Connect with us

TRADE

Lipat Gandakan Ekspor, Sharp Indonesia Bidik Pasar Negara Muslim

Published

on

Peluncuran perayaan 50 keberadaan perusahaan elektronik Jepang itu di Indonesia, di Jakarta, Rabu (10/4/2019).

Ekbis.co.id, Jakarta – Menyambut 50 tahun kehadirannya di Indonesia, PT Sharp Electronics Indonesia menargetkan kenaikan ekspor dua kali lipat tahun ini dengan membidik pasar negara-negara muslim, terutama untuk produk elektronik yang bernuansa Islam.

“Kami akan uji coba ekspor beberapa kategori seperti lemari es halal, mesin cuci hijab, dan televisi azan, yang akan berguna untuk konsumen muslim,” kata CEO PT Sharp Electronics Indonesia (SEID) Tadashi Oyama di Jakarta, Rabu (10/4/2019).

Ketiga produk dengan nuansa Islam itu diproduksi dan didesain khusus untuk pasar Indonesia atau “local fit”, namun kemudian SEID, kata dia, melihat ada peluang ekspor produk tersebut ke negara-negara muslim di Asia, seperti Malaysia, Bangladesh, maupun negara-negara muslim di Afrika, dan Timur Tengah.

Apalagi, kata dia, Pemerintah Indonesia mendorong pelaku bisnis untuk meningkatkan ekspor guna mengatasi defisit neraca perdagangan.

“Kami percaya populasi muslim tidak hanya di Indonesia, di dunia banyak. Kami berharap produk yang dikembangkan di Indonesia itu bisa diterima pada populasi muslim di negara lain,” ujar Oyama.

Ditambahkan Senior GM Penjualan Nasional SEID Andry Adi Utomo, selain mengikuti permintaan pemerintah untuk meningkatkan ekspor, pihaknya juga melihat ekspor sebagai jalan keluar untuk mempertahan atau bahkan meningkatkan kinerja perusahaan.

“Saat ini empat kategori produk utama Sharp yaitu lemari es, AC, mesin cuci, dan televisi telah menjadi nomor satu dalam penguasaan pasar. Untuk meningkatkan pasar lebih besar lagi, nampaknya tidak mungkin karena pemainnya banyak. Karena itu kami melihat peluang ekspor dinaikkan,” katanya.

Ia menjelaskan pada 2018 produk lemari es Sharp menguasai 27,8 persen pasar, AC 27,6 persen mesin cuci 25,7 persen, dan televisi 22,8 persen

“Karena itulah Pak Oyama minta kami perbesar ekspor dari 5-10 persen selama ini, jadi ‘double’, 20 persen,” ujar Andry.

Untuk itu, ia bersama tim dari divisi ekspor akan melakukan kunjungan dan kajian ke negara-negara yang diincar sebagai pasar produk Sharp Indonesia. “Kalau perlu, bila ada produk ‘local fit’ dari negara itu, kami buat di Indonesia,” katanya.

Seiring dengan target ambisius itu, Andry mengatakan Sharp Indonesia menargetkan pula nilai penjualan tahun ini naik 10 persen dari sekitar Rp9 triliun pada 2018 menjadi sekitar Rp10 triliun pada 2019 dan Rp11 triliun pada 2020.

“Indonesia merupakan basis produksi dan pasar yang penting bagi Sharp, serta memberi kontribusi bisnis Sharp terbesar di Asean,” kata Head of President”s Office CEO Asean Business Sharp Corp, Yoshihiro Hashimoto. (ris)


Media Ekbis menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksiekbis@gmail.com, dan redaksi@ekbis.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

TRADE

Mendag : Defisit Kuartal I Tunjukan Geliat Industri

Published

on

Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita.

Ekbis.co.id, Tangerang – Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan, tidak mengkhawatirkan defisit neraca perdagangan pada kuartal I 2019 sebesar 193,4 juta dolar AS mengingat impor didominasi oleh bahan baku industri, yang artinya industri dalam negeri tengah menggeliat.

“Defisit yang pada kuartal pertama ini, yang sekali lagi kami tidak terlalu khawatir karena impornya lebih banyak bahan baku, yang menunjukkan bahwa pertumbuhan industri ini meningkat,” kata Mendag Enggartiasto saat menghadiri Indonesia Industrial Summit 2019 di ICE BSD, Tangerang, Selasa (16/4/2019).

Dengan situasi tersebut, lanjut Mendag, pertumbuhan industri meningkat baik dari sisi volume, kapasitas, maupun investasi baru, terutama industri yang ada di Kawasan Ekonomi Khusus.

Dengan demikian, menurut Enggartiasto, defisit neraca perdagangan akan terjadi sesaat, namun akan meningkatkan ekspor di kemudian hari. “Karena yang didorong, selain infrastruktur juga banyak industri yang berorientasi ekspor,” ungkap Mendag.

