Connect with us

BUMN

HUT ke-52, Ini Tujuh Produk Baru Unggulan Bulog

Published

on

Direktur Utama Perum Bulog, Budi Waseso.

Ekbis.co.id, Jakarta – Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) meluncurkan tujuh produk unggulan pada perayaan ulang tahun ke-52 yang diharapkan juga dapat menjadi komoditas ekspor.

Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso di Jakarta, Sabtu malam (27/4/2019) mengatakan peluncuran tujuh produk unggulan itu sebagai upaya Perum Bulog menghadirkan pilihan pangan berkualitas untuk masyarakat Indonesia

“Pengembangan produk pangan unggulan berkualitas dan produk turunan terus dilakukan untuk menambah keragaman produk dan menambah nilai tambah produk Bulog,” ujarnya.

Budi Waseso menuturkan nantinya tujuh produk itu akan dijual secara resmi di sejumlah daerah. .

“Ketujuh produk unggulan tersebut selanjutnya akan dijual untuk tahap awal di wilayah DKI Jakarta, kecuali untuk produk IkanKITA akan dijual di Balikpapan dan Tarakan,” ujar Buwas, sapaan akrab Budi Waseso.

Berikut lima produk beras lokal unggulan dan dua produk turunannya yang diluncurkan Bulog ke pasaran.

1. Beras Mentik Wangi Susu

Beras Mentik Wangi Susu merupakan jenis beras lokal Indonesia yang mempunyai karakteristik gabungan antara beras Mentik Wangi dan Beras Mentik Susu. Beras ini memiliki aroma wangi seperti Mentik Wangi dan memiliki kepulenan seperti Mentik Susu. Beras ini sepintas sangat mirip ketan atau mirip sekali dengan jenis padi yang masih muda saat dipanen.

Beras jenis ini nantinya akan diproduksi oleh Unit Pengolahan (UP) Purworejo, Magelang, yang termasuk dalam wilayah kerja Divre DI Yogyakarta, dengan merek kemasan ‘Caping Emas’.

2. Beras merah

Beras merah adalah beras yang memiliki komposisi nutrisi yang lebih baik dibandingkan dengan beras putih. Beberapa komponen nutrien seperti serat kasar, asam lemak esensial, vitamin B kompleks serta mineral banyak terdapat pada bagian kulit ari beras ini.

Serat kasar itu berguna bagi kesehatan pencernaan, membantu menurunkan konsentrasi LDL dalam darah, serta mengurangi risiko penyakit-penyakit kronis seperti diabetes, obesitas, jantung koroner, dan divertikulitisi.

Beras ini nantinya diproduksi oleh Unit Pengolahan (UP) Gumilir, Banyumas, yang termasuk dalam wilayah kerja Divre DI Yogyakarta, dengan merek kemasan ‘Caping Emas’.

3. Beras Hitam

Beras hitam dikenal sebagai berasnya para raja. Memiliki kandungan nutrisi yang paling baik di antara jenis beras lain. Pigmen flavonoid (antosianin) beras hitam merupakan antioksidan yang kuat.

Beras hitam berkhasiat meningkatkan daya tahan tubuh, memperbaiki sel hati (hepatitis dan chirosis), mencegah gangguan fungsi ginjal, mencegah kanker/tumor, memperlambat penuaan, sebagai antioksidan yang kuat, membersihkan kolesterol dalam darah, dan mencegah anemia.

Beras Hitam yang akan dilaunching Perum BULOG diproduksi oleh Unit Pengolahan (UP) Mojolaban, Surakarta, yang termasuk dalam wilayah kerja Divre Jawa Tengah, dengan merek kemasan ‘Caping Emas’.

4. Beras Ketan

Beras ketan (Oryza sativa glutinous) mengandung karbohidrat yang cukup tinggi, yaitu sekitar 80 persen. Selain karbohidrat, kandungan beras ketan adalah lemak sekitar empat persen, protein enam persen, dan air 10 persen. Rendahnya kadar amilosa pada ketan (0-2 persen) serta tingginya kadar amilopektin (98-99 persen) membuat ketan setelah dimasak menjadi sangat lengket dan mengkilat.

