Connect with us

MARITIM

Pelindo Minta Kemenhub Revisi Rencana Induk Pelabuhan Gili Mas Lombok

Published

on

Pelabuhan Gili Mas di Kecamatan Lembar, Lombok Barat.

Ekbis.co.id, Mataram – PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) meminta Kementerian Perhubungan (Kemenhub) merevisi rencana induk Pelabuhan Gili Mas di Kecamatan Lembar, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, agar sesuai dengan koordinat yang dibangun untuk dermaga.

“RIP (rencana induk pelabuhan) dari Kemenhub yang sudah ada kami minta dilakukan peninjauan kembali karena ada perubahan pada posisi koordinat dermaga,” kata General Manager Pelindo III Cabang Lembar Erry Ardiyanto usai mengikuti upacara pelepasan peserta Ekspedisi Laskar Nusa 2019 di Pelabuhan Lembar, Kabupaten Lombok Barat, Senin (11/3/2019).

Ia mengatakan peninjauan kembali RIP Gili Mas sudah dilakukan pada 25 Februari 2019.

Berita acaranya juga sudah ada dan tinggal menunggu RIP yang sudah ditinjau ulang dari Kemenhub.

“Kami masih menunggu penetapan peninjauan kembali RIP tersebut dari Kemenhub,” ujar Erry.

Sambil menunggu, kata dia, proses pembangunan tetap berjalan. Saat ini proses pembangunan dermaga dan reklamasi sudah 65 persen. Tinggal pembangunan infrastruktur, seperti bangunan terminal penumpang dan fasilitas penunjang lainnya.

“Progres pembangunan secara keseluruhan sudah 60 persen. Target selesai pembangunan sampai akhir 2019, sedangkan target operasi 2020,” ucapnya pula.

Mengenai persoalan lahan, menurut Erry, sudah tidak ada masalah. Total 100 hektare lahan yang dibutuhkan sudah rampung pembebasannya, tinggal menunggu proses penyelesaian pembuatan sertifikat tanah dari Badan Pertanahan Nasional.

Pihaknya juga terus berkoordinasi dengan perangkat desa untuk memberikan edukasi kepada warga bahwa Pelabuhan Gili Mas merupakan milik dan kebanggan warga NTB.

“Kami berharap pembangunannya selesai sesuai perencanaan sehingga warga NTB memiliki terminal kapal laut termegah kedua setelah Bali,” katanya.

Erry menjelaskan proyek pembangunan Pelabuhan Gili Mas yang akan menelan biaya lebih dari Rp1 triliun tersebut sebagai bentuk komitmen Pelindo dalam pengembangan fasilitas kepelabuhanan di NTB, khususnya Pelabuhan Lembar, yaitu pembangunan terminal kapal pesiar dan peti kemas.

Pembangunan infrastruktur pelabuhan tersebut juga dilatarbelakangi Pulau Lombok, NTB, sebagai salah satu daerah tujuan wisata, sehingga salah satu programnya adalah kegiatan pesiar melalui kapal laut (kapal pesiar).

Ia menambahkan pengerjaan desain dan pembangunan dermaga kapal pesiar dan dermaga peti kemas dikerjakan oleh PT Pembangunan Perumahan (Persero), sebagai salah satu badan usaha milik negara.

Dermaga Pelabuhan Gili Mas akan didesain dengan kedalaman mencapai 14 meter LWS (di bawah permukaan air).

“Dengan kedalaman tersebut akan memungkinkan kapal pesiar bisa sandar sehingga wisatawan bisa langsung turun di dermaga tanpa harus menggunakan sekoci seperti yang selama ini terjadi,” katanya. (wal)


Media Ekbis menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksiekbis@gmail.com, dan redaksi@ekbis.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

MARITIM

Kemenko Kemaritiman Bangun Penangkaran Lobster di Sukabumi

Published

on

Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan saat meninkau lokasi pembangunan dermaga yang mangkrak di Cikahuripan, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jabar pada Selasa, (19/3/2019).

Ekbis.co.id, Sukabumi – Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman RI dalam waktu dekat akan membangun tempat penangkaran lobster laut di Sukabumi, Jawa Barat untuk antisipasi terjadinya ekspor ilegal benih salah satu jenis udang termahal ini.

“Saya sudah instruksikan deputi terkait di Kemenko Kemaritiman untuk segera melakukan perhitungan berada anggaran atau biaya yang dibutuhkan untuk pembangunan ini,” kata Menko Kemaritiman RI Luhut Binsar Panjaitan di Sukabumi, Selasa (19/3/2019).

Menurutnya, pembangunan tempat penangkaran lobster ini tentunya untuk meningkatkan pendapatan atau ekonomi masyarakat pesisir khususnya nelayan. Apalagi di Kecamatan Cisolok ini potensi lobsternya cukup mumpuni.

Selama ini oknum nelayan menjual benur lobster ke pengepul untuk diekspor secara ilegal ke berbagai negara karena minimnya hasil tangkapan ikan. Namun tidak mengetahui dampak bagi populasi lobster tersebut.

Sehingga dengan adanya penangkaran ini nelayan yang mengambil benur di laut bisa ditampung untuk dibesarkan, sebab harga udang ini cukup mahal jika ukurannya sudah cukup besar dan sangat jauh dengan harganya saat masih benur.

“Jangan sampai negara lain yang menikmati potensi laut kita dengan membeli benur dan ditangkarkan untuk dibesarkan setelah besar dijual dengan harga dan keuntungan yang tinggi,” tambahnya.

