Connect with us

TOURISM

Kembangkan Pariwisata Sulsel dengan Bermacam Inovasi

Published

on

Provinsi Sulawesi Selatan mencatat jumlah wisatawan mancanegara yang berkunjung melalui pintu Makassar mengalami penurunan sekitar 38,53 persen.

Ekbis.co.id, Makassar – Pariwisata sebagai salah satu andalan pedapatan asli daerah perlu dikembangkan untuk menarik lebih banyak wisatawan berkunjung ke suatu tempat, di tengah persaingan dengan deerah tujuan wisata lain.

Berbagai inovasi yang kreatif diperlukan untuk menciptakan keunggulan sehingga obyek wisata yang ditawarkan menjadi lebih berdaya pikat, terutama ketika jumlah kunjungan wisatawan menurun seperti yang dialami Provinsi Sulawesi Selatan pada beberapa periode pada 2018.

Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Selatan mencatat jumlah wisatawan mancanegara yang berkunjung melalui pintu Makassar mengalami penurunan sekitar 38,53 persen pada Mei dibanding April 2018.

Jumlah wisman yang datang di Sulsel pada Mei sebanyak 659 orang, berbanding hampir setengah pada April 2018 yang justru didatangi sebanyak 1.072 kunjungan wisatawan.

Penurunan terjadi oleh beberapa hal yang salah satunya pada waktu itu memasuki bulan Ramadhan. Untuk alasan yang juga patut menjadi perhatian yakni akibat tidak adanya kegiatan yang membuat wisatawan tertarik untuk berkunjung.

BPS mencatat berdasarkan perbandingan secara tahunan atau year on year (yoy) juga begitu terasa Bahkan penurunan kunjungan lebih tinggi lagi yang mencapai 41,73 persen. Pada Mei 2017, tingkat kunjungan wisman ke Sulsel mencapai 1.131 orang dibandingkan Mei tahun ini yang hanya 659 orang.

Tingkat penurunan wisman yang begitu tinggi hingga hampir mencapai setengahnya ternyata mendapatkan perhatian serius dari seluruh pihak yang berkepentingan di daerah yang kini dipimpin Gubernur Nurdin Abdullah tersebut.

Termasuk di antaranya Dewan Pengurus Daerah ((DPD) Asosiasi Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) Sulawesi Selatan yang mulai menggarap sejumlah daerah yang berpotensi bagi pengembangan wisata olahraga atau “sport tourism”.

Ketua DPD Asita Sulsel Didi L Manaba mengatakan ada beberapa daerah di Sulawesi Selatan yang cocok dan layak dijadikan destinasi wisata olahraga seperti di Kepulauan Selayar, Malino, Enrekang, Kabupaten Maros, dan sebagainya.

Di Kepulauan Selayar misalnya, daerahnya yang memiliki bukit atau gunung bisa dimanfaatkan menjadi rute untuk kendaraan motor trail atau jenis wisata motor cross.

Apalagi, di daerah tinggi itu masyarakat atau wisatawan bisa melihat Kepulauan Selayar secara luas dan hal tersebut tentu bisa menarik wisatawan.

Wisata olahraga yang selama ini baru dibuat dalam konsep lari maraton lintas alam, seperti yang telah digelar Dinas Pariwisata Sulsel di beberapa daerah yaitu di Malino, Pantai Bira Bulukumba, ataupun sekitar Karts Rammang-rammang di Kabupaten Maros dinilai masih kurang dana perlu inovasi yang lebih mberikan tantangan dan menarik wisatawan.

Untuk jenis olahraga yang lebih ekstrem di Sulsel sendiri juga belum mendapatkan wadah khusus.

Namun, Asita Sulsel telah memahami hal itu karena untuk menjalankannya memang harus didukung sarana dan prasarana yang memadai.

Sejauh ini, sudah ada daerah yang mengambil imej “sport tourism”, yakni Sumatera Selatan didukung berbagai fasilitas dan sarana yang lebih lengkap.

“Namun tidak ada salahnya jika bisa mengadopsi konsep `sport tourism` ini di Sulsel. Apalagi di Sulsel ini banyak daerah yang punya potensi,” ujar Didi.

