Connect with us

PROPERTI

Legislator Sebut Pembangunan Rumah Murah Juga Tanggung Jawab Swasta

Published

on

Anggota Komisi V DPR, Yoseph Umarhadi.

Ekbis.co.id, Jakarta – Anggota Komisi V DPR Yoseph Umarhadi menyatakan pembangunan rumah murah bagi masyarakat berpenghasilan rendah tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga swasta sebagai pengembang.

Pembangunan rumah murah, lanjutnya, di Jakarta, Rabu (6/2/2019), tidak hanya berbicara bisnis semata, tetapi juga sebagai tanggung jawab sosial perusahaan.

“Rumah murah bagi MBR (masyarakat berpenghasilan rendah) jadi tanggung jawab pengembang juga agar kesenjangan backlog perumahan bisa ditekan,” ujarnya melalui keterangan tertulis.

Menurut dia, pembangunan rumah murah merupakan amanat UU Tapera, yang dalam undang-undang tersebut ada semangat gotong royong untuk menghadirkan rumah kelas bawah bagi semua pengembang.

Diakuinya pula, saat ini pembangunan rumah murah bagi MBR oleh pengembang masih minim.

Hal ini dikarenakan penegakan hukum lemah karena pengembang lebih memilih membayar kompensasi dengan membayar uang ketimbang membangun rumah murah karena harga tanah yang mahal tiap tahunnya.

“Namun, yang pasti, saat ini masih banyak pengembang besar yang belum menyasar pembangunan proyek rumah murah,” katanya.

Sementara itu. pengamat properti F Rach Suherman menilai keterlibatan anak usaha Lippo Group melalui PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK) dalam pembangunan rumah murah bagi MBR turut membantu dalam program sejuta rumah yang digagas pemerintah.

“Peran Lippo Cikarang dalam pembangunan rumah murah bermanfaat bagi masyarakat, meski margin di bisnis ini kecil, sehingga tidak menarik bagi lebih banyak pengembang,” katanya.

Terkait kemajuan kota-kota besar di Indonesia, Suherman mengatakan, perlu didorong pengembangan kota mandiri, tetapi seyogyanya tidak mengorbankan lahan produktif.

“Pembangunan kota mandiri tidak bisa mundur,” katanya.

Untuk itu, lanjutnya, pemerintah perlu mendorong perizinan yang berpihak kepada membangun vertikal melalui koefisien luas bangunan (KLB) yang besar (10-17), KDB yang terukur (40-50 persen), dan parameter yang lebih progresif untuk optimalisasi lahan.

Menyinggung pasar properti nasional, menurut dia, pada 2109 hingga 2021 akan ditandai jenis properti yang uptrend yakni lowrise apartment, permintaan 3-4 kamar, logistic park/gudang mini dan co-working space/virtual office di luar CBD dan downtrend berupa townhouse di Jabodetabek, kondotel, dan office grade C.

Selanjutnya, kaum milenial belum akan menikmati insentif pasar sehingga masih akan jadi penonton lagi.

Daya beli yang masih rendah dan prioritas belanja yang belum ingin membeli rumah, tidak akan membuat pengembang menyasar secara spesifik pangsa ini.

Oleh karena itu, ia optimistis pasar tumbuh, tetapi tidak impresif atau pertumbuhan melandai seperti masa 2010-2013. (sub)


Media Ekbis menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksiekbis@gmail.com, dan redaksi@ekbis.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

PROPERTI

Hari Ini 23 Mei, Obligasi Jaya Ancol (PJAA) Jatuh Tempo

Published

on

PT. Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) bergerak di bidang real estat dan pariwisata.

Ekbis.co.id, Jakarta – PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk. (PJAA) memiliki tenggat obligasi jatuh tempo senilai Rp350 miliar pada Kamis 23 Mei 2019.

Berdasarkan keterbukaan informasi Rabu (22/5/2019) obligasi yang dimaksud merupakan obligasi berkelanjutan I PJAA tahap II tahu 2018 seri A. Terhitung sejak 23 Mei 2019, obligasi tersebut tidak tercatat dan tidak bisa diperdagangkan lagi di Bursa Efek Indonesia.

Adapun PJAA sebelumnya telah mengkonfirmasi bahwa pihaknya siap membayar obligasi senilai Rp355,82 miliar kepada PT Bank Permata Tbk. (BNLI).

Direktur Pembangunan Jaya Ancol Daniel Nainggolan menyampaikan perseroan mendapat surat dari PT Bank Permata Tbk. pada 26 April 2019.

Surat tersebut menyangkut konfirmasi kesiapan dana pembayaran pokok seri A dan bunga ke-4 obligasi berkelanjutan I Jaya Ancol tahap II tahun 2018 seri B.

“Kami menyampaikan dengan ini siap melaksanakan pembayaran bunga tersebut senilai Rp355.818.750.000,” papar Daniel.

