Connect with us

ENERGI

Balitbang ESDM : Lampu Tenaga Surya Hemat Rp300 Ribu Per Bulan

Published

on

Lampu penerangan jalan umum tenaga surya (PJU TS) mampu menghemat Rp300 ribu per lampu setiap bulan.

Ekbis.co.id, Jakarta – Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Energi Dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Dadan Kusdiana menyebutkan bahwa lampu penerangan jalan umum tenaga surya (PJU TS) mampu menghemat Rp300 ribu per lampu setiap bulan.

Berdasarkan keterangan tertulis yang diterima Antara di Jakarta, Rabu (13/3/2019), Kementerian ESDM telah meresmikan PJU-TS untuk Kabupaten Kuningan, Bandung, dan Indramayu sejumlah 50 titik, yang merupakan bagian dari 2.230 titik untuk di 10 kabupaten/kota seluruh Jawa Barat. Seluruh PJU-TS ini merupakan pengadaan tahun anggaran 2018.

Dengan menggunakan PJU-TS ini menurut Dadan akan menghemat anggaran pemerintah daerah sekitar Rp 300.000 per bulan untuk setiap unit.

“Kegiatan pemberian bantuan program pemasangan PJU-TS ini sudah lama dilakukan Kementerian ESDM, cukup lama. Kami datang ke sini selain untuk meresmikan juga untuk memastikan bahwa ini selesai. Kami cek seluruh alatnya beroperasi dengan baik atau tidak, kami memastikan semua yang kami bangun sudah beroperasi dengan benar dan dipakai oleh masyarakat,” ujar Dadan.

Dadan menambahkan, menggunakan PJU-TS berbasis energi baru terbarukan tenaga surya ini akan menghemat anggaran biaya pembelian tenaga listrik Rp 300.000 per tiang yang seharusnya dikeluarkan oleh Pemerintah Kabupaten Kuningan.

“Dari sisi keekonomian, ini akan mengurangi pengeluaran Pemerintah Daerah untuk penerangan jalan umum itu sekitar Rp 300.000 per bulan per unit. Nah kalau di Kabupaten Kuningan ada 50 unit maka akan didapat penghematan sebesar Rp 15.000.000 per bulan,” jelas Dadan.

PJU-TS adalah lampu penerangan jalan yang menggunakan cahaya matahari sebagai sumber energi listriknya dan terintegrasi dengan baterai. Lampu PJU-TS ini sangat cocok digunakan untuk jalan-jalan di daerah-daerah yang belum terjangkau oleh listrik PLN dan juga daerah-daerah yang mengalami krisis energi listrik terutama di daerah terpencil karena sifatnya yang stand alone, kata Dadan.

Pada tahun anggaran 2018, Kementerian ESDM melalui Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan Dan Konservasi Energi (Ditjen EBTKE) melaksanakan pemasangan PJU-TS di 26 Provinsi dan 167 Kabupaten/Kota dengan jumlah PJU-TS sebanyak 21.839 Titik.

Di Provinsi Jawa Barat, pada tahun 2018 telah dibangun PJU-TS sebanyak 2.230 Titik, yang tersebar di 10 Kabupaten/Kota dengan 155 titik untuk Kabupaten Kuningan, Bandung dan Indramayu.

Selenjutnya Dadan meminta kepada Pemerintah Kabupaten dan masyarakat penerima manfaat agar dapat mengelola dan memelihara infrastruktur penerangan PJU-TS ini sehingga pemanfaatannya dapat berjalan lebih panjang.

“Semoga dengan adanya pemasangan PJU ini dapat memberikan manfaat dan membantu bagi masyarakat di Provinsi Jawa Barat, khususnya di Kabupaten Kuningan, Bandung dan Indramayu agar pengembangan perekonomian dapat berjalan lebih cepat,” katanya.

“Saya juga mengharapkan infrastruktur-infrastruktur yang telah dan akan dibangun, dapat dikelola dan dipelihara oleh pemda dan masyarakat agar manfaatnya dapat bisa dirasakan oleh masyarakat dalam jangka waktu lama,” tutup Dadan. (asn)


Media Ekbis menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksiekbis@gmail.com, dan redaksi@ekbis.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

ENERGI

PLN Pastikan Kondisi Kelistrikan di Sumatera Aman untuk Lebaran

Published

on

PLN menyatakan perayaan Idul Fitri 1440 Hijriah di wilayah Sumatera tidak akan terjadi pemadaman listrik bergilir.

Ekbis.co.id, Pekanbaru – PT PLN (Persero) menyatakan perayaan Idul Fitri 1440 Hijriah di wilayah Sumatera tidak akan terjadi pemadaman listrik bergilir karena kondisi kelistrikan dalam kondisi aman dan ada tren penurunan beban puncak saat libur bersama Lebaran.

