Connect with us

DIGITAL & MEDIA

Peta Jalan e-Commerce Bakal Dorong Pertumbuhan dan Ekosistem

Published

on

E-commerce Indonesia dapat dipercaya dan menjadi kekuatan ekonomi digital dunia 2020.

Ekbis.co.id, Palembang – Kementerian Perdagangan mengklaim peta jalan (roadmap) e-commerce yang sedang dirancang pemerintah bakal mendorong pertumbuhan dan ekosistemnya di dalam negeri sehingga Indonesia berkemungkinan menjadi pasar ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara 2020.

Inspektur Jenderal Kementerian Perdagangan Srie Agustina di Palembang, Senin (8/4/2019), mengatakan, untuk itu beberapa topik penting akan masuk dalam peta jalan itu meliputi pendanaan (funding), perpajakan, perlindungan konsumen, infrastruktur komunikasi, logistik, edukasi dan sumber daya manusia, serta keamanan siber (cyber security).

“Kita ingin memastikan melalui peta jalan ini, e-commerce Indonesia dapat dipercaya dan menjadi kekuatan ekonomi digital dunia 2020,” kata dia.

Ia mengatakan pemerintah memiliki atensi luar biasa pada perkembangan e-commerce karena dipercaya dapat mendongkrak pertumbuhan ekonomi nasional, apalagi jika merujuk pada perkembangan dari beberapa negara besar di dunia.

Amerika Serikat diketahui terus mengembangkan internet, begitu pula dengan Rusia dengan pengembangan industri 4.0. Sementara China, lebih fokus pada penerapan sistem e-commerce untuk produk-produk kreatif dan buatan tangan, sedangkan Jepang lebih mengembangkan produk berbasis komunitas dan pengembangan budaya.

“Indonesia sendiri, menyerap semua yang dilakukan negara-negara besar itu. Potensi justru luar biasa ada di kita karena pertumbuhan ekonomi bisa 5,0 persen setiap tahun, sementara mereka hanya berkisar 3,5 persen per tahun,” kata dia.

Selain membuat peta jalan, Kemendag juga melakukan langkah-langkah strategis. Pertama, memastikan peningkatan kesadaran dan pendidikan bagi konsumen, UKM, dan keseluruhan ekosistem.

Kedua, Kemendag akan memberikan pembekalan kepada pembuat kebijakan. Ketiga, Kemendag akan mengembangkan fasilitator edukasi perdagangan berbasis elektronik (e-commerce).

“Tapi patut dicatat, kesemua ini akan sia-sia jika tidak ada keterlibatan kalangan muda, kalangan millenial. Untuk itu, kami terus menerus mendorong mereka ini untuk mau berbisnis e-commerce,” kata dia. Tren belanja online diperkirakan akan terus meningkat. Dalam tiga tahun ke depan, Indonesia akan memiliki 44 juta pembeli online atau melalui e-commerce dengan nilai sekitar 55 miliar dolar AS-65 miliar dolar AS, menurut perusahaan konsultasi McKinsey.

Apalagi belum lama ini, pemerintah telah memutuskan mencabut aturan tentang ketentuan pajak transaksi e-commerce PMK 210/2018 yang sempat diumumkan pada Januari 2019. (dol)


Media Ekbis menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksiekbis@gmail.com, dan redaksi@ekbis.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

DIGITAL & MEDIA

Pengamat : Perlu Ada Pendampingan Terkait Aplikasi Laut Nusantara

Published

on

Direktur Eksekutif Pusat Kajian Maritim untuk Kemanusiaan, Abdul Halim.

Ekbis.co.com, Jakarta – Pengamat kelautan yang juga Direktur Eksekutif Pusat Kajian Maritim untuk Kemanusiaan, Abdul Halim menekankan pentingnya pendampingan terkait dengan penggunaan Aplikasi Laut Nusantara yang diharapkan membantu nelayan dalam melaut.

“Inisiatif (Aplikasi Laut Nusantara) seperti ini baik sepanjang nelayan bisa mempergunakannya secara reguler,” kata Abdul Halim kepada Antara di Jakarta, Selasa (16/4/2019).

Menurut Abdul Halim, sering terjadi program semacam ini, setelah diluncurkan tetapi tidak jelas langkah apa yang bakal dilakukan oleh instansi atau lembaga terkait untuk mempopulerkannya di tengah masyarakat.

Ia menekankan pentingnya ada pendampingan kepada kalangan nelayan untuk melek aplikasi dan pemanfaatannya agar benar-benar bisa mendukung aktivitas melaut.

“Lebih tepatnya pendampingan langsung day to day di lapangan,” katanya.

Menurut dia, Aplikasi Laut Nusantara juga bisa bermanfaat agar nelayan dapat mengetahui tapal batas kawasan perairan nasional sehingga tidak berpotensi untuk ditangkap petugas dari negara lain seperti yang beberapa kali terjadi di perbatasan laut dengan Malaysia.

