Connect with us

ENERGI

PLN-Pertamina Bisa “Go Public” Setelah Bereskan Bisnis

Published

on

Seminar "Prospek BUMN di Tahun Politik" di Jakarta, Rabu (13/3/2019).

Ekbis.co.id, Jakarta – Dua BUMN, yakni PT PLN (Persero) dan PT Pertamina (Persero) dinilai punya peluang untuk “go public” (menjadi perusahaan terbuka) setelah membereskan lini bisnis mereka.

“Bukan hal yang tidak mungkin, mereka juga nanti pada akhirnya bisa ‘go public’ setelah mereka bisa membereskan lini bisnisnya dengan baik,” kata Managing Director Lembaga Management FEB UI Toto Pranoto dalam seminar “Prospek BUMN di Tahun Politik” di Jakarta, Rabu (13/3/2019).

Menurut Toto, badan usaha milik negara yang bertugas mengelola kebutuhan publik besar memang memilik banyak aspek yang harus dikelola dengan baik dari hulu ke hilir.

“Sehingga kebijakan sekarang, yang dipromosikan untuk ‘go public’ adalah anak usahanya dulu. Sehingga pada saat konsolidasi lebih kuat, baru nanti ke induk perusahaannya,” katanya.

Ia menuturkan dengan menjadi perusahaan publik, BUMN punya konsekuensi mengalami perubahan dalam pengelolaan perusahaan termasuk transparansi. Belum lagi untuk bisa “go public”, secara administrasi, misalnya perusahaan harus mencatatkan keuntungan dalam tiga tahun terakhir.

“Mungkin belum semuanya siap mengarah ke perubahan tadi. Tapi kalau lihat beberapa yang sudah ‘go public’ di tahun-tahun terakhir, selalu bagus angkanya, bahkan dibanding induknya sendiri,” katanya.

Toto menilai BUMN yang menjadi perusahaan publik akan mendorong perusahaan untuk menjadi lebih baik secara kinerja. Pasalnya, BUMN tidak lagi hanya dimiliki pemerintah tetapi juga dimiliki publik sehingga segala aksi korporasi harus diumumkan secara publik.

“Menurut saya lebih banyak positifnya. ‘Go public’ akan membuat perusahaan harus dikelola dengan lebih baik karena sekarang pemegang sahamnua bukan cuma pemerintah tapi lebih banyak lagi orang yang menuntu lebih banyak keuntungan,” katanya. (aij)


Media Ekbis menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksiekbis@gmail.com, dan redaksi@ekbis.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

ENERGI

Khawatir Harga Minyak Dunia, Jonan Lakukan Terobosan Penuhi Target PNBP

Published

on

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan.

Ekbis.co.id, Jakarta – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mengatakan bahwa faktor harga minyak dunia merupakan penentu utama Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sektor minyak dan gas bumi.

Kementerian ESDM tengah menempuh berbagai terobosan menyikapi gejolak harga minyak dunia yang tak menentu pada tahun 2019. Upaya ini dimaksudkan untuk memenuhi target PNBP subsektor minyak dan gas bumi (migas).

“Kalau migas satu-satunya acuan penerimaan negara adalah kenaikan atau penuruan harga minyak mentah,” jelas Jonan di Jakarta, Rabu.

Jonan pun membeberkan sejumlah langkah yang dioptimalkan untuk meningkatkan PNBP Migas. Pertama, perubahan kontrak kerja sama bagi hasil dari Cost Recovery ke Gross Split. “Ini akan mengurangi pembayaran cost recovery melalui APBN,” ujarnya.

Kedua, meningkatkan pengawasan produksimigas, illegal tapping dan illegal drilling. Ketiga, menahan penurunan alamiah produksi migasdengan cara meningkatkan kegiatan pemboran, workover dan well service. “Kita akan upayakan lifting-nya tidak akan meleset dari apa yang ditargetkan,” kata Jonan.

Langkah lainnya adalah penerapan Enhance Oil Recovery (EOR), pengendalian cost recovery padakontrak sistem PSC; mempercepat persetujuanPlant of Development (POD), Sertifikasi Operasi Produksi (POP), Work Program and Budget (WP&B) dan Authorization for Expenditure (AFE).

Hal lain yang akan dilakukan adalah peningkatan penawaran WK (Wilayah Kerja) baru migas, percepatan perpanjangan/alih kelola Kontrak WK produksi migas, serta penagihan sisa komitmen pasti yang tidak dilaksanakan.

Pemerintah sendiri menargetkan PNBP Migas sebesar Rp168,62 triliun pada tahun 2019. Hingga 15 Maret 2019, PNBP Migas tersebut sudah masuk sebesar Rp20,64 triliun. “Target Rp 168 triliun dari sektor migas semata asumsi ICP 70 dolar AS per barel Itu jadi tantangan sendiri,” imbuh Jonan.

Sebagai perbandingan, subsektor migas mampu menyumbang PNBP sebesar yaitu Rp150,33 triliun dari target Rp86,46 triliun pada tahun 2018.

Sebagaimana diketahui, asumsi Indonesian Crude Price (ICP) di APBN 2019 adalah sebesar 70 dolat AS per barel dan rata-rata realisasi ICP Januari-Februari 2019 yaitu 57,93 dolar/barel. (asn)


Media Ekbis menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksiekbis@gmail.com, dan redaksi@ekbis.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

ENERGI

Pemanfaatan Listrik EBT di Pulau Flores Capai 14,68 MW

Published

on

PT PLN (Persero) Wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur mencatat pemanfaatan listrik yang bersumber dari energi baru dan terbarukan (EBT) di Pulau Flores mencapai 14,68 MW.

