Connect with us

TOURISM

NTT Jadikan Raknamo Lokasi Wisata Unggulan

Published

on

Nusa Tenggara Timur menetapkan bendungan Raknamo di Desa Raknamo sebagai lokasi wisata unggulan baru di provinsi berbasis kepulauan ini.

Ekbis.co.id, Kupang – Pemerintah Nusa Tenggara Timur menetapkan bendungan Raknamo di Desa Raknamo, Kecamatan Amabi Oefeto, Kabupaten Kupang sebagai lokasi wisata unggulan baru di provinsi berbasis kepulauan ini.

Hal itu dikatakan Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat ketika mengunjungi lokasi bendungan Raknamo 40 km arah timur Kota Kupang, Selasa (12/3/2019).

Menurut Viktor, bendungan Raknamo yang telah diresmikan Presiden Joko Widodo pada 9 Januari 2018 memiliki pemandangan alam yang indah sehingga layak menjadi lokasi wisata favorit masyarakat NTT ke depan.

Orang nomor satu di provinsi NTT mengatakan bendungan Raknamo sangat cocok untuk pengembangan obyek wisata air namun perlu didukung dengan fasilitas seperti penginapan dan transportasi yang memadai sehingga menjadi daya tarik bagi wisatawan untuk datang berkunjung.

Dia mengatakan apabila destinasi wisata di Raknamo terus berkembang maka dapat berdampak pada percepatan pembangunan ekonomi masyarakat di Kecamatan Amabi Oefeto.

“Pemandangan alam Raknamo sangat indah sehingga layak menjadi lokasi wisata unggulan di NTT. Pemerintah NTT akan menata kawasan ini menjadi kawasan wisata unggulan yang menyenangkan bagi wisatawan yang datang beriwisata pada hari libur,” kata Viktor.

Sementara itu Sekda Kabupaten Kupang, Obet Laha mengharapkan adanya dukungan pemerintah Provinsi NTT terhadap pengelolaan bendungan Raknamo sebagai obyek wisata sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di Kabupaten Kupang.

Ia mengatakan, potensi sumber daya alam di bendungan Raknamo mampu memberikan kontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan hidup masyarakat Kabupaten Kupang setelah bendungan ini mulai beroperasi.

Kedatangan Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat di Raknamo didampingi Sekda Kabupaten Kupang, Obet Laha serta Camat Amabi Oefeto, Eliaser Teuf diterima secara adat oleh masyarakat Kecamatan Amabi Oefeto.

Saat berada di kawasan wisata Raknamo Gubernur Viktor bersama seluruh pejabat dan masyarakat yang hadir membersihkan bendungan raknamo dengan memungut sampah-sampah plastik yang bertebaran disekitar bendungan terbesar di Pulau Timor ini. (ben)


Media Ekbis menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksiekbis@gmail.com, dan redaksi@ekbis.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TOURISM

Gaet Turis, Indonesia Promosikan Wisata Golf pada Pameran di Singapura

Published

on

Indonesia mempromosikan wisata golf di berbagai destinasi Tanah Air dalam ajang pameran golf terbesar di Singapura yakni Singapore Press Holdings (SPH) Golf Travel Fair 2019.

Ekbis,co.id, Jakarta – Indonesia mempromosikan wisata golf di berbagai destinasi Tanah Air dalam ajang pameran golf terbesar di Singapura yakni Singapore Press Holdings (SPH) Golf Travel Fair 2019.

Deputi Pengembangan Pemasaran I Kemenpar Rizky Handayani di Jakarta, Selasa (19/3/2019), mengatakan SPH Golf Travel Fair 2019 merupakan bursa pariwisata minat khusus yakni golf yang diorganisasikan oleh Singapore Press Holding (SPH), media group terbesar di Singapura.

“Pameran ini bersifat B to C atau consumer show yang diselenggarakan setiap tahun sejak 2015. Golf merupakan bagian dari wisata olahraga yang potensial. Proyeksi kami, wisata olahraga akan berkontribusi sebesar 1,25 persen pada target 20 juta wisman tahun ini atau sekitar 250 ribu wisman, dengan devisa sebesar 250 juta dolar,” katanya.

