Connect with us

NUSA TENGGARA

Kadin Canangkan Desa Tangguh Wisata di Lombok

Published

on

Peresmian program pencanangan "Desa Tangguh Wisata Kadin" di Dusun Tanak Song Lauk, Desa Jenggala, Kabupaten Lombok Utara, Minggu petang (11/4/2019).

Ekbis.co.id, Mataram – Kamar Dagang dan Industri Indonesia bersama Ikatan Alumni Institut Teknologi Bandung mencanangkan “Desa Tangguh Wisata Kadin” di Dusun Tanak Song Lauk, Desa Jenggala, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, sebagai upaya membangkitkan perekonomian lokal.

Peresmian program pencanangan “Desa Tangguh Wisata Kadin” dilakukan oleh Bupati Lombok Utara, Najmul Akhyar, bersama Ketua Umum Kadin Indonesia, Rosan P. Roeslani, didampingi Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Properti, Hendro S. Gondokusumo, serta jajaran Pengurus Kadin Pusat serta NTB, di Dusun Tanak Song Lauk, Desa Jenggala, Kabupaten Lombok Utara, Minggu petang (11/4/2019).

Acara peresmian tersebut juga dirangkaikan dengan serah terima bantuan pembangunan tahap II pembangunan fasilitas umum dan sosial dalam rangka program Kadin Peduli Bencana Lombok.

“Sebelumnya, pada 12 Desember 2018, kami telah melakukan serah terima bantuan pembangunan tahap I dan bersyukur pembangunannya berjalan lancar tersebar di beberapa dusun di Lombok,” kata Rosan.

Kadin Indonesia, kata dia, berkomitmen secara pro-aktif turut membangkitkan perekonomian lokal masyarakat Lombok yang ditimpa rentetan gempa bumi pada 29 Juli dan sepanjang Agustus 2018.

Komitmen tersebut salah satunya diwujudkan dengan memberdayakan potensi daerah maupun masyarakatnya.

“Kami mencanangkan pembangunan ‘Desa Tangguh Wisata Kadin’ di Tanak Song Lauk karena kami menilai kawasan tersebut memiliki potensi pariwisata untuk dapat dikembangkan,” ujarnya.

Menurut Rosan, Dusun Tanak Song Lauk memiliki keunikan tersendiri karena lokasi dusun berada di bibir pantai yang indah dengan penghasilan utama masyarakat sebagai nelayan serta keramahan penduduk dan terbuka dengan pembangunan yang sudah tertanam dengan baik.

Dusun tersebut juga memiliki harmoni yang sempurna, yaitu keserasian antara alam, orang dan budaya.

Melihat potensi Tanak Song Lauk, kata dia, pihaknya tergerak untuk membantu memulihkan dan membangkitkan perekonomian masyarakat dengan menjadikan daerah tersebut sebagai percontohan desa wisata.

“Langkah ini tidak hanya dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan perekonomian masyarakat, tapi diharapkan juga dapat memberikan kontribusi untuk pemerintah daerah,” katanya.

Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Properti, Hendro S. Gondokusumo mengatakan, rencana pengembangan sebagai desa wisata didukung pula dengan adanya lahan yang dapat dikembangkan. Rencana jalan lingkar yang akan melewati Tanak Song Lauk dan juga posisinya yang strategis serta dekat dengan ibu kota Kabupaten Lombok Utara.

Luas keseluruhan Dusun Tanak Song Lauk adalah 72 hektar dan wilayah yang akan direhabilitasi sebagai desa wisata adalah wilayah RT 08 seluas 1,2 hektar. Pada area tersebut akan dibangun sebanyak 33 unit rumah, ditambah fasilitas umum dan fasilitas sosial berupa unit pengolahan ikan, pabrik es, restoran, area pertunjukan, serta kandang sapi yang akan dikembangkan di tanah milik desa.

“Menurut hasil studi kelayakan Kadin Indonesia, Desa Tangguh Wisata Tanak Song Lauk akan mampu menampung sekitar 2000 pengunjung setiap hari secara layak,” ujarnya.

