Connect with us

INFRASTRUKTUR

Adhi Karya akan Dapatkan Kontrak Baru Senilai Rp12,7 Triliun

Published

on

(kiri ke kanan) Direktur Keuangan Entus Asnawi M., Direktur Operasional I Budi Saddewa Soediro dan Direktur SDM PT. Adhi Karya Agus Karianto berfoto bersama di Jakarta, Kamis (29/11/2018).

Ekbis.co.id, Jakarta – Direktur Keuangan PT. Adhi Karya Entus Asnawi mengungkapkan perseroan tersebut akan mendapatkan kontrak baru lainnya senilai Rp12,7 triliun, yang terdiri dari pipeline Tol Sigli-Banda Aceh, Tol Dalam Kota dan renovasi Bandara Soekarno-Hatta dalam sisa tahun ini.

“November ini ada kontrak baru yang sudah masuk Rp2,1 triliun tapi belum tercatat. Lalu kami sudah ada pipeline Tol Sigli-Banda Aceh nilainya Rp8,4 triliun, enam ruas Tol Dalam Kota Rp1,4 triliun dan renovasi Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta Rp800 miliar. Tiga kontrak itu akan ditandatangani akhir tahun,” ujar Entus dalam keterangan resminya di Jakarta, Kamis (29/11/2018).

Dia lebih lanjut menjelaskan bahwa dengan tambahan senilai Rp12,7 triliun, tahun ini, perseroan akan mengumpulkan kontrak baru sebesar Rp25,3 triliun.

“Itu melebihi target kontrak baru yang ditetapkan pada tahun ini yakni Rp23,3 triliun,” ucapnya.

Hingga Bulan Oktober 2018, Adhi Karya mencatat perolehan kontrak baru sebesar Rp12,3 triliun. Realisasi perolehan kontrak baru di bulan Oktober 2018 ini salah satunya adalah proyek Bendungan di Kabupaten Deli Serdang senilai Rp127,7 miliar.

Kontribusi per lini bisnis pada perolehan kontrak baru pada Oktober 2018 didominasi oleh lini bisnis konstruksi & energi sebesar 89,9 persen, properti sebesar 8,6 persen dan sisanya merupakan lini bisnis Iainnya.

Berdasarkan segmentasi sumber dana, realisasi kontrak baru dari pemerintah tercatat sebesar 25,6 persen, BUMN sebesar 27,6 persen, sementara swasta/Lainnya sebesar 46,8 persen. Sedangkan pada tipe pekerjaan, perolehan kontrak baru terdiri dari proyek gedung sebesar 61,9 persen, proyek jalan dan jembatan sebesar 20,8 persen, serta proyek infrastruktur lainnya sebesar 17,3 persen.

Selain itu pencapaian kinerja Adhi Karya hingga September 2018 telah sukses mencapai laba bersih sebesar Rp335 miliar, meningkat 63,6 persen dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya yakni Rp205 miliar.

Peningkatan laba bersih tersebut didukung dari perolehan pendapatan usaha di September 2018 sebesar Rp9,43 triliun, meningkat 8,2 persen dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya yakni Rp8,71 triliun dan perolehan laba kotor sebesar Rp1,48 triliun, meningkat 47,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya yakni Rp 1,01 miliar. (aji)


Media Ekbis menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksiekbis@gmail.com, dan redaksi@ekbis.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

INFRASTRUKTUR

Pelindo Benahi Terminal Pemberangkatan Pelabuhan Trisakti Banjarmasin

Published

on

CEO PT Pelindo III Regional Kalimantan Boy Robyanto (tengah) usai memberikan keterangan tentang persiapan Pelindo menyambut arus mudik Lebaran Idul Fitri 1440 hijriah.

Ekbis.co.id, Banjarmasin – PT Pelindo III Banjarmasin, Kalimantan Selatan, membenahi terminal keberangkatan Pelabuhan Trisakti Banjarmasin untuk memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat yang akan mudik Lebaran tahun ini ke berbagai daerah.

CEO PT Pelindo III Regional Kalimantan Boy Robyanto di Banjarmasin Kamis (23/5/2019), mengatakan saat ini terminal keberangkatan penumpang sudah mampu menampung pemudik hingga seribu orang lebih.

“Rata-rata saat ini penumpang kapal sekitar 750 orang per hari, sehingga terminal penumpang yang kami siapkan masih sangat memadai,” katanya.

Fasilitas lainnya yang juga dibenahi adalah, fasilitas kamar mandi atau WC, kemudian kesehatan, pusat informasi, ambulan dan lainnya.

Apalagi tambah dia, sejak Rabu (22/5) KSOP telah mengoperasikan Posko arus mudik angkutan laut, untuk membantu para penumpang yang mengalami kesulitan.

Boy berharap kendati saat ini fasilitas pelabuhan sudah cukup memadai, namun penumpang harus tetap menjaga kesehatan, sehingga perjalanan menjadi lebih lancar.

Selain itu, dia juga mengimbau agar penumpang datang sekitar empat jam sebelum jadwal keberangkatan kapal, sehingga tidak terlalu lama menunggu di ruang tunggu pelabuhan.

“Banyak penumpang yang datang, dua hari sebelum kapal berangkat, sehingga harus tidur di pelabuhan, hal itu bisa mengganggu kesehatan dan kenyamanan dirinya,” katanya.

