Connect with us

TOURISM

DPRD Harapkan Pemda Tingkatkan Infrastruktur Kembangkan Pariwisata

Published

on

Salah Satu Destinasi Wisata Gorontalo.

Ekbis.co.id, Gorontalo – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo, mengharapkan pemerintah daerah meningkatkan inftrastruktur untuk pengembangan pariwisata di daerah itu.

“Jika kendalanya anggaran yang minim, ajukan saja nilai anggaran yang tepat agar DPRD dapat membahasnya untuk disetujui dalam rangka pengembangan sektor pariwisata di daerah ini,” ujar Ketua DPRD Gorontalo Utara, Nurjanah Yusuf di Gorontalo, Kamis (14/3/2019).

Menurut politisi Partai Golkar itu, infrastruktur sangat penting dan wajib ada dalam menunjang percepatan pengembangan sektor pariwisata, seperti akses jalan, penerangan listrik, penginapan maupun hotel, toilet, air bersih, pasar dan angkutan publik.

“Pemerintah daerah harus serius menyiapkan seluruh insfrastruktur itu agar keinginan mengembangkan sektor pariwisata dapat berhasil,” ujarnya.

Seperti yang dilakukan di Desa Deme II, Kecamatan Sulamata Timur, yang menanam instalasi air di laut untuk mengalirkan air bersih ke Pulau Duyonumo sehingga pengunjung mudah memperoleh air bersih di pulau itu.

“Meski instalasinya masih konvensional namun inovasi itu berhasil memperkuat infrastruktur yang diperlukan di objek wisata tersebut,” ujarnya.

Ia meyakini, keseriusan pemerintah daerah dalam menyiapkan infrastruktur yang baik dan memadai akan memajukan sektor pariwisata lokal menjadi destinasi nusantara dan dunia dengan cepat. (sus)


Media Ekbis menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksiekbis@gmail.com, dan redaksi@ekbis.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

TOURISM

Ini Dia Kota Termahal di Dunia

Published

on

Hong Kong, Paris, dan Singapura telah berbagi gelar sebagai kota termahal di dunia dalam survei.

Ekbis.co.id, London – Hong Kong, Paris, dan Singapura telah berbagi gelar sebagai kota termahal di dunia dalam survei mengenai biaya hidup di seluruh dunia baru-baru ini, menurut laporan terbaru yang dikeluarkan oleh sebuah lembaga riset Inggris.

Dengan menggunakan New York City sebagai acuannya, laporan Biaya Hidup Seluruh Dunia (Worldwide Cost of Living) 2019, yang diterbitkan Senin (18/3/2091) oleh Economist Intelligence Unit, menemukan bahwa biaya hidup di ketiga kota itu tujuh persen lebih tinggi daripada di kota patokan, pertama kali tiga kota sekaligus menempati tempat pertama dalam survei.

Sebesar 10 kota teratas dengan biaya hidup tertinggi sebagian besar dibagi antara Asia dan Eropa. Singapura adalah satu-satunya kota yang mempertahankan peringkatnya dari tahun sebelumnya, menandai tahun keenamnya berturut-turut di peringkat teratas, dengan Hong Kong naik tiga tingkat dan Paris naik satu tingkat mencapai posisi puncak.

Laporan itu juga mengungkapkan bahwa biaya hidup global telah turun menjadi 69 persen dari biaya di New York, turun dari 73 persen tahun lalu, tetap jauh lebih rendah daripada lima tahun lalu, ketika biaya hidup rata-rata di kota-kota yang disurvei adalah 82 persen dari biaya di kota dasar.

Sementara inflasi dan devaluasi merupakan faktor utama dalam menentukan biaya hidup, banyak kota yang disurvei menurun peringkatnya karena gejolak ekonomi, pelemahan mata uang atau penurunan harga lokal, kata laporan itu.

Untuk membantu manajer sumber daya manusia dan keuangan menghitung biaya hidup dan membangun paket kompensasi untuk ekspatriat dan pelancong bisnis, Unit Intelejen yang berkantor pusat di London itu telah melakukan survei dua tahunan selama lebih dari 30 tahun dengan membandingkan lebih dari 400 harga individual di 160 produk dan jasa-jasa. (pep)


Media Ekbis menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksiekbis@gmail.com, dan redaksi@ekbis.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

TOURISM

Gaet Turis, Indonesia Promosikan Wisata Golf pada Pameran di Singapura

Published

on

Indonesia mempromosikan wisata golf di berbagai destinasi Tanah Air dalam ajang pameran golf terbesar di Singapura yakni Singapore Press Holdings (SPH) Golf Travel Fair 2019.

Ekbis,co.id, Jakarta – Indonesia mempromosikan wisata golf di berbagai destinasi Tanah Air dalam ajang pameran golf terbesar di Singapura yakni Singapore Press Holdings (SPH) Golf Travel Fair 2019.

Deputi Pengembangan Pemasaran I Kemenpar Rizky Handayani di Jakarta, Selasa (19/3/2019), mengatakan SPH Golf Travel Fair 2019 merupakan bursa pariwisata minat khusus yakni golf yang diorganisasikan oleh Singapore Press Holding (SPH), media group terbesar di Singapura.

