Connect with us

TRANS

Ini Tiga Lintas Angkutan Motor Gratis Lebaran 2019 dengan KA

Published

on

Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api Kemenhub Zulmafendi.

Ekbis.co.id, Jakarta – Kementerian Perhubungan menyiapkan tiga lintas jalur kereta api di Pulau Jawa untuk mengangkut sepeda motor gratis pada Lebaran 2019 yang akan dimulai pada 27 Mei (H-9) hingga 7 Juni (H+1).

“Sama seperti tahun lalu, pada tahun ini kita menyiapkan tiga lintas kereta api, yaitu lintas utara, lintas selatan I, dan lintas selatan II,” yang berakhir di Surabaya dan Kutuarjo,” kata Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api Kementerian Perhubungan Zulmafendi kepada pers di Jakarta, Kamis (14/3/2019).

Tiga lintas tersebut adalah Lintas Utara mencakup Stasiun Jakarta Gudang, Stasiun. Cikarang/Lemahabang, Stasiun Cirebon Prujakan, Stasiun Tegal, Stasiun Pekalongan, Stasiun Semarang Tawang, Stasiun Ngrombo, Stasiun Cepu, Stasiun Bojonegoro, Stasiun Babat, dan Stasiun Surabaya Pasarturi

Kedua adalah Lintas Selatan I terdiri Stasiun Jakarta Gudang, Stasiun Cikarang/Lemahabang, Stasiun Cimahi, Stasiun Kiaracondong, Stasiun Sidareja, Stasiun Kroya, Stasiun Gombong, Stasiun Kebumen, dan Stasiun Kutoarjo.

Ketiga adalah Lintas Selatan II terdiri Stasiun Jakarta Gudang, Stasiun Cikarang/Lemahabang, Stasiun Cirebon Prujakan, Stasiun Purwokerto, STasiun Kroya, Stasiun Kutoarjo, Stasiun Lempuyangan, Stasiun Klaten, Stasiun Purwosari, Stasiun Madiun, Stasiun Kertosono, Stasiun Jombang, Stasiun Mojokerto, Stasiun Surabaya Pasarturi.

Dikatakan, untuk masing-masing lintas layanan tersebut, kapasitas layanan angkut motis sebesar 464 motor. Sehingga total keseluruhan tiga lintas layanan tersebut mempunyai kapasitas angkut motis sebesar 1.392 motor per hari.

“Selama 13 hari pelaksanaan program layanan Angkutan Motor Gratis (Motis) ini, kuota yang ditetapkan sebanyak 18.096 sepeda motor,” katanya.

Berdasarkan Data Ditjen Perkeretaapian, pada penyelenggaraan motis pertama tahun 2014 okupansi keterisian kuota sebesar 52 persen, kemudian tahun 2015 menjadi 55 persen, tahun 2016 sebesar 73 persen, lalu pada tahun 2017 menjadi 84 persen dan pada tahun 2018 sebanyak 17.147 sepeda motor yang diangkut melalui program motis, artinya realisasi okupansi keterisian kuota telah mencapai 90 persen.

Pemerintah berharap dengan telah dibukanya program layanan motis ini, masyarakat yang berencana mudik dengan sepeda motor, mau memanfaatkan layananan angkutan motor gratis ini, dengan beralih menggunakan motis untuk sepeda motornya, sedangkan pemudik mau beralih naik kereta api ataupun moda angkutan umum lainnya.

Masyarakat yang berminat ingin memanfaatkan angkutan motor gratis ini bisa melakukan mulai 12 Maret-25 Mei 2019 dan dapat mendaftar secara online melalui website mudikgratis.dephub.go.id dan dapat juga mendaftar langsung di stasiun-stasiun yang telah ditunjuk. (ahm)


Media Ekbis menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksiekbis@gmail.com, dan redaksi@ekbis.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

TRANS

Dishub Bekasi Petakan Potensi Kemacetan di Jalur Pantura

Published

on

Kepala Dishub Kabupaten Bekasi, Yana Suyatna.

Ekbis.co.id, Bekasi – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bekasi, Jawa Barat memetakan potensi kemacetan di ruas jalan arteri atau jalur Pantai Utara (Pantura) wilayah setempat selama arus mudik dan balik lebaran 2019, tidak hanya imbas dari pemberlakuan satu arah atau one way di ruas tol Jakarta-Cikampek saja, namun juga faktor lainnya.

Kepala Dishub Kabupaten Bekasi, Yana Suyatna di Cikarang, Jumat mengatakan, di jalan Pantura masih ditemui gangguan jalan yang dapat menghambat para pemudik. Misalnya sarana infrastruktur atau kondisi jalan yang berlubang atau kerusakan jalan.

Kemudian adanya pasar tumpah di lima titik. “Pasar tumpah ada di Tambun, Cibitung, Pasar Lama, Sentra Grosir Cikarang (SGC) dan Lemahabang,” katanya.

Yana mengatakan, di beberapa ruas jalur mudik di wilayah setempat juga masih terdapat perlintasan kereta api sebidang. Keberadaan perlintasan ini justru menghambat laju kecepatan pengendara motor di jalur Pantura.

“Mentalitas pengemudi roda dua saat di perlintasan sebidang dan lampu merah juga diuji. Artinya mereka harus sabar mematuhi rambu lalu lintas demi kenyamanan mereka juga,” kata dia.

Dia juga mengeluhkan soal minimnya lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) di Jalan Gatot Subroto dan di dekat Kali Ulu.