Kemenpar kembali mempromosikan wisata golf sebagai salah satu atraksi mendatangkan wisatawan mancanegara (wisman).

Dengan brand Wonderful Indonesia, Kemenpar membawa tim khusus untuk berpartisipasi dalam SPH Golf Travel Fair 2019.

Pameran yang digelar di Takashimaya Shopping Center, Singapura, itu diselenggarakan pada 20-24 Maret 2019 dan bakal dihadiri peserta dari berbagai negara antara lain Australia, Brunei, Kamboja, China, Malaysia, Filipina, Thailand, dan Vietnam.

Menurut Rizki, golf sebagai bagian dari wisata olahraga memiliki keunggulan yaitu bisa dilakukan sepanjang tahun karena tidak terlalu terkendala dengan cuaca.

Untuk mengidentifikasi golf sebagai sport tourism terdapat empat unsur yang harus dikembangkan yaitu product, promotion, price, dan place (4P).

“Untuk Indonesia, product sudah bagus, price juga competitiveness terbaik, place juga sangat bagus. Apalagi dengan pembuktian dari travel+leisure yang menyatakan Jawa, Bali, Lombok sebagai The Best Islands in the World. Untuk golf sebagai sport tourism, aspek promotion yang perlu dimaksimalkan dengan mengunggulkan aspek 3P yang sudah ada,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Asisten Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Regional I Kemenpar Dessy Ruhati menambahkan, Kemenpar memboyong empat golf course di Indonesia yakni Royale Jakarta Golf Club Jakarta, Rainbow Hills Bogor, Prestige Golf Jakarta, dan Marc Travel Services Jakarta.

Lapangan golf itu diharapkan mampu menarik minat wisatawan golf ke Indonesia.

Apalagi tercatat pada 2018 pengunjung SPH Golf Travel Fair mencapai 5.018 orang.

Sedangkan pada penyelenggaran tahun ini ditargetkan pengunjung yang hadir mencapai 6.000 orang.

Sebagai olahraga rekreasi, golf telah menunjukkan potensinya untuk menarik wisatawan, terutama wisatawan mancanegara.

Potensi ini akan meningkat secara signifikan. Terutama jika golf dikombinasikan dengan perjalanan ke destinasi pegunungan dan dataran tinggi di Indonesia.

“Kami berharap kegiatan ini akan menginspirasi para pelaku industri pariwisata. Khususnya menciptakan paket tur golf serupa untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan asing ke Indonesia,” ungkap Dessy. (han)


Media Ekbis menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksiekbis@gmail.com, dan redaksi@ekbis.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

TOURISM

Disiapkan Aturannya, Wisata Halal Ditargetkan Meningkat 20-30 Persen

Published

on

Sekretaris Deputi Bidang Pengembangan Industri dan Kelembagaan (BPIK) Kemenpar Riwud Mujirahayu.

Ekbis.co.id, Makassar – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menargetkan perkembangan wisata halal pada sektor perhotelan maupun restoran meningkat sekitar 20 hingga 30 persen pada 2019.

Hal ini disampaikan Sekretaris Deputi Bidang Pengembangan Industri dan Kelembagaan (BPIK) Kementerian Pariwisata Riwud Mujirahayu di sela kehadirannya di Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (20/3/2019).

“Kami harapkan kurang lebih 20-30 persen dari halal pariwisata ini meningkat,” ujarnya.

Beberapa upaya pun dilakukan, seperti menggandeng berbagai asosiasi industri hingga bekerja sama dengan perguruan tinggi terkait penyusunan kurikulum wisata halal untuk Perguruan Tinggi Negeri Pariwisata (PTNP) di Indonesia.

Tidak sampai di situ, kata Riwud, saat ini Kemenpar tengah menyusun beberapa rumusan untuk pengembangan wisata halal. Kemenpar mengakui wisata halal sebagai bagian bisnis untuk pariwisata ke depan karena itu kurikulumnya disiapkan.

