Connect with us

BUMN

Pertamina-TPPI Ekspor Perdana Paraxylene 10.000 MT

Published

on

Pertamina bersama PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI) melakukan ekspor perdana produk petrokimia Paraxylene sebanyak 10.000 Metrik Ton.

Ekbis.co.id, Jakarta – Pertamina bersama PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI) melakukan ekspor perdana produk petrokimia Paraxylene sebanyak 10.000 Metrik Ton (MT) ke Tiongkok guna memenuhi permintaan pasar di kawasan Asia Pasifik.

Ekspor perdana produk Paraxylene Pertamina dan TPPI dilakukan seiring dengan tingkat produksi kilang TPPI yang kini telah mencapai 67 ton/jam, berdasarkan data yang diterima dari Pertamina di Jakarta, Selasa (4/12/2018).

“Operasionalnya produk kami sudah mencapai 67 ton/jam. Bisa secara kontinu menghasilkan Paraxylene sebanyak 70 ton Paraxylene tiap jam sehingga selama sebulan sudah bisa memproduksi Paraxylene sebanyak 50 ribu metrik ton. Oleh karena itu Pertamina menyalurkan ke domestik maupun luar negeri,” ujar GM PT TPPI Tuban Sugeng Hermanto.

Sugeng menambahkan, produksi Paraxylene ini sudah melampaui kebutuhan di pasar domestik, sehingga kelebihan produksi dapat diekspor ke luar negeri.

Manager Aromatic Olefin Pertamina Darius Darwis menambahkan, ekspor Paraxylene ini akan dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan pasar regional khususnya di Tiongkok. Ke depan, perseroan akan terus mengembangkan ekspor petrokimia.

“Pertamina dan TPPI akan melaksanakan tender untuk mencari pembeli terbaik, dengan volume sesuai rencana produksi TPPI,” jelas Darius.

Paraxylene adalah bahan baku utama untuk memproduksi PTA (purified terephthalic acid). Paraxylene merupakan hasil produksi kilang petrokimia yang diproduksi dari bahan kondensat atau naptha. Hasil Paraxylene sebagian besar berupa PTA yang menjadi komponen penting dalam industri tekstil.

Selain itu paraxylene juga dapat diproses menjadi PET sebagai komponen utama bahan baku kemasan makanan dan minuman karena sifatnya tidak beracun. Paraxylene juga memiliki produk turunan yang berkaitan erat dengan kehidupan sehari-hari seperti, tempat (casing) telepon genggam, dashboard pada kendaraan, dan sebagainya.

“Paraxylene itu merupakan hasil produk kilang petrokimia yang diproduksi dari bahan kondensat atau naphta. Kami berharap, sesuai dengan anjuran pemerintah, kita mengoptimalkan hasil produksi dalam negeri. Daripada memperbanyak impor kita lebih baik memperbanyak ekspor jadi akan menambah devisa negara tentunya keuntungan Pertamina juga akan lebih banyak dari sebelumnya,” tutupnya. (asn)


Media Ekbis menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksiekbis@gmail.com, dan redaksi@ekbis.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

BUMN

Rini Sebut BUMN Telah Beri Layanan Terbaik, Meski Banyak Tantangan

Published

on

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Rini Soemarno.

Ekbis.co.id, Sentul – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno menyampaikan BUMN memberi pelayanan terbaik kepada masyarakat kendati di saat bersamaan perlu menghadapi berbagai tantangan.

“PLN (Perusahaan Listrik Negara) sampai sekarang tetap memberikan pelayanan yang terbaik, Pertamina juga memberikan pelayanan terbaik, Garuda dan Kereta Api Indonesia (KAI) juga memberi layanan terbaik,” kata Rini di Sentul, Bogor, Rabu (16/1/2019).

Rini menambahkan jika terjadi masa di mana harga bahan bakar minyak naik, rupiah melemah terhadap dolar AS, hingga terjadi pinjaman mata uang dolar, hal tersebut merupakan sebuah tantangan yang perlu dihadapi.

“Pasti ada sedikit gejolak, tetapi kan sebagai korporasi kita selalu memikirkan bagaimana kita menghadapinya. Semua ini kita lakukan dengan penuh tanggung jawab, mengingat kita itu BUMN berarti milik rakyat,” ujarnya.

