Connect with us

INDUSTRI

Industri Keramik Minta Harga Jual Gas Sama Rata di Indonesia

Published

on

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto dan Ketua Umum Asosiasi Aneka Keramik Indonesia (Asaki) Edy Suyanto di Jakarta, Kamis (14/3/2019).

Ekbis.co.id, Jakarta – Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (Asaki) minta agar harga jual gas sebagai bahan bakar industri tersebut bisa ditetapkan sama rata di seluruh Indonesia.

Ketua Umum Asaki Edy Suyanto dalam Pameran Keramika 2019 di Jakarta, Kamis (15/3/2019), mengatakan harga jual gas di Indonesia ditetapkan tidak sama sehingga industri keramik tidak berkembang secara merata.

Ia merinci, harga gas di Jawa Timur misalnya sebesar 7,98 dolar AS per mmbtu, di Jawa Barat sebesar 9,1 dolar AS per mmbtu dan di Sumatera Utara sebesar 9,3 dolar AS per mmbtu.

“Kami tidak minta sesuatu di luar kemampuan pemerintah. Kalau bisa disamakan saja jadi 7,98 dolar AS per mmbtu,” katanya.

Edy menuturkan, industri memahami sulitnya pemerintah memenuhi janji untuk menurunkan harga jual gas menjadi sebesar 6 dolar AS per mmbtu guna mendorong industri.

Oleh karena itu, dunia usaha menginginkan agar ada jaminan keberlanjutan usaha dengan ketetapan harga yang serupa se-Tanah Air.

Pasalnya, menurut Edy, harga jual gas yang sama di seluruh negeri diharapkan dapat mendorong peningkatan kapasitas produksi industri keramik sehingga dapat memenuhi pasokan dalam negeri dan ekspor.

“Intinya kami ingin ‘sustain’ (berlanjut). Yang penting penyalur gas dan kami juga bisa tumbuh bersama sehingga harus punya harga gas yang ‘win-win’,” katanya.

Edy mengatakan disparitas harga jual gas di Indonesia membuat sejumlah perusahaan tidak berani berkembang.

Misalnya saja, industri keramik di Sumatera Utara yang harus terbebani harga gas 9,3 dolar AS per mmbtu akhirnya tidak mampu meningkatkan kapasitas produksinya. Industri itu hanya beroperasi untuk memenuhi kebutuhan daerah dan tidak berani mengekspor sehingga usahanya tidak berkembang.

“Kalau harganya sama, biarlah semua bertarung dari segi kreativitas, desain dan kualitas. Kalau bisa diberi harga gas yang sama dengan di Jawa,” katanya. (aij)


Media Ekbis menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksiekbis@gmail.com, dan redaksi@ekbis.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

INDUSTRI

Ekspor Tenun dan Batik Dibidik Naik 10 Persen

Published

on

Kementerian Perindustrian membidik ekspor produk tenun dan batik naik 10 persen pada 2019 menjadi senilai 58,6 juta dolar AS dibanding pada 2018 yang tercatat 53,3 juta dolar AS.

Ekbis.co.id, Jakarta – Kementerian Perindustrian membidik ekspor produk tenun dan batik naik 10 persen pada 2019 menjadi senilai 58,6 juta dolar AS dibanding pada 2018 yang tercatat 53,3 juta dolar AS.

“Kami ingin meningkat 10 persen. Tenun dan batik ini merupakan high fashion yang memiliki nilai tambah tinggi dan sangat unik,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto di Jakarta, Rabu (20/3/2019).

Ia mengatakan, jenis tekstil adiwastra atau kain tradisional berupa batik dan tenun bukan sebagai komoditas, melainkan sebagai kain yang dapat dibentuk menjadi berbagai jenis mode.

Menperin juga mendorong pelaku industri kecil dan menengah (IKM) memanfaatkan bahan baku yang ada, sekaligus bahan baku baru. “Ada yang namanya bemberg itu pengganti bahan sutera, bisa dimanfaatkan karena hasilnya selembut sutera,” pungkas Airlangga.

Nilai ekspor komoditas tenun dan batik pada 2018 mencapai 53,3 juta dolar AS dengan negara tujuan ekspor adalah Jepang, Belanda, dan Amerika Serikat.

“Industri tenun dan batik yang banyak ditekuni oleh industri kecil dan menengah (IKM) tersebar di sentra-sentra industri. Terdapat 369 sentra IKM tenun dan 101 sentra IKM batik yang tersebar di hampir seluruh wilayah Nusantara,” tambahnya. (spg)


Media Ekbis menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksiekbis@gmail.com, dan redaksi@ekbis.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

INDUSTRI

Pahlawan Ekonomi Efektif Kembangkan Industri Kreatif di Surabaya

Published

on

Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini.

Ekbis.co.id, Surabaya – Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menilai program Pahlawan Ekonomi yang telah dijalankan sejak 2010 cukup efektif dalam upaya mengembangkan industri kreatif di kalangan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kota Pahlawan, Jatim.

