Connect with us

MARITIM

KKP Tangkap Satu Kapal Perikanan Ilegal Berbendera Malaysia

Published

on

KKP menangkap satu kapal perikanan asing berbendera Malaysia yang diduga menangkap ikan secara ilegal di kawasan perairan Indonesia.

Ekbis.co.id, Jakarta – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menangkap satu kapal perikanan asing berbendera Malaysia yang diduga menangkap ikan secara ilegal di kawasan perairan Indonesia.

Plt Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) KKP Agus Suherman, Selasa (12/3/2019), memaparkan kapal berbendera Malaysia ditangkap oleh Kapal Pengawas Perikanan (KP) di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPP-NRI) 711 Laut Natuna Utara, Kepulauan Riau, pada 12 Maret 2019.

“Penangkapan KIA Malaysia SFI-66 (47,87 GT) dilakukan dalam operasi pengawasan yang digelar secara terpadu oleh 3 (tiga) kapal pengawas perikanan yaitu KP Orca 01, KP Hiu 011, dan KP. Hiu Macan 001,” ungkap Agus Suherman.

Agus menjelaskan, operasi pengawasan tersebut juga didukung dengan operasi udara (air surveillance) sebagai sumber informasi dalam menentukan target operasi.

Penangkapan terhadap kapal yang diawaki oleh tiga orang berkewarganegaraan Indonesia dilakukan sekitar pukul 10.00 WIB.

“Bentuk pelanggaran yang dilakukan oleh kapal-kapal perikanan asing secara umum sama. Kapal perikanan asing masuk dan menangkap ikan di WPP-NRI tanpa dilengkapi dengan dokumen perizinan,” paparnya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan di lapangan, kapal sementara diduga melanggar Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 45 Tahun 2009 dengan ancaman pidana penjara paling lama enam tahun dan denda paling banyak Rp20 miliar.

Selanjutnya, kapal dikawal menuju Satuan Pengawasan (Satwas) Natuna Kepulauan Riau, dan diperkirakan tiba pada Rabu (13/3) untuk proses hukum oleh Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Perikanan. (mrr)


Media Ekbis menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksiekbis@gmail.com, dan redaksi@ekbis.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

MARITIM

Kemenko Kemaritiman Bangun Penangkaran Lobster di Sukabumi

Published

on

Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan saat meninkau lokasi pembangunan dermaga yang mangkrak di Cikahuripan, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jabar pada Selasa, (19/3/2019).

Ekbis.co.id, Sukabumi – Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman RI dalam waktu dekat akan membangun tempat penangkaran lobster laut di Sukabumi, Jawa Barat untuk antisipasi terjadinya ekspor ilegal benih salah satu jenis udang termahal ini.

“Saya sudah instruksikan deputi terkait di Kemenko Kemaritiman untuk segera melakukan perhitungan berada anggaran atau biaya yang dibutuhkan untuk pembangunan ini,” kata Menko Kemaritiman RI Luhut Binsar Panjaitan di Sukabumi, Selasa (19/3/2019).

Menurutnya, pembangunan tempat penangkaran lobster ini tentunya untuk meningkatkan pendapatan atau ekonomi masyarakat pesisir khususnya nelayan. Apalagi di Kecamatan Cisolok ini potensi lobsternya cukup mumpuni.

Selama ini oknum nelayan menjual benur lobster ke pengepul untuk diekspor secara ilegal ke berbagai negara karena minimnya hasil tangkapan ikan. Namun tidak mengetahui dampak bagi populasi lobster tersebut.

Sehingga dengan adanya penangkaran ini nelayan yang mengambil benur di laut bisa ditampung untuk dibesarkan, sebab harga udang ini cukup mahal jika ukurannya sudah cukup besar dan sangat jauh dengan harganya saat masih benur.

“Jangan sampai negara lain yang menikmati potensi laut kita dengan membeli benur dan ditangkarkan untuk dibesarkan setelah besar dijual dengan harga dan keuntungan yang tinggi,” tambahnya.

Di sisi lain, Luhut pun akan memberangkatkan beberapa warga Kecamatan Cisolok ini ke negara yang sudah ahli dalam penangkaran benur. Pelatihan tersebut pun merupakan permintaan dari nelayan agar ke depannya undang itu dijual tidak saat benur tetapi sudah dewasa dengan cara ditangkarkan. (aar)


Media Ekbis menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksiekbis@gmail.com, dan redaksi@ekbis.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

MARITIM

Kemenko Maritim : Sail Nias Ajang Populerkan Surga Peselancar Dunia

Published

on

Suasana launching Sail Nias 2019 yang dibuka oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani di Jakarta.

Ekbis.co.id, Jakarta – Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman menyatakan Sail Nias 2019 diharapkan dapat menjadi ajang memopulerkan Nias sebagai surga bagi peselancar dunia.