Sebagaimana diwartakan, Aplikasi Laut Nusantara bisa diunduh di Play Store secara gratis melalui smartphone Android dengan menggunakan operator layanan data.

Aplikasi itu bisa digunakan oleh nelayan saat melaut sejauh smartphone mereka masih bisa menangkap sinyal data dari operator. Berdasarkan ujicoba di sejumlah daerah, aplikasi masih bisa dibuka hingga jarak 10 mil dari pantai.

Aplikasi Laut Nusantara yang dibangun selama kurang lebih 5 bulan ini didukung basis informasi yang lengkap dan setiap saat. Sumber data sepenuhnya atas kerja sama dengan Balai Riset dan Observasi Laut (BROL).

Sebagai lembaga riset dan observasi kelautan di bawah Kementerian Kelautan dan Perikanan, BROL memiliki data kelautan yang sangat lengkap dan sangat berguna untuk pengembangan di bidang kelautan, termasuk manfaat praktis bagi nelayan kecil.

Data-data dari BROL juga terbaru dan berdasarkan riset dan observasi laut di seluruh wilayah nusantara. Semua informasi kelautan yang terdapat dalam Aplikasi Laut Nusantara ini didapat secara langsung dari stasiun bumi Balai Riset dan Observasi Laut, sehingga tidak diragukan keakuratannya.

Saat ini sudah ada 1.300 nelayan dari 11 daerah yang sudah menerima sosialisasi program Laut Nusantara. Ke-11 daerah tersebut adalah Perancak, Pandeglang, Lombok Tengah, Kenjeran, Situbondo, Indramayu, Greges, Pakutatan, Serang, Sendang Biru, dan Prigi.

Sedangkan hingga Februari 2019 lalu, tidak kurang dari 10.000 nelayan telah memanfaatkan aplikasi ini. XL Axiata mentargetkan, hingga akhir tahun nanti akan ada sebanyak 15 ribu nelayan memanfaatkannya. (mrr)


Media Ekbis menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksiekbis@gmail.com, dan redaksi@ekbis.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

DIGITAL & MEDIA

Konsumen Indonesia Rela Bayar Lebih Beli Produk Elektronik Pribadi

Published

on

Lembaga riset Nielsen menyatakan bahwa konsumen Indonesia rela membayar lebih untuk produk premium, terutama melalui platform "e-commerce".

Ekbis.co.id, Jakarta – Lembaga riset Nielsen menyatakan bahwa konsumen Indonesia rela membayar lebih untuk produk premium, terutama melalui platform “e-commerce”.

Dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (16/4/2019), Studi Changing Consumer Prosperity Nielsen mengungkapkan konsumen online Indonesia bersedia membayar lebih mahal untuk produk premium pada kategori elektronik pribadi seperti komputer, ponsel, tablet, alat baca, dan lainnya sebanyak 63 persen; kategori produk pakaian/sepatu (41 persen), mobil (37 persen), perhiasan (34 persen), dan kosmetik (32 persen).

Ditemukan pula bahwa setengah konsumen Indonesia masih mempertimbangkan rekomendasi dari rekan atau keluarganya sebagai faktor yang paling berpengaruh dalam pembelanjaan produk-produk premium baru.

Sementara masing-masing 45 persen konsumen lainnya mengaku bahwa iklan online dan riset tentang produk menjadi faktor lainnya yang mempengaruhi keputusan mereka untuk mencoba produk premium baru.

“Kebiasaan melakukan riset, yang kebanyakan dilakukan dengan cara browsing internet, sebelum membeli produk, lebih banyak dilakukan konsumen Indonesia jika dibandingkan dengan konsumen negara lain di Asia Pasifik,” kata Direktur Consumer Insight Nielsen Indonesia, Rusdy Sumantri.

Rusdy menyebut iklan online juga mempengaruhi keputusan membeli. Menurut dia, hal itu menunjukkan bahwa pengaruh kanal online terhadap perilaku belanja konsumen di Indonesia semakin meningkat.

“Produsen produk premium harus jeli untuk memanfaatkan kanal online untuk menarik konsumen mereka,” imbuh Rusdy.

Secara umum, laporan tersebut mengungkapkan perilaku pembelian dan belanja konsumen pada kategori produk premium bahwa semakin banyak konsumen di seluruh dunia yang berbelanja secara online ke e-commerce lokal untuk produk-produk premium, dengan preferensi mencapai 45 persen di 2018, naik 6 poin dibanding 2016.

Konsumen di India, Turki dan Indonesia (masing-masing 72 persen, 66 persen dan 58 persen) adalah yang paling mungkin berbelanja online secara lokal untuk produk-produk premium menurut laporan tersebut.

