Connect with us

INTERNASIONAL

Mantan Dirut BUMN China Serahkan Diri

Published

on

Mantan Dirut BUMN China menyerahkan diri di Beijing, Rabu (16/1/2019), setelah hampir 16 tahun bersembunyi di luar negeri.

Ekbis.co.id, Beijing – Mantan direktur utama salah satu badan usaha milik negara di Provinsi Hainan, China, menyerahkan diri di Beijing, Rabu (16/1/2019), setelah hampir 16 tahun bersembunyi di luar negeri.

Wang Junwen yang juga mantan pejabat senior Partai Komunis China (PKC) di Provinsi Hainan itu dituduh menerima suap.

Pria berusia 67 tahun itu merupakan buronan keenam yang kembali ke China secara sukarela setelah Komite Pusat PKC Bidang Pengawasan Disiplin (CCDI) mengeluarkan kebijakan repatriasi terhadap para buronan dan penyelamatan aset oleh negara.

Kebijakan tersebut ditujukan terhadap 50 buronan kasus suap dan korupsi di China, tulis media resmi setempat, Kamis.

Pihak CCDI menyatakan bahwa Wang bersikap kooperatif saat mengembalikan semua hartanya yang diperoleh secara tidak sah.

Sejumlah media setempat juga menurunkan foto-foto Wang saat menuruni anak tangga pesawat China Southern Airlines dikawal dua petugas berpakaian sipil.

Foto Wang menandatangani dokumen pengembalian harta kekayaannya yang didapat secara ilegal juga terpampang di sejumlah media. (mii)


Media Ekbis menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksiekbis@gmail.com, dan redaksi@ekbis.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

INTERNASIONAL

Pendapatan Industri Makanan dan Minuman China Catat Rekor Tertinggi

Published

on

Pendapatan industri makanan dan minuman China mencatat rekor tertinggi sebesar 4,27 triliun yuan atau 636 miliar dolar AS pada 2018.

Ekbis.co.id, Tianjin – Pendapatan industri makanan dan minuman China mencatat rekor tertinggi sebesar 4,27 triliun yuan atau 636 miliar dolar AS pada 2018, kata Asosiasi Masakan China

Presiden Asosiasi Masakan China Jiang Junxian mengatakan pendapatan industri makanan dan minuman itu menyumbang 11,2 persen dari total volume penjualan ritel tahun lalu, naik 0,4 persen dibandingkan tahun 2017.

Ia menyebutkan industri makanan dan minuman berkontribusi sebesar 20,9 persen terhadap pertumbuhan konsumsi pada 2018

“Industri makanan dan minuman telah memainkan peran penting dalam mendongkrak konsumsi dan meningkatkan perekonomian,” katanya seperti dikutip dari Xinhua.

Provinsi Shandong, Guangdong, Jiangsu, Hebei dan Henan memperlihatkan pendapatan industri makanan dan minuman lebih dari 300 miliar yuan tahun lalu, dengan peringkat Shandong yang pertama.

Asosiasi itu memperkirakan pada tahun ini pendapatan industri makanan dan minuman akan menembus angka 4,6 triliun yuan.

“Konsumen Cina lebih mementingkan keamanan pangan, nutrisi, dan kesehatan, serta memiliki persyaratan makanan yang lebih beragam, sehingga makanan berkualitas tinggi akan sesuai dengan apa yang akan dilakukan industri pada 2019,” kata Junxian. (ris)


Media Ekbis menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksiekbis@gmail.com, dan redaksi@ekbis.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

INTERNASIONAL

AS-Israel Prihatin dengan Perusahaan Telekomunikasi China

Published

on

Penasehat keamanan presiden Amerika Serikat (AS), John Bolton.

Ekbis.co.id, Washington – Penasehat keamanan presiden Amerika Serikat (AS) John Bolton akan menyampaikan kekhawatiran AS mengenai perlengkapan telekomunikasi China di sektor-sektor yang sangat sensitif, saat pertemuan akhir pekan dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, kata pejabat AS, Rabu (9/1/2019).

“Kita semua khawatir mengenai pencurian kekayaan intelektual dan perusahaan telekomunikasi China yang digunakan oleh China untuk tujuan pengumpulan informasi intelijen,” kata seorang pejabat senior yang memaparkan pembahasan pembicaraan itu.

