Connect with us

INFRASTRUKTUR

IPC Dukung Pelabuhan Tanjung Priok Operasikan Pelabuhan Marunda

Published

on

Penandatanganan Head of Agreement (HoA) oleh Direktur Utama PT Kawasan Berikat Nusantara (Persero), H.M. Satar Taba, Direktur Utama PT Pelabuhan Tanjung Priok, Imanuddin, di Jakarta, Kamis (29/11/2018).

Ekbis.co.id, Jakarta – PT Pelabuhan Indonesia II Persero (IPC) mendukung PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP) bekerja sama dengan PT Kawasan Berikat Nusantara untuk operasikan pelabuhan di Marunda.

“IPC sangat mendukung kerja sama ini, dengan semangat sinergi BUMN,” ujar Direktur Utama IPC, Elvyn G Masassya, di Jakarta Kamis (29/11/2018).

Elvyn menegaskan, pihaknya berkepentingan untuk mengembangkan bisnis anak-anak perusahaannya apalagi jika bisa sinergi dengan BUMN lain.
Pada kesempatan itu, ditandatangani Head of Agreement (HoA) oleh Direktur Utama PT Kawasan Berikat Nusantara (Persero), H.M. Satar Taba, Direktur Utama PT Pelabuhan Tanjung Priok, Imanuddin, dan disaksikan oleh Asisten Deputi Bidang Usaha Konstruksi, Sarana dan Prasarana Perhubungan I, Kementerian BUMN, Heri Purnomo.

Direktur Utama PT Pelabuhan Tanjung Priok, Imanuddin, mengatakan HoA itu pada hakekatnya akan mendukung kelancaran arus barang dan mengantisipasi pertumbuhan cargo nonpeti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok dan sekitarnya, serta pengembangan pasar “secondary port”.

“Dalam HoA tersebut dinyatakan bahwa kedua perusahaan berencana untuk melakukan kerja sama dalam bentuk pengembangan kegiatan terminal multipurpose,” katanya.

Hal itu akan diwujudkan melalui kerja sama pembangunan dan pengoperasian pelabuhan di Marunda dengan nama Project C-04 yang berlokasi di atas lahan HPL PT Kawasan Berikat Nusantara (Persero).

Dia menjelaskan, konsep dasar rencana pembangunan dan pengoperasian pelabuhan dimaksud adalah sebagai pelabuhan umum yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas layanan dan kapasitas terminal multipurpose yang merupakan perluasan kegiatan Pelabuhan Tanjung Priok.
Seperti diketahui, PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP) adalah satu dari 17 anak perusahaan PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) yang bergerak sebagai terminal operator multipurpose.

Pelabuhan itu melayani kegiatan bongkar/muat curah cair, curah kering, general cargo, dan lain-lain.
Saat ini PTP beroperasi di lima regional yaitu Regional Pelabuhan Tanjung Priok, Banten, Panjang, Bengkulu, dan Jambi. (han)


Media Ekbis menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksiekbis@gmail.com, dan redaksi@ekbis.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

INFRASTRUKTUR

Banyak Investor Asing Tertarik Proyek Infrastruktur Indonesia

Published

on

Banyak investor asing yang tertarik berinvestasi di proyek-proyek infrastruktur di Indonesia.

Ekbis.co.id, Jakarta – Direktur Utama PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (Persero) Armand Hermawan mengungkapkan banyak investor asing yang tertarik berinvestasi di proyek-proyek infrastruktur di Indonesia.

“Lebih dari 100 investor dan lembaga keuangan internasional hadir. Hal itu memperlihatkan ketertarikan investor dan lembaga keuangan internasional terhadap berbagai proyek PPP (Public Private Partnership) di Indonesia,” ujar Armand dalam acara PPP Day 2019 di Singapura, sebagaimana keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Kamis (17/1/2019).

Pemerintah melalui Kementerian Keuangan memang telah menyiapkan berbagai instrumen untuk memberikan kenyamanan berinvestasi dalam skema Public Private Partnership atau Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) yaitu berupa penjaminan.

Dalam sesi Power Lunch dan sesi Deep Dive, banyak investor yang menanyakan fungsi penjaminan. Armand pun menjelaskan bahwa penjaminan pemerintah dapat meningkatkan kelayakan kredit (Credit Worthiness).

Kemudian, pada sesi Deep Dive, PT PII bersama-sama dengan Kementerian Keuangan dan BUMN melakukan pembahasan teknis proyek PPP dengan investor, salah satunya proyek perkeretaapian Makassar – Parepare. Saat ini proyek Makassar – Parepare telah masuk tahap penetapan pemenang lelang.

Para investor, menurut dia, mulai meyakini bahwa Indonesia merupakan negara tujuan investasi, terutama bidang infrastruktur. Apalagi ada penjaminan pemerintah melalui PT PII, yang merupakan salah satu kunci keberlangsungan proyek infrastruktur mengingat masa pembangunan hingga operasional yang cukup lama.

