Connect with us

BUMN

Kementerian BUMN Sebut Aset Perusahaan Negara Naik

Published

on

Deputi Bidang Restrukturisasi dan Pengembangan Usaha Kementerian Badan Usaha Milik Negara, Aloysius Kiik Ro.

Ekbis.co.id, Jakarta – Deputi Bidang Restrukturisasi dan Pengembangan Usaha Kementerian Badan Usaha Milik Negara Aloysius Kiik Ro menunjukkan total aset 143 perusahaan plat merah naik dari Rp7.210 triliun pada 2017 menjadi Rp7.718 triliun pada kuartal III 2018.

Nilai aset yang meningkat sejalan dengan angka liabilitas yang turut tergerek dari Rp4.830 triliun pada 2017 menjadi Rp5.271 triliun pada kuartal III 2018. Sementara itu, nilai ekuitas juga naik dari Rp2.387 triliun pada 2017 menjadi Rp2.414 triliiun jelang akhir tahun ini.

Walau demikian, katanya di Jakarta, Selasa (4/12/2018), laba bersih pada kuartal III 2018 turun dari Rp176 triliun pada 2017 menjadi Rp79 triliun.

Terkait dengan kondisi utang atau liabilitas, Aloysius mengatakan, kondisi pinjaman BUMN cenderung aman dibanding dengan rata-rata industri.

“Data dari Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan rasio utang terhadap ekuitas (DER) BUMN masih lebih rendah dibanding rata-rata industri. Misalnya sektor transportasi, BUMN memiliki DER senilai 1,59 kali, sementara rata-rata industri 1,96 kali,” tutur Aloysius.

Bahkan angka liabilitas sebanyak Rp5.271 triliun, Aloysius berpendapat, tidak mencerminkan total utang riil BUMN karena nilai liabilitas masih mengikutsertakan dana pihak ketiga (DPK), cadangan premi, dan dana-dana talangan.

Utang riil BUMN hingga kuartal III 2018, menurut Aloysius, hanya sebesar Rp2.448 triliun.

Alhasil secara umum, menurut Aloysius, performa BUMN cenderung baik, mengingat Kementerian BUMN terus melakukan pengawasan ketat terhadap neraca keuangan 143 perusahaan negara, khususnya terkait upaya menghimpun pendanaan.

“Bentuk nyata monitoring diantaranya dengan persetujuan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) dan Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) tiap perusahaan,” kata Aloysius.

Pengawasan secara eksternal, menurut Aloysius juga dilakukan oleh lembaga pemeringkat domestik dan internasional yang menilai kemampuan perusahaan mendapatkan pinjaman dari luar negeri.

“Tiap kali melakukan pinjaman komersial luar negeri (PKLN), BUMN juga harus berkoordinasi dan meminta persetujuan dari Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, dan Kementerian Koordinator Perekonomian,” demikian Aloysius. (gtm)


Media Ekbis menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksiekbis@gmail.com, dan redaksi@ekbis.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

BUMN

Tiga BUMN Bersinergi Bangun BUMN Center

Published

on

Kerja sama membangun serta mengembangkan Gedung Telkom dan Gedung Danareksa yang terintegrasi dengan Gedung Kementerian BUMN di Jakarta, Minggu (5/5/2019).

Ekbis.co.id, Jakarta – Tiga BUMN yaitu PT PP (Persero), PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) dan PT Danareksa (Persero) melakukan kerja sama membangun serta mengembangkan Gedung Telkom dan Gedung Danareksa yang terintegrasi dengan Gedung Kementerian BUMN di Jakarta Pusat.

Siaran pers PT PP (Persero) Tbk yang diterima di Jakarta, Minggu (5/5/2019), menyebutkan, kerja sama dituangkan dalam penandatanganan bersama sekaligus dilaksanakan proses ceremony groundbreaking atas pembangunan BUMN yang dihadiri Menteri BUMN Rini M. Soemarno.

Luas tanah yang akan dibangun dan dikembangkan sekitar 9.300 meter persegi (milik Danareksa) dan sekitar 11.439 meter persegi (milik Telkom).