Apalagi Asita Sulsel memang sejak awal fokus memunculkan berbagai destinasi baru.

Potensi destinasi yang tersebar di sejumlah daerah di Sulsel memang belum begitu populer karena belum mendapatkan perhatian serius sehingga perlu untuk mulai digarap

Pihak Asita juga fokus untuk pengembangan destinasi baru di Toraja, Enrekang, dan sejumlah daerah lain di Sulsel.

Daerah lainnya, seperti Kabupaten Gowa, Takalar, Maros, dan Bantaeng, katanya, juga memiliki banyak potensi yang layak untuk dijual ke wisatawan domestik dan internasional.

Selain panorama alam yang mengagumkan, katanya, Sulawesi Selatan yang memiliki banyak kebudayaan asli yang tentunya patut ditawarkan ke masyarakat internasional.

“Untuk mengembangkan ratusan destinasi yang ada tentu harus mendapatkan komitmen bersama, baik pemerintah setempat, seluruh `stakeholder`, atau mitra kerja,” lanjut Didi Manaba.

Asita bersama Pemerintah dalam hal ini Dinas Pariwisata Sulsel sejak awal juga terus fokus memunculkan berbagai destinasi baru.

Destinasi yang tersebar di sejumlah daerah di Sulsel yang memang belum begitu populer karena belum mendapatkan perhatian serius mulai digarap seperti pengembangan destinasi baru di Toraja atau Enrekang.

Sementara daerah lain seperti Kabupaten Gowa, Takalar, Maros dan Bantaeng juga memiliki begitu banyak potensi yang layak untuk dijual ke masyarakat domestik dan internasional.

Selain panorama alam yang mengagumkan, Sulawesi Selatan yang memiliki banyak kebudayaan asli yang tentunya patut untuk ditawarkan ke masyarakat internasional.

“Untuk mengembangkan ratusan destinasi yang ada tentu harus mendapatkan komitmen bersama baik pemerintah setempat, seluruh stakeholder atau mitra kerja,” ujarnya.

Selanjutnya Asita bersama Pemkot Makassar juga mulai menggarap Desa Lakkang Makassar untuk menjadikannya sebagai salah satu destinasi unggulan bagi Kota Makassar, Sulsel.

Desa tradisional Lakkang memang punya potensi sebagai destinasi pilihan karena memiliki berbagai hal yang bisa ditawarkan termasuk tentunya keberadaan bunker tentara Jepang.

Desa Lakkang yang terletak di antara Sungai Tallo dan Sungai Pampang Makassar it selama ini memang menjadi kawasan penelitian terpadu. Bahkan berbagai peneliti dari Jepang juga untuk saat ini masih berada di Desa Lakkang.

Selain sebagai pusat penelitian terpadu, Desa Lakkang juga selama ini dikenal sebagai daerah konservasi alam serta budaya.

Keberadaan pohon-pohon nipah, dan bakau yang dapat dijumpai juga bisa memberikan daya tarik tersendiri bagi masyarakat atau wisatawan yang ingin berkunjung ke daerah yang masuk wilayah administrasi Kecamatan Tallo, Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

“Berbagai potensi yang dimiliki Desa Lakkang itulah yang kita benahi agar bisa lebih menjual. Kami berharap kedepan, Desa Lakkang bisa menjadi salah destinasi tujuan wisata baru di Makassar,” jelasnya.

Provinsi Sulawesi Selatan dan Jawa Barat berkomitmen menjalin kerja sama dalam upaya meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan kedua daerah tersebut.

Kedua provinsi itu saling bergantian mempromosikan berbagai destinasi unggulan bagi masyarakat di daerah masing-masing.

Baik Sulsel ataupun Jawa Barat memang punya potensi yang dapat dimanfaatkan dan dimaksimalkan. Seperti Jawa Barat yang memiliki penduduk yang begitu besar sehingga berpeluang untuk diajak berwisata ke Sulawesi Selatan.

Sebaliknya potensi Sulsel yakni kondisi perekonomian ataupun pendapatan masyarakat yang cukup tinggi yang memungkinkan untuk bisa mencoba pengalaman baru berwisata ke Kota Kembang.

