Connect with us

DIGITAL & MEDIA

BKPM Fasilitasi Perusahaan “Start Up” Manfaatkan Dana CSR

Published

on

BKPM memfasilitasi perusahaan teknologi rintisan atau "start up companies" untuk memanfaatkan pembiayaan bersumber dari dana CSR.

Ekbis.co.id, Jakarta – Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) memfasilitasi perusahaan teknologi rintisan atau “start up companies” untuk memanfaatkan pembiayaan bersumber dari dana corporate social responsibility (CSR).

Hal itu dilakukan BKPM dengan menggelar forum yang mempertemukan langsung perusahaan start up (start up companies/SuC) dengan sejumlah perusahaan dan modal ventura.

Isu permodalan merupakan aspek krusial yang banyak disuarakan oleh para pelaku SuC dalam pengembangan kawasan sains dan teknologi (KST) di Indonesia.

Pemerintah menargetkan membangun 100 KST di seluruh Indonesia, yang tertuang dalam RPJMN 2015-2019.

“KST memiliki peran utama sebagai katalisator pembangunan ekonomi regional, sebagai inkubator unit-unit usaha baru yang berteknologi tinggi, dan sebagai penyedia layanan teknologi di daerah,” kata Deputi Bidang Perencanaan Penanaman Modal Ikmal Lukman melalui keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (4/12/2018).

Ada pun forum ini dihadiri oleh sekitar 90 peserta dari puluhan SuC yang bergerak di sektor digital, energi, pertanian, produk herbal, serta makanan dan minuman.

Sebagai narasumber, hadir Direktur Pusat Teknologi Kawasan Spesifik dan Sistem Inovasi BPPT Iwan Sudrajat, Direktur Keuangan dan Investasi Asuransi Jasindo Didit Mehta Priadi, Dirut PT Mandiri Capital Indonesia Mardianto E Danusaputro dan perwakilan Asosiasi Modal Ventura untuk Startup Indonesia.

Ikmal menjelaskan dalam proses inkubasi yang dilakukan KST, salah satu tantangan utama yang dihadapi oleh start up adalah pendanaan dan skema bisnis yang membuat bisnis mereka lebih berkembang dan berkelanjutan.

Untuk mengatasi kendala tersebut, BKPM berupaya memfasilitasi para perusahaan start up untuk mendapatkan informasi mengenai best practices dan bantuan permodalan dari dana CSR, dana ventura, ataupun sumber dana lainnya.

Menurut Direktur BPPT Iwan Sudrajat, konsep KST atau technopark pada dasarnya adalah melakukan hilirisasi hasil pengembangan teknologi yang ada menjadi produk-produk yang komersial.

Oleh karena itu, dalam pengembangan perusahaan start-up, para pelaku perlu didukung oleh berbagai jenis pembiayaan, seperti pinjaman kemitraan dan Kredit Usaha Rakyat (KUR), serta penyertaan saham dari angel investors, modal ventura, dan equity crowdfunding.

“Di Indonesia, dana CSR belum banyak dimanfaatkan sebagai alternatif pembiayaan perusahaan strat-up,” kata Iwan.

Ada pun Presiden Joko Widodo telah menerbitkan regulasi Peraturan Presiden (Perpres) No 106 Tahun 2017 tentang Kawasan Sains dan Teknologi (KST).

Perpres ini merupakan tindak lanjut dari Nawacita keenam untuk membangun sejumlah KST di berbagai daerah melalui pembangunan sarana dan prasarana teknologi terkini. Hal ini diselaraskan dengan RPJMN 2015-2019 yang menargetkan pengembangan 100 KST di seluruh Indonesia yang juga merupakan bagian dari proyek strategis nasional.

Hingga saat ini, 44 KST terbangun dan diharapkan menjadi inkubator pengembangan perusahaan-perusahaan pemula untuk mempercepat mereka melakukan spin-off dan komersialisasi produk. (mdg)


Media Ekbis menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksiekbis@gmail.com, dan redaksi@ekbis.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

DIGITAL & MEDIA

Transportasi Daring di Surabaya Berkontribusi Rp2,2 Triliun Per Tahun

Published

on

Wakil Kepala LD FEB Ul, Dr Paksi CK Walandouw saat menjelaskan hasil penelitiannya di Surabaya, Jumat (24/5/2019).