Desa Tangguh Wisata Kadin di Dusun Tanak Song Lauk akan terdiri atas dua bagian wilayah utama, yakni pertama adalah permukiman penduduk yang sekaligus berfungsi sebagai tempat menginap para wisatawan. Kedua, Fasilitas umum dan fasilitas sosial yang berada di lahan milik desa.

Sementara itu, Bupati Lombok Utara Najmul Akhyar, mengatakan bantuan yang diberikan oleh Kadin Indonesia merupakan anugerah bagi warga Kabupaten Lombok Utara, khususnya Dusun Tanak Song Lauk yang masih dalam tahap pemulihan setelah gempa bumi.

Menurut dia, bantuan fasilitas umum dan pencanangan desa tangguh wisata tersebut merupakan hal yang luar biasa bagi warganya yang sedang berupaya untuk bangkit.

“Itu juga menjawab berbagai persoalan yang dihadapi para nelayan, tidak hanya dalam bentuk pembangunan rumah yang memiliki kamar untuk disewakan kepada wisatawan, tetapi ada unit pengolahan ikan juga dibangun oleh Kadin,” katanya. (awa)


Media Ekbis menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksiekbis@gmail.com, dan redaksi@ekbis.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

NUSA TENGGARA

Warga Jakarta Diajak Kunjungi Wisata Halal NTB

Published

on

Pesona Wisata Halal NTB sapa masyarakat di ibu kota.

Ekbis.co.id, Jakarta – Pesona wisata halal Nusa Tenggara Barat (NTB) yang baru saja ditetapkan sebagai destinasi wisata halal terbaik di Indonesia versi Indonesia Muslim Travel Index (IMTI) 2019 menyapa masyarakat dalam ajang Car Free Day (CFD) Jakarta.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Rizki Handayani di Jakarta, Minggu (14/4/2019) menjelaskan, promosi destinasi wisata halal menjelang libur Ramadan menjadi sarana yang diharapkan efektif untuk memobilisasi wisatawan.

Terlebih seiring dengan ditetapkannya Indonesia sebagai destinasi wisata halal terbaik dunia 2019 versi Global Muslim Travel Index (GMTI) 2019. “Maka mendekati bulan Ramadhan, pada kesempatan ini kami mempromosikan salah satu Calendar of Event (COE) di NTB yang merupakan salah satu dari 100 Top Event National, yaitu Pesona Khazanah Ramadhan. Ini juga sebagai upaya untuk menegaskan branding destinasi wisata halal di NTB,” ujar Rizki Handayani.

NTB sebelumnya ditetapkan sebagai destinasi wisata halal terbaik di Indonesia versi IMTI 2019. Oleh karena itu, Rizki menganggap momentum ini sangat efektif dimanfaatkan Kementerian Pariwisata untuk mempromosikan NTB di Car Free Day (CFD) Jakarta.

Rizki menjelaskan mempromosikan destinasi wisata ke CFD adalah langkah yang tepat. Menurutnya, saat akhir pekan terdapat ribuan orang datang di sepanjang Jalan MH Thamrin. Hal ini menjadi sarana yang tepat untuk mengenalkan lebih jauh pesona NTB dan Lombok khususnya dengan wisata halalnya kepada masyarakat.

“Orang yang datang ke CFD kemungkinan besar hobi jalan-jalan atau piknik. Karena itu kita coba perkenalkan Pesona NTB di CFD. Agar mereka bisa mengalokasikan waktu atau mempertimbangkan datang ke NTB di bulan Ramadan nanti,” katanya.

Dalam kesempatan ini, Kemenpar menyampaikan segala informasi terkait NTB sekaligus paket Pesona Khazanah Ramadhan. Paket itu dikemas dalam acara talkshow interaktif dari travel dan fotografi influencer.

“Kami sengaja menghadirkan travel dan fotografi influencer. Sehingga selain mengetahui lebih jauh tentang apa yang menarik di NTB ini, pengunjung juga akan banyak mendapatkan tips-tips travelling,” ujar Rizki.

