Connect with us

DIGITAL & MEDIA

Lindungi Data Nasabah, Fintech Pinjaman Online Harus Siapkan IT Andal

Published

on

Industri fintech pinjaman online saat ini berkembang pesat di Indonesia.

Ekbis.co.id, Jakarta – Pelaku industri fintech pinjaman online dinilai harus memiliki sistem informasi dan teknologi yang andal agar dapat melindungi data pribadi nasabah dari pencurian oleh pihak yang tidak bertanggungjawab.

“Industri fintech pinjaman online saat ini berkembang pesat di Indonesia. Untuk itu harus disiapkan berbagai antisipasi menghadapi tantangan ke depan,” kata pengamat ekonomi digital dari Universitas Indonesia, Fithra Faisal Hastiadi, dalam siaran pers di Jakarta, Senin (8/4/2019).

Menurut Fithra, agar keberlangsungan industri fintech pinjaman online terus terjaga maka perlu antisipasi kemungkinan pencurian data dengan melindungi server dan data nasabah.

“Peningkatan standar enkripsi menjadi salah satu poin penting yang harus segera dilakukan,” ujarnya.

Tantangan lainnya yang juga berpotensi terjadi pada industri fintech pinjaman online adalah ancaman kegagalan pembayaran.

“Perlu edukasi nasabah pinjaman online agar meminjam sesuai kebutuhan dan juga memperhitungkan kemampuan membayar sesuai dengan perjanjian yang sudah disetujui bersama dengan penyedia jasa,” ujarnya.

Sementara itu, Senior Vice President Corporate Affairs UangTeman, Adrian Dosiwoda mengakui tiga tantangan yang dihadapi industri fintech pinjaman online di Indonesia, yaitu sistem teknologi informasi, nasabah, maupun juga rencana bisnis.

Ia menjelaskan, sebagai salah satu pemain di industri fintech, UangTeman sudah melakukan berbagai antisipasi dan solusi menghadapi persoalan yang berpotensi merugikan industri.

“UangTeman secara rutin meng-upgrading sistem teknologi dan informasi untuk melindungi data nasabah dari potensi pencurian oleh pihak-pihak tertentu,” ujar Adrian.

Selain itu, mengedukasi nasabah yang meminjam melalui UangTeman untuk melakukan pinjaman secara bertanggungjawab dan memperhitungkan kemampuan membayar saat jatuh tempo.

Dengan edukasi ini angka non-performing loan (NPL) yang dimiliki UangTeman berada pada level yang rendah dibandingkan dengan platform pinjaman online serupa.

Angka NPL UangTeman di tahun 2018 berada pada 2,9 persen sedangkan sejak tahun 2015-2018 rata-rata NPL UangTeman adalah 2,1 persen dan ini merupakan yang terendah dibandingkan dengan platform serupa lainnya.

Ia mengharapkan, metode terbaik yang dimiliki oleh UangTeman untuk mengantisipasi berbagai ancaman di industri fintech pinjaman online dapat diterapkan pelaku lainnya, sehingga dampak negatif seperti gangguan layanan dan pencurian data pribadi nasabah dapat dihindari.

“Sebagai industri yang bergantung pada perkembangan teknologi informasi, maka ancaman selalu berkembang. Kami berharap langkah-langkah antisipasi yang dimiliki oleh UangTeman dapat juga diadopsi oleh para pelaku industri fintech pinjaman online lainnya,” kata Adrian. (roy)


Media Ekbis menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksiekbis@gmail.com, dan redaksi@ekbis.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

DIGITAL & MEDIA

Pengamat : Perlu Ada Pendampingan Terkait Aplikasi Laut Nusantara

Published

on

Direktur Eksekutif Pusat Kajian Maritim untuk Kemanusiaan, Abdul Halim.

Ekbis.co.com, Jakarta – Pengamat kelautan yang juga Direktur Eksekutif Pusat Kajian Maritim untuk Kemanusiaan, Abdul Halim menekankan pentingnya pendampingan terkait dengan penggunaan Aplikasi Laut Nusantara yang diharapkan membantu nelayan dalam melaut.

“Inisiatif (Aplikasi Laut Nusantara) seperti ini baik sepanjang nelayan bisa mempergunakannya secara reguler,” kata Abdul Halim kepada Antara di Jakarta, Selasa (16/4/2019).

Menurut Abdul Halim, sering terjadi program semacam ini, setelah diluncurkan tetapi tidak jelas langkah apa yang bakal dilakukan oleh instansi atau lembaga terkait untuk mempopulerkannya di tengah masyarakat.

Ia menekankan pentingnya ada pendampingan kepada kalangan nelayan untuk melek aplikasi dan pemanfaatannya agar benar-benar bisa mendukung aktivitas melaut.

“Lebih tepatnya pendampingan langsung day to day di lapangan,” katanya.