Ekbis.co.id, Surabaya – Keberadaan transportasi daring, Gojek memberikan kontribusi sebesar Rp2,2 triliun per tahun bagi perkembangan ekonomi Kota Surabaya selama tahun 2018, sesuai hasil penelitian Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LD FEB UI).

Wakil Kepala LD FEB Ul, Dr Paksi CK Walandouw kepada wartawan di Surabaya, Jumat (24/5/2019) mengatakan perhitungan kontribusi ekonomi itu berasal dari selisih pendapatan mitra Gojek dari sebelum hingga setelah mereka bergabung sebagai mitra.

Ia mengatakan, penelitian yang dilakukan mencakup mitra dari empat layanan Gojek, yaitu layanan roda-dua Goride, layanan roda empat Gocar, Gofoof, dan Golife.

“Hasil riset di Surabaya ini merupakan bagian dari riset yang bertajuk ‘Dampak Gojek terhadap perekonomian Indonesia pada Tahun 2018’,” katanya.

Paksi mengatakan, studi serupa pernah dilakukan dan menunjukkan kontribusi Gojek dari dua layanan roda dua dan UMKM di Surabaya mencapai Rp390 miliar.

“Kontribusi tahun ini semakin besar, hal ini menunjukkan bahwa teknologi mampu mempercepat pertumbuhan ekonomi khususnya ke perekonomian daerah,” katanya.

Sedangkan Gojek sebagai pemain utama industri teknologi di Indonesia, juga telah menunjukkan bagaimana inovasi teknologinya dapat memperluas peluang penghasilan bagi seluruh lapisan masyarakat dari berbagai latar belakangan pendidikan dan usia.

Secara rinci, untuk kontribusi Goride mencapai Rp253 milliar, Gocar menyumbang Rp291 milliar, UMKM atau Gofood Rp1,6 triliun, dan mitra Golife (Goclean dan Gomassage) kontribusinya Rp69 milliar.

Sementara itu, untuk penghasilan rata-rata mitra Goride di Surabaya sebesar Rp3,1 juta, dan Gocar Rp5,8 juta, serta mitra Golife sebesar Rp4 juta. (ami)


Media Ekbis menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksiekbis@gmail.com, dan redaksi@ekbis.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

DIGITAL & MEDIA

XL Axiata Siapkan Jaringan di Kawasan Timur Hadapi Libur Lebaran

Published

on

XL Axiata Tbk terus meningkatkan kualitas jaringan datanya di Kawasan Timur Indonesia, untuk menyiapkan jaringan terbaiknya menghadapi libur Lebaran Idul Fitri 1440 Hijriah.

Ekbis.co.id, Makassar – PT XL Axiata Tbk terus meningkatkan kualitas jaringan datanya di Kawasan Timur Indonesia, termasuk Sulawesi, untuk menyiapkan jaringan terbaiknya menghadapi libur Lebaran Idul Fitri 1440 Hijriah.

Head Of Sales XL Axiata area Sultra dan Sulsel, Mozes Haryanto Baottong di Makassar, Kamis (23/5/2019), mengatakan penyiapan jaringan XL jelang libur Lebaran untuk tetap menjaga dan meningkatkan kualitas layanan dari provider.

“Saat ini, di wilayah Sulawesi sudah terdapat lebih dari 5.400 BTS, termasuk diantaranya lebih dari 1.700 BTS (Base Transceiver Station) 4G untuk melayani pelanggan sebanyak lebih dari 1,5 juta di seluruh Sulawesi,” ujarnya.

Dia mengatakan penguatan jaringan data ini terus dilakukan seiring dengan tumbuhnya trafik dan berkembangnya jumlah pelanggan di kawasan Sulawesi tersebut.

Mozes menerangkan dalam menyambut libur panjang Lebaran 2019 yang sudah semakin dekat, XL Axiata juga telah menyiapkan jaringan di seluruh wilayah layanan di Sulawesi yang meliputi enam provinsi.

Trafik layanan di seluruh Sulawesi setahun terakhir telah naik sekitar 59 persen. Pencapaian perlu di imbangi dengan pembangunan infrastruktur jaringan secara memadai agar kualitas layanan tetap prima.

“Peningkatan BTS 4G di Sulawesi paling banyak ada di provinsi Sulawesi Selatan yang mencapai sekitar 30 persen,” katanya.

Menurut Mozes, trafik layanan data tumbuh signifikan di hampir semua provinsi wilayah Sulawesi terutama karena kepuasan pelanggan atas kualitas layanan yang terus meningkat.