Usai talkshow, Tim Kesenian Eschoda Management menyajikan rangkaian pertunjukkan tari tradisional. Di antaranya Tari Lenggo Mbojo dan Tari Wura Bongi Monca. Dilanjutkan dengan panggung hiburan dan berbagai games yang menyediakan ragam hadiah menarik.

Festival Kuliner juga tersedia dengan para pengisinya komunitas food-truck yang menjual aneka kuliner dari berbagai daerah. (han)


Media Ekbis menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksiekbis@gmail.com, dan redaksi@ekbis.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

NUSA TENGGARA

Investor di NTT Diharapkan Perhatikan Kesejahteraan Rakyat

Published

on

Wagub NTT Josef Nae Soi.

Ekbis.co.id, Kupang – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur mengharapkan investor, yang menanamkan investasi, di NTT untuk sungguh-sungguh memperhatikan kesejahteraan masyarakat di lokasi tempat berinvestasi.

“Kami di NTT membutuhkan banyak investor. Tetapi, investor yang mau dan mampu membantu Pemerintah NTT mempercepat kemajuan masyarakat,” kata Wakil Gubernur NTT Josef Nae Soi saat mengelar pertemuan dengan sejumlah investor di Kupang, Kamis (11/4/2019).

Wagub NTT mengatakan pihaknya saat ini ingin membangun NTT dan oleh karena itu akan ada banyak investor yang akan diundang ke provinsi berbasis kepulauan itu.

Josef menambahkan pihaknya mengerti bahwa investor yang berinvestasi di NTT tentu mengharapkan keuntungan.

“Tetapi, dalam mencari keuntungan bisnis, tetap harus perhatikan masyarakat sekitarnya. Investor kita suruh masuk, tapi masyarakat harus diseimbangkan dalam hak-haknya maupun sebagai aset produksi dalam perusahaan,” tegasnya.

Saat ini, menurut Wagub Nae Soi, dengan pariwisata sebagai sektor andalan penggerak ekonomi, NTT bertekad untuk menyumbangkan sesuatu bagi kebutuhan nasional.

Dalam perspektif ini, NTT mengembangkan revolusi hijau dan revolusi biru. Salah satu revolusi biru adalah pengembangan garam.

“Investor diharapkan memperhatikan prinsip simbiosis mutualisme, saling menghidupkan. Kita butuhkan investor, tapi rakyat juga butuhkan kemakmuran dan menjaga lingkungan. Alam harus dijaga,” tutur dia.

Khusus untuk tambang, kata dia, Pemerintah Provinsi NTT menolaknya karena sudah dilakukan moratorium bagi tambang galian seperti emas dan mangan karena akan mengganggu kelestarian alam dan tidak sesuai dengan semangat pemerintah provinsi dalam memgembangkan sektor pariwisata.

Terkait berbagai hal yang berkaitan dengan ijin, kata dia, pemerintah provinsi bertekad untuk memberikan kepastian hukum kepada para pengusaha.

Permasalahan-permasalahan terkait investasi seperti lahan dan sebagainya harus bisa difasilitasi dengan baik agar bisa mengakomodasi kepentingan investor dan masyarakat.

“Kami sangat paham bahwa dunia usaha sangat membutuhkan kepastian hukum. Teman-teman pengusaha tak perlu takut, kita berkomitmen untuk memberikan kepastian hukum ini. Kami juga akan koordinasikan dengan para bupati tentang hambatan-hambatan yang dihadapi,” ujar dia.

“Prinsip kami bonum commune suprema lex (kesejahteraan masyarakat adalah hukum tertinggi). Kalau ada aturan yang hambat kesejahteraan umum, maka harus utamakan bonum commune. Termasuk kami akan mencabut perusahaan yang sudah dapat hak pengelolaan lahan (HPL), tapi tidak memanfaatkannya,” tambah dia. (kor)


Media Ekbis menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksiekbis@gmail.com, dan redaksi@ekbis.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

NUSA TENGGARA

Dua Kabupaten NTT Jadi Model Kerja Sama dengan Investor

Published

on

Direktur Jenderal Pengembangan Kawasan Transmigrasi Kementerian Kementerian Desa PDTT, H.M Nurdin.

