Connect with us

UKM

Koperasi di Yogyakarta Didominasi Kategori Cukup Berkualitas

Published

on

Kota Yogyakarta yang menjalani pemeringkatan pada 2018 diketahui masuk dalam klasifikasi cukup berkualitas dan tidak ada koperasi yang dinyatakan masuk dalam kategori tidak berkualitas.

Ekbis.co.id, Yogyakarta – Sebagian besar dari 130 koperasi di Kota Yogyakarta yang menjalani pemeringkatan pada 2018 diketahui masuk dalam klasifikasi cukup berkualitas dan tidak ada koperasi yang dinyatakan masuk dalam kategori tidak berkualitas.

“Dari hasil pemeringkatan yang dilakukan tahun lalu, koperasi di Kota Yogyakarta dapat dibedakan dalam tiga klasifikasi, yaitu sangat berkualitas, berkualitas dan cukup berkualitas. Paling banyak, masuk dalam kategori cukup berkualitas,” kata Kepala Bidang Koperasi Dinas Koperasi UKM Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Yogyakarta Prabaningtyas di Yogyakarta, Kamis (14/3/2019).

Koperasi yang masuk dalam kategori sangat berkualitas berjumlah dua yaitu Koperasi Wanita Dewi Sri dari Kecamatan Kraton dan BTM dari Kecamatan Kotagede, sedangkan 36 koperasi masuk dalam klasifikasi berkualitas dan 92 koperasi masuk dalam kategori cukup berkualitas.

Pemeringkatan dilakukan berdasarkan lima indikator penilaian yaitu aspek kelembagaan, unit usaha, kinerja keuangan, manfaat bagi anggota dan manfaat bagi masyarakat sekitar.

“Sebagian besar koperasi di Kota Yogyakarta justru memiliki kelemahan pada faktor kemanfaatan bagi masyarakat di sekitarnya. Ini yang menjadikan nilai mereka jatuh dan perlu diperbaiki,” katanya.

Aspek kemanfaatan pada lingkungan sekitar tersebut di antaranya meliputi penyerapan tenaga kerja hingga penurunan angka kemiskinan di wilayah tersebut.

“Biasanya, koperasi di Kota Yogyakarta hanya memiliki pengurus dan pengawas saja, tidak ada pengelolanya. Selama pengurusnya ada, koperasi dijalankan oleh pengurus itu secara langsung dan tidak dijalankan oleh pengelola sehingga dinilai tidak mampu menyerap tenaga kerja,” katanya.

Selain itu, lanjut dia, sebagian besar koperasi di Kota Yogyakarta berbentuk koperasi simpan pinjam sehingga hanya bermanfaat untuk anggotanya serta tidak memiliki unit usaha di sektor riil.

“Di Kota Yogyakarta sebenarnya ada beberapa koperasi yang mampu memiliki unit usaha dan berjalan dengan baik. Salah satunya adalah Koperasi B13 di Rumah Sakit DKT. Bentuk usahanya adalah minimarket,” katanya.

Prabaningtyas mengatakan, akan terus melakukan pemeringkatan koperasi di Kota Yogyakarta untuk mengtetahui kinerja koperasi sekaligus menunjukkan keberhasilan serta eksistensi koperasi.

“Pemeringkatan dilakukan bertahap. Pada tahun ini, akan dilakukan pemeringkatan untuk 130 koperasi. Di Kota Yogyakarta terdapat 364 koperasi setelah dalam dua tahun terakhir ini ada beberapa koperasi yang dihapus karena mati suri,” katanya. (ear)


Media Ekbis menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksiekbis@gmail.com, dan redaksi@ekbis.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

UKM

Demi Pengembangan UKM, Kemenkop Bikin SME’s Service Center

Published

on

Sekretaris Kemenkop dan UKM, Rully Indrawan.

Ekbis.co.id, Jakarta – Kementerian Koperasi (Kemenkop) dan UKM segera mengembangkan SME’s Service Center (pusat layanan UKM) yang menjadi layanan satu atap atau one stop service terintegrasi, baik berupa informasi, fasilitasi, dan advokasi KUKM maupun start up yang ingin mengembangkan bisnis mereka.