Pembayaran bunga tersebut akan dilakukan sesuai tanggal yang tercantum dalam surat dari PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI). Bukti transfer juga akan disampaikan ke KSEI.

Per Maret 2019, Ekuitas perseroan naik menjadi Rp2,14 triliun dari sebelumnya Rp2,12 triliun. Total aset mencapai Rp4,35 triliun, terkoreksi tipis dari akhir 2018 senilai Rp4,36 triliun.

Pendapatan perusahaan mencapai Rp266,64 miliar, turun dari posisi per Maret 2018 sebesar Rp279,61 miliar. Laba bersih pun merosot menuju Rp10,11 miliar dari sebelumnya Rp39,82 miliar. (*)


Media Ekbis menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksiekbis@gmail.com, dan redaksi@ekbis.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

PROPERTI

REI Dorong Faktor Penting dalam Bangun Ibu Kota Baru

Published

on

Ketua Umum Realestat Indonesia (REI), Soelaeman Soemawinata.

Ekbis.co.id, Jakarta – Persatuan pelaku properti, Realestat Indonesia atau REI siap mendukung pemerintah yang berencana membangun Ibu Kota Negara di luar Pulau Jawa. Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan pemerintah dalam pengembangan kota baru tersebut.

Ketua Umum REI, Soelaeman Soemawinata mengatakan, pertama yang harus diperhatikan adalah aspek geografis yang mencakup perhitungan potensi bencana, kondisi tanah, hingga ketersediaan infrastruktur dalam membangun Ibu Kota Negara (IKN) tersebut.

“Ibu kota baru itu, baiknya tidak jauh dari pelabuhan. Itu akan membuat, biaya logistik untuk pengembang tidak terlalu mahal,” kata dia dalam acara buka puasa bersama DPP REI di Jakarta, Rabu malam, 22 Mei 2019.

Kedua, lanjutnya, dalam menciptakan IKN dibutuhkan payung hukum yang kuat, sehingga pengerjaan proyek memiliki kejelasan hukum.

“Lalu (ketiga), dibutuhkan insentif-insentif bagi swasta yang menjadi pionir dan membiayai sendiri dalam pembangunan kota baru tersebut,” ujar pria yang akrab dipanggil Eman ini.

Keempat, terkait jaminan pengadaan tanah. Artinya, pemerintah harus mampu mengontrol harga tanah, sehingga swasta tidak berspekulasi untuk membeli tanah di situ. “Ini juga sangat penting bagi pengembang,” kata dia. (*)


Media Ekbis menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksiekbis@gmail.com, dan redaksi@ekbis.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

PROPERTI

Pencarian Rumah Lewat Internet saat Sahur Meningkat di Bulan Ramadhan

Published

on

Pencarian rumah atau properti lewat internet tercatat mengalami peningkatan di tiga waktu tertentu di bulan Ramadhan.

Infopasarmodal.id, Jakarta – Pencarian rumah atau properti lewat internet tercatat mengalami peningkatan di tiga waktu tertentu di bulan Ramadhan.

Head of Real Estate Category OLX Indonesia Ignasius Ryan Hasim dalam paparan di Jakarta, Senin (13/5/2019), menyebut ketiga waktu yang mengalami peningkatan itu antara lain setelah sahur, saat jam makan siang serta setelah tarawih.

“Di bulan Ramadhan, calon pembeli mencari rumah saat setelah sahur, siang hari saat istirahat makan siang dan setelah tarawih. Ini kami melihat ada lonjakan,” katanya.

Ignasius menuturkan, berdasarkan data yang dihimpun dari jejak pencarian di “e-commerce” itu, dibandingkan pencarian calon pembeli pada 30 April 2019 atau sebelum Ramadhan dengan 7 Mei 2019 atau setelah Ramadhan.

“Hitungan kasar, saat Ramadhan, pencarian mencapai hingga 70 ribu pencarian. Itu di jam 04.00-04.30 atau setelah sahur,” katanya.

Jumlah pencarian itu, naik hingga hampir tiga kali lipat dibandingkan pencarian di jam yang sama sebelum Ramadhan yang hanya mencapai 25 ribu pencarian.

“Peningkatannya hampir tiga kali lipat, ini yang paling signifikan,” kata Ignasius.

Sementara itu, pencarian properti juga mengalami peningkatan di jam makan siang selama bulan Ramadhan.

“Peningkatannya dari hari biasa sekitar 125 ribu pencarian menjadi 140 ribu pencarian,” katanya.

Sedangkan pencarian paling tinggi terjadi di waktu setelah tarawih sekitar pukul 20.30 dari hari biasa sekitar 140 ribu menjadi 150 ribu pencarian.

“Jumlahnya memang paling tinggi setelah tarawih tapi peningkatan paling tinggi setelah sahur,” katanya. (aij)


Media Ekbis menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksiekbis@gmail.com, dan redaksi@ekbis.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
Advertisement

Trending