Connect with us

TOURISM

Lombok Barat Bangkitkan Pariwisata dengan Lomba Perahu

Published

on

Para nelayan berjuang menjadi yang terbaik pada lomba mendayung perahu yang digelar di Pantai Duduk, Senggigi, Kecamatan Batulayar, Kabupaten Lombok Barat, NTB, Kamis (11/4/2019).

Ekbis.co.id, Mataram – Pemerintah Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, terus melakukan berbagai upaya untuk membangkitkan industri pariwisata, salah satunya dengan menggelar lomba mendayung perahu di kawasan wisata Pantai Duduk, Senggigi, Kamis (11/4/2019).

Lomba mendayung perahu sebagai salah satu rangkaian memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-61 Kabupaten Lombok Barat tersebut digelar Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Lombok Barat.

Sebanyak 300 peserta ikut dalam lomba tersebut. Mereka berasal dari 15 desa di lima kecamatan yang memiliki pantai, yaitu Kecamatan Sekotong, Lembar, Gerung, Labuapi, dan Batulayar.

Kepala DKP Kabupaten Lombok Barat H Subandi, mengatakan pihaknya memilih Pantai Duduk sebagai lokasi lomba untuk membantu menyosialisasikan dan memulihkan pariwisata Lombok Barat pascagempa.

“Melalui lomba kita ingin mengingatkan kepada nelayan untuk kembali menggunakan perahu dayung, karena selama ini nelayan terlena mengoperasikan perahu dengan mesin,” katanya.

Ia menambahkan lomba mendayung perahu merupakan yang ketiga kalinya. Sebelumnya, lomba pertama digelar di Kecamatan Sekotong, pada 2017. Tujuannya juga untuk membantu menggairahkan pariwisata di wilayah paling barat Pulau Lombok tersebut.

Kedua, kata Subandi, digelar pada 2018 di Pantai Endok, Kecamatan Gerung. Lokasi tersebut dipilih sekaligus untuk menyosialisasikan bahwa masyarakat nelayan anti merusak lingkungan, tapi menjaga kelestarian lingkungan.

Seperti diketahui, kerusakan Pantai Endok salah satunya disebabkan pengerukan pasir untuk bahan bangunan.

“Pada tahun berikutnya, tidak hanya lomba mendayung perahu yang akan diadakan. Kita berencana akan mengadakan lomba sampan hias dan juga lomba renang pantai yang merupakan aspirasi masyarakat nelayan,” ucap Subandi.

Dalam lomba mendayung perahu 2019 di Pantai Duduk tersebut dimenangkan oleh Kelompok Nelayan Beriuk Dayung, dari Dusun Cemare, Kecamatan Lembar. Mereka mendapatkan uang pembinaan sebesar Rp3,5 juta.

“Alhamdulillah, tim kami juara satu. Kami sangat bersyukur sekali dan kami senang lomba mendayung sampan ini terus bisa diselenggarakan setiap tahunnya,” kata Burhan, perwakilan Kelompok Beriuk Dayung.

Selain menggelar lomba mendayung perahu, DKP Kabupaten Lombok Barat juga telah menggelar berbagai kegiatan, di antaranya melepas sebanyak satu juta bibit ikan di perairan umum.

Selain itu, menjalin kerja sama dengan Balai Budidaya Lokal Sekotong dalam menyalurkan bibit ikan kakap putih kepada kelompok tani air payau, di mana setiap kelompok diberikan sebanyak 14 ribu ekor.

Dalam inovasi masakan, DKP Lombok Barat juga telah bekerja sama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan, untuk membuat masakan dari keong mas dan siomay dari ikan. (awa)


Media Ekbis menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksiekbis@gmail.com, dan redaksi@ekbis.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

TOURISM

Pengamat : Pariwisata Bisa Jadi Penyumbang Andal Pertumbuhan Ekonomi

Published

on

Pengamat pariwisata Unsoed, Chusmeru.

Ekbis.co.id, Purwokerto – Pengamat pariwisata dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Chusmeru mengatakan sektor pariwisata dapat menjadi penyumbang andal pertumbuhan ekonomi, khususnya di daerah.

“Sektor pariwisata di daerah menjadi sangat penting dalam menggerakkan roda perekonomian secara nasional,” kata Chusmeru di Purwokerto, Kamis (18/4/2019).

Chusmeru mengatakan banyak potensi pariwisata dan industri kreatif yang dapat dikembangkan sebagai sumber ekonomi baru di daerah.

