Connect with us

DIGITAL & MEDIA

Perluas pasar, Aplikasi JSS Dilengkapi Jual Beli Produk Yogyakarta

Published

on

Menu Dodolan dalam aplikasi Jogja Smart Service untuk jual beli produk lokal Yogyakarta secara online.

Ekbis.co.id, Yogyakarta – Menu layanan di aplikasi Jogja Smart Service (JJS) semakin beragam setelah Dodolan dan Nglarisi yang semula berstatus uji coba, kini sudah bisa diakses secara penuh sehingga bisa dimanfaatkan untuk jual beli produk.

“Kedua menu tersebut, Dodolan dan Nglarisi ditujukan sebagai alternatif bagi pelaku usaha asal Kota Yogyakarta untuk memasarkan produk mereka. Istilahnya, warung atau kios mereka bertambah,” kata Wakil Wali Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi di Yogyakarta, Kamis (11/4/2019).

Di dalam menu Dodolan, pelaku usaha bisa menjual beragam produk mulai dari kerajinan, kuliner, pakaian, elektronik, hobi, kendaraan, hingga properti. Menu tersebut bisa diakses secara luas oleh masyarakat dan konsumen bisa langsung memesan produk yang diinginkan layaknya di marketplace lain yang sudah cukup terkenal.

Sedangkan menu Nglarisi, lebih ditujukan untuk produk kuliner dari kelompok usaha di masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sajian makan dan minum dari berbagai kegiatan yang diselenggarakan oleh instansi di lingkungan Pemerintah Kota Yogyakarta.

“Menu Nglarisi ini merupakan penguatan program Gandeng-Gendong. Nantinya, seluruh organisasi perangkat daerah diharapkan membeli sajian makan dan minum melalui aplikasi ini,” kata Heroe.

Heroe menambahkan, Pemerintah Kota Yogyakarta akan melanjutkan program pelatihan ke kelompok usaha kuliner di masyarakat untuk meningkatkan kualitas produk yang mereka hasilkan agar semakin baik, termasuk kualitas kemasan yang digunakan.

“Kami pun akan menjajaki kerja sama dengan sejumlah aplikasi lain seperti Gojek agar produk kuliner dari kelompok usaha di masyarakat tersebut bisa masuk dalam menu Gofood sehingga memperluas pemasaran,” katanya.

Selain itu, Heroe berharap agar semakin banyak masyarakat yang mengunduh aplikasi Jogja Smart Service. Saat ini, aplikasi JSS sudah diunduh sekitar 12.000 kali.

“Mungkin masih banyak warga yang belum mengetahui jika aplikasi JSS tersebut tidak hanya bisa digunakan untuk menyampaikan aduan, keluhan maupun permohonan layanan kegawatdaruratan ke Pemerintah Kota Yogyakarta, tetapi banyak menu lain yang juga bisa dimanfaatkan seperti jual beli,” katanya.

Selain itu, sejumlah menu lain yang juga bisa diakses melalui JSS di antaranya adalah layanan kelurahan dan kecamatan, mobil jenazah, informasi PBB, informasi harga bahan pokok, lowongan kerja, pariwisata, hingga stok darah PMI.

“Mungkin juga perlu program promosi khusus untuk Dodolan dan Nglarisi supaya lebih dikenal masyarakat,” katanya. (ear)


Media Ekbis menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksiekbis@gmail.com, dan redaksi@ekbis.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

DIGITAL & MEDIA

Pengamat : Perlu Ada Pendampingan Terkait Aplikasi Laut Nusantara

Published

on

Direktur Eksekutif Pusat Kajian Maritim untuk Kemanusiaan, Abdul Halim.

Ekbis.co.com, Jakarta – Pengamat kelautan yang juga Direktur Eksekutif Pusat Kajian Maritim untuk Kemanusiaan, Abdul Halim menekankan pentingnya pendampingan terkait dengan penggunaan Aplikasi Laut Nusantara yang diharapkan membantu nelayan dalam melaut.

“Inisiatif (Aplikasi Laut Nusantara) seperti ini baik sepanjang nelayan bisa mempergunakannya secara reguler,” kata Abdul Halim kepada Antara di Jakarta, Selasa (16/4/2019).

Menurut Abdul Halim, sering terjadi program semacam ini, setelah diluncurkan tetapi tidak jelas langkah apa yang bakal dilakukan oleh instansi atau lembaga terkait untuk mempopulerkannya di tengah masyarakat.

Ia menekankan pentingnya ada pendampingan kepada kalangan nelayan untuk melek aplikasi dan pemanfaatannya agar benar-benar bisa mendukung aktivitas melaut.

“Lebih tepatnya pendampingan langsung day to day di lapangan,” katanya.