Minimnya keberadaan PJU dikhawatirkan bisa menurunkan tingkat kewaspadaan pemudik saat berkendara sehingga berpotensi menimbulkan kecelakaan lalu lintas.

Yana berharap agar instansi terkait bisa menangani persoalan tersebut, sehingga potensi gangguan jalan di jalur mudik bisa ditekan seminimal mungkin.

“Kita harap bisa segera ditangani karena prediksi kita puncak arus mudik di Kabupaten Bekasi terjadi pada H-3 atau 2 Juni dan arus balik H+3 atau 8 Juni,” tandas dia. (pks)


Media Ekbis menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksiekbis@gmail.com, dan redaksi@ekbis.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

TRANS

Begini Dukungan BRI untuk UMKM di “Rest Area” Tol Trans Sumatera

Published

on

Wakil Pimpinam Wilayah BRI Bandarlampung, Jhon Sarjoni, saat melakukan transaksi pembelian keripik di rest area KM 215 Tol Trans Sumatera ruas Terbanggi Besar-Pematang Panggang, Lampung, Jumat (24/5/2019).

Ekbis.co.id, Lampung – Bank Rakyat Indonesia (BRI) mendukung penuh keberadaan para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM ) untuk bisa berjualan di rest area Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) karena akan mendorong perkembangan perekonomian masyarakat sekitar di kawasan jalan bebas hambatan tersebut.

“Nanti kami memang fokus untuk usaha pengembangan usaha UMKM dan hampir 80 persen secara nasional segala pembiayaan ditujukan ke sektor UMKM, termasuk di rest area yang ada di sini,” kata Wakil Pimpinan Wilayah BRI Bandarlampung, Jhon Sarjoni, di Tulang Bawang Barat, Provinsi Lampung, Jumat (24/5/2019).

Menurutnya, para pelaku UMKM akan mendapatkan dukungan dalam hal pembiayaan kredit, pembinaan manajemen, dan menciptakan akses pasar, sehingga mereka bisa lebih meningkatkan kapasitas usaha yang dimilikinya.

“Potensi di sini banyak sekali, baik yang berbasis komoditas pertanian, pemberian makanan, maupun kerajinan. Itu kan sayang kalau tidak kita berikan akses,” katanya

Ia menjelaskan para pelaku UMKM bisa lebih mandiri, mengembangkan pasar, dan menyerap tenaga kerja.

“Kami memberikan mediasi dengan pengelolaan dan mereka (UMKM) yang mempunyai akses berusaha di sini, mengenai biaya akan kami kondisikan pembiayaannya,” kata Jhon.

Ia menuturkan dengan adanya BRI bisa memberikan modal sewa, mengisi stok, dan segala macam lainnya.

Jhon mengharapkan dengan adanya jalan tol bisa meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar, apalagi bisa merekrut para UMKM untuk mengisi gerai dan kios di rest area tersebut.

“Semakin banyak pengguna jalan tol dan banyak pengunjungnya, sudah pasti dalam jangka panjang setahun atau dua tahun akan ada peningkatan ekonomi setiap harinya,” jelasnya

Salah satu UMKM asal Unit 2 Menggala Tulang Bawang Diana mengatakan sangat senang bisa berjualan di rest area ini, apalagi menjadi bagian dari suksesnya pengerjaan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS).

“Saya di sini berjualan siomay dan peyek, itu semua hasil dari buatan rumahan. Semoga bukan hanya hari ini saja, tetapi bisa berkelanjutan dan dibantu oleh BRI untuk permodalan para pelaku usaha,” jelasnya (sar)


Media Ekbis menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksiekbis@gmail.com, dan redaksi@ekbis.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

TRANS

Rest Area 215 Tol Sumatera Ditargetkan Bisa Digunakan pada Arus Mudik

Published

on

Pengerjaan ruko-ruko oleh para pekerja di Rest Area KM 215.

EKbis.co.id, Lampung – Pengerjaan rest area Tol Trans Sumatera ruas Terbanggi Besar-Pematang Panggang di Km 215 Way Kenanga Kabupaten Tulangbawang Barat sudah mencapai 80 persen, dan ditargetkan sudah bisa dioperasikan pada arus mudik dan arus balik Lebaran 2019.

“Ini kita kejar pengerjaannya karena mau digunakan untuk mudik Lebaran 2019 ini,” kata Kepala Lapangan JTTS KM 206-233, Sudardi, di Tulangbawang Barat, Provinsi Lampung. Jumat (24/5/2019).

Menurut dia, beberapa kios UMKM dan koperasi yang sudah beroperasi di rest area tersebut.

Ia mengatakan bahwa pembangunan rest area dilakukan mulai Januari, dan ditargetkan tuntas pada akhir Mei 2019.

Selain itu, pengerjaan rest area itu sedikit terhambat karena masalah pembebasan lahan yang baru diselesaikan pada awal Januari.

“Kalau secara keseluruhan rest area ini sudah hampir selesai, hanya tinggal penyelesaian ruko saja,” katanya

Ia menjelaskan, pengerjaan ini harus tuntas pada akhir bulan ini agar bisa digunakan untuk arus mudik dan arus balik Lebaran 2019.

“Yang pasti harus selesai akhir bulan ini, karena tidak ada toleransi lagi. Walaupun nanti Lebaran tetap ada pengerjaan dan sambil berjalan. Bila belum selesai maka tetap berjalan tetapi bentuknya perawatan,” katanya (efs)


Media Ekbis menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksiekbis@gmail.com, dan redaksi@ekbis.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
Advertisement

Trending