Menurut dia, saat ini arus penumpang kapal laut, sudah mulai terjadi peningkatan, dari biasanya sekitar 200 penumpang, kini mencapai 750 orang penumpang lebih.

Namun demikian, tambah dia, kenaikan penumpang tersebut masih bisa diatasi dengan tersedianya kapal penumpang yang ada saat ini.

Saat ini, kapal yang siap mengangkut penumpang sebanyak 8-9 unit, tiga di antaranya milik PT Dharma Lautan berkapasitas besar.

Sebelumnya, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas 1 Banjarmasin menyiapkan tiga Kapal Negara berkapasitas 150 penumpang sebagai cadangan untuk mengangkut arus mudik ke berbagai daerah di Jawa.

Kepala KSOP Kelas 1 Banjarmasin, Bambang Gunawan Rabu mengatakan, dari tiga kapal cadangan tersebut dua kapal milik Navigasi Banjarmasin dan satu kapal milik KPLP Surabaya.

Kapal-kapal tersebut, akan beroperasi apabila kapal Roro tidak mampu mengangkut penumpang yang ada di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin.

“Ketiga kapal yang terdiri dari dua unit milik Navigasi dan satu unit milik Kesatuan Penjaga Laut dan Pantai (KPLP) tersebut akan kami operasikan, apabila kapal Roro tidak mampu lagi mengangkut penumpang di Pelabuhan Trisakti,” katanya. (lul)


Media Ekbis menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksiekbis@gmail.com, dan redaksi@ekbis.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

INFRASTRUKTUR

Saham Turun, Perusahaan Sandi Mau Buy Back Rp 110 M

Published

on

Calon Wakil Presiden RI nomor urut 2 Sandiaga Uno.

Ekbis.co.id, Jakarta – PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) berencana melakukan aksi korporasi dengan membeli kembali (buy back) saham perusahaan. Tujuannya untuk mendorong kembalu harga saham perusahaan.

Manajemen menilai harga saham SRTG di pasar modal tidak mencerminkan harga wajar perusahaan. Sehingga aksi korporasi itu perlu dilakukan.

Selain itu, aksi buy back saham itu juga dilakukan demi menjaga investasi jangka panjang karyawannya. Sebab perusahaan besutan Sandiaga Uno itu memiliki program memberikan saham perusahaan untuk karyawannya. (*)


Media Ekbis menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksiekbis@gmail.com, dan redaksi@ekbis.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

INFRASTRUKTUR

Tiket Pesawat Mahal Menggerus Pendapatan AP I Hingga Rp300 Miliar

Published

on

Tiket pesawat yang dianggap masih mahal oleh masyarakat menyebabkan pengguna pesawat berkurang hingga berdampak terhadap penurunan jumlah penumpang.

Ekbis.co.id, Jakarta – PT Angkasa Pura (AP) I mengakui tiket pesawat yang dianggap masih mahal oleh masyarakat menyebabkan pengguna pesawat berkurang hingga berdampak terhadap penurunan jumlah penumpang. Untuk kemudian menggerus pendapatan pengelola bandara yakni PT Angkasa Pura I atau AP I.

Direktur Utama AP I Faik Fahmi mengatakan, pihaknya kehilangan pendapatan mencapai Rp300 miliar sejak awal tahun hingga Mei 2019. “Jadi penurunan traffic sampai dengan Meisekitar 15-20% penurunannya dibandingkan tahun lalu. Dampak terhadap finansial, hitungan kita kemarin sampai dengan bulan Mei sekitar Rp300 miliar dari awal tahun,” ujar Faik di Jakarta, Rabu (22/5/2019).

Dia pun berharap, jumlah pengguna pesawat bisa kembali meningkat dengan demikian pendapatan perusahaan bisa membaik. “Nah tapi ini mudah-mudahan bisa kita recovery di periode berikutnya. Jadi dampak secara langsung Rp300 miliar, “jelasnya.

Untuk itu, perseroan membagi penerbangan tambahan pada Lebaran 2019 ini di Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) dan Bandara Adisutjipto. Salah satunya akan memindahkan sebagian penerbangan tambahan (extra flight) ke bandara baru tersebut. “Walaupun belum 100% sudah mulai dimanfaatkan penambahan kapasitas di Yogyakarta,” katanya.

Bandara Internasional Yogyakarta (New Yogya) sendiri dipastikan siap menghadapi masa arus mudik Lebaran 2019. YIA merupakan salah satu bandara dengan spesifikasi landas pacu terbaik di Indonesia, dimana Bandara ini memiliki fasilitas sisi udara (airside) yang sudah siap 100 persen, dengan panjang landas pacu 3.250 meter, lebar 45 meter, dan shoulder (bahu runway) 15 meter di setiap sisi.

Spefisikasi runway ini mampu didarati pesawat berbadan besar seperti Boeing 777-300 dan Airbus A380. Adapun fasilitas Pertolongan Kecelakaan Penerbangan dan Pemadam Kebakaran (PKP-PK) di YIA masuk ke dalam kategori 8. (*)


Media Ekbis menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksiekbis@gmail.com, dan redaksi@ekbis.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
Advertisement

Trending