Pemerintah Presiden AS Donald Trump melakukan sejumlah langkah yang ditujukan untuk membatasi penetrasi pasar oleh Huawei Technologies Cos Ltd dan ZTE Corp, dua produsen besar perlengkapan telekomunikasi China. Meskipun demikian, kedua perusahaan itu membantah bahwa produk-produk mereka digunakan untuk tujuan mata-mata.

Pemerintah tidak ingin ada hambatan terkait pembagian informasi sensitif dengan Israel, kata pejabat senior itu kepada para jurnalis jelang pertemuan tersebut. Ia merujuk kepada kekhawatiran mengenai teknologi dan investasi China di pelabuhan Haifa. “Kami secara khusus memasukkannya dalam agenda,” sambungnya.

Pemerintahanan Netanyahu, yang frustasi terhadap perselisihan buruh yang mengganggu kegiatan perdagangan, memberi perusahaan China Shanghai International Port Group lampu hijau untuk mengelola pelabuhan swasta di Haifa –pangkalan utama Armada ke-6 AS.

Kesepatakan perizinan itu diduga membuat AS kecewa dan membuatnya memindahkan salah satu kapal perangnya ke pelabuhan kelas dua Israel di Mediterania Ashdod, kunjungan pertama kapal perang mereka dalam hampir 20 tahun.

Pada Desember 2016, Huawei mengakuisisi perusahaan Israel Hexa Tier, yang memiliki tekonologi pengamanan data cloud, senilai 42 juta dolar AS (sekitar Rp647,5 miliar). Akuisisi itu dilakukan setelah kunjungan CEO rakasasa teknologi China tersebut ke Israel. Masih pada bulan yang sama, Huawei juga mengakuisisi perusahaan riset teknologi informasi Toga Networks dengan nilai yang tidak diumumkan.

Menurut media Israel, ZTE telah menunjukkan ketertarikan terhadap sektor teknologi Israel sejak mengirim satu delegasi senior ke negara itu pada 2013. Harian Haaretz pada 2016 melaporkan bahwa Israel memiliki kebijakan yang tidak diumumkan untuk tidak menggunakan teknologi Huawei dan ZTE, karena kekhawatiran mengenai pelanggaran keamanan. (ant)


Media Ekbis menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksiekbis@gmail.com, dan redaksi@ekbis.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

INTERNASIONAL

CEO Apple Sebut Dunia Butuh Kinerja Ekonomi Kuat dari AS dan China

Published

on

CEO Apple, Tim Cook.

Ekbis.co.id, San Francisco – CEO Apple Tim Cook mengatakan pada Selasa (8/1/2019) bahwa ekonomi AS dan China, yang kuat diperlukan agar ekonomi dunia menjadi lebih kuat.

Ia juga optimistis tentang solusi untuk sengketa perdagangan Amerika Serikat-China yang sedang berlangsung.

Adalah “kepentingan terbaik” kedua belah pihak yakni Amerika Serikat dan China, untuk mencapai kesepakatan mengenai perselisihan perdagangan mereka, kata Cook, dalam wawancara dengan gerai berita AS, CNBC.

“Ini adalah perjanjian perdagangan yang sangat kompleks dan perlu diperbarui … Saya sangat optimistis bahwa ini akan terjadi,” katanya, dikutip dari Xinhua.

Dia mencatat bahwa perjanjian perdagangan antara Amerika Serikat dan China “jelas akan baik tidak hanya bagi kami” tetapi “lebih banyak tentang dunia secara umum.”

Seorang juru bicara Kementerian Perdagangan China mengatakan dalam konferensi pers di Beijing pada 4 Januari bahwa sebuah kelompok kerja AS yang dipimpin oleh Wakil Perwakilan Dagang AS Jeffrey Gerrish akan mengunjungi China pada 7-8 Januari 2019, untuk pembicaraan mengenai implementasi konsensus penting yang dicapai oleh Presiden China Xi Jinping dan rekannya dari AS Donald Trump di Argentina pada Desember.

Hubungan dagang China-Amerika Serikat telah terkena dampak buruk setelah pemerintahan Trump mengumumkan tarif tinggi pada ekspor China ke Amerika Serikat senilai ratusan miliar dolar AS pada 2018. (pep)


Media Ekbis menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksiekbis@gmail.com, dan redaksi@ekbis.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
Advertisement

Trending