Connect with us

TRANS

Menhub Targetkan Pengembangan Bandara Depati Amir Rampung 2020

Published

on

Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi.

Ekbis.co.id, Pangkal Pinang – Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menargetkan pengembangan terminal Bandara Depati Amir, Pangkal Pinang, Bangka Belitung, rampung pada 2020.

“Ini baru akan di-ground breaking minggu depan. Diharapkan selesai dalam 18 bulan,” kata Menhub saat meninjau lokasi proyek pengembangan terminal penumpang Bandara Depati Amir, Pangkal Pinang, Kamis (14/3/2019).

Nantinya, ia menyebutkan, kapasitas terminal penumpang akan meningkat dari 1,5 juta penumpang per tahun menjadi tiga juta penumpang per tahun.

“Sekarang ini, bandara dengan kapasitas 1,5 juta penumpang per tahun ini akan dibangun untuk ditingkatkan kapasitasnya menjadi 3 juta penumpang per tahun,” katanya.

Lebih lanjut, ia mengatakan nantinya bandara ini akan terus dikembangkan hingga memiliki kapasitas lima juta penumpang per tahun pada 2024.

“Lima juta penumpang per tahun setelah itu. Jadi, mungkin 2020 kita udah berpikir untuk menambah menjadi tiga kali lipat dari sekarang,” katanya.

Selain terminal penumpang nantinya panjang landas pacu (runway) Bandara Depati Amir juga akan ditambah.

Terkait rencana tersebut, Menhub menyebut PT Angkasa Pura II (Persero) akan melakukan pembebasan tanah.

“Nanti, untuk yang urusan landasan pacu ada pembebasan tanah 20,8 hektare. Landasan pacu dari ukuran 2.250 x 45 meter akan menjadi 2.650 x 45 meter,” katanya.

Pada kesempatan tersebut Menhub didampingi Executive General Manager Bandara Depati Amir Chuandra, Direktur Bandar Udara Ditjen Perhubungan Udara M Pramintohadi Sukarno, dan sejumlah pejabat terkait.

PT Angkasa Pura II menggenjot pengembangan Bandara Depati Amir Pangkal Pinang baik dari sisi darat maupun sisi udara demi memenuhi target melayani lima juta penumpang per tahun dalam lima tahun ke depan.

Direktur Utama PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin, dalam kesempatan sama, mengatakan pihaknya tengah mengembangkan sisi utara dan selatan.

“Kalau dilihat dari sisi Selatan, kita sedang tanam piling (fondasi) untuk pengembangan selanjutnya menjadi tiga juta penumpang. Presiden juga sudah memerintahkan langsung untuk mengembangkan sisi utara, jadi ultimate tengah, saya kiri dan kanan menjadi kapasitas lima juta penumpang,” katanya.

Kapasitas ini menjadi kebutuhan, menurut Awaluddin, sepanjang 2018, jumlah penumpang sudah mencapai 2,2 juta orang, sementara dalam sehari mencapai 6.000-8.000 pergerakan penumpang.

“Berbagai sarana dan prasarana lainnya seperti instrument landing system dengan Airnav akan dikalkulasikan,” katanya.

Untuk kapasitas parkir pesawat (apron) seluas 51.660 meter persegi dengan 9 parking stand untuk pesawat sejenis Boeing 737 atau Airbus A320.

Dalam peresmian, Presiden Joko Widodo meminta pengembangan terminal penumpang Bandara Depati Amir di Pangkal Pinang, Provinsi Bangka Belitung, segera direalisasikan.

Hal ini untuk menjawab pertumbuhan penumpang di Bandara Depati Amir yang pada 2017, jumlah penumpangnya telah mencapai 2,98 juta penumpang. (jtr)


Media Ekbis menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksiekbis@gmail.com, dan redaksi@ekbis.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

TRANS

Dishub Bekasi Petakan Potensi Kemacetan di Jalur Pantura

Published

on

Kepala Dishub Kabupaten Bekasi, Yana Suyatna.

Ekbis.co.id, Bekasi – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bekasi, Jawa Barat memetakan potensi kemacetan di ruas jalan arteri atau jalur Pantai Utara (Pantura) wilayah setempat selama arus mudik dan balik lebaran 2019, tidak hanya imbas dari pemberlakuan satu arah atau one way di ruas tol Jakarta-Cikampek saja, namun juga faktor lainnya.

Kepala Dishub Kabupaten Bekasi, Yana Suyatna di Cikarang, Jumat mengatakan, di jalan Pantura masih ditemui gangguan jalan yang dapat menghambat para pemudik. Misalnya sarana infrastruktur atau kondisi jalan yang berlubang atau kerusakan jalan.

Kemudian adanya pasar tumpah di lima titik. “Pasar tumpah ada di Tambun, Cibitung, Pasar Lama, Sentra Grosir Cikarang (SGC) dan Lemahabang,” katanya.

Yana mengatakan, di beberapa ruas jalur mudik di wilayah setempat juga masih terdapat perlintasan kereta api sebidang. Keberadaan perlintasan ini justru menghambat laju kecepatan pengendara motor di jalur Pantura.

“Mentalitas pengemudi roda dua saat di perlintasan sebidang dan lampu merah juga diuji. Artinya mereka harus sabar mematuhi rambu lalu lintas demi kenyamanan mereka juga,” kata dia.

Dia juga mengeluhkan soal minimnya lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) di Jalan Gatot Subroto dan di dekat Kali Ulu.