Beras Ketan ini akan diproduksi oleh Unit Pengolahan (UP) Binong, Subang, yang termasuk dalam wilayah kerja Divre Jawa Barat , dengan merek kemasan ‘Caping Emas’.

5. Beras Anak Daro

Beras Anak Daro atau yang dikenal juga dengan ‘Beras Solok’ merupakan varietas unggul yang tertuang dalam Keputusan Menteri Pertanian No. 73/Kpts/SR.120/2/2007. Beras Anak Daro akan diproduksi oleh Unit Pengolahan (UP) UPGB Bandar Pandung, Solok, yang termasuk dalam wilayah kerja Divre Sumatera Barat, dengan merek kemasan ‘Suntiang’.

Sedangkan untuk dua produk turunannya adalah:

1. Ikan Bandeng Cabut Duri

Ikan bandeng merupakan salah satu jenis ikan yang memiliki rasa yang spesifik, dengan kandungan omega 3 dan protein yang tinggi. Bandeng memiliki kelemahan lantaran tulang durinya cukup banyak. Ikan Bandeng sangat berisiko jika dikonsumsi anak-anak.

Hal tersebut menjadi salah satu pertimbangan Perum Bulog untuk memberikan salah satu solusi dalam mengonsumsi ikan bandeng adalah dengan mengembangkan pengolahan ikan bandeng cabut duri dengan merek kemasan IkanKITA.

IkanKITA yang akan dilaunching Perum Bulog berasal dari Tarakan, Kalimantan Utara. Ikan bandeng tarakan disukai pasar karena tidak mempunyai bau lumpur.

2. Bekatul Siap Seduh

Bekatul selama ini lebih dikenal manfaatnya sebagai pakan ternak. Bekatul ternyata bisa diolah menjadi makanan yang nikmat dan sehat karena mengandung banyak serat dan vitamin yang memberikan efek kenyang lebih lama, serta rendah kalori.

Manfaat dari bekatul di antaranya menurunkan kolesterol jahat, baik dikonsumsi oleh penderita diabetes dan penderita autis serta melawan radikal bebas dari kanker. Memperhatikakn kelebihan manfaat bekatul tersebut, Perum Bulog berinovasi untuk mengembangkan produk turunan bekatul, yaitu bekatul siap seduh dengan merek Kemasan “BekatulKITA” yang diproduksi oleh Unit Bisnis Industri Perum Bulog. (iap)


Media Ekbis menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksiekbis@gmail.com, dan redaksi@ekbis.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

BUMN

Tiga BUMN Bersinergi Bangun BUMN Center

Published

on

Kerja sama membangun serta mengembangkan Gedung Telkom dan Gedung Danareksa yang terintegrasi dengan Gedung Kementerian BUMN di Jakarta, Minggu (5/5/2019).

Ekbis.co.id, Jakarta – Tiga BUMN yaitu PT PP (Persero), PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) dan PT Danareksa (Persero) melakukan kerja sama membangun serta mengembangkan Gedung Telkom dan Gedung Danareksa yang terintegrasi dengan Gedung Kementerian BUMN di Jakarta Pusat.

Siaran pers PT PP (Persero) Tbk yang diterima di Jakarta, Minggu (5/5/2019), menyebutkan, kerja sama dituangkan dalam penandatanganan bersama sekaligus dilaksanakan proses ceremony groundbreaking atas pembangunan BUMN yang dihadiri Menteri BUMN Rini M. Soemarno.

Luas tanah yang akan dibangun dan dikembangkan sekitar 9.300 meter persegi (milik Danareksa) dan sekitar 11.439 meter persegi (milik Telkom).

Konsep disain BUMN Center adalah Burung Garuda, dimana kapak dua sayap merupakan Gedung Kembar yang menyerupai sayap Garuda sebagai lambang Negara Indonesia serta Gedung Kementerian BUMN sebagai kepala dari Burung Garuda. Disain Gedung BUMN Center direncanakan menjadi bangunan dengan kualitas grade A.