Tri Rismaharini, di Surabaya, Rabu (20/3/2019), mengatakan melalui Pahlawan Ekonomi, industri kreatif di Kota Surabaya tidak akan pernah mati.

“Setiap orang mempunyai multi talenta yang bisa dikembangkan. Jadi karena itu, kami memfasilitasi warga sesuai apa yang mereka miliki, itu yang akhirnya kita kembangkan,” kata Risma.

Wali Kota Risma juga membeberkan bahwa warga yang kurang mampu adalah suami yang berpenghasilan di bawah rata-rata dan bekerja sendiri. Artinya, lanjut dia, mesin kedua yaitu istri harus berpenghasilan.

Untuk itu, kata dia, melalui program Pahlawan Ekonomi, pemkot mengerakkan ibu-ibu di Kota Surabaya agar bisa mandiri dan membantu menopang kebutuhan rumah tangga.

Risma menjelaskan pihaknya menggerakkan ibu-ibu dari keluarga kurang mampu untuk diajari dan mengakses ekonomi baru melalui program Pahlawan Ekonomi. Berawal dari 89 kelompok Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang bergabung di Pahlawan Ekonomi menjadi 1.600 kelompok UMKM di antaranya kuliner, kriya dan fashion.

Tak hanya itu, Wali Kota Risma juga memberikan strategi terkait pembentukan, pengolahan, serta bagaimana membuat pelaku UMKM agar tetap stabil menghasilkan omzet yang tinggi, salah satunya memberikan pelatihan kepada pegiat UMKM agar meningkatkan kualitas pada produk yang dipasarkan.

“Kami fasilitasi mereka dengan memberi pelatihan setiap seminggu sekali yaitu pelatihan pengelolaan keuangan, pelatihan memasarkan, pelatihan tentang produk. Kita juga memberikan fasilitas izin, dan itu Pemkot Surabaya yang mendanai,” katanya.

Selain itu, wali kota pertama di Surabaya juga memberikan masukan kepada Komisi X DPR RI terkait Rancangan UU Ekonomi Kreatif yang saat ini sedang dibahas. Risma menyampaikan secara detail runtutan terkait program-program yang dimiliki Pemkot Surabaya, khususnya dalam hal pengembangan dunia industri kreatif. (abd)


Media Ekbis menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksiekbis@gmail.com, dan redaksi@ekbis.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

INDUSTRI

Menperin Paparkan Langkah Jaga Investasi Sektor Industri

Published

on

Menteri Perindustrian (Menperin), Airlangga Hartarto.

Ekbis.co.id, Jakarta – Pemerintah berupaya membuat kebijakan strategis untuk semakin menciptakan iklim investasi yang kondusif, agar pelaku industri yang sudah ada di Indonesia lebih aktif melakukan ekspansi dan dapat menarik banyak investor baru.

“Kami bertekad melaksanakan arahan dari Bapak Presiden Joko Widodo yang ingin meningkatkan perekonomian nasional. Kuncinya adalah investasi dan ekspansi,” kata Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto lewat keterangannya diterima di Jakarta, Rabu (20/3/2019).

Sebab, lanjut Menperin, Indonesia membutuhkan peningkatan devisa dari ekspor sekaligus menghemat devisa dari investasi industri substitusi impor.

Menperin mengungkapkan beberapa waktu lalu pihaknya melakukan pertemuan dengan lebih dari 100 pelaku industri di Provinsi Banten.

Kegiatan ini menjembatani para pengusaha bisa memberikan masukan kepada pemerintah untuk mencari solusi dalam meningkatkan daya saing industri nasional.

“Banten merupakan salah satu wilayah yang memiliki kawasan industri strategis, karena memiliki sejumlah sektor mother of industry seperti perusahaan baja dan kimia,” ungkapnya.

Keberadaan sektor-sektor tersebut dinilai berperan penting dalam menguatkan dan memperdalam struktur industri manufaktur di dalam negeri sehingga dapat kompetitif di kancah global.

“Di Banten, sektor industri manufaktur mampu memberikan kontribusi hingga 40 persen terhadap pendapatan daerah. Ini salah satunya disumbangkan dari klaster di Cilegon,” imbuhnya.

Sepanjang tahun 2018, ekonomi Banten tumbuh cukup baik, yang hingga triwulan III mencapai 5,76 persen dengan tingkat pertumbuhan tahunan sebesar 5,89 persen (yoy).

Guna menjaga keberlangsungan investasi, khususnya sektor industri, langkah pemerintah yang telah dijalankan antara lain memberikan kemudahan perizinan usaha, menjaga ketersediaan bahan baku, serta menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) terampil melalui pendidikan dan pelatihan vokasi.

“Kami berharap dengan kemudahan untuk berinvestasi itu bisa menjadi multiplier effect terhadap aktivitas industrialisasi, terutama terhadap peningkatan penyerapan tenaga kerja,” ujar Airlangga.

Hal ini, tambahnya, mendorong terciptanya pemerataan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi yang inklusif. (spg)


Media Ekbis menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksiekbis@gmail.com, dan redaksi@ekbis.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
Advertisement

Trending