“SME’s Service Center yang merupakan pengembangan Smesco akan menyediakan ruang layanan perwakilan atau penghubung antar kementerian/lembaga terkait untuk memberikan informasi, fasilitasi, dan advokasi yang menjadi kewenangan masing-masing, ” ujar Sekretaris Kemenkop dan UKM Rully Indrawan di Jakarta, Kamis (23/5/2019).

Layanan satu atap terintegrasi ini rencananya akan dibuka di Gedung Smesco Indonesia, Pancoran, Jakarta.

Pada kesempatan yang sama Deputi Bidang Produksi dan Pemasaran Kemenkop UKM Victoria br Simanungkalit menjelaskan layanan satu atap diharapkan akan memudahkan KUKM dan start up dalam mencari informasi tentang berbagai layanan dari masing-masing kementerian/lembaga yang membina UKM.

Ia menyebut ada sebanyak 28 kementerian/lembaga yang perlu diintegrasikan dalam satu wadah pusat informasi. “One stop service salah satunya adalah mengembangkan layanan Smesco Indonesia untuk menjadi pusat layanan informasi pengembangan bisnis dan manajemen UKM,” kata Victoria.

Setiap kementerian/lembaga sudah mempunyai program masing-masing dalam membina dan mengembangkan KUKM dan start up hanya saja semuanya berjalan sendiri-sendiri dan tidak terkoneksi. Bila kementerian/lembaga itu bekerja sama, kata dia, akan dapat mendorong pengembangan UMKM yang luar biasa.

Ia juga menyebut Smesco Indonesia akan dijadikan sebagai marketing intelligence yang bekerja sama dengan Kementerian Luar Negeri, atase-atase perdagangan untuk mencari informasi pasar baik di dalam maupun luar negeri, yang kemudian diterjemahkan Smesco Indonesia dalam bahasa yang dipahami UMKM.

Direktur Utama Smesco Indonesia Emilia Suhaimi mengatakan pihaknya sedang merintis inkubator bisnis sebagai wirausaha di bidang kuliner bekerja sama dengan komunitas, asosiasi, dan sekolah kuliner. Untuk itu Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Smesco Indonesia Cisarua akan dijadikan pusat pelatihan kuliner.

“Jadi seluruh komoditas yang kami kelola tinggal kuliner yang belum disentuh dan ini menjadi satu fokus yang diminta oleh Menteri Koperasi dan UKM,” katanya.

Lebih jauh Emilia menjelaskan ada dua strategi yang dikembangkan Smesco Indonesia dalam promosi dan pemasaran yaitu strategi offline dan online. Strategi offline dilakukan dengan menciptakan akses pasar bagi produk unggulan koperasi dan UKM dari 34 provinsi bekerja sama dengan Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas).

Sementara strategi online dilakukan dilakukan melalui pengembangan e-commerce bekerja sama dengan antara lain Bukalapak, Tokopedia, Lazada, dan Sophee.

“Ke depan Smesco akan membuat marketplace sendiri agar mempermudah promosi dan pemasaran produk koperasi dan UKM,” katanya. (han)


Media Ekbis menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksiekbis@gmail.com, dan redaksi@ekbis.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

UKM

Pemberdayaan KUKM Diperkirakan Semakin Berkembang Lima Tahun ke Depan

Published

on

Jumpa pers untuk menindaklanjuti hasil Rapat Koordinasi Nasional Bidang Koperasi dan UMKM Tahun 2019.

Ekbis.co.id, Jakarta – Pemberdayaan koperasi dan UKM diperkirakan akan semakin berkembang dalam lima tahun ke depan seiring dengan karakter pemerintahan baru di bawah Presiden Joko Widodo.

Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Rully Indrawan di Jakarta, Selasa (21/5/2019), mengatakan karakter pemerintahan yang dipimpin oleh Presiden Jokowi cenderung mendukung penguatan ekonomi di tingkat terbawah.

“Kami melihat dalam beberapa tahun terakhir dan kami pun mendapatkan dukungan dalam upaya penguatan dan pemberdayaan KUKM yang memang diperkirakan akan mendapatkan porsi penting dalam lima tahun ke depan,” katanya.

Pemerintahan Jokowi ke depan dengan Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin dianggapnya dan diharapkannya akan semakin memberikan keberpihakan nyata kepada para pelaku koperasi dan UMKM di Tanah Air.

“Beberapa pemikiran KH Ma’ruf Amin dituangkan dalam bukunya menunjukkan pemikiran yang kuat tentang ekonomi umat. Ini adalah modal awal bahwa KUKM akan menjadi perhatian dan sangat penting,” katanya.