Minimnya keberadaan PJU dikhawatirkan bisa menurunkan tingkat kewaspadaan pemudik saat berkendara sehingga berpotensi menimbulkan kecelakaan lalu lintas.

Yana berharap agar instansi terkait bisa menangani persoalan tersebut, sehingga potensi gangguan jalan di jalur mudik bisa ditekan seminimal mungkin.

“Kita harap bisa segera ditangani karena prediksi kita puncak arus mudik di Kabupaten Bekasi terjadi pada H-3 atau 2 Juni dan arus balik H+3 atau 8 Juni,” tandas dia. (pks)


Media Ekbis menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksiekbis@gmail.com, dan redaksi@ekbis.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

TRANS

Begini Dukungan BRI untuk UMKM di “Rest Area” Tol Trans Sumatera

Published

on

Wakil Pimpinam Wilayah BRI Bandarlampung, Jhon Sarjoni, saat melakukan transaksi pembelian keripik di rest area KM 215 Tol Trans Sumatera ruas Terbanggi Besar-Pematang Panggang, Lampung, Jumat (24/5/2019).

Ekbis.co.id, Lampung – Bank Rakyat Indonesia (BRI) mendukung penuh keberadaan para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM ) untuk bisa berjualan di rest area Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) karena akan mendorong perkembangan perekonomian masyarakat sekitar di kawasan jalan bebas hambatan tersebut.

“Nanti kami memang fokus untuk usaha pengembangan usaha UMKM dan hampir 80 persen secara nasional segala pembiayaan ditujukan ke sektor UMKM, termasuk di rest area yang ada di sini,” kata Wakil Pimpinan Wilayah BRI Bandarlampung, Jhon Sarjoni, di Tulang Bawang Barat, Provinsi Lampung, Jumat (24/5/2019).

Menurutnya, para pelaku UMKM akan mendapatkan dukungan dalam hal pembiayaan kredit, pembinaan manajemen, dan menciptakan akses pasar, sehingga mereka bisa lebih meningkatkan kapasitas usaha yang dimilikinya.

“Potensi di sini banyak sekali, baik yang berbasis komoditas pertanian, pemberian makanan, maupun kerajinan. Itu kan sayang kalau tidak kita berikan akses,” katanya

Ia menjelaskan para pelaku UMKM bisa lebih mandiri, mengembangkan pasar, dan menyerap tenaga kerja.

“Kami memberikan mediasi dengan pengelolaan dan mereka (UMKM) yang mempunyai akses berusaha di sini, mengenai biaya akan kami kondisikan pembiayaannya,” kata Jhon.

Ia menuturkan dengan adanya BRI bisa memberikan modal sewa, mengisi stok, dan segala macam lainnya.

Jhon mengharapkan dengan adanya jalan tol bisa meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar, apalagi bisa merekrut para UMKM untuk mengisi gerai dan kios di rest area tersebut.

“Semakin banyak pengguna jalan tol dan banyak pengunjungnya, sudah pasti dalam jangka panjang setahun atau dua tahun akan ada peningkatan ekonomi setiap harinya,” jelasnya

Salah satu UMKM asal Unit 2 Menggala Tulang Bawang Diana mengatakan sangat senang bisa berjualan di rest area ini, apalagi menjadi bagian dari suksesnya pengerjaan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS).

“Saya di sini berjualan siomay dan peyek, itu semua hasil dari buatan rumahan. Semoga bukan hanya hari ini saja, tetapi bisa berkelanjutan dan dibantu oleh BRI untuk permodalan para pelaku usaha,” jelasnya (sar)


Media Ekbis menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksiekbis@gmail.com, dan redaksi@ekbis.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

TRANS

Rest Area 215 Tol Sumatera Ditargetkan Bisa Digunakan pada Arus Mudik

Published

on

Pengerjaan ruko-ruko oleh para pekerja di Rest Area KM 215.

EKbis.co.id, Lampung – Pengerjaan rest area Tol Trans Sumatera ruas Terbanggi Besar-Pematang Panggang di Km 215 Way Kenanga Kabupaten Tulangbawang Barat sudah mencapai 80 persen, dan ditargetkan sudah bisa dioperasikan pada arus mudik dan arus balik Lebaran 2019.

“Ini kita kejar pengerjaannya karena mau digunakan untuk mudik Lebaran 2019 ini,” kata Kepala Lapangan JTTS KM 206-233, Sudardi, di Tulangbawang Barat, Provinsi Lampung. Jumat (24/5/2019).

Menurut dia, beberapa kios UMKM dan koperasi yang sudah beroperasi di rest area tersebut.

Ia mengatakan bahwa pembangunan rest area dilakukan mulai Januari, dan ditargetkan tuntas pada akhir Mei 2019.

Selain itu, pengerjaan rest area itu sedikit terhambat karena masalah pembebasan lahan yang baru diselesaikan pada awal Januari.

“Kalau secara keseluruhan rest area ini sudah hampir selesai, hanya tinggal penyelesaian ruko saja,” katanya

Ia menjelaskan, pengerjaan ini harus tuntas pada akhir bulan ini agar bisa digunakan untuk arus mudik dan arus balik Lebaran 2019.

“Yang pasti harus selesai akhir bulan ini, karena tidak ada toleransi lagi. Walaupun nanti Lebaran tetap ada pengerjaan dan sambil berjalan. Bila belum selesai maka tetap berjalan tetapi bentuknya perawatan,” katanya (efs)


Media Ekbis menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksiekbis@gmail.com, dan redaksi@ekbis.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
Advertisement

Trending