Karena itu, industri akan menghasilkan barang yang mampu mensubtitusi barang impor, sekaligus berorientasi ekspor, yang pada akhirnya akan berkontribusi terhadap penurunan defisit neraca perdagangan. (spg)


Media Ekbis menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksiekbis@gmail.com, dan redaksi@ekbis.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

TRADE

Mendag : Ekspor Komoditas Mulai Bergeser ke Produk Manufaktur

Published

on

Ekbis.co.id, Tangerang – Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan bahwa ekspor komoditas Indonesia mulai bergeser ke produk-produk manufaktur, yang mengindikasikan bahwa industri tumbuh pesat.

“Impor kita meningkat di bahan baku dan penolong. Para ekonom bilang defisit itu akibat masuknya bahan baku dan penolong. Itu positif karena artinya terjadi investasi yang marak di industri,” kata Mendag Enggartiasto saat menghadiri Indonesia Industrial Summit 2019 di ICE BSD, Tangerang, Banten, Selasa (15/4/2019).

Mendag menampik bahwa terjadi deindustrialisasi di Indonesia, mengingat dari data perdagangan yang ada, pertumbuhan ekonomi menunjukkan angka yang stabil dan ekspansif.

Menurut data Kemendag, 81 persen permintaan dunia kepada Indonesia merupakan barang manufaktur dan 19 persen komoditas primer.

Dalam hal ini, Mendag memaparkan bahwa Kemendag akan membidik target ekspor nonmigas naik 8 persen pada 2019 menjadi 175,8 miliar dolar AS dari tahun sebelumnya yakni 162,8 miliar dolar AS.

Lima prioritas ekspor pada era Industri 4.0 yang diusung yakni makanan dan minuman, tekstil dan pakaian, otomotif, elektronik dan kimia.

“Ekspor yang ingin kami kejar, bukan hanya industri besar, tapi juga industri kecil menengah (IKM). Ini beriringan dengan digital economy dan penjualan online,” kata Enggartiasto. (spg)


Media Ekbis menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksiekbis@gmail.com, dan redaksi@ekbis.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

TRADE

Hyundai Gandeng H2 Energy untuk Rajai Pasar Kendaraan Hidrogen

Published

on

Pabrikan mobil Korea Hyundai Motor membentuk usaha patungan dengan perusahaan energi Swiss, H2 Energy AG, untuk memenuhi ambisinya memimpin seluruh ekosistem mobilitas hidrogen.

Ekbis.co.id, Jakarta – Pabrikan mobil Korea Hyundai Motor membentuk usaha patungan dengan perusahaan energi Swiss, H2 Energy AG, untuk memenuhi ambisinya memimpin seluruh ekosistem mobilitas hidrogen yang sedang berkembang di kawasan Eropa.

Untuk memulai operasi usaha patungan, Hyundai Motor akan mengirimkan 1.600 truk tugas berat listrik fuel cell ke usaha patungan, Hyundai Hydrogen Mobility, dari 2019 hingga 2025, kata Hyundai Motor, dikutip Selasa (.

Perusahaan patungan itu kemudian akan menyewakan sebagian besar truk bertenaga sel bahan bakar ini kepada H2 Mobility Switzerland Association, yang terdiri dari operator stasiun pengisian bahan bakar utama, perusahaan transportasi dan logistik, serta berbagai pemain industri lain yang mempromosikan mobilitas hidrogen di Swiss.

Entitas bersama akan memperluas pasarnya ke negara-negara Eropa lainnya di luar Swiss.

Hyundai Hydrogen Mobility juga berencana untuk menembus pasar penjualan hidrogen melalui anak perusahaan yang memproduksi dan memasok hidrogen di Swiss, dengan prospek untuk memasuki negara-negara Eropa lainnya.

Dengan pembentukan Hyundai Hydrogen Mobility, Hyundai berharap untuk mendapatkan pijakan di Swiss, di mana permintaan untuk truk sel bahan bakar diperkirakan akan tumbuh cepat. Kebijakan pajak jalan nasional yang kaku untuk truk diesel di Swiss akan mendorong operator armada truk beralih ke kendaraan hidrogen yang nol emisi ini.

Dalam jangka panjang, Hyundai berencana untuk membangun posisi yang maju dan berkelanjutan di pasar kendaraan komersial sel bahan bakar listrik Eropa, karena semakin beradaptasi dengan mobilitas hijau di tengah peraturan ketat yang menargetkan emisi ramah lingkungan.

“Dengan perjanjian hari ini, Hyundai Motor akan memperkuat operasi bisnisnya di seluruh ekosistem hidrogen di Swiss dan sekitarnya. Usaha ini akan memungkinkan kami untuk mengambil langkah pertama menuju berhasil memasuki pasar Eropa yang lebih besar dengan truk listrik sel bahan bakar kami,” kata In Cheol Lee, Wakil Presiden Eksekutif dan Kepala Divisi Kendaraan Komersial di Hyundai Motor. (sur)


Media Ekbis menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksiekbis@gmail.com, dan redaksi@ekbis.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
Advertisement

Trending