“Jadi potensi inilah yang coba kami maksimalkan bersama, sepeti ajang bertukar wisatawan dengan saling mengunjungi,” sebut dia.

Diharapkan kerja sama ini dapat berjalan dan kunjungan wisatawan kedua daerah bisa mengalami peningkatan.

Asita dan Dinas Pariwisata Sulawesi Selatan bekerja sama KBRI Untuk Filipina mempromosikan destinasi unggulan daerah itu di Manila.

“Kami bersama pihak KBRI siap mempromosi sejumlah destinasi unggulan Sulsel. Kami lihat potensi wisatawan dari negara itu begitu besar sehingga layak dimanfaatkan,” lanjutnya.

Ia menjelaskan, kegiatan itu juga untuk saling menjalin kerja sama mempromosikan destinasi unggulan kedua belah pihak.

Berikutnya bersama Dinas Pariwisata Sulawesi Selatan ?menyasar potensi wisatawan asal Pulau Sumatera agar bisa datang menikmati berbagai destinasi unggulan Sulsel.

Asita dan Badan Promosi Disbudpar Sulsel bersiap melakukan promosi wisata di Padang, Sumatera Barat, September 2018.

Untuk tahun ini memang tengah fokus menggarap wisatawan dari Sumatera. Apalagi peluang mendapatkan wisatawan asal Sumatera dianggap cukup tinggi berdasarkan kunjungan wisatawan domestik ke Sulsel.

Asita Sulsel juga menyiapkan paket-paket baru dari sejumlah daerah seperti Tana Toraja, Palopo dan Kabupaten Enrekang melalui penyediaan bandara.

Menuju Selayar

Pulau Selayar, sebuah pulau kecil yang menawan kini banyak diminati wiatawan, namun kendalanya adalah akses menuju pulau tersebut belum selancar kebutuhan wisatawan.

Oleh sebab itu Dewan Pengurus Daerah Asita Sulsel bergairah menyambut keputusan Garuda Indonesia yang membuka rute baru Makassar-Selayar (PP).

Ketua DPD Asita Sulsel, Didi Leonardo mengatakan dengan pembukaan akses ke Selayar melalui jalur penerbangan tentu semakin meningkatkan potensi pariwisata di daerah itu untuk dikunjungi.

“Kami dari Asita tentunya begitu mengapresiasi atas komitmen dan dedikasi pihak Pemkab Selayar dan Garuda Indonesia yang saya bilang berani. Pemkab Selayar juga tidak setengah-setengah dalam upaya mereka meningkatkan kunjungan pariwisata ke daerah itu,” katanya.

Terkait tingkat kunjungan wisatawan ke pusat destinasi, kata dia, tentunya tidak bisa dilepaskan dari ketersediaan sarana dan prasarana penunjang. Artinya meski daerah itu memiliki sejuta pesona, namun jika susah menjangkaunya tentu tidak akan berkembang maksimal.

? Pemkab Selayar sudah siap memperluas bandara yang tentunya semakin membuktikan bagaimana keseriusan pamerintah untuk menjadikan Selayar sebagai salah satu kunjungan wisatawan terbaik di Indonesia.

Penjabat Gubernur Sulsel Soni Sumarsono juga mengapresiasi maskapai Garuda yang memberikan peluang bagi Pemda setempat untuk mengembangkan potensi wisata di daerah yang berjulukan Tanah Doang ini.

“Dengan adanya rute baru ini, memungkinkan orang mengunjungi Selayar dengan waktu yang lebih singkat dibandingkan transportasi darat, sehingga orang akan lebih banyak lagi ke Selayar melihat potensi wisatanya,” katanya.

Dia mengatakan, rute baru ini diharapkan dapat terhubung dengan daerah lainnya, agar pengunjung dapat dari satu objek ke objek wisata lainnya.

Panjabat Gubernur Sulsel inipun menantang Bupati Kepulauan Selayar untuk menjemput bola dalam mengembangkan sektor pariwisata di wilayah kerjanya.