Menurut dia, Aplikasi Laut Nusantara juga bisa bermanfaat agar nelayan dapat mengetahui tapal batas kawasan perairan nasional sehingga tidak berpotensi untuk ditangkap petugas dari negara lain seperti yang beberapa kali terjadi di perbatasan laut dengan Malaysia.

Sebagaimana diwartakan, Aplikasi Laut Nusantara bisa diunduh di Play Store secara gratis melalui smartphone Android dengan menggunakan operator layanan data.

Aplikasi itu bisa digunakan oleh nelayan saat melaut sejauh smartphone mereka masih bisa menangkap sinyal data dari operator. Berdasarkan ujicoba di sejumlah daerah, aplikasi masih bisa dibuka hingga jarak 10 mil dari pantai.

Aplikasi Laut Nusantara yang dibangun selama kurang lebih 5 bulan ini didukung basis informasi yang lengkap dan setiap saat. Sumber data sepenuhnya atas kerja sama dengan Balai Riset dan Observasi Laut (BROL).

Sebagai lembaga riset dan observasi kelautan di bawah Kementerian Kelautan dan Perikanan, BROL memiliki data kelautan yang sangat lengkap dan sangat berguna untuk pengembangan di bidang kelautan, termasuk manfaat praktis bagi nelayan kecil.

Data-data dari BROL juga terbaru dan berdasarkan riset dan observasi laut di seluruh wilayah nusantara. Semua informasi kelautan yang terdapat dalam Aplikasi Laut Nusantara ini didapat secara langsung dari stasiun bumi Balai Riset dan Observasi Laut, sehingga tidak diragukan keakuratannya.

Saat ini sudah ada 1.300 nelayan dari 11 daerah yang sudah menerima sosialisasi program Laut Nusantara. Ke-11 daerah tersebut adalah Perancak, Pandeglang, Lombok Tengah, Kenjeran, Situbondo, Indramayu, Greges, Pakutatan, Serang, Sendang Biru, dan Prigi.

Sedangkan hingga Februari 2019 lalu, tidak kurang dari 10.000 nelayan telah memanfaatkan aplikasi ini. XL Axiata mentargetkan, hingga akhir tahun nanti akan ada sebanyak 15 ribu nelayan memanfaatkannya. (mrr)


Media Ekbis menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksiekbis@gmail.com, dan redaksi@ekbis.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

DIGITAL & MEDIA

Konsumen Indonesia Rela Bayar Lebih Beli Produk Elektronik Pribadi

Published

on

Lembaga riset Nielsen menyatakan bahwa konsumen Indonesia rela membayar lebih untuk produk premium, terutama melalui platform "e-commerce".

Ekbis.co.id, Jakarta – Lembaga riset Nielsen menyatakan bahwa konsumen Indonesia rela membayar lebih untuk produk premium, terutama melalui platform “e-commerce”.

Dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (16/4/2019), Studi Changing Consumer Prosperity Nielsen mengungkapkan konsumen online Indonesia bersedia membayar lebih mahal untuk produk premium pada kategori elektronik pribadi seperti komputer, ponsel, tablet, alat baca, dan lainnya sebanyak 63 persen; kategori produk pakaian/sepatu (41 persen), mobil (37 persen), perhiasan (34 persen), dan kosmetik (32 persen).

Ditemukan pula bahwa setengah konsumen Indonesia masih mempertimbangkan rekomendasi dari rekan atau keluarganya sebagai faktor yang paling berpengaruh dalam pembelanjaan produk-produk premium baru.

Sementara masing-masing 45 persen konsumen lainnya mengaku bahwa iklan online dan riset tentang produk menjadi faktor lainnya yang mempengaruhi keputusan mereka untuk mencoba produk premium baru.

“Kebiasaan melakukan riset, yang kebanyakan dilakukan dengan cara browsing internet, sebelum membeli produk, lebih banyak dilakukan konsumen Indonesia jika dibandingkan dengan konsumen negara lain di Asia Pasifik,” kata Direktur Consumer Insight Nielsen Indonesia, Rusdy Sumantri.

Rusdy menyebut iklan online juga mempengaruhi keputusan membeli. Menurut dia, hal itu menunjukkan bahwa pengaruh kanal online terhadap perilaku belanja konsumen di Indonesia semakin meningkat.

“Produsen produk premium harus jeli untuk memanfaatkan kanal online untuk menarik konsumen mereka,” imbuh Rusdy.

Secara umum, laporan tersebut mengungkapkan perilaku pembelian dan belanja konsumen pada kategori produk premium bahwa semakin banyak konsumen di seluruh dunia yang berbelanja secara online ke e-commerce lokal untuk produk-produk premium, dengan preferensi mencapai 45 persen di 2018, naik 6 poin dibanding 2016.

Konsumen di India, Turki dan Indonesia (masing-masing 72 persen, 66 persen dan 58 persen) adalah yang paling mungkin berbelanja online secara lokal untuk produk-produk premium menurut laporan tersebut.