Rini menyampaikan tak ada korporasi yang ingin usahanya merugi, namun ada waktu-waktu di mana keadaannya tidak seperti yang diharapkan.

Namun, yang paling penting baginya adalah pengelolaan yang baik dan transparan.

“Sehingga dapat kita lewati dan tentunya selalu saya tekankan kepada BUMN agar bisa memberikan keuntungan, karena dengan demikian bisa memberikan kesejahteraan kepada karyawan dan paling utama adalah memberi kesejahteraan kepada rakyat indonesia,” tukasnya.

Rini menambahkan pihaknya berupaya untuk menjadikan BUMN lebih baik dan makin kuat, sehingga dapat berdaya saing di dunia global.

“Kami menyadari tidak semua BUMN sudah hebat-hebat. Ada yang perlu kita perbaiki. Tetapi kami betul-betul transparan, tidak ada yang kami tutup-tutupi. Tujuan kami betul-betul bagaimana BUMN Indonesia ini menjadi makin baik,” ujar Rini. (spg)


Media Ekbis menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksiekbis@gmail.com, dan redaksi@ekbis.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

BUMN

Menteri BUMN Dorong Yodya Karya Tingkatkan Kinerja Perusahaan

Published

on

Peresmian gedung Yodya Tower milik PT Yodya Karya di Jakarta.

Ekbis.co.id, Jakarta – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Rini M. Soemarno mendorong PT Yodya Karya (Persero) untuk terus meningkatkan kinerja keuangan dan pertumbuhan perusahaan.

“Saya mendorong agar Yodya Karya terus mengoptimalkan perannya di bidang pengawasan proyek-proyek dan desain untuk bisa mendorong pertumbuhan kinerja keuangan perseroan,” ujar Menteri Rini dalam keterangan tertulis saat meresmikan Gedung PT Yodya Karya di Jakarta, Selasa (15/1/2019).

Menteri BUMN mengatakan bahwa saat ini kinerja keuangan perseroan terus tumbuh, yang tentunya ini sebuah pencapaian yang terus didorong.

“Apresiasi saya kepada manajemen perseroan, semoga terus tumbuh,” katanya.

Menurut Menteri Rini, pertumbuhan kinerja perusahaan juga tidak terlepas dari sinergi antar BUMN. Sinergi terutama mendorong peran BUMN besar dalam membantu BUMN kecil.

Gedung ini merupakan sebuah karya yang membanggakan dan juga hasil sinergi antar BUMN. Terima kasih kepada BUMN-BUMN yang usah bersinergi, yaitu Bank Tabungan Negara yang mendukung pendanaan dan PT Wijaya Karya sebagai kontraktor pembangunan,” tuturnya saat menghadiri acara peresmian gedung milik PT Yodya Karya bersama Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono.

Di kesempatan yang sama, Direktur Utama PT Yodya Karya (Persero), Thomas Pangaribuan mengatakan bahwa saat ini total aset perseroan tercatat sebesar Rp 565 miliar atau mengalami peningkatan lima kali dalam kurun waktu lima tahun. Sementara laba perseroan tercatat sebesar Rp 50 miliar atau meningkat dari sebelumnya Rp 37 miliar di 2017.

“Terima kasih kepada Menteri BUMN yang terus mendorong kami untuk mengoptimalkan aset-aset yang tidak produktif sehingga kami bisa membangun Gedung PT Yodya Karya. Terima kasih juga kepada BTN yang sudah mendukung pendanaan bagi kami serta Waskita Karya sebagai kontraktor yang membangun gedung ini,” ungkap Thomas.

Menurutnya, dengan berdirinya gedung Yodya Tower ini merupakan catatan atas karya nyata Yodya Karya dalam perjalanan panjang berkiprah di dunia konstruksi, terdapat pembelajaran yang sangat berguna bagi generasi penerus PT Yodya Karya (Persero) khususnya untuk para milenial di dunia jasa konsultan nasional. (aji)


Media Ekbis menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksiekbis@gmail.com, dan redaksi@ekbis.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

BUMN

Kemenhub Gandeng BUMN Transportasi Serap Lulusan

Published

on

Penandatanganan nota kesepahaman antara Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Kementerian Perhubungan dengan enam BUMN Transportasi.

