Connect with us

SUMATERA

Sumatera Selatan Lepas Ekspor Komoditas Pertanian ke Empat Negara

Published

on

Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru melepas ekspor komoditas pertanian yaitu karet, kelapa bulat, dan kopi ke empat negara di Pelabuhan Boom Baru, Palembang, Jumat (15/3/2019).

Ekbis.co.id, Palembang – Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru melepas ekspor komoditas pertanian yaitu karet, kelapa bulat, dan kopi ke empat negara di Pelabuhan Boom Baru, Palembang, Jumat (15/3/2019).

Komoditas itu terdiri atas karet 1.108 ton dengan nilai Rp21.687.149.260 yang dikirim ke Jepang dan Finlandia, kemudian buah kelapa bulat sebanyak 500 ton Rp1.330.000.000 ke China, dan kopi sebanyak 210 ton dengan nilai Rp4.224.780.000 ke Inggris, sehingga total nilai ekspor mencapai Rp21.687.149.260.

Herman Deru mengatakan pelepasan ekspor ini menjadi momentum bagi Sumatera Selatan untuk semakin menguatkan komitmen untuk menambah nilai tambah komoditas pertanian.

Pelepasan ekspor komoditas pertanian ini diharapkan menjadi titik tolak untuk senantiasa peduli pada peningkatan kesejahteraan petan, mengingat angka kemiskinan Sumsel masih dua digit yakni 12,80 persen (di atas rata-rata nasional).

“Hari ini menjadi peristiwa penting bagi Sumsel, bagaimana semua pihak harus berpikir menjadi sejahtera melalui komoditas,” kata dia.

Pada kesempatan itu juga diserahkan sertifikat kesehatan tumbuhan kepada PT Suryo Indo Cocos, PT Hevea Muara Klingi dan PT Budi Wahana.

Kepala Badan Karantina Pertanian Kementerian Pertanian Ali Jamil mengatakan ekspor komoditas pertanian ini menjadi fokus pemerintah karena memberikan sumbangan yang besar terhadap devisa negara. Negara berkeinginan menekan defisit neraca perdagangan lantaran lebih banyak impor dibandingkan ekspor.

Ia mengatakan sebenarnya ekspor tiga produk pertanian ini sudah berjalan di Sumsel, hanya saja Presiden mengharapkan ekspor pertanian ini lebih digalakkan lagi. Hal ini terkait dengan cita-cita ingin menjadi lumbung pangan dunia 2020.

“Bagaimana kita bisa membidik dan memberikan makan negara lain jika tidak diekspor, jadi ekspor ini harus digalakkan,” kata dia.

Sejauh ini, pemerintah telah meluncurkan program Ayo Galakkan Ekspor, Generasi Millenial Bangsa #agrogemilang2019 untuk memacu pertumbuhan ekspor di dalam negeri.

Terkait ini, Balai Karantina Pertanian memastikan komoditas ekspor ini memenuhi persyaratan di negara tujuan sehingga tidak mengalami penolakan.

Berdasarkan sistem aplikasi perkarantinaan 2018 tercatat ekspor Sumsel untuk karet sebanyak 249.000 ton dengan nilai Rp3,9 triliun, kelapa bulat sebanyak 129.001 ton dengan nilai Rp245.101.901.900, kopi sebanyak 2.195 ton dengan nilai Rp39.507.458.400. (dol)


Media Ekbis menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksiekbis@gmail.com, dan redaksi@ekbis.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

SUMATERA

Kemenhub Anggarkan Rp39 Miliar untuk Kembangkan Pelabuhan Panasahan

Published

on

Bupati Pesisir Selatan, Hendrajoni.

Ekbis.co.id, Painan – Kementerian Perhubungan menganggarkan Rp39 miliar guna mempercepat pengembangan Pelabuhan Panasahan, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat pada tahun ini.

“Tahun ini pusat menganggarkan Rp39 miliar untuk membangun berbagai infrastruktur di Pelabuhan Panasahan,” kata Bupati Pesisir Selatan, Hendrajoni di Painan, Rabu (20/3/2019).

Dikatakannya, pihaknya mendukung percepatan realisasi anggaran tersebut, untuk itu ia berupaya secepatnya membebaskan tanah seluas 12 hektare di sekitar pelabuhan.

Selanjutnya setelah semuanya berjalan sesuai rencana, pemerintah kabupaten setempat akan menjalin kerja sama dengan PT Pelabuhan Indonesia dalam pengelolaan pelabuhan.

“Informasinya mereka siap menginvestasikan anggaran sekitar Rp300 miliar di Pelabuhan Panasahan,” ujarnya.

Ia menyebutkan dengan beroperasinya Pelabuhan Panasahan maka bisa dimanfaatkan untuk pengapalan minyak sawit mentah atau crude palm oil di daerah setempat dan daerah terdekat.

