Connect with us

SUMATERA

Gedung Bersejarah Jacobsen Jadi Pusat Promosi Kopi Sumsel

Published

on

Gedung tua Jacobsen Van Den Berg peninggalan zaman dagang Belanda di Kota Palembang.

Ekbis.co.id, Palembang – Gedung tua Jacobsen Van Den Berg peninggalan zaman dagang Belanda di Kota Palembang akan difungsikan sebagai pusat promosi kopi Sumsel dan menjadi tujuan wisata baru.

Direktur Perdagangan Internasional PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) Ahmad Yaniarsyah Hasan di Palembang, Minggu (14/4/2019), mengatakan Sumsel mulai mengekspor kopi tahun ini, sehingga harus ada tempat promosi yang bisa merepresentasikan kopi-kopi Sumsel.

“Gedung Jacobsen agan dikembalikan fungsinya seperti semula yakni menjadi gudang kopi, mungkin akan ditambah semacam kedai supaya masyarakat bisa minum kopi di sini,” ujarnya.

Menurut dia pengembalian fungsi Gedung Jacobsen sekaligus menandai dimulainya kembali perdagangan internasional kopi Sumsel dengan ‘merek sendiri’, pada tahun ini direncanakan ekspor sebanyak 500 ribu ton.

PT PPI akan merenovasi beberapa bagian gedung tersebut karena kondisinya kurang terawat dan termasuk cagar budaya, sehingga perencanaan renovasi harus mengikuti undang-undang cagar budaya tanpa menghilangkan kekunoan bangunannya.

“Konsep finalnya belum selesai, tapi tahun ini kami targetkan sudah bisa difungsikan, baik untuk keperluan promosi kopi maupun sebagai tempat wisata bersejarah,” jelas nya.

Jika sudah resmi dibuka, masyarakat dapat menikmati beragam jenis kopi asli Sumsel seperti Kopi Semende, Lahat, dan Pagaralam sekaligus melihat proses pembuatannya, selain itu akan ditampilkan sejarah panjang kopi Sumsel yang sudah terkenal sejak tahun 1900-an.

Sementara Kepala Dinas Pariwisata Kota Palembang Isnaini Madani, mengatakan Gedung Jacobsen menarik perhatian untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata bersejarah di Kota Palembang karena arsitekturnya yang unik.

“Gedung Jacobsen belum banyak dikenal orang, padahal nilai sejarahnya sangat tinggi sebagai kantor dagang besar di zaman kolonial, jadi potensinya besar sekali jika dibuat destinasi wisata,” ujar Isnaini

Gedung bersejarah Jacobsen Van Den Berg di Jalan Depaten Baru Kelurahan 28 Ilir Kecamatan Ilir Barat II Kota Palembang merupakan kantor dagang Belanda yang dibangun sekitar tahun 1800-an, namun ditinggalkan Belanda pada 1960, sehingga kepemilikan diambil alih PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI).

Pada masanya kantor dagang Jacobsen memiliki jaringan bisnis internasional yang kuat, mulai dari New York, Rio de Janeiro, Sao Paulo, Buenos Aires, Montevideo, Singapura, Kuala Lumpur, Penang, Hongkong, Tokyo, Osaka, Kobe, Sydney, Melbourne, Brisbane dan Batavia (Jakarta).

Kopi-kopi dari WIlayah Pagaralam, Lahat, Ogan Komering Ulu Selatan dan Semende termasuk komoditas yang diperdagangkan saat itu. (ziz)


Media Ekbis menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksiekbis@gmail.com, dan redaksi@ekbis.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

SUMATERA

Payakumbuh Ekspor Rendang untuk Kebutuhan Musim Haji 2019

Published

on

Pengusaha Syeikh Nabil dari Arab Saudi meninjau IKM Rendang di Payakumbuh.

Ekbis.co.id, Payakumbuh – Pemerintah Kota Payakumbuh, Sumatera Barat, mulai mempersiapkan ekspor rendang asal daerah itu untuk musim haji 2019 setelah kedatangan pengusaha Arab Saudi ke kota itu beberapa waktu lalu.