Kendati demikian, perlu usaha maksim al untuk mengembangkan potensi wisata di daerah.Pertama, misalnya usaha kuliner dan cenderamata yang khas dan berbahan baku lokal.

“Hal itu akan berdampak pada peningkatan usaha dan pendapatan dari sektor pertanian, peternakan, perikanan, perkebunan, maupun kerajinan,” katanya.

Kedua, pemberdayaan kelompok seni budaya di daerah agar dapat tetap lestari dan bernilai ekonomis bagi daerah. “Pemberdayaan itu juga bisa dimanfaatkan sebagai regenerasi pelaku seni budaya sambil mengambil peran di sektor wisata,” katanya.

Ketiga, pengembangan potensi arsitektur tradisional di daerah, bangunan bersejarah, monumen, museum dan peninggalan arkelogis sebagai daya tarik wisata daerah. “Saat ini paket wisata sejarah dan wisata religi belum dikembangkan secara optimal,” katanya.

Keempat, menawarkan wisata belanja di daerah, dengan mengunjungi pasar-pasar tradisional yang dikelola dengan konsep wisata belanja.”Pasar tradisional di berbagai daerah bukan hanya dijadikan tempat transaksi jual beli masyarakat setempat saja, namun perlu dikemas sedemikian rupa agar punya daya tarik wisata,” katanya.

Kelima, mengembangkan usaha jasa penginapan dan transportasi di daerah. “Hal itu akan memudahkan wisatawan untuk menentukan akomodasi ketika berada di daerah,” katanya.

Transportasi menuju objek wisata, kata dia, juga perlu dikembangkan untuk menambah aksesibilitas.”Beberapa hal di atas dapat dilakukan, dengan catatan ada upaya peningkatan kapasitas SDM sektor pariwisata di daerah,” katanya.

Selain itu juga, kata dia, diperlukan inovasi dan kreativitas semua pihak dalam mengembangkan pariwisata di daerah. (wur)


Media Ekbis menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksiekbis@gmail.com, dan redaksi@ekbis.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

TOURISM

Kemenpar Tawarkan KUR Bidang Pariwisata di Batam

Published

on

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam, Ardiwinata.

Ekbis.co.id, Batam – Kementerian Pariwisata menawarkan kredit usaha rakyat untuk pengembangan usaha bidang pariwisata di Kota Batam, Kepulauan Riau, guna menunjang peningkatan kunjungan wisatawan dalam dan luar negeri ke daerah tersebut.

“Ini adalah program Kementerian Pariwisata untuk mengembangkan potensi wisata daerah, dengan menggenjot usaha rakyat di bidang pariwisata,” kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam, Ardiwinata di Batam, Selasa (16/4/2019).

KUR dengan bunga 7 persen itu bisa dinikmati pelaku usaha bidang pariwisata apa saja termasuk industri kreatif penunjang, usaha cinderamata, dan penginapan berbasis perkampungan atau “homestay”.

Setiap pelaku usaha bisa meminjam dana mulai Rp25 Juta hingga Rp500 juta.

“Kami mendorong masyarakat untuk mengikuti program ini agar usahanya berkembang, dan pariwisata Batam lebih meningkat,” kata dia.

Ia mengatakan pihak bank tertarik mengucurkan dananya untuk usaha pariwisata di Batam, karena memang industrinya berkembang.

Sepanjang 2018, terdapat lebih dari 1,8 juta wisman yang berkunjung ke sana. Belum lagi wisatawan Nusantara, sebanyak 9 juta kunjungan pada tahun lalu.
“Jadi pasarnya sudah ada,” kata dia.

Wali Kota Batam Muhammad Rudi juga mengajak seluruh pelaku usaha pariwisata memanfaatkan program itu.

“Akhir April ini Kemenpar menjadwalkan sosialisasi mengenai KUR Pariwisata di Kota Batam. Kami berharap pelaku UMKM Batam khususnya yang bergerak di bidang kepariwisataan bisa mengikuti kegiatan ini,” kata Wali Kota.

KUR diberikan untuk meningkatkan mutu dan performa produk usaha pariwisata sehingga pelaku UMKM bisa terdorong menjadi stabil dan berkembang serta mampu bersaing di dunia global.

“Batam sebagai daerah kunjungan wisatawan terbesar ketiga di Indonesia, sangat dibutuhkan KUR in supaya usaha pendukung kepariwisataan di Batam bisa berkembang sejalan dengan pertumbuhan jumlah wisatawan yang datang,” kata dia. (yjn)


Media Ekbis menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksiekbis@gmail.com, dan redaksi@ekbis.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

SULAWESI

Duta Bandara 2019 Siap Promosikan Pariwisata-Budaya Indonesia

Published

on

Ajang Duta Bandara 2019 ini diikuti oleh 207 pendaftar.