“Jika sudah dioperasikan pengapalan CPO yang berasal dari Pesisir Selatan dan daerah terdekat tidak perlu lagi ke Pelabuhan Teluk Bayur. Hal ini akan mendatangkan banyak manfaat mulai dari memangkas biaya transportasi, meminimalkan kerusakan jalan akibat truk pembawa CPO dan lainnya,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan setempat, Gunawan, menyebutkan saat ini pihaknya tengah mengebut penyelesaian detail enginering design (DED) dan masterplant pembangunan Pelabuhan Panasahan.

Menurut dia, di Pelabuhan Panashan nantinya juga akan dibangun kawasan pergudangan, perkantoran serta sarana dan prasarana pendukung lainnya. (msn)


Media Ekbis menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksiekbis@gmail.com, dan redaksi@ekbis.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

SUMATERA

Dirut Pertamina Ajak Mahasiwa Riau Kelola Ladang Minyak Blok Rokan

Published

on

Dirut PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati memberikan hadiah kepada mahasiswa yang menang kuis pada acara BUMN goes to campus di aula Universitas Riau kampus Gobah, Kota Pekanbaru, Selasa (19/3/2019).

Ekbis.co.id, Pekanbaru – Dirut PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati mengajak mahasiswa di Riau untuk bersama-sama mengembangkan ladang minyak Blok Rokan, yang pengelolaannya sepenuhnya dilakukan oleh Pertamina pada 2021 setelah kontrak PT Chevron Pacific Indonesia tidak diperpanjang oleh Pemerintah Indonesia.

Pada acara “BUMN goes to campus” yang dihadiri sekitar 3.000 mahasiwa di aula Universitas Riau Kampas Gobah, Kota Pekanbaru, Selasa (19/3/2019), Nicke menyatakan bahwa Blok Rokan merupakan ladang minyak dengan produksi terbesar di Indonesia, dan peluang pengembangannya sangat cerah sehingga Pertamina butuh tenaga-tenaga muda, khususnya dari Riau untuk turut serta.

“Saya, Pertamina, mengajak adik-adik (mahasiswa) untuk kemudian memberikan kontribusi juga dalam riset dan pengembangan. Bagaimana kita melakukan kajian lebih lanjut, karena ternyata, ada sepertiga area yang belum digarap sama sekali. Rokan ini punya produksi minyak terbesar di indonesia, itu baru 2/3 yang digarap,” katanya.

Blok Rokan yang memiliki luas wilayah 6.264 kilometer persegi yang merupakan ladang minyak terbesar di Indonesia, yang berlokasi di Provinsi Riau. “Ayo kita garap sama-sama, kita akan kerja sama dengan Universitas Riau, kita bukan seluas-seluasnya,” lanjut Nicke Widyawati.

Meski baru akan mengelola Blok Rokan pada 2021, lanjutnya, berkat dukungan Presiden Joko Widodo Pertamina sudah punyak halk untuk mengambil minyak mentah sejak Januari 2019. Minyak mentah itu dibeli oleh Pertamina dan kemudian diolah di Kilang Pertamina di Cilacap sehingga produksi bahan bakar minyak lebih murah.

Selama ini pengelolaan Blok Rokan oleh Chevron minyak mentah diekspor ke luar negeri. Dengan Pertamina bisa membelinya, impor minyak mentah (crude oil) Indonesia menurun.

“Penurunan impor crude oil nasional kita 70 persen dari tahun lalu. Artinya, neraca migas nasional membaik. Devisa negara, artinya uang tidak ada keluar, kita bayar di dalam negeri,” katanya.

Jenis minyak mentah di Blok Rokan merupakan yang terbaik, lanjutnya, dan kalau diolah di kilang Pertamina akan hasilkan produk Pertamax dan Pertamax Turbo yang paling bagus. Hal ini akan menguntungkan semua pihak, ujarnya.

“Jadi kalau kita olah minyak dari Blok Rokan, negara diuntungkan, Pertamina juga diuntungkan, masyarakat juga diuntungkan krena harga pembelian lebih murah, sebelumnya dari Nigeria transportasi lebih mahal, sekarang dari Rokan, Riau, diangkut ke kilang Pertamina Cilacap lebih murah, semua pihak diuntungkan,” ujarnya.

“Berbanggalah adik-adik semua menjadi masyarakat di Riau in, karena jadi kontribusi luar biasa bagi negara ini,” lanjut Nicke yang disambut tepuk tangan ribuan mahasiswa.

Sementara itu, Menteri BUMN Rini Soemarno dalam kuliah umumnya di acara tersebut menyatakan, Pemerintah Indonesia sudah berhasil mengambil alih pengelolaan Blok Rokan yang sudah puluhan tahun dipegang oleh Chevron. Hal ini patut dibanggakan karena Pertamina melakukannya tidak menggunakan dana negara atau APBN.