“Ini kita perlu populerkan (melalui Sail Nias),” kata Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Manusia, Iptek, dan Budaya Maritim Kemenko Maritim Safri Burhanuddin yang dihubungi di Jakarta, Minggu (17/3/2019).

Safri menuturkan keindahan pantai-pantai di bagian barat Sumatera belum banyak diketahui masyarakat umum. Kawasan tersebut, termasuk Nias, hanya dikenal oleh para pecinta olahraga selancar.

“Kami ingin mempercepat pertumbuhan wisata maritim di kawasan ini dengan ikon surganya para peselancar dunia. Pemerintah pun menetapkan kawasan Nias sebagai salah satu tempat penyelenggarakan liga ‘surfing’ dunia,” katanya.

Sail Nias 2019 yang akan digelar pada Juli mendatang mengangkat tema ‘Nias Menuju Gerbang Destinasi Wisata Bahari Dunia’. Sail Nias 2019 akan berlangsung di 5 kabupaten kota Kepulauan Nias dimana selama 3 bulan, akan ada 18 rangkaian kegiatan.

Puncak acara akan dihelat di Teluk Dalam Nias Selatan pada 14 September 2019 dengan sejumlah kegiatan yaitu Wonderful Nias Expo 2019, kejuaraan surfing internasional WS: QS 1500 dan pagelaran budaya hingga bhakti sosial oleh TNI AL.

Sail Nias 2019 diharapkan mampu menarik lebih banyak investasi khususnya di sektor pariwisata ke Sumatera Utara (Sumut) dan sekitarnya sekaligus mempercepat terwujudnya Nias sebagai gerbang destinasi wisata bahari dunia. (aij)


Media Ekbis menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksiekbis@gmail.com, dan redaksi@ekbis.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

MARITIM

Pemerintah Gagalkan Penyelundupan Benih Lobster Terbesar

Published

on

Ekbis.co.id, Jakarta – Pemerintah melalui Tim Respons Cepat Satgas Gabungan Komando Armada I berhasil menggagalkan upaya penyelundupan benih lobster sebanyak 245.102 ekor yang dinilai merupakan penyelundupan terbesar benih lobster yang berhasil digagalkan dalam sepanjang sejarah.

“Ini adalah tangkapan yang terbesar dalam sejarah kita,” kata Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti dalam konferensi pers yang digelar di Jakarta, Rabu (13/3/2019).

Menurut Susi Pudjiastuti, rekor penggagalan penyelundupan benih lobster yang terbesar sebelumnya adalah sekitar 120.000 ekor.

Penggagalan penyelundupan benih lobster terbesar terjadi di perairan Pulau Sugi, Batam, Kepulauan Riau, pada 12 Maret 2019.

Ia menyebutkan bahwa benih lobster sebanyak 245.102 ekor itu berhasil diselamatkan dalam operasi pengejaran, penangkapan, dan penyelidikan terhadap satu speedboat tanpa nama.

Penggagalan penyelundupan bermula dari informasi pada Selasa (12/3) pagi, bahwa ada sebuah speedboat yang melintas masuk dari wilayah Batam menuju Singapura dengan kecepatan tinggi.

Tim respons cepat yang mendapat informasi itu segera melakukan pengejaran dari perairan Pulau Sugi, Moro, Kabupaten Karimun hingga Teluk Bakau, Gunung Kijang, Kabupaten Bintan.

Tim memutuskan mengejar, dan akhirnya speedboat tanpa nama tersebut beserta barang bukti berupa 44 “coolbox styrofoam” berisi benih lobster berhasil diamankan.

Dari hasil pemeriksaan, benih lobster dimasukkan ke dalam 44 “coolbox styrofoam” dan dikemas dalam 1.320 kantong plastik. Sedangkan total nilai benih lobster yang berhasil diselamatkan setara dengan Rp37,24 miliar.

Benih lobster tersebut diamankan di kantor Stasiun Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (SKIPM) Batam, dan rencananya akan dilepasliarkan ke habitatnya di perairan Natuna.

Sejak Januari 2019 sampai 12 Maret 2019 terdapat delapan kasus penggagalan pengiriman benih lobster di enam lokasi. Jumlah total benih lobster yang berhasil diselamatkan pada periode itu sebanyak 338.065 ekor dengan perkiraan nilai setara Rp50,7 miliar.

Sementara itu, Kepala Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan keamanan Hasil Perikanan, Rina menyatakan bahwa benih lobster yang diselundupkan biasanya memiliki tujuan akhir di Vietnam dengan transit di Singapura. (mrr)


Media Ekbis menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksiekbis@gmail.com, dan redaksi@ekbis.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
Advertisement

Trending