Ekbis.co.id, Makassar – Duta Bandara 2019 yang baru terpilih Nyoman Trya Wahyudha dan Komang Ayu Sintya Dewi siap mempromosikan pariwisata serta budaya Indonesia setelah mereka keluar sebagai pemenang dalam ajang ini.

“Salah satu tugas dari Duta Bandara yakni membantu pemerintah dalam mempromosikan pariwisata dan budaya Indonesia,” ujar Komang Ayu Sintya Dewi di Makassar, Senin (15/4/2019).

Ia mengatakan program pemerintah dalam mengembangkan potensi pariwisata serta budaya Indonesia menjadi bagian prioritas dari dirinya sebagai duta bandara.

“Duta Bandara dibentuk untuk membantu pemerintah dan khususnya PT Angkasa Pura dalam meningkatkan pelayanan bandara. Tugas lainnya membantu promosi daerah masing-masing,” ujarnya.

Direktur Pemasaran dan Pelayanan PT Angkasa Pura I (Persero) Devy Suradji dalam kegiatan Grand Final dan Inaugurasi itu, ia berharap para Duta Bandara 2019 terpilih dapat mengembangkan dan mengaktualisasikan diri, serta berkontribusi terhadap promosi serta mengedukasi mengenai peraturan dan layanan yang ada di bandara.

“Selamat kepada para pemenang Duta Bandara 2019 dan seluruh peserta yang telah ikut berpartisipasi dalam ajang ini,” ujarnya.

Devy Suradji mengatakan pada ajang itu, dua dari 48 finalis Duta Bandara yang keluar sebagai pemenang yakni Nyoman Trya Wahyudha dan Komang Ayu Sintya Dewi dari Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali sebagai Duta Bandara Terbaik 2019.

Sedangkan Duta Bandara Fotogenik berhasil dimenangkan oleh Faris Bimananta Saputra yang mewakili Bandara Adisutjipto Yogyakarta dan Nor Rizqi Fadhila dari Bandara Sultan Hasanuddin Makassar.

Duta Bandara Favorit yang dimenangkan oleh Badik Choirudin dari Bandara Juanda Surabaya dengan total vote sebanyak 1.454 votes dan Ni Komang Sri Maya Dian wakil dari Bandara Lombok Praya dengan total vote sebanyak 2. 301 vote.

Menurut Devy, 48 finalis Duta Bandara ini nantinya juga akan mempromosikan pariwisata daerahnya masing-masing melalui berbagai kegiatan, baik itu thematic event terkait pariwisata, tourist information center di tiap bandara, serta kegiatan pariwisata lainnya.

“Sebanyak 48 Duta Bandara 2019 ini akan ditempatkan di 13 bandara Angkasa Pura I. Diharapkan mereka bisa turut meningkatkan citra perusahaan melalui berbagai kegiatan promosi layanan bandara, pariwisata, dan kebudayaan daerah,” imbuh Devy.

Ajang Duta Bandara 2019 ini diikuti oleh 207 pendaftar. Proses pendaftaran dan seleksi finalis dilakukan di 13 kantor cabang Angkasa Pura I sejak awal Februari hingga akhir Maret 2019. Setelah melalui dua tahap seleksi, tersaring 48 finalis yang masuk sesi grand final yang digelar di Makassar.

Sebelum menjalani babak grand final, peserta menjalani masa karantina 3 hari. Selama karantina, para finalis diberikan materi mengenai kebandarudaraan, airport services and hospitality, pariwisata dan budaya, kepedulian sosial, pengetahuan tentang narkoba, corporate brand image, catwalk and body language, pembuatan konten media sosial, teknik komunikasi, beauty class, dan peran duta bandara.

Bertindak sebagai juri pada grand final Duta Bandara 2019 antara lain yaitu Mega Angkasa (Praktisi Komunikasi Korporat), Ratu Novira Duaty (eks model dan praktisi industri fesyen), Yudhaprana Sugarda (Airport Service & Hospitality Angkasa Pura I), Anggresia F Tampubolon (CRM & Hospitality Senior Manager Angkasa Pura I) dan M. Tekken (Kabid Seni dan Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Provinsi Sulawesi Selatan). (muh)


Media Ekbis menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksiekbis@gmail.com, dan redaksi@ekbis.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
Advertisement

Trending