Connect with us

LABOUR

Apkasindo Siapkan SDM Auditor ISPO

Published

on

Gulat Manurung dikukuhkan sebagai Ketua DPP Apkasindo (Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia) dalam Munaslub di Parapat, Sumatera Utara, Senin (25/3/2019).

Ekbis.co.id, Jakarta – Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) ke depan akan menyiapkan sumber daya manusia (SDM) auditor Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO).

Ketua DPP Apkasindo hasil musyawarah luar biasa (Munaslub) Gulat Manurung di Parapat, Sumatera Utara, Senin (25/3/2019)mengatakan, auditor ISPO tersebut sangat penting untuk mendampingi petani sawit menuju perkebunan sawit yang berkelanjutan.

“Untuk itu kami akan menginisiasi peningkatan SDM semua Ketua DPW/DPD dan pengurus Apkasindo untuk mengikuti pelatihan menjadi Auditor ISPO,” katanya ketika menyampaikan visi dan misi setelah dirinya terpilih sebagai Ketua DPP Apkasindo periode 2019-2024.

Dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta disebutkan, Gulat Manurung terpilih aklamasi dalam sidang paripurna Pemilihan Ketua Umum yang dihadiri 17 DPW dari 22 DPW Provinsi se-Indonesia, menggantikan Ketua DPP Apkasindo periode 2014-2019 Anizar Simanjuntak.

Selain menyiapkan SDM auditor ISPO, ujar Gulat Manurung, pihaknya akan segera menyusun langkah-langkah strategis untuk mengadvokasi para petani kelapa sawit terkait harga tandan buah segar (TBS) dan persoalan lahan petani yang terjebak di dalam kawasan hutan.

Sebelumnya, Ketua Dewan Pembina DPP Apkasindo, Bayu Krisnamurthi menilai tidak mudah menjadi Ketua Umum Apkasindo karena tugas berat sudah di depan mata, satukan kekuatan dan semangat untuk kesejahteraan petani sawit.

Apalagi tambahnya, pemerintah Indonesia sangat membutuhkan Apkasindo untuk bersama-sama dengan organisasi kelapa sawit lainnya melawan RED II Eropa yang baru-baru ini sudah diembuskan oleh Uni Eropa (UE). (sub)


Media Ekbis menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksiekbis@gmail.com, dan redaksi@ekbis.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

LABOUR

Peneliti : Pemerintahan Baru Perlu Kembangkan SDM dan Industri Sekunder

Published

on

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Andry Satrio Nugroho.

Ekbis.co.id, Jakarta – Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Andry Satrio Nugroho mengatakan pemerintahan baru yang terpilih pada Pemilu 2019 perlu menghasilkan sumber daya manusia yang kompetitif dan mengembangkan industri sekunder.

Andry saat dihubungi di Jakarta, Kamis (18/4/2019), mengatakan upaya ini harus dilakukan agar Indonesia bisa lolos dari jebakan negara berpenghasilan menengah (middle income trap).

“Tantangan bangsa ke depan adalah bagaimana Indonesia bisa keluar dari negara berpendapatan menengah, atau populernya keluar dari jebakan middle income trap,” katanya.

Menurut dia, untuk menghadapi tantangan tersebut, Indonesia harus memiliki pendapatan per kapita di atas 12.476 dolar AS atau setara Rp175,2 juta per tahun pada 2027.

Untuk mencapai itu, pemerintah perlu membukukan pertumbuhan pendapatan per kapita sebesar 5,5 persen hingga enam persen per tahun.

Saat ini, pendapatan per kapita Indonesia berada dalam kisaran 3.927 dolar AS atau sekitar Rp56 juta per kapita per tahun pada 2018, lebih tinggi dari 2016 sebesar Rp47,9 juta dan 2017 sebesar Rp51,9 juta.

Oleh karena itu, peningkatan mutu pendidikan untuk perbaikan kualitas sumber daya manusia sangat penting untuk menambah jumlah tenaga kerja lulusan SMA/SMK ke atas dan mengurangi tenaga kerja lulusan di bawahnya yakni SD dan SMP.

Pembenahan sumber daya manusia itu disertai juga dengan penguasaan teknologi yang memadai mulai dari tingkat pendidikan yang rendah.

Selain itu, Andry menambahkan upaya reindustrialisasi perlu dilakukan, melalui peningkatan industri dari sektor hilir, untuk mengembalikan industri manufaktur sebagai motor penggerak utama perekonomian.

Pemerintah juga perlu mengundang investasi langsung asing di sektor sekunder seperti pengolahan nonmigas sehingga sektor tersebut dapat bergairah kembali.

Dalam upaya tersebut, pemerintah dapat mendorong ekspor produk yang bernilai tambah tinggi dan mempunyai rantai produksi panjang, yaitu produk-produk yang berteknologi tinggi.

Ekspor yang disasar juga bukan lagi ke negara-negara berkembang di Asia, melainkan ke negara-negara maju.