Ekbis.co.id, Jakarta – Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Kementerian Perhubungan menggandeng enam Badan Usaha Milik Negara dan Badan Usaha Milik Daerah untuk bisa menyerap lulusan sekolah tinggi perhubungan di semua sektor.

“Kita melanjutkan semua kerja sama yang ada maupun baru hari ini. Karena memang 2019 ini kita mengembangkan sumber daya manusia siap pakai dan memang seiring dengan pembangunan infrastruktur dan perekonomian yang terus meningkat dengan masif, SDM-nya juga harus ditingkatkan,” kata Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kemenhub Umiyatun Hayatun Triastuti usai penandatangan kerja sama dengan sejumlah operator di Jakarta, Kamis (10/1/2019).

Umiyatun menyebutkan dalam setahun target jumlah lulusan yang terserap, yakni 82 persen.

Dia menuturkan untuk menciptakan lulusan yang siap kerja, pihaknya juga menyesuaikan kurikulum sehingga sesuai dengan kebutuhan di masing-masing perusahaan, baik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) maupun Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

“Dengan adanya nota kesepahaman ini kita harapkan apa yang kita hasilkan dan apa yang kita rancang dalam kurikulum nanti lebih linked and matched dengan kebutuhan perkembangan-perkembangan yang baru yang ada di masing-masing industri dan operator atau regulator,” katanya.

Dia juga berharap tidak hanya perkembang secara kapasitas, tetapi juga secara kapabilitas.

“Tentunya ditingkatkan tidak hanya jumlahnya, kualitasnya juga relevansinya. Untuk itu kita mengundang industri BUMN di mana mereka akan menggunakan para lulusan kita nanti dan termasuk program magang yang ada karena mereka juga membutuhkan SDM baru yang sudah siap pakai,” katanya.

Dalam kesempatan sama, Direktur Utama PT Transportasi Jakarta Agung Wicaksono menyebutkan pihaknya sudah menyerap lulusan sekolah tinggi perhubungan sebanyak 250 sepanjang 2018.

“Tahun ini kita target 750 lagi,” katanya.

Untuk menyesuaikan dengan kompetensi pengemudi Transjakarta, Agung mengatakan ada sertifikasi terlebih dahulu.

“Supaya kualitasnya baik disertifikasi di sekolah BPSDM, enggak hanya level pendidikan tinggi,” katanya.

Sementara itu, Direktur Keuangan PT MRT Jakarta Tuhiyat menyebutkan pihaknya sudah menyerap 150 lulusan dan diperkirakan akan meningkat seiring dengan mulai dioperasikannya angkutan massal MRT di 2019.

Hal senada juga disampaikan Direktur PT Pelindo IV Farid Padang menyebutkan sekitar 100 lulusan sudah terserap menjadi anak buah kapal (ABK), personel pandu dan lainnya.

“Kita ada sertifikasi juga untuk operator. Jadi, vokasinya tahun ini kita benar-benar berbagai sertifikasi,” katanya.

Enam nota kesepahaman, antara BPSDMP dengan BUMN/BUMD bidang transportasi., di antaranya kerja sama antara Pusat Pengembangan SDM Perhubungan Udara (PPSDMPU)/Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia (STPI) Curug dengan PT. Dirgantara Indonesia (Persero), kerja sama antara Pusat Pengembangan SDM Perhubungan Darat (PPSDMPD)/Akademi Perkeretaapian Indonesia (API) Madiun dengan PT. INKA (Persero), kerja sama antara PPSDMPD/API Madiun dengan PT MRT Jakarta, kerja sama antara Sekolah Tinggi Transportasi Darat (STTD) Bekasi dengan PT Transportasi Jakarta, kerja sama antara Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Makassar dengan PT. Pelindo IV, dan kerja sama antara Pusat Pengembangan SDM Aparatur Perhubungan dengan Pemkot Tangerang Selatan.

Kesepakatan bersama tersebut terkait dengan penyelenggaraan pendidikan, pelatihan, dan dukungan bagi pemangku kepentingan, selain itu juga kerja sama dalam pemanfaatan sumber daya, sarana dan prasarana untuk menunjang terciptanya SDM transportasi yang profesional. (jtr)


Media Ekbis menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksiekbis@gmail.com, dan redaksi@ekbis.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
Advertisement

Trending