuan ADB.

Nakao meminta perhatian pada peningkatan ADB dalam pembiayaan darurat bencana di Pasifik, sehingga memungkinkan negara-negara mengakses sumber daya keuangan segera setelah bencana, berdasarkan kriteria yang telah ditentukan.

Keempat adalah dukungan berkelanjutan ADB untuk kerja sama dan integrasi regional. Membangun di atas platform kerja sama subregional yang dipimpin ADB. ADB akan lebih jauh meningkatkan konektivitas regional, meningkatkan barang-barang publik regional, membantu memperkuat kerja sama dalam sektor keuangan dan kebijakan makroprudensial, serta mendorong berbagi pengetahuan, termasuk di bidang-bidang seperti pendidikan dan pertanian.

Kelima, Nakao mengatakan ADB akan terus memperluas pinjaman sektor swasta, investasi ekuitas, dan jaminan untuk mencapai sepertiga dari total operasi dalam jumlah pada 2024. Ini akan membawa ADB ke pasar baru dan memperluas jangkauan bisnisnya ke pendidikan, kesehatan, dan agribisnis.

ADB semakin mendekatkan operasi sektor swasta ke klien dengan meningkatkan jumlah staf untuk misi residen. ADB akan membuka kantor di Singapura pada akhir tahun ini untuk memfasilitasi keterlibatan dengan sponsor dan pemodal swasta.

Akhirnya, ADB akan menggunakan sumber daya lunak secara efektif dan akan mengembangkan proposal terperinci untuk pengisian kembali Dana Pembangunan Asia berikutnya: ADF 13. ADB juga mencari dukungan donor yang kuat untuk dana perwaliannya dan secara aktif memobilisasi sumber daya lunak dari mitra bilateral dan multilateral seperti Dana Iklim Hijau dan Fasilitas Lingkungan Global.

ADB berkomitmen untuk mencapai Asia dan Pasifik yang makmur, inklusif, tangguh, dan berkelanjutan, sembari mempertahankan upayanya untuk memberantas kemiskinan ekstrem. Pada 2018 ADB membuat komitmen pinjaman baru dan hibah sebesar 21,6 miliar dolar AS. (pep)


Media Ekbis menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksiekbis@gmail.com, dan redaksi@ekbis.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

INTERNASIONAL

Google Tangguhkan Bisnis dengan Huawei Setelah “Blacklist” Trump

Published

on

Google Alphabet Inc telah menangguhkan bisnisnya dengan Huawei yang membutuhkan transfer perangkat keras, perangkat lunak, dan layanan teknis Google.

Ekbis.co.id, New York – Google Alphabet Inc telah menangguhkan bisnisnya dengan Huawei yang membutuhkan transfer perangkat keras, perangkat lunak, dan layanan teknis Google, kecuali yang tersedia untuk umum melalui lisensi terbuka, kata sumber yang mengetahui masalah tersebut kepada Reuters, Minggu (19/5/2019).

Sebuah pukulan bagi Perusahaan teknologi China setelah Pemerintah AS di bawah Presiden Donald Trump telah memasukkan Huawei dalam “daftar hitam” (blacklist) di seluruh dunia.

Langkah tersebut dapat membuat bisnis ponsel Huawei goyah di luar China karena raksasa teknologi itu akan segera kehilangan akses ke pembaruan sistem operasi Google Android. Versi ponsel pintar Android Huawei berikutnya juga akan kehilangan akses ke layanan populer termasuk Google Play Store dan aplikasi Gmail dan YouTube.

“Huawei hanya akan dapat menggunakan Android versi publik dan tidak akan bisa mendapatkan akses ke aplikasi dan layanan eksklusif dari Google,” kata sumber itu.

Pemerintahan Trump pada Kamis (16/5) memasukkan Huawei Technologies Co Ltd ke daftar hitam perdagangan, yang akan mempersulit perusahaan itu untuk melakukan bisnis dengan mitra di AS.

Pada Jumat, Departemen Perdagangan AS mengatakan sedang mempertimbangkan untuk mengurangi pembatasan pada Huawei guna “mencegah gangguan operasi dan peralatan jaringan yang ada.” Namun tidak segera jelas apakah akses Huawei ke perangkat lunak seluler akan terpengaruh.

Pakar chip mempertanyakan kemampuan Huawei untuk terus beroperasi tanpa bantuan AS, dalam hal ini Google.

Rincian layanan spesifik yang terkena penangguhan itu masih dibahas secara internal di Google, menurut sumber itu. Pengacara Huawei juga mempelajari dampak dari daftar hitam itu, kata seorang juru bicara Huawei, Jumat. Huawei tidak dapat segera dihubungi Reuters untuk komentar lebih lanjut. Demikian pula dengan Departemen Perdagangan AS tidak segera memberikan komentar.

Huawei akan terus memiliki akses ke versi sistem operasi Android yang tersedia melalui lisensi “open source” yang dikenal sebagai Android Open Source Project (AOSP). Aplikasi itu tersedia secara gratis bagi siapa saja yang ingin menggunakannya. Ada sekitar 2,5 miliar perangkat Android aktif di seluruh dunia, menurut Google.

Tetapi Google akan berhenti memberi Huawei akses, dukungan teknis, dan kolaborasi yang melibatkan aplikasi dan layanan eksklusifnya ke depan, kata sumber itu.