“Memperhatikan tren konsumsi daya listrik tahun-tahun sebelumnya pada saat Idul Fitri, konsumsi daya listrik pelanggan turun antara 15 hingga 20 persen. Sehingga kondisi jelang lebaran dan Idul Firi di Sumatera cukup aman,” kata VP Corporate Communication dan CSR PT PLN (Persero) Dwi Suryo Abdullah dalam pernyataan pers yang diterima di Pekanbaru, Jumat (24/5/2019).

Ia menjelaskan kondisi yang biasa terjadi ketika cuti bersama Lebaran membuat beban puncak mengalami penurunan. Hal ini karena perkantoran baik instansi pemerintah dan swasta libur, begitu juga industri menurunkan produksinya.

“Sehingga keseluruhan beban puncak Idul Fitri turun dan ‘reserve margin’ atau cadangan daya naik,” katanya.

Sistem Sumatera Bagian Selatan dan Tengah (SBST) yang meliputi Lampung- Sumatera Selatan, Jambi , Bengkulu, Sumatera Barat dan Riau, mempunyai Daya Mampu 3.774 megawatt (MW), sedangkan Beban Puncak 3.430 MW. Transfer ke Sistem Sumatera Bagian Utara (SBU) sebesar 44 MW. Dengan begitu, cadangan daya pada SBST sebesar 344 MW.

Sementara itu, Sistem Sumatera Bagian Utara (SBU) yang meliputi Sumatera Utara dan Aceh mempunyai daya mampu 2.548 MW dengan beban puncak 2.247 MW dan cadangan daya 256 MW.

Pemadaman bergilir maupun tidak terjadwal masih terjadi di Provinsi Riau selama bulan suci Ramadhan. Bahkan, warga mengeluhkan pemadaman listrik yang terjadi pada malam pertama bulan suci Ramadhan 1440 Hijriah di Kota Pekanbaru.

Humas PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Pekanbaru, Usman Kharis, mengakui terjadi pemadaman listrik pada malam pertama Ramadhan pada Minggu malam (5/5). Ia menjelaskan telah terjadi kerusakan jaringan yang menyebabkan pemadaman listrik tak bisa dihindari.

Penyebab pemadaman adalah akibat jaringan listrik yang tersambar petir. (ang)


Media Ekbis menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksiekbis@gmail.com, dan redaksi@ekbis.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

ENERGI

Pertamina Siapkan SPBU Modular di Jalan Tol Trans-Sumatera

Published

on

Pt Pertamina menyiapkan Pertamina Siaga/ SPBU Modular di ruas tol operasional Bakauheni-Terbanggi Besar.

Ekbis.co.id, Bandarlampung – PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region II Sumatera Bagian Selatan
menyiapkan stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) dalam bentuk modular, yang dapat dipindahkan, di Jalan Tol Trans-Sumatera ruas Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayu Agung.

“Kami menyiapkan Pertamina Siaga di ruas tol operasional Bakauheni-Terbanggi Besar,” kata General Manager Pertamina MOR II Sumbagsel Primarini dalam keterangan tertulis yang diterima di Bandarlampung, Kamis (23/5/2019).

Ia menyebutkan, Pertamina Siaga hadir dalam bentuk SPBU modular di Rest Area Kilometer 33A dan 33B, Km 87A dan 87B, serta Km 115A dan 115B.

Selain itu, menurut dia, Pertamina juga mengoperasikan kios yang menjual BBM nonsubsIdi kemasan atau dengan dispenser sederhana (kiosk) di ruas Bakauheni-Terbanggi Besar, yang beroperasi 24 jam.

Ia menjelaskan, terdapat tiga produk BBM yang disiapkan di Kiosk Pertamina.

Untuk Km 33A dan 33B disiapkan Pertamax dan Dex.

Sedangkan untuk Km 87A dan 87B, disiapkan Pertamax dan Bio Solar sebanyak 11 kiloliter, sedangkan 115A dan 115B ada Pertamax dan Bio Solar sebesar 3 kiloliter. Selain itu, baik di Km 87 dan 115 juga disiapkan Dex sebagai alternatif bahan bakar diesel.

General Manager Pertamina MOR
Sumbagsel itu menjelaskan, untuk ruas tol fungsional mulai dari Terbanggi Besar hingga Pematang Panggang, lebih banyak disiapkan Kiosk Pertamina Siaga untuk melayani arus mudik dan balik.

Namun, lanjut Primarini, SPBU modular juga disiapkan di dua rest area, di Km 215B dan 234A yang menyediakan produk Pertamax dan Dex.

“Kami siapkan stok sebesar tiga kiloliter
Pertamax dan Dex untuk melayani pemudik dari pukul 06.00 hingga 17.00 WIB sesuai jam operasional tol fungsional yang berlaku. Rencananya juga akan ada tambahan tangki kapasitas 24 kiloliter di Km 215B untuk memastikan pelayanan prima bagi pemudik,’ kata Primarini.