Laporan itu juga mencatat hampir seperempat konsumen membeli produk-produk premium dari e-commerce luar negeri (24 persen, naik 5 poin dibanding 2016).

Toko-toko fisik terus menghasilkan penjualan dari tiga dari lima konsumen (60 persen) di dalam negeri. Sementara itu, 15 persen konsumen mengatakan mereka bepergian ke luar negeri untuk membeli produk premium, dengan alasan paling umum adalah karena pengalaman pribadi dan perhatian yang didapatkan selama di dalam toko.

Konsumen di Hong Kong (38 persen), Kroasia (36 persen) dan Serbia (36 persen) adalah yang paling cenderung bepergian ke luar negeri untuk berbelanja barang-barang premium.

Faktor-faktor utama yang dicari konsumen di seluruh dunia dari produk premium adalah kualitas yang unggul, kinerja, desain, pengalaman dan merek.

Khususnya, sekitar dua dari lima konsumen bersedia membayar lebih untuk produk dari bahan organik dan sepenuhnya alami. Serupa dengan hal tersebut, konsumen bersedia membayar lebih untuk produk yang berkelanjutan dan produk-produk memiliki tanggung jawab sosial.

Menurut laporan Nielsen, kategori produk teratas di mana konsumen paling bersedia untuk membeli barang-barang premium termasuk elektronik pribadi (42 persen), pakaian (40 persen), kosmetik (31 persen) dan protein seperti susu dan daging (masing-masing 30 persen dan 29 persen).

Konsumen menilai rekomendasi teman sebagai faktor yang paling berpengaruh dalam uji coba mereka terhadap produk-produk premium baru.

Hampir setengah dari konsumen (46 persen) mengatakan rekomendasi dan dorongan teman dan keluarga mempengaruhi keputusan mereka untuk mencoba produk premium baru, diikuti oleh riset tentang produk (36 persen), iklan online (32 persen), iklan televisi (31 persen) dan iklan dalam toko (25 persen). (aij)


Media Ekbis menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksiekbis@gmail.com, dan redaksi@ekbis.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

DIGITAL & MEDIA

Telkomsel Jaminan Layanan Telekomunikasi Lancar Selama Pemilu 2019

Published

on

GM External Corporate Communications Telkomsel Denny Abidin .

Ekbis.co.id, Jakarta – Operator jaringan seluler Indonesia yakni Telkomsel telah menyiapkan dan memastikan layanan komunikasi selama Hari Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 berjalan lancar.

“Untuk pesta demokrasi Pemilu yang hampir berdekatan dengan momen Ramadhan dan Idul Fitri, Telkomsel telah menyiapkan dan memastikan infrastruktur jaringan agar selama masa tenang, Pilpres, hari pemilihan hingga pengumuman, layanan komunikasi berjalan lancar, tanpa gangguan ataupun kendala yang berarti,” ujar GM External Corporate Communications Telkomsel Denny Abidin dalam keterangan resminya di Jakarta, Selasa (16/4/2019).

Denny menjelaskan bahwa pihaknya telah memastikan kesiapan infrastruktur jaringan telekomunikasi, terutama di titik yang akan menjadi pusat berkumpulnya masyarakat, seperti TPS, Kantor KPU/KPUD setempat, serta titik keramaian lainnya.

Dia juga menyatakan bahwa Telkomsel selalu menjadi bagian dari kesuksesan berbagai perhelatan nasional, dalam hal penyediaan layanan komunikasi.

“Sebagai operator flagship Indonesia. Telkomsel selalu menjadi bagian dari kesuksesan berbagai perhelatan maupun momen nasional dalam hal penyediaan layanan komunikasi, di antaranya Asian Games, Ramadhan dan Idul Fitri, Natal dan Tahun Baru, hingga APEC,” tuturnya.

Tinggal 24 jam lagi masyarakat Indonesia akan memilih pasangan calon presiden dan wakil presiden, calon anggota DPR RI, calon anggota DPD RI, calon anggota DPRD provinsi, dan calon anggota DPRD kabupaten/kota.

Pemilu pada 17 April 2019 juga telah ditetapkan sebagai hari libur nasional melalui Keputusan Presiden RI Nomor 10 Tahun 2019 tentang Hari Pemungutan Suara Pemilihan Umum Tahun 2019 sebagai Hari Libur Nasional.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI mengatakan bahwa pemerintah telah menetapkan pada tanggal 17 April 2019 sebagai hari libur nasional yang spesifik ditujukan agar masyarakat dapat menggunakan hak pilihnya.

KPU RI juga mengingatkan agar tidak ada pihak yang menghalangi warga negara yang memiliki hak pilih untuk datang ke TPS pada 17 April 2019. (aji)


Media Ekbis menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksiekbis@gmail.com, dan redaksi@ekbis.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
Advertisement

Trending