Sementara itu Deputi Bidang Produksi dan Pemasaran Victoria br Simanungkalit mengatakan Presiden Jokowi merupakan sosok pemimpin yang secara konkret menunjukkan keberpihakan dan kepeduliannya kepada UMKM.

“Sepatu, jaket yang dikenakan Presiden Jokowi semuanya produk UKM dan ditunjukkan sebagai produk milenial yang bisa go global, ini membuat UKM jadi semakin termotivasi,” katanya.

Pada kesempatan itu, digelar jumpa pers untuk menindaklanjuti hasil Rapat Koordinasi Nasional Bidang Koperasi dan UMKM Tahun 2019.

Sesmenkop Rully Indrawan meyakini rencana strategis Kementerian Koperasi dan UKM dalam lima tahun ke depan akan sinkron dengan karakter Pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Amin. (han)


Media Ekbis menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksiekbis@gmail.com, dan redaksi@ekbis.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

UKM

Datang dan Saksikan Bazar Murah Indofood Group, Berbagai Lomba di Kemilau Ramadhan Tribun Jambi

Published

on

Kemilau Ramadhan 1440 H, di Halaman Tribun Jambi, Pasar Murah, Ada Takjil dan Gratis Cuci Motor.

Ekbis.co.id, Jambi – Semarakkan bulan Ramadhan 1440 H, Tribun Jambi menggelar acara kemilau Ramadhan 2019.

Ada berbagai kegiatan menarik di Kemilau Ramadhan 2019 Tribun Jambi yang diadakan di halaman kantor Tribun Jambi, jalan M Yamin SH no 6 RT 32 Kelurahan Lebak Bandung, Kota Jambi.

Terbaru dari rangkaian acara Kemilau Ramadhan 2019 yakni bazar murah dari Indofood Group.

Kegiatan ini bakal dilangsungkan mulai hari ini Selasa (21/5/2019) setiap hari hingga tanggal 29 Mei 2019 mendatang.

Bazaar murah tersebut diantaranya menjual berbagai bahan kebutuhan pokok.

Diantaranya yakni minyak goreng Bimoli, tepung Bogasari, susu, sirup dan kebutuhan pokok lainnya.

Tak hanya bazar murah, Kemilau Ramadhan 2019 Tribun Jambi juga bakal dilangsungkan garage sale Komunitas Sahabat Ilmu Jambi.

Kemilau Ramadhan 2019 Tribun Jambi juga dilangsungkan berbagai perlombaan diantaranya kompangan, nasyid lomba dai cilik.

Sebelumnya Kemilau Ramadhan Tribun Jambi yang dilangsungkan di halaman Kantor Tribun Jambi telah melangsungkan berbagai kegiatan.

Vincent, Ketua Panitia Kemilau Ramadhan mengatakan, event tersebut akan digelar mulai Senin 6 hingga 29 Mei.

Rangkaian kegiatan tersebut diantaranya ada pasar takjil setiap harinya, dan servis murah dan test drive serta cuci motor gratis.

Menurutnya dalam pasar murah tersebut, tersedia berbagai menu berbuka puasa. Diantaranya diisi dengan PKK RT 32 Lebak Bandung, serta UMKM yang ada di Jambi.

Ada kerjasama dengan Yamaha, jadi yang servis ringan hanya dikenakan biaya 30 Ribu untuk semua jenis motor dan langsung mendapat gratis cuci motor. Begitu juga dengan pengunjung yang melakukan test drive bisa langsung mendapat gratis cuci motor.

“Kalau biasanya servis ringan mencapai Rp 60 Ribu,” ujar Vincent.

Sementara untuk pengunjung yang membeli sparepart motor akan mendapat diskon hingga 20 persen. Bahkan ada juga berbagai perlombaan Islami seperti nasyid, ceramah dan lainnya.

“Pendaftarannya bisa dialihkan di kantor tribun dan gratis tanpa dipungut biaya,” bilang Vincent.

Kemilau Ramadhan 1440 H, di Halaman Tribun Jambi, Pasar Murah, Ada Takjil dan Gratis Cuci Motor. Demikian, seperti dikutip Tribunjambi.com. (*)


Media Ekbis menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksiekbis@gmail.com, dan redaksi@ekbis.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
Advertisement

Trending