“Keinginan Pemkot Payakumbuh untuk mengekspor rendang ke Arab Saudi mendekati kenyataan, setelah kunjungan pembeli Syeikh Nabil dari Arab Saudi di kota itu,” kata Wakil Wali Kota Payakumbuh Erwin Yunaz di Payakumbuh, Selasa (16/4/2019).

Dalam pertemuan itu Syekh Nabil yang sengaja datang ke Kota Payakumbuh untuk mengecek kesiapan Sentra IKM Randang itu untuk memastikan ekspor rendang jelang musim haji 2019 ini bisa terlaksana.

“Kedatangan calon pembeli untuk memastikan kelanjutan dari pembicaraan sewaktu kita berkunjung pada akhir Januari lalu ke Arab Saudi, dan mereka datang untuk memastikan kesiapan Pemkot Payakumbuh dalam melaksanakan eskpor rendang,” kata dia.

Erwin Yunaz mengatakan segala aspek perlu diperhatikan untuk memastikan apakah Pemkot Payakumbuh bisa memenuhi kebutuhan pasar luar negeri saat musim haji mendatang.

“Mengekspor rendang ke luar negeri bukan hal yang mudah, yang pertama dia lihat dulu tempat, kenapa kita harus yakinkan 10 ton perhari, karena kita bicara untuk 35 ribu jemaah selama 40 hari,” kata Erwin.

Ia memperkirakan kebutuhannya mencapai 210 ton rendang, lebih kurang 13 sampai 15 kontainer.

“Kita sudah mulai berhitung untuk memenuhi kebutuhan yang 210 ton, kita akan kirim rendang jadi ke Arab Saudi untuk musim haji tahun 2019 ini,” ujarnya.

Selain itu untuk mendapatkan garansi agar Kota Payakumbuh dinilai layak untuk mengekspor rendang, Payakumbuh memberikan informasi sesuai dengan standar halal yang dibutuhkan pihak pengimport, yaitu Arab Saudi.

“Kita juga menyajikan informasi yang mereka inginkan, kemudian kita juga membawa mereka dengan sentra-sentra yang ada korelasinya dengan kunjungan mereka,” jelasnya.

Salah satunya tempat yang dikunjungi adalah peternakan sapi di Padang Mangateh, rumah potong hewan di Koto Panjang Payobasuang.

“Semuanya menyangkut dengan standar halal yang mereka butuhkan, ini tentunya adalah garansi bahwa kita memang layak menjadi suplayer bagi mereka,” jelasnya. (rul)


Media Ekbis menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksiekbis@gmail.com, dan redaksi@ekbis.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

INFRASTRUKTUR

Legislator : Perbaikan Jembatan IV Siak Jadi Tanggung Jawab Kontraktor

Published

on

Kerusakan Jembatan Siak IV menjadi tanggung jawab pihak kontraktor karena masih dalam masa pemeliharaan.

Ekbis.co.id, Pekanbaru – Anggota Komisi IV DPRD Riau Asri Auzar menyebutkan kerusakan Jembatan Siak IV menjadi tanggung jawab pihak kontraktor karena masih dalam masa pemeliharaan.

“Enam bulan ini kan masih masa pemeliharaan. Jika ada kerusakan dan kehilangan material masih menjadi tanggung jawab pihak kontraktor,” ujar Asri di Pekanbaru, Senin (15/4/2019).

Belum lama diresmikan, Jembatan Siak IV atau yang dikenal dengan Jembatan Sultan Abdul Jalil Alamuddin Syah menjadi sorotan sejumlah pihak.

Sejumlah material seperti baut dan kabel penangkal petir hilang yang dikhawatirkan akan mengganggu kekuatan jembatan.

“Jangan dibiarkan kalau ada yang kedapatan merusak, silahkan aparat hukum menindak tegas. Baut lepas ini bisa membahayakan karena bisa mengurangi kekuatan jembatan,” ucap legislator asal Kabupaten Rokan Hilir itu.