“Semuanya diatur, misalnya di hotel ada toilet cowok-cewek, harus ada tempat sholat yang tidak lagi di pojokan, dan ada tempat menyusui. Jadi itu yang namanya wisata halal,” jelasnya.

Terkait hal ini, Kepala Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Lombok, Hamsu Hanafi mengatakan Poltekpar ditunjuk sebagai center of excelence dari Kemenpar terkait wisata halal.

Wisata halal, kata dia, memiliki potensi yang luar biasa besar. Ada sekitar satu miliar umat Muslim yang akan melakukan perjalanan wisata terutama dari Timur Tengah dan berkembang setiap tahunnya.

“Pasarnya ini kan sudah ada, kita tinggal menyiapkan pelayanan yg diharapkan agar bisa terpuaskan. Begitu dia puas, dia akan menyampaikan ke teman yg lainnya. Ini yg coba kami tanamkan,” kata Riwud. (war)


Media Ekbis menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksiekbis@gmail.com, dan redaksi@ekbis.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

TOURISM

Visit Heart of Borneo Jadi Momentum Kebangkitan Pariwisata Kalimantan

Published

on

Visit the Heart of Borneo jadi momentum kebangkitan pariwisata Kalimantan

Ekbis.co.id, Jakarta – Ajang Visit the Heart of Borneo (HoB) yang diinisiasi oleh tiga negara yakni Indonesia, Malaysia, dan Brunei Darussalam diharapkan dapat menjadi momentum kebangkitan pariwisata Kalimantan.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Rizky Handayani mengatakan, selama ini kesan tentang “Tourism of Borneo” dengan ecotourism yang menampilkan ikon budaya Dayak maupun hutan tropis berikut flora dan faunanya (termasuk orang utan) yang terbayang adalah Sarawak, Sabah (Malaysia), dan Brunei Darussalam.

“Ini menjadi tantangan kita bersama, bagaimana memanfaatkan momentum Visit the Heart of Borneo sebagai kebangkitan pariwisata Kalimantan,” kata Rizky Handayani dalam jumpa pers Kampanye Visit the Heart of Borneo (HoB) di Gedung Sapta Pesona Jakarta, kantor Kemenpar, Selasa (19/3/2019).

Ia prihatin sementara pariwisata Kalimantan sendiri sebagai jantung Borneo (the Heart of Borneo/HoB) justru terasa tertinggal.

Visit HoB diharapkan Rizky berperandalam upaya mengembangkan ekowisata sebagai produk unggulan berkelas dunia khususnya bagi Kalimantan.

Rizky Handayani mengatakan, pariwisata Kalimantan yang dikenal sebagai paru-paru dunia serta memiliki keanekaragaman hayati yang didukung oleh budaya dan tradisi masyarakat dari berbagai etnis di sana, terutama budaya suku Dayak sebagai ikon, mempunyai potensi besar menjadi destinasi ekowisata kelas dunia.

“Ekowisata menjadi produk wisata yang sangat tepat karena terkait dengan konservasi alam khususnya hutan Kalimantan dengan melibatkan masyarakat setempat,” kata Rizky Handayani. Pada kesempatan itu, ia didampingi Gubernur Provinsi

Kalimantan Utara (Kaltara) Irianto Lambrie, Asisten Deputi Tata Kelola Kehutanan Kementerian Koordinasi Bidang Ekonomi Prabianto Mukti Wibowo, serta Chief Executive Officer WWF Indonesia Rizal Malik.
Kalimantan merupakan destinasi wisata yang sangat strategis untuk ditawarkan dalam rangka meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) dari lintas perbatasan atau crossborder(border tourism).

“Pariwisata crossborder atau lintas batas di Kalimantan berjalan t idak mengenal waktu karena akses masuk saat ini lebih mudah.Di wilayah Kalimantan Barat misalnya, pemerintah sudah memperkuat dengan beberapa Pos Lintas Batas Negara (PLBN) sebagai pintu masuk wisatawan. Kita harus perkuat area-area yang memiliki potensi wisata crossborder untuk meningkatkan jumlah wisman,” kata Rizky Handayani.