Di sisi lain, Luhut pun akan memberangkatkan beberapa warga Kecamatan Cisolok ini ke negara yang sudah ahli dalam penangkaran benur. Pelatihan tersebut pun merupakan permintaan dari nelayan agar ke depannya undang itu dijual tidak saat benur tetapi sudah dewasa dengan cara ditangkarkan. (aar)


Media Ekbis menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksiekbis@gmail.com, dan redaksi@ekbis.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

MARITIM

Kemenko Maritim : Sail Nias Ajang Populerkan Surga Peselancar Dunia

Published

on

Suasana launching Sail Nias 2019 yang dibuka oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani di Jakarta.

Ekbis.co.id, Jakarta – Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman menyatakan Sail Nias 2019 diharapkan dapat menjadi ajang memopulerkan Nias sebagai surga bagi peselancar dunia.

“Ini kita perlu populerkan (melalui Sail Nias),” kata Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Manusia, Iptek, dan Budaya Maritim Kemenko Maritim Safri Burhanuddin yang dihubungi di Jakarta, Minggu (17/3/2019).

Safri menuturkan keindahan pantai-pantai di bagian barat Sumatera belum banyak diketahui masyarakat umum. Kawasan tersebut, termasuk Nias, hanya dikenal oleh para pecinta olahraga selancar.

“Kami ingin mempercepat pertumbuhan wisata maritim di kawasan ini dengan ikon surganya para peselancar dunia. Pemerintah pun menetapkan kawasan Nias sebagai salah satu tempat penyelenggarakan liga ‘surfing’ dunia,” katanya.

Sail Nias 2019 yang akan digelar pada Juli mendatang mengangkat tema ‘Nias Menuju Gerbang Destinasi Wisata Bahari Dunia’. Sail Nias 2019 akan berlangsung di 5 kabupaten kota Kepulauan Nias dimana selama 3 bulan, akan ada 18 rangkaian kegiatan.

Puncak acara akan dihelat di Teluk Dalam Nias Selatan pada 14 September 2019 dengan sejumlah kegiatan yaitu Wonderful Nias Expo 2019, kejuaraan surfing internasional WS: QS 1500 dan pagelaran budaya hingga bhakti sosial oleh TNI AL.

Sail Nias 2019 diharapkan mampu menarik lebih banyak investasi khususnya di sektor pariwisata ke Sumatera Utara (Sumut) dan sekitarnya sekaligus mempercepat terwujudnya Nias sebagai gerbang destinasi wisata bahari dunia. (aij)


Media Ekbis menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksiekbis@gmail.com, dan redaksi@ekbis.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

MARITIM

Pemerintah Gagalkan Penyelundupan Benih Lobster Terbesar

Published

on

Ekbis.co.id, Jakarta – Pemerintah melalui Tim Respons Cepat Satgas Gabungan Komando Armada I berhasil menggagalkan upaya penyelundupan benih lobster sebanyak 245.102 ekor yang dinilai merupakan penyelundupan terbesar benih lobster yang berhasil digagalkan dalam sepanjang sejarah.

“Ini adalah tangkapan yang terbesar dalam sejarah kita,” kata Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti dalam konferensi pers yang digelar di Jakarta, Rabu (13/3/2019).

Menurut Susi Pudjiastuti, rekor penggagalan penyelundupan benih lobster yang terbesar sebelumnya adalah sekitar 120.000 ekor.

Penggagalan penyelundupan benih lobster terbesar terjadi di perairan Pulau Sugi, Batam, Kepulauan Riau, pada 12 Maret 2019.

Ia menyebutkan bahwa benih lobster sebanyak 245.102 ekor itu berhasil diselamatkan dalam operasi pengejaran, penangkapan, dan penyelidikan terhadap satu speedboat tanpa nama.

Penggagalan penyelundupan bermula dari informasi pada Selasa (12/3) pagi, bahwa ada sebuah speedboat yang melintas masuk dari wilayah Batam menuju Singapura dengan kecepatan tinggi.

Tim respons cepat yang mendapat informasi itu segera melakukan pengejaran dari perairan Pulau Sugi, Moro, Kabupaten Karimun hingga Teluk Bakau, Gunung Kijang, Kabupaten Bintan.

Tim memutuskan mengejar, dan akhirnya speedboat tanpa nama tersebut beserta barang bukti berupa 44 “coolbox styrofoam” berisi benih lobster berhasil diamankan.

Dari hasil pemeriksaan, benih lobster dimasukkan ke dalam 44 “coolbox styrofoam” dan dikemas dalam 1.320 kantong plastik. Sedangkan total nilai benih lobster yang berhasil diselamatkan setara dengan Rp37,24 miliar.

Benih lobster tersebut diamankan di kantor Stasiun Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (SKIPM) Batam, dan rencananya akan dilepasliarkan ke habitatnya di perairan Natuna.

Sejak Januari 2019 sampai 12 Maret 2019 terdapat delapan kasus penggagalan pengiriman benih lobster di enam lokasi. Jumlah total benih lobster yang berhasil diselamatkan pada periode itu sebanyak 338.065 ekor dengan perkiraan nilai setara Rp50,7 miliar.

Sementara itu, Kepala Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan keamanan Hasil Perikanan, Rina menyatakan bahwa benih lobster yang diselundupkan biasanya memiliki tujuan akhir di Vietnam dengan transit di Singapura. (mrr)


Media Ekbis menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksiekbis@gmail.com, dan redaksi@ekbis.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
Advertisement

Trending