Ekbis.co.id, Kupang – PT PLN (Persero) Wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur mencatat pemanfaatan listrik yang bersumber dari energi baru dan terbarukan (EBT) di Pulau Flores mencapai 14,68 MW.

Deputi Manajer Hukum dan Humas PLN Wilayah NTT Sulistiyoadi Nikolaus mengatakan pembangkit EBT yang dikelolanya adalah Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Ulumbu berkapasitas 10 MW dan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) Waigarit 0,1 MW di Kabupaten Manggarai.

“Kedua pembangkit ini sudah sudah masuk sistem Ruteng-Labuan Bajo dan ditambah dengan pembangkit kami yang bukan dari EBT yakni Rangko berkapasitas 20 MW,” katanya di Kupang, NTT, Rabu (20/3/2019).

Ia menjelaskan, sumber pembangkit EBT lainnya yaitu PLTP Mataloko 2,5 MW dan PLTMH Ogi 0,08 MW di Kabupaten Ngada, serta PLTMH Ndungga 2 MW di Kabupaten Ende.

Selain itu, ada Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Maumere di Kabupaten Sikka berkapasitas satu MW yang sementara dalam persiapan interkoneksi.

“Listrik EBT ini sudah kami dimanfaatkan melalui jaringan distribusi yang sudah kami bangun di Pulau Flores,” katanya.

Sebelumnya, General Manager PLN NTT Ignatius Rendroyoko mengatakan, pihaknya berkomitmen terus mengembangkan energi terbarukan sebagai sumber listrik sesuai potensi yang dimiliki provinsi berbasiskan kepulauan itu..

Pemanfaatan EBT, lanjutnya, untuk menjaga keberlanjutan lingkungan karena akan mengurangi emisi dan menghemat biaya dibandingkan menggunakan bahan bakar minyak.

“EBT ini tentu akan selalu menjadi bagian dari prioritas kami di PLN dengan beberapa sumber seperti panas bumi, air, matahari, dan angin,” katanya. (ius)


Media Ekbis menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksiekbis@gmail.com, dan redaksi@ekbis.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

ENERGI

Kementerian ESDM Rencanakan Subsidi Harga Pertamax pada 2020

Published

on

Menteri ESDM, Ignasius Jonan.

Ekbis.co.id, Jakarta – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berencana memberikan subsidi pada BBM jenis pertamax di tahun 2020 mendatang.

“Ada wacana subsidi mau dibalik, jadi premium tidak dapat subsidi tapi pertamax yang diberikan subsidi,” kata Menteri ESDM Ignasius Jonan di Gedung Nusantara I, DPR, Jakarta, Selasa (19/3/2019).

Menurut Jonan hal tersebut adalah usulan dari beberapa legislator di Komisi VII. Alasan memberikan subsidi pada pertamax agar masyarakat akan banyak menggunakan bahan bakar minyak yang ramah lingkungan.

Lebih lanjut, Jonan mengatakan bahwa wacana tersebut akan bisa diajukan pada Rencana APBN 2020 mendatang.

“Usulan tersebut akan coba kami lihat pada APBN 2020 nanti,” kata Jonan.

Sebelumnya, Rapat Panitia Kerja Badan Anggaran DPR menyetujui alokasi subsidi energi sebesar Rp157,79 triliun dalam RAPBN 2019, atau mengalami kenaikan Rp1,25 triliun, dari draf awal Rp156,5 triliun.

“Bisa kita setujui subsidi BBM Rp100,68 triliun dan subsidi listrik Rp57,1 triliun,” kata Ketua Panja Said Abdullah.

Pagu subsidi energi ini telah mempertimbangkan kenaikan asumsi kurs dari sebelumnya Rp14.400 per dolar AS ke Rp14.500 per dolar AS dengan asumsi harga ICP minyak 70 dolar AS per barel.

Subsidi energi ini terdiri atas subsidi BBM dan LPG tabung 3 kilogram sebesar Rp100,68 triliun dengan rincian untuk BBM sebesar Rp33,3 triliun, LPG tabung 3 kilogram sebesar Rp72,32 triliun, serta mencakup carry over Rp5 triliun.

Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Suahasil Nazara mengatakan perubahan alokasi pagu subsidi energi RAPBN 2019 ini terjadi karena adanya kenaikan asumsi nilai tukar sebesar Rp100.

“Kenaikan asumsi ini yang membuat pagu subsidi energi mengalami kenaikan Rp1,25 triliun, dari sebelumnya Rp156,5 triliun menjadi Rp157,79 triliun,” katanya.

Subsidi BBM dan LPG tabung 3 kilogram mengalami kenaikan Rp616,5 miliar dan subsidi listrik mengalami kenaikan Rp642,7 miliar dari draf awal.

Pemberian subsidi BBM dan LPG ini, kata dia, juga sudah mempertimbangkan penyesuaian subsidi tetap solar menjadi sebesar Rp2.000 per liter. (asn)


Media Ekbis menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksiekbis@gmail.com, dan redaksi@ekbis.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
Advertisement

Trending