Mengembangkan obyek wisata memang saling terkait, mulai dari potensi alam dan budaya ditunjang sarana dan prasana serta akan lebih baik bila pengemasan obyek wisata dilakukan melalui inovasi yang kreatif, sehingga memberi nilai tambah pada obyek tersebut. (abd)


Media Ekbis menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksiekbis@gmail.com, dan redaksi@ekbis.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

TOURISM

Menpar Tetapkan “Millennials Tourism” Sebagai Tema Lomba APWI 2019

Published

on

Anugerah Pewarta Wisata Indonesia 2018.

Ekbis.co.id, Jakarta – Menteri Pariwisata Arief Yahya menetapkan millennials tourism sebagai tema lomba dalam ajang anugerah Pewarta Wisata Indonesia (APWI) 2019.

“Saya tetapkan tema millennials tourism untuk lomba APWI 2019 sebagai kelanjutan dari APWI 2018 tahun ini dengan tema Destinasi Digital,” kata Menpar Arief Yahya usai memberikan penghargaan APWI 2018 kepada para perwarta pariwisata dari media cetak (surat kabar dan majalah), media elektronik televisi, dan media online, serta blogger di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona Jakarta, kantor Kementerian Pariwisata (Kemenpar), Jumat malam (7/12/2018)
Tema ini sejalan dengan program strategis Kemenpar yang menempatkan millennials tourism sebagai pendorong meningkatnya target kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia tahun depan sebanyak 20 juta wisman yang diproyeksikan 50 persen di antaranya adalah kaum millennials.
Arief Yahya menjelaskan, pentingnya penentuan tema lomba APWI 2018 sebagau bentuk upaya mengangkat popularitas celah pariwisata melalui promosi media.

Terlebih menurut Kepala Biro Komunikasi Publik (Komblik) Kemenpar Guntur Sakti, minat para insan pewarta pariwisata dalam mengikuti lomba APWI 2018 semakin meningkat.

Tercatat tahun ini mencapai 432 karya ikut serta berupa artikel dan video terdiri atas; majalah sebanyak 56 artikel, surat kabar 43 artikel, media online 119 artikel, blogger 153 artikel, dan 61 tayangan video.

“Jumlah peserta APWI 2018 meningkat pesat. Bila pada APWI 2017 diikuti 106 karya peserta, tahun ini meningkat menjadi 432 karya peserta. Meningkatnya jumlah karya peserta tahun ini selain terpicu oleh total hadiahnya yang besar mencapai Rp 300 juta, termasuk di dalamnya untuk hadiah kategori utama atau best of the best sebesar Rp100 juta,” katanya.

APWI 2018 melahirkan banyak juara yakni untuk kategori media cetak dimenangkan juara I: Doddy Wiraseto (Batik Air Magazine) “Pemantik Pikat Wisata Nomadik”.

Juara II Jeihan Kahfi Barlian (Majalah SWA) “Nomadic Tourism dan Digital Destination: Arena Baru Mengeksplorasi Tujuan Wisata yang Eksotis.

Juara III Fachruddin Abdullah (Majalah Event Guide) “Wisata di Kulon Progo Tak Cuma Kalibiru”.

Juara Harapan I Andri Syahreza (Majalah Mutiara Biru)“Going North” dan Juara Harapan II Donna Imelda (Majalah Asrinesia) “Eksotisme Labuan Bajo”.

Untuk kategori media cetak, juara I Arief Suharto (Koran Jakarta) “Keindahan Wonosobo Temanggung”.

Juara II Eva Fitriani (Investor Daily) “Beraksi di Breksi” dan juara III Mariyana Ricky P. (Solopos) “Pikat Sunset di Bukit Patrum”.

Juara Harapan I Setiady Dwie (Suara)“ Museum Angkut Nan Yahud” dan Juara Harapan II Apriadi Gunawan (The Jakarta) “Lake Toba Pearl of North”.

Untuk kategori media online, juara I Adinda Permatasari (Viva.co.id) “Pose Instagramable Ditemani Ikan Wara-wiri di Dasar Air Umbul Ponggok”.

Juara II Erizky Bagus Zuhair (Akurat.co) “Memandang 10 Bali Baru dalam Bingkai Destinasi Digital”.