Peningkatan, kata dia, bisa tersajikan karena berimbangnya antara semakin baiknya kualitas jaringan dan berbagai penawaran produk layanan data yang memang sesuai dengan kebutuhan pelanggan di semua segmen melalui brand XL dan Axis. (muh)


Media Ekbis menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksiekbis@gmail.com, dan redaksi@ekbis.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

DIGITAL & MEDIA

Maksimal 19 Juni, Penumpang GoJek Terlindungi Asuransi Jasa Raharja

Published

on

Direktur Operasional PT Jasa Raharja Amos Sampetoding sedang menjelaskan kinerja dan transformasi perusahaan menghadapi era Revolusi Industri 4.0, di Jakarta, Rabu (22/05/2019).

Ekbis.co.id, Jakarta – Dalam waktu dekat penumpang jasa angkutan berbasis daring (online) GoJek terutama yang menggunakan kendaraan roda empat (mobil) bakal terlindungi oleh asuransi kecelakaan Jasa Raharja.

“Paling lambat 19 Juni 2019 kami akan bekerja sama dengan GoJek,” kata Direktur Operasional PT Jasa Raharja Amos Sampetoding pada temu media di Jakarta, Rabu (22/5/2019).

Ia menjelaskan sampai saat ini perlindungan asuransi sosial yang diberikan Jasa Raharja hanya terhadap angkutan umum konvensional, di samping asuransi sosial untuk korban kecelakaan lalu lintas di jalan. Sedangkan angkutan umum berbasis daring belum masuk ke dalam program perlindungan Jasa Raharja, karena undang-undang belum mengatur tentang angkutan umum online.

Namun seiring dengan akan dikeluarkannya Peraturan Menteri Perhubungan terkait angkutan umum berbasis online, maka Jasa Raharja pun akan menggandeng perusahaan aplikasi angkutan online untuk ikut program perlindungan kecelakaan.

“Kami gandeng GoJek dulu, karena aplikasi ini yang punya Indonesia, nasionalisme dulu,” ujar Amos.

Namun, diakuinya, perlindungan asuransi akan diberikan bagi penumpang transportasi online yang menggunakan kendaraan roda empat atau mobil, karena sesuai Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, yang masuk kategori angkutan umum masih kendaraan roda empat. Sedangkan sepeda motor belum.

“Karena itu nanti yang kami cover angkutan online roda empat,” kata Amos

Berarti dengan kerja sama itu, kelak seluruh penumpang GoJek dalam hal ini GoCar akan terlindungi oleh asuransi Jasa Raharja. Bila penumpang GoCar mengalami kecelakaan akan mendapat santunan, seperti pada penumpang angkutan reguler yang bila mengalami kecelakaan dapat santunan meninggal dunia (Rp50 juta), cacat tetap maupun luka-luka (Rp20 juta-Rp25 juta).

Kapan penumpang bayar asuransi Jasa Raharja? Amos menjelaskan setiap penumpang kendaraan umum, ketika membayar ongkos angkutan sudah termasuk biaya asuransi yang besarannya sangat kecil.

Ia mencontohkan untuk angkutan umum kendaraan bermotor roda empat biaya asuransinya hanya Rp60 per orang, untuk kereta api Rp120, dan untuk kapal laut Rp200 sampai Rp2.000, serta angkutan udara (pesawat) Rp5.000.

“Jadi kalau naik angkutan umum, begitu bayar angkutan umum berarti sudah bayar santunan wajib,” ujarnya.

Sementara Jasa Raharja juga memperoleh dana asuransi dari pemilik kendaraan bermotor melalui Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ) yang dikenakan setiap memperpanjang STNK (Surat Tanda Nomor Kendaraan)

“Jadi mereka yang rutin melakukan pengesahan STNK setiap tahun, berarti ikut membantu meringankan orang yang menjadi korban kecelakaan lalu lintas karena uang yang terkumpulkan untuk menangani korban kecelakaan,” kata Amos.

Tahun 2018 Jasa Raharja mengeluarkan santunan sebesar Rp2,5 trilun dari sekitar 28.000 orang yang mengalami kecelakaan lalu lintas di Indonesia, yang sebagian besar didominasi kecelakaan di darat, dengan terbesar kecelakaan sepeda motor. (ris)


Media Ekbis menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksiekbis@gmail.com, dan redaksi@ekbis.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
Advertisement

Trending