Huawei mengatakan telah menghabiskan beberapa tahun terakhir untuk menyiapkan rencana darurat dengan mengembangkan teknologinya sendiri seandainya diblokir dari penggunaan Android. Beberapa teknologi ini sudah digunakan dalam produk yang dijual di China, kata perusahaan itu.

Dalam sebuah wawancara dengan Reuters pada bulan Maret, Eric Xu, Ketua Huawei, mengatakan “Apa pun yang terjadi, komunitas Android tidak memiliki hak hukum untuk memblokir perusahaan mana pun dari mengakses lisensi sumber terbuka”.

Aplikasi Google populer seperti Gmail, YouTube dan browser Chrome yang tersedia melalui Google Play Store akan menghilang dari handset Huawei di masa depan karena layanan tersebut tidak dicakup oleh lisensi open source dan memerlukan perjanjian komersial dengan Google.

Tetapi pengguna perangkat Huawei yang ada yang memiliki akses ke Google Play Store akan tetap dapat mengunduh pembaruan aplikasi yang disediakan oleh Google.

Dampak keputusan Google itu memang minimal di pasar China, karena sebagian besar aplikasi seluler Google dilarang di China, di mana alternatif ditawarkan oleh pesaing domestik seperti Tencent dan Baidu. Namun bisnis Huawei di Eropa sebagai pasar terbesar kedua bakal terpukul.

“Memiliki aplikasi tersebut sangat penting bagi pembuat ponsel cerdas agar tetap kompetitif di kawasan seperti Eropa,” kata Wakil Presiden Penelitian di CCS Insight, Geoff Blaber. (ris)


Media Ekbis menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksiekbis@gmail.com, dan redaksi@ekbis.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

INTERNASIONAL

Ferrari “Recall” 2.071 Unit di China karena Masalah Airbag

Published

on

Ferrari akan recall atau menarik kembali 2.071 unit kendaraannya di China karena masalah airbag.

Ekbis.co.id, Beijing – Ferrari akan recall atau menarik kembali 2.071 unit kendaraannya di China karena masalah airbag, menurut pengawas kualitas terbaik negara itu.

Penarikan itu kendaraan akan dilakukan pada 1 Juli 2019, untuk kendaraan yang diproduksi antara 8 April 2013 dan 28 November 2017, menurut Administrasi Negara untuk Peraturan Pasar.

Airbag penumpang depan yang diproduksi oleh pabrikan Jepang Takata, memiliki masalah inflator yang dapat patah dan menyebabkan cedera, kata pemerintah setempat.

Ferrari akan mengganti airbag yang bermasalah tersebut secara gratis. (ris)


Media Ekbis menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksiekbis@gmail.com, dan redaksi@ekbis.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

INTERNASIONAL

AS Berencana Bangun Superkomputer Tercepat di Dunia

Published

on

DOE rencana untuk menghadirkan komputer paling kuat di dunia pada 2021.

Ekbis.co.id, Washington – Departemen Energi AS (DOE) pada Selasa (7/5/2019) mengumumkan rencananya untuk menghadirkan komputer paling kuat di dunia pada 2021, dengan kinerja sekitar 12 kali lipat peringkat kecepatan sistem komputasi tercepat yang dibangun saat ini.

Sistem yang disebut Frontier dan berdasarkan pada kinerja tinggi AMD, optimalisasi AI teknologi CPU dan teknologi GPU akan berjalan pada kecepatan lebih besar dari 1,5 exaflops, menurut DOE.

Itu terjadi setelah DOE meluncurkan rencananya pada Maret untuk membangun superkomputer exascale yang disebut Aurora berdasarkan teknologi CPU Intel, yang dapat berjalan pada kecepatan lebih besar dari satu exaflop. Aurora juga akan dikirim pada 2021.

Exaflop adalah triliun kalkulasi per detik. Triliun adalah satu dengan delapan belas nol di belakangnya.

“Frontier akan mempercepat inovasi dalam AI dengan memberikan kepada peneliti Amerika data kelas dunia dan sumber daya komputasi untuk memastikan penemuan hebat berikutnya dibuat di Amerika Serikat,” kata Menteri Energi Amerika Serikat Rick Perry.

Sekarang, superkomputer IBM yang disebut Summit adalah peringkat sistem komputasi tercepat di dunia, sebuah kedudukan yang ditempati oleh Sunway TaihuLightdan Tianhe 2A dari China selama lima tahun.

Kinerja puncak Summit adalah 122,3 petaflops sementara kinerja teoretisnya dapat mencapai 200 petaflops. (satu exaflop adalah 1.000 petaflops)

Frontier akan dipasang di Laboratorium Nasional Oak Ridge di Negara Bagian Tennessee tempat Summit sekarang dipasang. Total kontraknya bernilai lebih dari 600 juta dolar AS, sekitar 100 juta dolar lebih dari kontrak Aurora, menurut DOE.

Namun, Frontier dan Aurora belum tentu menjamin AS dengan kekuatan komputasi terkuat di dunia pada tahun-tahun mendatang. China juga membangun superkomputer exascale dan versi finalnya diharapkan keluar pada 2020 atau 2021. (pep)


Media Ekbis menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksiekbis@gmail.com, dan redaksi@ekbis.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
Advertisement

Trending