Nantinya di atas lahan tersebut akan dibangun Gedung BUMN Center yang terintegrasi dengan Gedung Kementerian BUMN (eksisting). Harapannya dengan membangun Gedung BUMN Center dapat mempermudah serta mempercepat serta mendorong terbentuknya kerja sama sinergi antarperusahaan BUMN.

Gedung BUMN Center akan memiliki 32 lantai yang terdiri dari dua lantai podium, dua lantai fasilitas, satu lantai refugee, 27 lantai Office Space serta dilengkapi dengan tiga lapis basement pada masing-masing menara.

Gedung BUMN Center nantinya diharapkan sebagai tuan rumah bagi BUMN yang ada di seluruh Indonesia dengan total SGA (West and East tower) sekitar 109.820 meter persegi sehingga dapat menampung sejumlah BUMN yang ada di seluruh Indonesia dan meningkatkan sinergi antarBUMN serta pelayanan yang lebih baik untuk negeri.

Direktur UTama PT PP (Persero) Lukman Hidayat mengatakan, pembangunan Gedung BUMN Center akan dimulai dengan dua tahap pengembangan, yaitu pengembangan Tower Barat (tanah milik Danareksa) dan dilanjutkan Menara Timur (tanah milik Telkom).

Pengembangan tahap satu diperkirakan akan memakan waktu tiga tahun dan diharapkan dapat beroperasi pada tahun ke-4 setelah selesai masa pembangunan. Dalam proses konstruksi, PT PP akan mengimplementasikan teknologi BIM 4D, “virtual reality, augemented reality, mixed reality, laser scan technology, photogrammetry, 3D printing” sehingga pelaksanaan konstruksi menjadi lebih cepat, akurat dan efisien dan menghasilkan produk berkualitas.

“Kami berharap dengan terjalinnya sinergi antarBUMN akan meningkatkan nilai tambah bagi masing-masing perusahaan,” kata Lukman.

Selain pengembangan pada tanah Danareksa dan Telkom, direncanakan juga akan dilakukan pengembangan pada lahan Garuda Indonesia seluas sekitar 3.955 meter persegi. Pengembangan lahan milik Garuda Indonesia direncanakan terkoneksi dan terintegrasi pada Gedung BUMN Center dan diharapkan menjadi satu kesatuan daerah perencanaan yang akan dinamakan BUMN Center.

Di atas lahan Garuda Indonesia direncanakan bangunan setinggi 14 lantai yang memiliki fungsi utama sebagai pendukung kegiatan yang ada di dalam kawasan BUMN Center. (ahm)


Media Ekbis menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksiekbis@gmail.com, dan redaksi@ekbis.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

BUMN

ICPF 2019 di Kuala Lumpur Raih Transaksi Rp12 Miliar

Published

on

Pameran produk-produk binaan BUMN Indonesia Creative Product Festival (ICPF) 2019 yang berlangsung di Mid Valley Kuala Lumpur 3 - 5 Mei 2019 meraih transaksi Rp12 Miliar.

Ekbis.co.id, Kuala Lumpur – Pameran produk-produk binaan BUMN Indonesia Creative Product Festival (ICPF) 2019 yang berlangsung di Mid Valley Kuala Lumpur 3 – 5 Mei 2019 meraih transaksi Rp12 Miliar.

“Pada saat diselenggarakan di PWTC tahun lalu transaksi dan prospek bisnis-nya kurang lebih Rp10 miliar. Saat ini diperkirakan mencapai Rp12 miliar,” ujar Ketua Panitia ICPF 2019 Achmad Fachrodji saat memberikan sambutan penutupan di Kuala Lumpur, Minggu (5/5/2019).

Hadir saat penutupan Wakil Dubes RI di Kuala Lumpur Krishna KU Hannan, Atase Perdagangan KBRI Kuala Lumpur Riffah Arini, sejumlah pimpinan BUMN baik dari Jakarta maupun Kuala Lumpur.