Melengkapi SPBU modular di Km 215B dan 234A, Kiosk Pertamina Siaga juga disiapkan untuk menyediakan 30 BBM kemasan kapasitas 10 liter untuk produk Pertamax dan Dex. Sebaran Kiosk Pertamina Siaga lainnya juga disiapkan di Km 163A, 172B, dan Km 208A.

Masuk ke wilayah Sumatera Selatan mulai dari Pematang Panggang menuju Kayu Agung, saat ini baru disiapkan satu titik Kiosk Pertamina Siaga untuk melayani pemudik yakni di Km 285B.

Meski demikian, Primarini memastikan stok di kios tersebut dapat selalu memenuhi kebutuhan pemudik.

“Kami pastikan pemudik yang melewati Tol Trans-Sumatera serta yang melewati jalur lintas akan selalu terpenuhi kebutuhan BBM-nya, Pertamina Siaga akan selalu siap dalam memenuhi stok dan distribusi energi bagi pemudik. Kami berpesan tetap berhati-hati saat di jalan dan jika butuh informasi seputar kebutuhan produk kami disaat mudik nanti silahkan hubungi call center 135,” kata Primarini. (gus)


Media Ekbis menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksiekbis@gmail.com, dan redaksi@ekbis.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

ENERGI

Pertamina Tambah Stok BBM 25 Persen Hadapi Lebaran

Published

on

Pertamina tambah stok BBM 25 persen di Solo Raya dan menyiagakan 15 titik fasilitas alternatif pengisian BBM di Tol Jawa Tengah.

Ekbis.co.id, Boyolali – PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region IV Jateng dan DIY menghadapi arus mudik Lebaran 2019 telah mempersiapkan dan mengoptimalkan ketersediaan energi di Jateng dan DIY, khususnya di Wilayah Solo Raya tetap terjaga dengan menambah stok bahan bakar minyak (BBM) sebanyak 25 persen.

“Pertamina tambah stok BBM 25 persen di Solo Raya dan menyiagakan 15 titik fasilitas alternatif pengisian BBM di Tol Jawa Tengah,” kata General Manager Marketing Operation Region IV Jateng & DIY, Iin Febria, disela acara Buka Bersama di Depo Terminal BBM Teras Boyolali, Kamis petang (23/5/2019).

Iin Febrian mengatakan tren peningkatan konsumsi BBM di wilayah Solo Raya seperti Klaten, Boyolali, Wonogiri, Sukoharjo, Sragen, Surakarta dan Karanganyar rata-rata mengalami peningkatan 25 persen lebih besar dari rata-rata harian normal.

Menurut dia, konsumsi BBM untuk Gasoline (Premium dan PertaSeries) yaitu dari 2.343 Kiloliter (KL) menjadi 2.935 KL dan Gasoil (Biosolar dan Dex series) akan mengalami penurunan 21 persen dari normalnya 999 KL menjadi 790 KL. Hal ini, karena penurunan aktivitas pengiriman dan pembatasan angkutan barang.

Iin mengatakan berbeda dengan fasilitas kios pada mudik Lebaran tahun sebelumnya, pada 2019 Pertamina MOR IV berinovasi pada fasilitas pengisian BBM di kios. Jika pada tahun sebelumnya kios Pertamina d dominasi dengan penjualan BBM manual dan kemasan.

Namun,Pertamina kali ini, telah menggunakan SPBU non permanen yaitu Modular dan Modular Kompak yang dilengkapi dengan tangki dan dispenser, sehingga mempersingkat waktu pengisian BBM di rest area.

Sebanyak 15 kios Pertamina siaga pada tahun ini, kata dia, terdiri dari 7 titik kios Modular Kompak, 2 titik kios Modular, 5 titik kios Mobile Dispencer dan 2 titik kios kemasan.

“Strategi pembentukan Satuan Tugas tahun ini, diperkuat dengan 45 SPBU Kantong dan 22 SPBE kantong yang tersebar di berbagai lokasi guna memperpendek jarak dan waktu tempuh mobil tangki ke lokasi-lokasi yang berpotensi mengalami kemacetan dan kepadatan,” katanya.

Menurut dia, motorist BBM dengan kapasitas angkut hingga 30 liter, disiagakan sebanyak 60 unit yang tersebar di 6 titik sekitar Gerbang Tol Pejagan hingga Solo.

Apabila ada kepadatan, kata dia, Motorist BBM akan menembus kemacetan dengan bekerja sama dengan pihak kepolisian untuk pengondisian jalan. Pelayanan Motorist ini bersifat darurat dan membantu masyarakat untuk mendapatkan BBM.

“Oleh karena itu, kami mengimbau untuk mengisi tangki penuh sebelum memulai perjalanan,” katanya. (bdm)


Media Ekbis menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksiekbis@gmail.com, dan redaksi@ekbis.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
Advertisement

Trending