Juara III Fadhil (Sindobatam.com) “Gerbang Pariwisata di Seberang Singapura”.

Juara Harapan I Erwin Gumilar (Venuemagz.com) “Sensasi Berwisata di Bekas Tambang Batu” dan Juara Harapan II Edi Sutrisno (Beritakepri.id) “Pasar Kaki Langit Jogja; Harmoni Apik Kearifan Lokal, Alam dan Jagad Digital”.

Sementara kategori media blogger juara I Lina W. Sasmita “Mengunjungi Pasar Mangrove Batam Salah Satu Destinasi Digital Anak Milenial”.

Juara II Elisabeth Murni “Ranting-Ranting yang Berkisah di Hutan Pinus Pengger” dan juara III Qurotul Ayun “Harmoni Pagi di Pasar Kaki Langit”.

Juara Harapan I Teguh Sudarisman “Menjelajah 12 Destinasi Instagramable di Kaki Langit” dan Juara Harapan II Ardian Kusuma “Sehari Menjelajahi Enam Destinasi Digital Jogja”.

Sedangkan kategori media televisi juara I Produksi: Journey: Metro TV; Judul tayangan: “Journey to Lasem”; Produser: Mutmainnah. Juara II Produksi: Tau Gak Sih: Trans 7; Judul tayangan: “Jaga Mata Jaga Hati”; Produser: Okki Saputra.

Juara III Produksi: Let’s Go : MNC TV; Judul Tayang: “Hati Kecantol Pesona Misool”; Produser: Jajang Dirajanaga; Juara Harapan I Produksi: Jalan-jalan : Kompas TV; Judul Tayang: “Pesona Bali Utara”; Produser: Tia Noviana. Juara Harapan II ; Produksi: Jejak Petualang Weekend : Trans 7; Judul Tayang: “Jelajah Pulau Naga”; Produser: Rut Helga.

Sebagai ‘The Best of The Best’ adalah Produksi: Inside Indonesia: CNN Indonesia, dengan judul tayangan “Menjajal Destinasi Digital”, Produser: Nana Riskhi-M. Pramudita VK. (han)


Media Ekbis menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksiekbis@gmail.com, dan redaksi@ekbis.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

TOURISM

Menteri Rini Resmikan Kapal Wisata Komodo dan Dermaga Pulau Rinca

Published

on

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini M Soemarno meresmikan Kapal Motor Penumpang (KMP) Komodo dan Dermaga Pulau Rinca.

Ekbis.co.id, Labuan Bajo – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini M Soemarno meresmikan Kapal Motor Penumpang (KMP) Komodo dan Dermaga Pulau Rinca di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat (7/12/2018).

Dengan hadirnya KMP Komodo yang dikelola PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), kini masyarakat dan wisatawan bisa memanfaatkan transportasi laut yang aman, nyaman dan terjangkau menuju Pulau Komodo, Pulau Padar, dan Pink Beach.

“Saya terus mendukung agar ASDP tidak hanya mendorong konektivitas antar pulau tetapi juga mampu mendorong pengembangan pariwisata dan perekonomian masyarakat setempat,” kata Menteri Rini.

Kehadiran KMP Komodo dan Dermaga Pulau Rinca diharapkan bisa mendukung kemajuan pariwisata dan pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat.

Sementara itu, Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Ira Puspadewi mengatakan kehadiran KMP Komodo di Labuan Bajo merupakan salah satu wujud kontribusi ASDP dalam mendukung pengembangan pariwisata di Kabupaten Manggarai Barat, khususnya yang ingin menikmati keindahan alam di Pulau Komodo, Pulau Padar, dan Pink Beach .

KMP Komodo didesain sebagai kapal wisata berkapasitas 80 orang yang dilengkapi dengan fasilitas dan kenyamanan bagi penumpangnya seperti AC, tempat duduk yang bisa diatur kemiringannya (reclining seat), mini bar, layanan hiburan serta mushola.

Kapal akan melaju dengan kecepatan sembilan knot. Setiap ruangan yang dihadirkan KMP Komodo didesain untuk dapat memberikan kenyamanan lebih kepada penumpangnya.