Dengan strategi yang ada, Indonesia mempunyai sumber daya manusia yang berkualitas dan persoalan defisit neraca transaksi berjalan dapat teratasi. (kat)


Media Ekbis menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksiekbis@gmail.com, dan redaksi@ekbis.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

LABOUR

Kemenristekdikti : SDM Maritim Sangat Diperlukan

Published

on

Direktur Jenderal Sumber Daya Iptek dan Dikti Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) Ali Ghufron Mukti saat memberikan sambutan pada seminar internasional bidang kemaritiman di Jakarta, Senin (15/4/2019).

Ekbis.co.id, Jakarta – Direktur Jenderal Sumber Daya Iptek dan Dikti (SDID) Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) Ali Ghufron Mukti mengatakan sumber daya manusia di bidang maritim sangat diperlukan untuk menyongsong Indonesia sebagai pusat maritim dunia.

“Kebutuhan SDM di sektor maritim ini sangat luar biasa banyaknya, apalagi kalau Indonesia menjadi pusat maritim dunia. Mulai dari pelabuhan ke laut, laut ke pelabuhan itu membutuhkan SDM yang banyak,” ujar Ghufron dalam seminar internasional bidang kemaritiman di Jakarta, Senin (15/4/2019).

Untuk menyiapkan SDM dibidang maritim, lanjut Ghufron, perlu diperhatikan tiga hal yakni jenis SDM, kualifikasinya dan kompetensinya.

“Jenis SDM seperti apa, lalu jenis kualifikasinya seperti apa. Katakan dari sisi yang menguasai logistik pelabuhan, itu tingkatnya kualifikasinya apa saja, D3, D4, S1, bahkan S3,” jelas dia.

Lalu kompetensinya apa yang dibutuhkan, untuk ahli manajemen logistik pelabuhan. Menurut Ghufron hal itu harus dipikirkan bagaimana merancang rencana induk dibidang maritim hingga 2030.

Kemenristekdikti sudah membuat rencana induk SDM sejumlah bidang seperti kesehatan, infrastruktur, pertanian, pendidikan dan swasembada.

“Ke depan semua serba mudah dan jelas berapa kebutuhannya di setiap bidang,” jelas dia lagi.

Ghufron menjelaskan dibidang maritim masih terjadi sejumlah kendala seperti program studi bidang maritim yang hanya ada di beberapa peguruan tinggi. Padahal Indonesia mempunyai cita-cita menjadi pusat maritim dunia hingga SDM yang kurang. (ind)


Media Ekbis menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksiekbis@gmail.com, dan redaksi@ekbis.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

LABOUR

Pemerintah Dorong SDM Pelaut di Indonesia Kompeten-Bersertifikasi

Published

on

Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi.

Ekbis.co.id, Jakarta – Pemerintah mendorong sumber daya manusia (SDM) pelaut di Indonesia memiliki kompetensi dengan bersertifikasi agar dapat meningkatkan daya saing mereka dan bekerja di berbagai perusahaan pelayaran besar global.

“Kementerian Perhubungan pada 2019 menargetkan penyelenggaraan DPM (Diklat Pemberdayaan Masyarakat) dapat menjaring 160 ribu peserta,” kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat membuka Diklat Pemberdayaan Masyarakat Tahun 2019 di Tangerang, Banten, Minggu (11/4/2019).

Menurut Budi Karya Sumadi, DPM di Tangerang ini merupakan upaya pemerintah untuk mendidik dan menyiapkan SDM terampil di bidang transportasi laut.

Apalagi, lanjutnya, saat ini Indonesia dinilai masih kekurangan dan membutuhkan lebih banyak SDM terampil di berbagai sektor transportasi yang ada.

Menhub mengemukakan, pihaknya telah menugaskan lebih dari 10 sekolah di bawah naungan Badan Pengembangan SDM Kemenhub untuk memberdayakan masyarakat.

Pemberdayaan tersebut dilakukan dengan mengajarkan kepada masyarakat berbagai kompetensi berkaitan dengan berbagai matra laut, darat, udara, dan kereta api.

Bagi pelaut, dengan sertifikasi, para pelaut bekerja di pelayaran di laut lepas dan diperiksa oleh petugas maka mereka bisa menunjukkan dokumen yang tepat.

Selain itu, bagi sejumlah lulusan terbaik yang paling kompeten dalam DPM tersebut akan mendapatkan kesempatan untuk langsung bekerja di perusahaan kapal niaga.

Terkait dengan SDM, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengingatkan pentingnya pengembangan SDM untuk mewujudkan cita-cita transformasi di era digital dan menghadapi tantangan dari revolusi industri 4.0.

Menkeu saat memberikan kuliah umum di Cornell University, New York, AS, Rabu (10/4) waktu setempat, menyatakan bahwa kebijakan ini penting karena revolusi industri 4.0 dapat memberikan kesempatan bagi negara berkembang untuk melanjutkan pembangunan.

Sri Mulyani menjelaskan selama ini pemerintah sudah melakukan upaya pembenahan SDM dengan menyiapkan alokasi dalam APBN untuk pendidikan 20 persen, jaring pengaman sosial 10 persen dan kesehatan lima persen.

Pemerintah juga telah memberikan mekanisme insentif terkait pengembangan SDM seperti pengecualian pajak untuk buku literatur, maupun insentif pajak untuk riset dan pelatihan vokasi. (mrr)


Media Ekbis menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksiekbis@gmail.com, dan redaksi@ekbis.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
Advertisement

Trending