Laporan itu juga mencatat hampir seperempat konsumen membeli produk-produk premium dari e-commerce luar negeri (24 persen, naik 5 poin dibanding 2016).

Toko-toko fisik terus menghasilkan penjualan dari tiga dari lima konsumen (60 persen) di dalam negeri. Sementara itu, 15 persen konsumen mengatakan mereka bepergian ke luar negeri untuk membeli produk premium, dengan alasan paling umum adalah karena pengalaman pribadi dan perhatian yang didapatkan selama di dalam toko.

Konsumen di Hong Kong (38 persen), Kroasia (36 persen) dan Serbia (36 persen) adalah yang paling cenderung bepergian ke luar negeri untuk berbelanja barang-barang premium.

Faktor-faktor utama yang dicari konsumen di seluruh dunia dari produk premium adalah kualitas yang unggul, kinerja, desain, pengalaman dan merek.

Khususnya, sekitar dua dari lima konsumen bersedia membayar lebih untuk produk dari bahan organik dan sepenuhnya alami. Serupa dengan hal tersebut, konsumen bersedia membayar lebih untuk produk yang berkelanjutan dan produk-produk memiliki tanggung jawab sosial.

Menurut laporan Nielsen, kategori produk teratas di mana konsumen paling bersedia untuk membeli barang-barang premium termasuk elektronik pribadi (42 persen), pakaian (40 persen), kosmetik (31 persen) dan protein seperti susu dan daging (masing-masing 30 persen dan 29 persen).

Konsumen menilai rekomendasi teman sebagai faktor yang paling berpengaruh dalam uji coba mereka terhadap produk-produk premium baru.

Hampir setengah dari konsumen (46 persen) mengatakan rekomendasi dan dorongan teman dan keluarga mempengaruhi keputusan mereka untuk mencoba produk premium baru, diikuti oleh riset tentang produk (36 persen), iklan online (32 persen), iklan televisi (31 persen) dan iklan dalam toko (25 persen). (aij)


Media Ekbis menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksiekbis@gmail.com, dan redaksi@ekbis.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

DIGITAL & MEDIA

Telkomsel Jaminan Layanan Telekomunikasi Lancar Selama Pemilu 2019

Published

on

GM External Corporate Communications Telkomsel Denny Abidin .

Ekbis.co.id, Jakarta – Operator jaringan seluler Indonesia yakni Telkomsel telah menyiapkan dan memastikan layanan komunikasi selama Hari Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 berjalan lancar.

“Untuk pesta demokrasi Pemilu yang hampir berdekatan dengan momen Ramadhan dan Idul Fitri, Telkomsel telah menyiapkan dan memastikan infrastruktur jaringan agar selama masa tenang, Pilpres, hari pemilihan hingga pengumuman, layanan komunikasi berjalan lancar, tanpa gangguan ataupun kendala yang berarti,” ujar GM External Corporate Communications Telkomsel Denny Abidin dalam keterangan resminya di Jakarta, Selasa (16/4/2019).

Denny menjelaskan bahwa pihaknya telah memastikan kesiapan infrastruktur jaringan telekomunikasi, terutama di titik yang akan menjadi pusat berkumpulnya masyarakat, seperti TPS, Kantor KPU/KPUD setempat, serta titik keramaian lainnya.

Dia juga menyatakan bahwa Telkomsel selalu menjadi bagian dari kesuksesan berbagai perhelatan nasional, dalam hal penyediaan layanan komunikasi.

“Sebagai operator flagship Indonesia. Telkomsel selalu menjadi bagian dari kesuksesan berbagai perhelatan maupun momen nasional dalam hal penyediaan layanan komunikasi, di antaranya Asian Games, Ramadhan dan Idul Fitri, Natal dan Tahun Baru, hingga APEC,” tuturnya.

Tinggal 24 jam lagi masyarakat Indonesia akan memilih pasangan calon presiden dan wakil presiden, calon anggota DPR RI, calon anggota DPD RI, calon anggota DPRD provinsi, dan calon anggota DPRD kabupaten/kota.

Pemilu pada 17 April 2019 juga telah ditetapkan sebagai hari libur nasional melalui Keputusan Presiden RI Nomor 10 Tahun 2019 tentang Hari Pemungutan Suara Pemilihan Umum Tahun 2019 sebagai Hari Libur Nasional.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI mengatakan bahwa pemerintah telah menetapkan pada tanggal 17 April 2019 sebagai hari libur nasional yang spesifik ditujukan agar masyarakat dapat menggunakan hak pilihnya.

KPU RI juga mengingatkan agar tidak ada pihak yang menghalangi warga negara yang memiliki hak pilih untuk datang ke TPS pada 17 April 2019. (aji)


Media Ekbis menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksiekbis@gmail.com, dan redaksi@ekbis.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
Advertisement

Trending