Menurut dia, Aplikasi Laut Nusantara juga bisa bermanfaat agar nelayan dapat mengetahui tapal batas kawasan perairan nasional sehingga tidak berpotensi untuk ditangkap petugas dari negara lain seperti yang beberapa kali terjadi di perbatasan laut dengan Malaysia.

Sebagaimana diwartakan, Aplikasi Laut Nusantara bisa diunduh di Play Store secara gratis melalui smartphone Android dengan menggunakan operator layanan data.

Aplikasi itu bisa digunakan oleh nelayan saat melaut sejauh smartphone mereka masih bisa menangkap sinyal data dari operator. Berdasarkan ujicoba di sejumlah daerah, aplikasi masih bisa dibuka hingga jarak 10 mil dari pantai.

Aplikasi Laut Nusantara yang dibangun selama kurang lebih 5 bulan ini didukung basis informasi yang lengkap dan setiap saat. Sumber data sepenuhnya atas kerja sama dengan Balai Riset dan Observasi Laut (BROL).

Sebagai lembaga riset dan observasi kelautan di bawah Kementerian Kelautan dan Perikanan, BROL memiliki data kelautan yang sangat lengkap dan sangat berguna untuk pengembangan di bidang kelautan, termasuk manfaat praktis bagi nelayan kecil.

Data-data dari BROL juga terbaru dan berdasarkan riset dan observasi laut di seluruh wilayah nusantara. Semua informasi kelautan yang terdapat dalam Aplikasi Laut Nusantara ini didapat secara langsung dari stasiun bumi Balai Riset dan Observasi Laut, sehingga tidak diragukan keakuratannya.

Saat ini sudah ada 1.300 nelayan dari 11 daerah yang sudah menerima sosialisasi program Laut Nusantara. Ke-11 daerah tersebut adalah Perancak, Pandeglang, Lombok Tengah, Kenjeran, Situbondo, Indramayu, Greges, Pakutatan, Serang, Sendang Biru, dan Prigi.

Sedangkan hingga Februari 2019 lalu, tidak kurang dari 10.000 nelayan telah memanfaatkan aplikasi ini. XL Axiata mentargetkan, hingga akhir tahun nanti akan ada sebanyak 15 ribu nelayan memanfaatkannya. (mrr)


Media Ekbis menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksiekbis@gmail.com, dan redaksi@ekbis.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

DIGITAL & MEDIA

Konsumen Indonesia Rela Bayar Lebih Beli Produk Elektronik Pribadi

Published

on

Lembaga riset Nielsen menyatakan bahwa konsumen Indonesia rela membayar lebih untuk produk premium, terutama melalui platform "e-commerce".

Ekbis.co.id, Jakarta – Lembaga riset Nielsen menyatakan bahwa konsumen Indonesia rela membayar lebih untuk produk premium, terutama melalui platform “e-commerce”.

Dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (16/4/2019), Studi Changing Consumer Prosperity Nielsen mengungkapkan konsumen online Indonesia bersedia membayar lebih mahal untuk produk premium pada kategori elektronik pribadi seperti komputer, ponsel, tablet, alat baca, dan lainnya sebanyak 63 persen; kategori produk pakaian/sepatu (41 persen), mobil (37 persen), perhiasan (34 persen), dan kosmetik (32 persen).

Ditemukan pula bahwa setengah konsumen Indonesia masih mempertimbangkan rekomendasi dari rekan atau keluarganya sebagai faktor yang paling berpengaruh dalam pembelanjaan produk-produk premium baru.

Sementara masing-masing 45 persen konsumen lainnya mengaku bahwa iklan online dan riset tentang produk menjadi faktor lainnya yang mempengaruhi keputusan mereka untuk mencoba produk premium baru.

“Kebiasaan melakukan riset, yang kebanyakan dilakukan dengan cara browsing internet, sebelum membeli produk, lebih banyak dilakukan konsumen Indonesia jika dibandingkan dengan konsumen negara lain di Asia Pasifik,” kata Direktur Consumer Insight Nielsen Indonesia, Rusdy Sumantri.

Rusdy menyebut iklan online juga mempengaruhi keputusan membeli. Menurut dia, hal itu menunjukkan bahwa pengaruh kanal online terhadap perilaku belanja konsumen di Indonesia semakin meningkat.

“Produsen produk premium harus jeli untuk memanfaatkan kanal online untuk menarik konsumen mereka,” imbuh Rusdy.

Secara umum, laporan tersebut mengungkapkan perilaku pembelian dan belanja konsumen pada kategori produk premium bahwa semakin banyak konsumen di seluruh dunia yang berbelanja secara online ke e-commerce lokal untuk produk-produk premium, dengan preferensi mencapai 45 persen di 2018, naik 6 poin dibanding 2016.

Konsumen di India, Turki dan Indonesia (masing-masing 72 persen, 66 persen dan 58 persen) adalah yang paling mungkin berbelanja online secara lokal untuk produk-produk premium menurut laporan tersebut.