Dia mengimbau masyarakat untuk menjaga jembatan yang membelah Sungai Siak tersebut karena telah lama dinantikan pengoperasiannya.

Sementara itu, Anggota DPRD Riau asal Kota Pekanbaru Taufik Arrahman mendukung rencana Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang untuk menutup sementara jembatan yang menjadi ikon Kota Pekanbaru tersebut.

“Kalau memang membahayakan, harusnya ditutup saja. Jangan hanya membuat heboh tapi tidak ada jalan keluarnya,” ujarnya.

Taufik mempertanyakan kualitas dari jembatan yang dibangun, karena belum pernah terjadi kehilangan, padahal sudah banyak jembatan lain yang dibangun sebelumnya.

“Ini (pemberitaan) jadi konsumsi nasional, seolah-olah orang Riau ini pemangsa baut. Padahal di Pekanbaru sudah ada empat jembatan yang dibangun. Kenapa baru sekarang heboh. Saya lebih mempertanyakan rancangannya, kok mudah diambil seperti itu, padahal perkara melepas baut tidaklah gampang,” ujar politisi Partai Gerindra ini.

Taufik meminta perilaku oknum yang tidak bertanggung jawab cepat ditangani pihak kepolisian.

“Jadi mari tidak membesarkan, karena ini berdampak buruk terhadap image masyarakat Kota Pekanbaru,” ujarnya. (dia)


Media Ekbis menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksiekbis@gmail.com, dan redaksi@ekbis.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

INFRASTRUKTUR

Dinas : Jembatan Siak IV Masih Layak Digunakan Meski Banyak Baut Hilang

Published

on

Jembatan Siak IV, tetap layak dilintasi kendaraan meski seratusan bautnya raib dicuri.

Ekbis.co.id, Pekanbaru – Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi Riau Dadang Eko Purwanto menyatakan Jembatan Marhum Bukit atau yang lebih dikenal dengan Jembatan Siak IV, tetap layak dilintasi kendaraan meski seratusan bautnya raib dicuri.

Dadang kepada wartawan di Pekanbaru, Senin (15/4/2019), mengatakan dirinya perlu meluruskan informasi yang beredar terutama di media sosial bahwa jembatan yang baru diresmikan itu akan ditutup akibat insiden pencurian baut.

“Tidak benar kalau jembatan ini akan ditutup hanya karena bautnya ada yang hilang,” katanya.

Meski demikian, ia mengatakan kemungkinan jembatan bisa ditutup apabila pencurian baut-baut di jembatan itu terus terjadi.

Penutupan adalah kemungkinan terburuk yang bisa terjadi, namun saat ini konstruksi Jembatan Siak IV dinilai masih aman untuk digunakan publik, katanya.

“Kami nyatakan bahwa Jembatan Siak IV masih layak dan masih kokoh. Hanya saja kalau terus menerus bautnya hilang, ya tentu pada akhirnya membahayakan. Kalau kondisinya membahayakan, ya pastilah akan ditutup,” lanjut Dadang.

Pada Senin ini petugas dari Dinas PUPR dan Dinas Perhubungan Riau sudah melakukan inspeksi terhadap jembatan yang menghubungkan Sungai Siak dari ujung Jl. Jenderal Sudirman ke daerah Rumbai.

Selain itu, tim juga memeriksa kondisi Jembatan Siak III yang lokasinya tak jauh dari Jembatan Siak IV dan diduga nasib bautnya bernasib sama alias banyak yang raib.

Sementara itu, pihaknya akan segera melakukan perbaikan namun butuh waktu karena untuk mengganti baut yang hilang harus dipesan secara khusus.

Diperkirakan dua atau tiga hari ini baut yang dipesan sudah sampai ke Pekanbaru.

Selain itu, ia mengatakan pihaknya juga sudah melaporkan pencurian baut dan fasilitas Jembatan Siak IV itu ke polisi.

“Kita juga sudah laporkan masalah dicurinya baut ini ke pihak kepolisian,” ujarnya. (ang)


Media Ekbis menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksiekbis@gmail.com, dan redaksi@ekbis.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
Advertisement

Trending