“Nanti secara detail akan kami laporkan kepada Menteri BUMN dan semua produk yang ditampilan ada dalam ‘market place’ di belanja.com sehingga ibu-ibu di Indonesia maupun Indonesia cukup berbelanja melalui situs tersebut,” katanya.

Direktur Utama Balai Pustaka tersebut mengatakan pameran ICPF 2019 yang berlangsung di Mid Valley diikuti oleh sekitar 28 peserta yang merupakan Usaha Kecil Menengah (UKM) binaan dari sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

“Produk yang ditampilkan banyak sekali dan khusus untuk kuliner semuanya habis sebelum pameran ditutup pertanda diterima masyarakat Malaysia sehingga kalau nanti ada pameran lagi agar diperbanyak terutama rendang,” katanya.

Acmad Fachrodji mengharapkan agar pada tahun mendatang bisa menyelenggarakan ICPF lebih prestisius lagi.

Pada kesempatan tersebut Wakil Dubes RI di Kuala Lumpur Krishna KU Hannan mengatakan ICPF sudah diselenggarakan untuk kedua kalinya di Kuala Lumpur sehingga diharapkan bisa bersambung dan lebih baik lagi.

“Kami atas nama perwakilan Indonesia di Kuala Lumpur menyampaikan terima kasih atas dukungan dan kerjasama Kementrian BUMN dalam mempromosikan produk Indonesia di Malaysia terutama produk UKM,” katanya.

Pada saat yang sama Krishna Hanan menutup secara resmi ICPF 2019 dengan melakukan selebrasi secara bersama-sama di atas panggung dengan panitia dan sejumlah pimpinan BUMN. (gus)


Media Ekbis menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksiekbis@gmail.com, dan redaksi@ekbis.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

BUMN

Rini Soemarno Resmikan “Groundbreaking” BUMN Center

Published

on

Menteri BUMN Rini Soemarno meresmikan groundbreaking BUMN Center di Jakarta, Minggu (5/5/2019).

Ekbis.co.id, Jakarta – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno meresmikan groundbreaking (peletakan batu pertama atau pembangunan tahap awal) gedung BUMN Center di komplek Kementerian BUMN, Jakarta, Minggu (5/5/2019).

Rini Soemarno dalam kata sambutannya saat peresmian tersebut mengatakan bahwa gedung BUMN Center dibangun dengan maksud untuk memudahkan koordinasi antarperusahaan BUMN.

Ia menyebutkan, gedung tersebut nanti disebut gedung “Sinergi Delapan”, dengan setiap perwakilan BUMN akan membuka kantor perwakilan di gedung BUMN Center tersebut.

Selain itu, pada hari ini juga dalam kesempatan yang sama, diresmikan juga pembaruan fisik gedung Kementerian BUMN.

Ia juga menyampaikan sejumlah capaian BUMN. Menurut data Kementerian BUMN, indikator-indikator kinerja perusahaan milik negara selama 2018 meningkat signifikan, mulai dari laba, ekuitas, belanja modal (capital expenditure/capex), hingga kontribusi terhadap APBN seperti pajak, pendapatan negara bukan pajak (PNBP), dan dividen.

Hingga 31 Desember 2018, total aset BUMN menembus angka Rp8.092 triliun, melonjak Rp882 triliun atau sekitar 12 persen dibanding aset pada 2017 sebesar Rp 7.210 triliun. Sedangkan Total laba BUMN tumbuh menjadi Rp 188 triliun dari laba 2017 sebesar Rp 186 triliun.

Besarnya kontribusi BUMN dalam pembangunan infrastruktur pun terlihat dari belanja BUMN yang meningkat sepanjang 2018 mencapai Rp487 triliun, di mana angka itu naik signifikan dibandingkan 2017 sebesar Rp315 triliun. Sementara belanja modal 2018 itu didominasi oleh sektor infrastruktur.

Kontribusi BUMN terhadap APBN juga melonjak menjadi Rp 422 triliun, naik Rp 68 triliun dari setoran 2017 sebesar Rp 354 triliun. (asn)


Media Ekbis menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksiekbis@gmail.com, dan redaksi@ekbis.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
Advertisement

Trending