Konsep disain BUMN Center adalah Burung Garuda, dimana kapak dua sayap merupakan Gedung Kembar yang menyerupai sayap Garuda sebagai lambang Negara Indonesia serta Gedung Kementerian BUMN sebagai kepala dari Burung Garuda. Disain Gedung BUMN Center direncanakan menjadi bangunan dengan kualitas grade A.

Nantinya di atas lahan tersebut akan dibangun Gedung BUMN Center yang terintegrasi dengan Gedung Kementerian BUMN (eksisting). Harapannya dengan membangun Gedung BUMN Center dapat mempermudah serta mempercepat serta mendorong terbentuknya kerja sama sinergi antarperusahaan BUMN.

Gedung BUMN Center akan memiliki 32 lantai yang terdiri dari dua lantai podium, dua lantai fasilitas, satu lantai refugee, 27 lantai Office Space serta dilengkapi dengan tiga lapis basement pada masing-masing menara.

Gedung BUMN Center nantinya diharapkan sebagai tuan rumah bagi BUMN yang ada di seluruh Indonesia dengan total SGA (West and East tower) sekitar 109.820 meter persegi sehingga dapat menampung sejumlah BUMN yang ada di seluruh Indonesia dan meningkatkan sinergi antarBUMN serta pelayanan yang lebih baik untuk negeri.

Direktur UTama PT PP (Persero) Lukman Hidayat mengatakan, pembangunan Gedung BUMN Center akan dimulai dengan dua tahap pengembangan, yaitu pengembangan Tower Barat (tanah milik Danareksa) dan dilanjutkan Menara Timur (tanah milik Telkom).

Pengembangan tahap satu diperkirakan akan memakan waktu tiga tahun dan diharapkan dapat beroperasi pada tahun ke-4 setelah selesai masa pembangunan. Dalam proses konstruksi, PT PP akan mengimplementasikan teknologi BIM 4D, “virtual reality, augemented reality, mixed reality, laser scan technology, photogrammetry, 3D printing” sehingga pelaksanaan konstruksi menjadi lebih cepat, akurat dan efisien dan menghasilkan produk berkualitas.

“Kami berharap dengan terjalinnya sinergi antarBUMN akan meningkatkan nilai tambah bagi masing-masing perusahaan,” kata Lukman.

Selain pengembangan pada tanah Danareksa dan Telkom, direncanakan juga akan dilakukan pengembangan pada lahan Garuda Indonesia seluas sekitar 3.955 meter persegi. Pengembangan lahan milik Garuda Indonesia direncanakan terkoneksi dan terintegrasi pada Gedung BUMN Center dan diharapkan menjadi satu kesatuan daerah perencanaan yang akan dinamakan BUMN Center.

Di atas lahan Garuda Indonesia direncanakan bangunan setinggi 14 lantai yang memiliki fungsi utama sebagai pendukung kegiatan yang ada di dalam kawasan BUMN Center. (ahm)


Media Ekbis menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksiekbis@gmail.com, dan redaksi@ekbis.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

BUMN

ICPF 2019 di Kuala Lumpur Raih Transaksi Rp12 Miliar

Published

on

Pameran produk-produk binaan BUMN Indonesia Creative Product Festival (ICPF) 2019 yang berlangsung di Mid Valley Kuala Lumpur 3 - 5 Mei 2019 meraih transaksi Rp12 Miliar.

Ekbis.co.id, Kuala Lumpur – Pameran produk-produk binaan BUMN Indonesia Creative Product Festival (ICPF) 2019 yang berlangsung di Mid Valley Kuala Lumpur 3 – 5 Mei 2019 meraih transaksi Rp12 Miliar.

“Pada saat diselenggarakan di PWTC tahun lalu transaksi dan prospek bisnis-nya kurang lebih Rp10 miliar. Saat ini diperkirakan mencapai Rp12 miliar,” ujar Ketua Panitia ICPF 2019 Achmad Fachrodji saat memberikan sambutan penutupan di Kuala Lumpur, Minggu (5/5/2019).

Hadir saat penutupan Wakil Dubes RI di Kuala Lumpur Krishna KU Hannan, Atase Perdagangan KBRI Kuala Lumpur Riffah Arini, sejumlah pimpinan BUMN baik dari Jakarta maupun Kuala Lumpur.