Salah satu bagian menarik, KMP Komodo menghadirkan area terbuka beratapkan luvre yang berada di bagian atas deck kapal. Di area terbuka ini penumpang dapat duduk-duduk di kursi kayu sembari menikmati pesona laut Labuan Bajo yang semakin membuat perjalanan berkesan.

Selain itu, disediakan juga fasilitas kursi bagi penumpang kapal yang ingin berjemur, menikmati keindahan pemandangan Labuan Bajo dari atas kapal.

“Kami ingin memberikan pengalaman perjalanan yang menyenangkan kepada para penumpang, khususnya wisatawan yang ingin berkunjung ke Taman Nasional Komodo, Pulau Padar dan Pink Beach,” tutur Ira.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Rini juga melakukan peresmian Dermaga di Pulau Rinca yang dibangun bagi penduduk setempat dari sinergi enam BUMN yaitu PT Bank Mandiri (Psersero) Tbk, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, PT Pertamina (Persero) dan PT PLN (Persero).

Pembangunan Dermaga Rinca menelan dana Rp4,38 miliar. Keberadaan dermaga baru itu memungkinkan kapal-kapal berukuran besar, termasuk speed boat untuk merapat ke Pulau Rinca.

“Sebelumnya Dermaga di pulau ini hanya terbuat dari kayu, namun sekaran sudah dibangun dengan baik berkat sinergi enam BUMN. Semoga keberadaan dermaga ini bisa membantu masyarakat Pulau Rinca terutama untuk bisa menjadi sarana penunjang transportasi masyarakat. Terima kasih kepada BUMN yang sudah terlibat, ” tegas Rini. (jtr)


Media Ekbis menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksiekbis@gmail.com, dan redaksi@ekbis.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

TOURISM

BPS : Jumlah Kunjungan Wisman Oktober 1,29 Juta

Published

on

Kepala BPS, Suhariyanto.

Ekbis.co.id, Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah kunjungan wisatawan mancanegara pada Oktober 2018 mencapai 1,29 juta orang atau meningkat 11,24 persen dibandingkan periode sama tahun 2017.

“Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ini meningkat 11,24 persen dibandingkan Oktober 2017, atau dari sebelumnya 1,16 juta menjadi 1,29 juta,” ujar Kepala BPS Suhariyanto dalam jumpa pers di Jakarta, Senin (3/12/2018).

Suhariyanto menjelaskan jumlah kunjungan pada Oktober ini sebanyak 855,9 ribu atau 66 persen berasal dari angkutan udara, 243,7 ribu atau 19 persen berasal dari angkutan laut dan 192,5 ribu atau 15 persen berasal dari angkutan darat.

Dari pintu masuk, sebanyak 516 ribu kunjungan berasal dari Ngurah Rai, 243 ribu berasal dari Soekarno Hatta, 141 ribu berasal dari Batam, 48 ribu berasal dari Tanjung Uban, 26 ribu berasal dari Juanda dan 14 ribu berasal dari Jayapura.

Menurut kebangsaan, jumlah wisatawan tertinggi pada Oktober 2018 berasal dari China sebanyak 183 ribu, Malaysia sebanyak 175 ribu, Timor Leste 144 ribu, Singapura 136 ribu dan Australia 116 ribu.

“Rata-rata kunjungan dari negara ini mengalami kenaikan dibandingkan tahun lalu, kecuali dari Malaysia, karena tahun lalu jumlah kunjungan dari negara ini mencapai 178 ribu,” kata Suhariyanto.

Dengan kunjungan per Oktober ini, maka jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia periode Januari-Oktober 2018 tercatat sebesar 13,24 juta kunjungan.

Berdasarkan kawasan, kedatangan turis terbanyak untuk periode Januari-Oktober 2018 berasal dari Asia selain Asean yaitu mencapai 4,9 juta orang, diikuti Asean sebanyak 4,4 juta orang dan eropa sebanyak 1,7 juta orang. (sat)


Media Ekbis menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksiekbis@gmail.com, dan redaksi@ekbis.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
Advertisement

Trending