“Pameran ini bersifat B to C atau consumer show yang diselenggarakan setiap tahun sejak 2015. Golf merupakan bagian dari wisata olahraga yang potensial. Proyeksi kami, wisata olahraga akan berkontribusi sebesar 1,25 persen pada target 20 juta wisman tahun ini atau sekitar 250 ribu wisman, dengan devisa sebesar 250 juta dolar,” katanya.

Kemenpar kembali mempromosikan wisata golf sebagai salah satu atraksi mendatangkan wisatawan mancanegara (wisman).

Dengan brand Wonderful Indonesia, Kemenpar membawa tim khusus untuk berpartisipasi dalam SPH Golf Travel Fair 2019.

Pameran yang digelar di Takashimaya Shopping Center, Singapura, itu diselenggarakan pada 20-24 Maret 2019 dan bakal dihadiri peserta dari berbagai negara antara lain Australia, Brunei, Kamboja, China, Malaysia, Filipina, Thailand, dan Vietnam.

Menurut Rizki, golf sebagai bagian dari wisata olahraga memiliki keunggulan yaitu bisa dilakukan sepanjang tahun karena tidak terlalu terkendala dengan cuaca.

Untuk mengidentifikasi golf sebagai sport tourism terdapat empat unsur yang harus dikembangkan yaitu product, promotion, price, dan place (4P).

“Untuk Indonesia, product sudah bagus, price juga competitiveness terbaik, place juga sangat bagus. Apalagi dengan pembuktian dari travel+leisure yang menyatakan Jawa, Bali, Lombok sebagai The Best Islands in the World. Untuk golf sebagai sport tourism, aspek promotion yang perlu dimaksimalkan dengan mengunggulkan aspek 3P yang sudah ada,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Asisten Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Regional I Kemenpar Dessy Ruhati menambahkan, Kemenpar memboyong empat golf course di Indonesia yakni Royale Jakarta Golf Club Jakarta, Rainbow Hills Bogor, Prestige Golf Jakarta, dan Marc Travel Services Jakarta.

Lapangan golf itu diharapkan mampu menarik minat wisatawan golf ke Indonesia.

Apalagi tercatat pada 2018 pengunjung SPH Golf Travel Fair mencapai 5.018 orang.

Sedangkan pada penyelenggaran tahun ini ditargetkan pengunjung yang hadir mencapai 6.000 orang.

Sebagai olahraga rekreasi, golf telah menunjukkan potensinya untuk menarik wisatawan, terutama wisatawan mancanegara.

Potensi ini akan meningkat secara signifikan. Terutama jika golf dikombinasikan dengan perjalanan ke destinasi pegunungan dan dataran tinggi di Indonesia.

“Kami berharap kegiatan ini akan menginspirasi para pelaku industri pariwisata. Khususnya menciptakan paket tur golf serupa untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan asing ke Indonesia,” ungkap Dessy. (han)


Media Ekbis menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksiekbis@gmail.com, dan redaksi@ekbis.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

TOURISM

Disiapkan Aturannya, Wisata Halal Ditargetkan Meningkat 20-30 Persen

Published

on

Sekretaris Deputi Bidang Pengembangan Industri dan Kelembagaan (BPIK) Kemenpar Riwud Mujirahayu.

Ekbis.co.id, Makassar – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menargetkan perkembangan wisata halal pada sektor perhotelan maupun restoran meningkat sekitar 20 hingga 30 persen pada 2019.

Hal ini disampaikan Sekretaris Deputi Bidang Pengembangan Industri dan Kelembagaan (BPIK) Kementerian Pariwisata Riwud Mujirahayu di sela kehadirannya di Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (20/3/2019).

“Kami harapkan kurang lebih 20-30 persen dari halal pariwisata ini meningkat,” ujarnya.

Beberapa upaya pun dilakukan, seperti menggandeng berbagai asosiasi industri hingga bekerja sama dengan perguruan tinggi terkait penyusunan kurikulum wisata halal untuk Perguruan Tinggi Negeri Pariwisata (PTNP) di Indonesia.

Tidak sampai di situ, kata Riwud, saat ini Kemenpar tengah menyusun beberapa rumusan untuk pengembangan wisata halal. Kemenpar mengakui wisata halal sebagai bagian bisnis untuk pariwisata ke depan karena itu kurikulumnya disiapkan.

“Semuanya diatur, misalnya di hotel ada toilet cowok-cewek, harus ada tempat sholat yang tidak lagi di pojokan, dan ada tempat menyusui. Jadi itu yang namanya wisata halal,” jelasnya.

Terkait hal ini, Kepala Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Lombok, Hamsu Hanafi mengatakan Poltekpar ditunjuk sebagai center of excelence dari Kemenpar terkait wisata halal.

Wisata halal, kata dia, memiliki potensi yang luar biasa besar. Ada sekitar satu miliar umat Muslim yang akan melakukan perjalanan wisata terutama dari Timur Tengah dan berkembang setiap tahunnya.

“Pasarnya ini kan sudah ada, kita tinggal menyiapkan pelayanan yg diharapkan agar bisa terpuaskan. Begitu dia puas, dia akan menyampaikan ke teman yg lainnya. Ini yg coba kami tanamkan,” kata Riwud. (war)


Media Ekbis menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksiekbis@gmail.com, dan redaksi@ekbis.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
Advertisement

Trending