Ekbis.co.id, Kupang – Direktorat Jenderal Pengembangan Kawasan Transmigrasi Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi menetapkan dua kabupaten di Nusa Tengggara Timur untuk pengembangan model kerja sama dengan investor guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.

“Saat ini di NTT ada dua kabupaten yang ditetapkan oleh Kementerian PDTT untuk pengembangan model kerja sama dengan investor yakni Kabupaten Sumba Timur dan Timor Tengah Utara (TTU),” kata Direktur Jenderal Pengembangan Kawasan Transmigrasi Kementerian Kementerian Desa PDTT, H.M Nurdin di Kupang, Kamis (11/4/2019).

Ia mengatakan hal itu dalam rapat temu Investor sekitar Kawasan Pemukiman Transmigrasi di Kupang yang difasilitasi oleh Direktorat Jenderal Pengembangan Kawasan Transmigrasi Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT).

Nurdin mengatakan dalam mempercepat pembangunan kawasan transmigrasi melalui konsep Kota Mandiri Terpadu (KMT), Kementerian PDTT melakukan kerja sama dengan pihak ketiga dengan pola investasi. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, mengurangi kemiskinan dan membuka lapangan kerja bagi masyarakat.

“Di kawasan transmigrasi, ada kawasan-kawasan sisa yang disebut lahan-lahan cadangan atau lahan sisa yang belum termanfaatkan,” kata dia.

Lahan-lahan itulah kata dia yang dikerjasamakan dengan investor melalui sistem HPL (Hak Pengelolaan Lahan) di mana perusahaan mengusahakan komoditas masyarakat pemilik lahan sekaligus menyejahterakan masyarakat transmigran di sekitar kawasan.

“Contohnya yang sudah saya sebutkan tadi di dua kabupaten itu,” ujar dia.

Selain untuk menyejahterakan rakyat, kerja sama dengan investor juga untuk pengembangan infrastruktur di daerah tersebut.

Skemanya kata dia melalui plasma dan intiplasma. Masyarakat diharapkan mendapatkan manfaat ganda dalam meningkatkan kesejahteraaanya dengan bekerja pada perusahaan dan dari hasil paneni.

Untuk pengembangan KTM itu, semua sektor kementerian pusat kata dia bisa terlibat. Misalnya PUPR untuk bangun jalan dan embung. Kementerian Agraria untuk sertifikatnya dan kementerian teknis lainnya pengawasan komoditasnya.

“Untuk menjalankan ini perlu sinergitas sehingga kementerian-kementerian seperti PUPR serta agraria kami libatkan,” ujar dia

Ia menyebutkan di Sumba Timur Kementerian Desa PDTT melakukan ker jasama dengan PT Muria Sumba Manis untuk pengembangan komoditi tebu untuk Gula serta PT Mergo Agro Abadi untuk pengembangan tanaman sisal di kawasan transmigrasi Melolo Kecamatan Umalulu. Sementara di TTU dengan PT Tamaris Garam Nusantara untuk pengembangan garam di Ponu.

“Kesulitan yang kami temui adalah masih kurangnya minat warga lokal untuk menempati Satuan Pemukiman (SP) baru tersebut. Ada pemiikiran supaya para TKI asal NTT yang pulang bisa memanfaatkan potensi ini karena kawasan ini sangat potensial untuk jadi pusat pertumbuhan ekonomi baru. Kesulitan lain soal perizinan dari pemerintah daerah, agar bisa difasilitasi untuk dicari jalan keluarnya,” tambah dia. (kor)


Media Ekbis menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksiekbis@gmail.com, dan redaksi@ekbis.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
Advertisement

Trending