Kunjungan wisman crossborder dari seluruh wilayah di Tanah Air (Kalimantan, Kepulauan Riau, Sumatera Utara, dan Papua) memberikan kontribusi sekitar 20 persen dari target kunjungan 20 juta wisman ke Indonesia tahun ini.

Gubernur Irianto Lambrie menjelaskan, Visit the Heart of Borneo merupakan bagian dari program konservasi hutan (Taman Nasional, hutan lindung, dan hutan produksi) sebagai paru-paru dunia seluas 22 juta Ha, di mana 17 juta Ha di antaranya berada di lima provinsi Kalimantan, dan di antaranya 6 juta Ha atau 31 persen berada di Provinsi Kalimantan Utara.

“Visit the Heart of Borneo akan menjadi momentum untuk mempromosikan dan meningkatkan kunjungan wisman ke Kalimantan, khususnya melalui wilayah perbatasan,” kata Gubernur Irianto Lambrie.

Ketertinggalan Kalimantan dalam program Visit the Heart of Borneo antara lain karena terbatasnya infrastruktur, promosi, serta pemasaran.

“Sebagai perbandingan, Malaysia berhasil memasarkan destinasi Sabah dan Sarawak ke Tiongkok. Tiap akhir pekan dan musim liburan Kota Kinabalu kewalahan menerima kunjungan wisman. Hotel bintang di sana penuh,” kata Irianto Lambrie.

Ia mengatakan, karena didukung oleh infrastruktur yang memadai membuat produk pariwisata di Sarawak relatif murah serta didukung strategi promosi dan pemasaran yang efektif.

Asisten Deputi Tata Kelola Kehutanan, Kementerian Koodinator Bidang Perekonomian Prabianto Mukti Prabowo yang juga pimpinan dari Kelompok Kerja HoB di Indonesia menambahkan, selain kenekaragaman hayati kawasan Jantung Kalimantan (HoB) merupakan sumber kehidupan bagi sekitar 1 juta masyarakat adat.

“Mereka setia pada kearifan lokal dalam pengelolaan hutan, dan melakukan upacara secara regular untuk berterima kasih dan memohon petunjuk. Area ini sangat kuat di sisi budaya lokal dari masyarakat adat,” kata Prabianto Mukti Prabowo.

Sementara itu dalam pelaksanaannya, WWF Indonesia mendukung inisiasi HoB termasuk kegiatan ekowisata melalui WWF – HoB Program dengan berkolaborasi bersama Kemenpar dalam mempromosikan kampanye Visit the HoB.

“WWF – HoB Program juga memasarkan kegiatan ekowisata di tingkat internasional melalui partisipasi di ITB Berlin, salah satu pameran wisata yang besar di tingkat internasional. Pada tingkat tapak, WWF – HoB aktif mendukung penguatan tour operator dan masyarakat lokal dalam pengembangan paket wisata berstandar ekowisata,” kata Rizal Malik.

Kampanye Visit the Heart of Borneo yang mengangkat tema “Three Countries, One Ecotourism Destinations: Where Nature and Culture Blend” merupakan kampanye multitahun untuk mempromosikan dan mempublikasikan kekayaan alam dan budaya di kawasan HoB. Kegiatan ini mendapat dukungan dari TFCA (Tropical Forest Conservation Act) Kalimantan, dan beberapa tour operator lokal.

Dalam pertemuan terakhir ketiga negara inisiatif HoB (Indonesia, Malaysia, dan Brunei Darussalam) pada 2017 yang lalu telah disepakati untuk menggunakan logo Visit the Heart of Borneo.
Logo tersebut untuk memperkuat branding serta pemasaran dan promosi bersama. (han)


Media Ekbis menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksiekbis@gmail.com, dan redaksi@ekbis.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
Advertisement

Trending