“Nanti secara detail akan kami laporkan kepada Menteri BUMN dan semua produk yang ditampilan ada dalam ‘market place’ di belanja.com sehingga ibu-ibu di Indonesia maupun Indonesia cukup berbelanja melalui situs tersebut,” katanya.

Direktur Utama Balai Pustaka tersebut mengatakan pameran ICPF 2019 yang berlangsung di Mid Valley diikuti oleh sekitar 28 peserta yang merupakan Usaha Kecil Menengah (UKM) binaan dari sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

“Produk yang ditampilkan banyak sekali dan khusus untuk kuliner semuanya habis sebelum pameran ditutup pertanda diterima masyarakat Malaysia sehingga kalau nanti ada pameran lagi agar diperbanyak terutama rendang,” katanya.

Acmad Fachrodji mengharapkan agar pada tahun mendatang bisa menyelenggarakan ICPF lebih prestisius lagi.

Pada kesempatan tersebut Wakil Dubes RI di Kuala Lumpur Krishna KU Hannan mengatakan ICPF sudah diselenggarakan untuk kedua kalinya di Kuala Lumpur sehingga diharapkan bisa bersambung dan lebih baik lagi.

“Kami atas nama perwakilan Indonesia di Kuala Lumpur menyampaikan terima kasih atas dukungan dan kerjasama Kementrian BUMN dalam mempromosikan produk Indonesia di Malaysia terutama produk UKM,” katanya.

Pada saat yang sama Krishna Hanan menutup secara resmi ICPF 2019 dengan melakukan selebrasi secara bersama-sama di atas panggung dengan panitia dan sejumlah pimpinan BUMN. (gus)


Media Ekbis menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksiekbis@gmail.com, dan redaksi@ekbis.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

BUMN

Rini Soemarno Resmikan “Groundbreaking” BUMN Center

Published

on

Menteri BUMN Rini Soemarno meresmikan groundbreaking BUMN Center di Jakarta, Minggu (5/5/2019).

Ekbis.co.id, Jakarta – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno meresmikan groundbreaking (peletakan batu pertama atau pembangunan tahap awal) gedung BUMN Center di komplek Kementerian BUMN, Jakarta, Minggu (5/5/2019).

Rini Soemarno dalam kata sambutannya saat peresmian tersebut mengatakan bahwa gedung BUMN Center dibangun dengan maksud untuk memudahkan koordinasi antarperusahaan BUMN.

Ia menyebutkan, gedung tersebut nanti disebut gedung “Sinergi Delapan”, dengan setiap perwakilan BUMN akan membuka kantor perwakilan di gedung BUMN Center tersebut.

Selain itu, pada hari ini juga dalam kesempatan yang sama, diresmikan juga pembaruan fisik gedung Kementerian BUMN.

Ia juga menyampaikan sejumlah capaian BUMN. Menurut data Kementerian BUMN, indikator-indikator kinerja perusahaan milik negara selama 2018 meningkat signifikan, mulai dari laba, ekuitas, belanja modal (capital expenditure/capex), hingga kontribusi terhadap APBN seperti pajak, pendapatan negara bukan pajak (PNBP), dan dividen.

Hingga 31 Desember 2018, total aset BUMN menembus angka Rp8.092 triliun, melonjak Rp882 triliun atau sekitar 12 persen dibanding aset pada 2017 sebesar Rp 7.210 triliun. Sedangkan Total laba BUMN tumbuh menjadi Rp 188 triliun dari laba 2017 sebesar Rp 186 triliun.

Besarnya kontribusi BUMN dalam pembangunan infrastruktur pun terlihat dari belanja BUMN yang meningkat sepanjang 2018 mencapai Rp487 triliun, di mana angka itu naik signifikan dibandingkan 2017 sebesar Rp315 triliun. Sementara belanja modal 2018 itu didominasi oleh sektor infrastruktur.

Kontribusi BUMN terhadap APBN juga melonjak menjadi Rp 422 triliun, naik Rp 68 triliun dari setoran 2017 sebesar Rp 354 triliun. (asn)


Media Ekbis menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksiekbis@gmail.com, dan redaksi@ekbis.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
Advertisement

Trending