Laporan itu juga mencatat hampir seperempat konsumen membeli produk-produk premium dari e-commerce luar negeri (24 persen, naik 5 poin dibanding 2016).

Toko-toko fisik terus menghasilkan penjualan dari tiga dari lima konsumen (60 persen) di dalam negeri. Sementara itu, 15 persen konsumen mengatakan mereka bepergian ke luar negeri untuk membeli produk premium, dengan alasan paling umum adalah karena pengalaman pribadi dan perhatian yang didapatkan selama di dalam toko.

Konsumen di Hong Kong (38 persen), Kroasia (36 persen) dan Serbia (36 persen) adalah yang paling cenderung bepergian ke luar negeri untuk berbelanja barang-barang premium.

Faktor-faktor utama yang dicari konsumen di seluruh dunia dari produk premium adalah kualitas yang unggul, kinerja, desain, pengalaman dan merek.

Khususnya, sekitar dua dari lima konsumen bersedia membayar lebih untuk produk dari bahan organik dan sepenuhnya alami. Serupa dengan hal tersebut, konsumen bersedia membayar lebih untuk produk yang berkelanjutan dan produk-produk memiliki tanggung jawab sosial.

Menurut laporan Nielsen, kategori produk teratas di mana konsumen paling bersedia untuk membeli barang-barang premium termasuk elektronik pribadi (42 persen), pakaian (40 persen), kosmetik (31 persen) dan protein seperti susu dan daging (masing-masing 30 persen dan 29 persen).

Konsumen menilai rekomendasi teman sebagai faktor yang paling berpengaruh dalam uji coba mereka terhadap produk-produk premium baru.

Hampir setengah dari konsumen (46 persen) mengatakan rekomendasi dan dorongan teman dan keluarga mempengaruhi keputusan mereka untuk mencoba produk premium baru, diikuti oleh riset tentang produk (36 persen), iklan online (32 persen), iklan televisi (31 persen) dan iklan dalam toko (25 persen). (aij)


Media Ekbis menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksiekbis@gmail.com, dan redaksi@ekbis.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

DIGITAL & MEDIA

Telkomsel Jaminan Layanan Telekomunikasi Lancar Selama Pemilu 2019

Published

on

GM External Corporate Communications Telkomsel Denny Abidin .

Ekbis.co.id, Jakarta – Operator jaringan seluler Indonesia yakni Telkomsel telah menyiapkan dan memastikan layanan komunikasi selama Hari Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 berjalan lancar.

“Untuk pesta demokrasi Pemilu yang hampir berdekatan dengan momen Ramadhan dan Idul Fitri, Telkomsel telah menyiapkan dan memastikan infrastruktur jaringan agar selama masa tenang, Pilpres, hari pemilihan hingga pengumuman, layanan komunikasi berjalan lancar, tanpa gangguan ataupun kendala yang berarti,” ujar GM External Corporate Communications Telkomsel Denny Abidin dalam keterangan resminya di Jakarta, Selasa (16/4/2019).

Denny menjelaskan bahwa pihaknya telah memastikan kesiapan infrastruktur jaringan telekomunikasi, terutama di titik yang akan menjadi pusat berkumpulnya masyarakat, seperti TPS, Kantor KPU/KPUD setempat, serta titik keramaian lainnya.

Dia juga menyatakan bahwa Telkomsel selalu menjadi bagian dari kesuksesan berbagai perhelatan nasional, dalam hal penyediaan layanan komunikasi.

“Sebagai operator flagship Indonesia. Telkomsel selalu menjadi bagian dari kesuksesan berbagai perhelatan maupun momen nasional dalam hal penyediaan layanan komunikasi, di antaranya Asian Games, Ramadhan dan Idul Fitri, Natal dan Tahun Baru, hingga APEC,” tuturnya.

Tinggal 24 jam lagi masyarakat Indonesia akan memilih pasangan calon presiden dan wakil presiden, calon anggota DPR RI, calon anggota DPD RI, calon anggota DPRD provinsi, dan calon anggota DPRD kabupaten/kota.

Pemilu pada 17 April 2019 juga telah ditetapkan sebagai hari libur nasional melalui Keputusan Presiden RI Nomor 10 Tahun 2019 tentang Hari Pemungutan Suara Pemilihan Umum Tahun 2019 sebagai Hari Libur Nasional.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI mengatakan bahwa pemerintah telah menetapkan pada tanggal 17 April 2019 sebagai hari libur nasional yang spesifik ditujukan agar masyarakat dapat menggunakan hak pilihnya.

KPU RI juga mengingatkan agar tidak ada pihak yang menghalangi warga negara yang memiliki hak pilih untuk datang ke TPS pada 17 April 2019. (aji)


Media Ekbis menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksiekbis@gmail.com, dan redaksi@ekbis.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
Advertisement

Trending