“Melalui kegiatan ini, diharapkan para investor akan memperoleh informasi yang akurat dan detail mengenai proyek-proyek di Indonesia dan meningkatkan ketertarikan untuk berpartisipasi dalam proyek berskema PPP,” ujar Armand. (cit)


Media Ekbis menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksiekbis@gmail.com, dan redaksi@ekbis.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

INFRASTRUKTUR

Luhut : Indonesia Disebut Target Utama Tarik Investasi-Infrastruktur

Published

on

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan.

Ekbis.co.id, Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan Indonesia disebut sebagai target utama untuk menarik investasi dan mengembangkan infrastruktur di masa mendatang.

Hal itu, kata Luhut di Jakarta, Senin (14/1/2019), dikatakannya mengutip pernyataan Presiden Kelompok Bank Dunia Jim Yong Kim.

“Jim Yong Kim sendiri secara pribadi mengatakan Indonesia adalah target utama untuk investasi dan infrastruktur,” kata Luhut.

Mantan Menko Polhukam itu menceritakan percakapannya dengan Jim Yong Kim yang mundur setelah lebih dari enam tahun di lembaga pemberi pinjaman internasional Bank Dunia.

“Katanya (Jim Yong Kim) saat Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia, ia melihat Indonesia negara yang bangkit dan itu jadi contoh bagi negara berkembang lainnya,” jelasnya.

Jim Yong Kim, lanjut Luhut, juga memuji kredibilitas Menteri Keuangan Sri Mulyani dan kepemimpinan Presiden Jokowi. Menurut Luhut, pujian itu tentu mengindikasikan kredibilitas Indonesia yang baik di dunia internasional.

Luhut menjelaskan, Jim Yong Kim juga menilai Indonesia sebagai negara yang paling cepat mengembangkan infrastruktur.

“Jim Yong Kim mengatakan setwlah enam tahun di Bank Dunia dia dan mitranya mencoba menggalang dana 1 triliun dolar AS dan dia melihat Indonesia negara yang paling cepat untuk melakukan investasi infrastruktur itu,” kisahnya.

Jim Yong Kim mengumumkan akan mengundurkan diri dari posisinya di Bank Dunia. Segera setelah kepergiannya, Kim akan bergabung dengan sebuah perusahaan dan fokus pada peningkatan investasi infrastruktur di negara-negara berkembang. (aij)


Media Ekbis menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksiekbis@gmail.com, dan redaksi@ekbis.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

INFRASTRUKTUR

Sandiaga Ungkapkan Pembangunan Infrastruktur Belum Berdampak Langsung Terhadap Kesejahteraan Rakyat

Published

on

Diskusi Rabu Biru "Menuju Ekonomi Indonesia yang Adil dan Makmur" di Prabowo-Sandi Media Center, Jalan Sriwijaya I, jakarta Selatan, Rabu (9/1/2019).

Ekbis.co.id, Jakarta – Calon wakil presiden, Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan dari hasil kunjungannya di 1.000 titik menerima berbagai keluhan dari rakyat terkait pembangunan infrastruktur yang belum memiliki dampak langsung terhadap kesejahteraan.

Bersama pasangannya calon presiden, Prabowo Subianto bertekad untuk memberikan koreksi dan penajaman terhadap pelaksanaan pembangunan infrastruktur guna melakukan perbaikan ke depan.

BACA JUGA : Prabowo-Sandi Beberkan Sekema Pembangunan Infrastruktur Paska Jokowi

“Prabowo-Sandi akan tetap fokus untuk membangun infrastruktur. Kita tidak akan menurunkan komitmen, justru kita akan tingkatkan,” kata Sandiaga di Media Center Prabowo-Sandi di Jalan Sriwijaya, Jakarta Selatan, Rabu (9/1/2019).

Namun infrastruktur yang dibangun lebih menyentuh kepada infrastruktur pertanian dan pedesaan. Jadi bukan hanya infrastruktur yang ada di perkotaan, di jalur-jalur utama, infrastruktur pedesaan juga, katanya.

“Kita utamakan agar dampak ekonomi langsung dirasakan masyarakat,” kata Sandiaga.

Prabowo-Sandiaga dalam melebarkan pembangunan hingga ke desa juga berkomitmen melibatkan sektor swasta dalam proyek infrastruktur.

Hal itu dilakukan untuk mengurangi beban utang dalam APBN yang selama ini ditanggung BUMN.

“Saya ingin melibatkan lebih banyak, sembilan sampai sepuluh persen ekonomi itu di ‘drive’ oleh pemerintah, 90 persen itu pengusaha,” kata Sandiaga.

Dia menilai, kemitraan antara pemerintah dan swasta bisa menjadi opsi utama dalam membangun infrastruktur. Namun sayang, opsi tersebut dipinggirkan di era ini.

Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu menyebut keberhasilannya membangun Tol Cipali sebagai model pembangunan yang dilakukan swasta tanpa membebani negara.

“Pembangunan Cipali itu tanpa utang negara atau utang pemerintah. Alhamdulillah sudah berjalan dan sekarang bisa dicoba. Ini yang akan Prabowo-Sandi prioritaskan, kami akan tingkatkan pembangunan infrastruktur,” kata Sandiaga. (ant)


Media Ekbis menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksiekbis@gmail.com, dan redaksi@ekbis.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
Advertisement

Trending