“Blok Rokan saja harganya 780 juta dolar (AS), pakai dana sendiri tidak pakai dana negara,” kata Rini Soemarno.

Pertamina ditetapkan sebagai operator Blok Rokan dari 2021 sampai 2041. Setelah diserahkan ke Pertamina mulai 2021, perusahaan tersebut akan berbagi hak partisipasi (Participating Interest/PI) ke Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dengan porsi 10 persen.

Berdasarkan catatan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) produksi minyak siap jual Rokan pada semester I 2018 sebesar 771.000 barel per hari (bph), sedangkan porsi produksi Rokan mencapai mencapai 207.148 barel

Terdapat dua lapangan minyak raksasa di Blok Rokan, yakni Minas dan Duri. Lapangan Minas yang telah memproduksi minyak hingga 4,5 miliar barel minyak sejak mulai berproduksi pada 1970-an. Pada masa jayanya, produksi minyak Lapangan Minas pernah menembus angka 1 juta bph. Lapangan tua ini masih bisa menghasilkan minyak sekitar 45.000 bph.

Sementara itu, Lapangan Duri berlokasi di Kabupaten Bengkalis, yang secara administrasi masuk Kecamatan Mandau. Lapangan ini punya kandungan minyak mentah unik yang dikenal dengan nama Duri Crude. Chevron selama ini menggunakan teknologi EOR (enhance oil recovery) dan cukup berhasil mengoptimalkan produksi minyak Duri melawan penurunan alami. (ang)


Media Ekbis menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksiekbis@gmail.com, dan redaksi@ekbis.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

SUMATERA

Gubernur Ridho Bangga Nilai Tukar Petani Lampung Tertinggi se-Sumatera

Published

on

Gubernur Lampung M Ridho Ficardo pada Rapat Paripurna Istimewa DPRD Lampung, dalam rangka HUT Ke-55 Provinsi Lampung

Ekbis.co.id, Bandarlampung – Gubernur Lampung M Ridho Ficardo memaparkan berbagai hasil pembangunan provinsi serta pembangunan strategis nasional di daerah setempat, pada HUT Ke-55 Provinsi Lampung, di antaranya ia merasa bangga Nilai Tukar Petani (NTP) Lampung tertinggi se-Sumatera.

Gubernur Ridho pada Rapat Paripurna Istimewa DPRD Lampung, dalam rangka memperingati HUT Provinsi Lampung, di Bandarlampung, Senin (18/3/2091), mengatakan pembangunan tersebut di antaranya infrastruktur jalan, perpustakaan modern, observatorium terbesar se-Asia tenggara.

Kemudian, dermaga eksekutif, Jalan Tol Trans Sumatera, Bandara Internasional Radin Inten II, Bandara Gatot Subroto, Bandara Taufiq Kiemas, dan sebagainya.

Begitu pula dengan pembangunan di bidang pertanian, yang menurut Gubernur Ridho menjadi salah satu pembangunan stategis di Provinsi Lampung.

“Dengan pembangunan saluran irigasi yang baik, Provinsi Lampung berhasil menduduki peringkat empat surpus beras nasional. Begitu juga dengan jagung, dan peternakan,” katanya.

Bahkan, lanjutnya, Nilai Tukar Petani (NTP) Lampung terus meningkat setiap tahun dan merupakan tertinggi se-Sumatera. Gubernur Ridho menilai kenaikan NTP tersebut merupakan prestasi seluruh jajaran pertanian, terutama petani Lampung.

Namun, dari berbagai deretan kemajuan yang berhasil diraih oleh Pemerintah Provinsi Lampung, Ridho menekankan untuk lebih memfokuskan pembangunan pada sektor pendidikan. Menurutnya, hakikat dari pembangunan adalah dengan membangun manusia Indonesia seutuhnya.

Oleh karenanya berbagai pembangunan di sektor pendidikan menjadi salah satu prioritas pembangunan Pemprov Lampung. Di antaranya adalah dengan memperbesar kapasitas berbagai perguruan tinggi untuk menampung lebih banyak anak-anak Lampung berprestasi, melalui hibah tanah kepada perguruan-perguruan tinggi di Lampung, baik negeri maupun swasta.

“Hakikat dari pembangunan Indonesia adalah membangun manusia indonesia seutuhnya. Jadi fokusnya adalah di pendidikan. Saya tidak ingin ketika pembangunan di Lampung sudah semakin pesat, konektivitas dengan dunia internasional semakin lebar, tapi justru memakan anak-anak kita sendiri. Saya mau anak-anak kita, yang meneruskan tongkat pembangunan di Lampung, bukan orang lain,” tegasnya. (aws)


Media Ekbis menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksiekbis@gmail.com, dan redaksi@ekbis.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
Advertisement

Trending