Connect with us

TOURISM

Pangandaran Berbenah Menuju Pantai Kelas Dunia

Published

on

Pantai Pangandaran merupakan sebuah objek wisata andalan Kabupaten Pangandaran yang terletak di sebelah tenggara Jawa Barat.

Ekbis.co.id, Pangandaran – Terletak di Desa Pangandaran, Kecamatan Pangandaran, Kabupaten Pangandaran, Provinsi Jawa Barat, Pantai Pangandaran, adalah salah satu objek wisata yang diminati oleh wisatawan lokal dan luar negeri.

Wisatawan bisa melihat matahari terbit di pinggir pantai pada pagi hari dan matahari terbenam pada petang hari.

Besarnya potensi wisata yang ada di Pantai Pangandaran, membuat pemda setempat, mulai dari Pemkab Pangandaran dan Pemprov Jawa Barat terus berbenah menata pantai itu menjadi objek wisata pantai kelas dunia.

Pembenahan Pantai Pangandaran mulai tampak ketika di awal 2018 Pemprov Jawa Barat dan Pemkab Pangandaran berhasil menciptakan Pantai Barat dan Timur Pangandaran bebas pedagang kaki lima (PKL) per Januari 2018.

Gubernur Jawa Barat periode 2013-2018 Ahmad Heryawan atau Aher, saat itu mengatakan dirinya sangat bersyukur karena Pantai Pangandaran telah menjadi pantai yang bersih dari peredaran PKL yang selama ini cukup menghalangi bibir pantai sekaligus keindahan pesona wisata.

Dia bersyukur karena cita-citanya yang sejak lama ingin Pangandaran dan pantai-pantai lain menjadi pantai yang bersih dari PKL terwujud.

Aher mengatakan, kebijakan tersebut selaras dengan keinginannya menjadikan Pantai Pangandaran sebagai wisata kelas dunia. Sekaligus menjadi lebih menarik dan setara dengan objek wisata pantai populer, seperti yang berada di Bali.

Seperti semangat Aher, Pemprov Jawa Barat di bawah kepemimpinan M Ridwan Kamil (Gubernur Jawa Barat 2018-2023) juga bercita-cita menjadikan Pantai Pangandaran menjadi objek wisata pantai kelas dunia.

Pantai Pangandaran, salah satu daerah tujuan wisata paling favorit di ujung timur Jawa Barat itu dirancang sedemikian rupa untuk menyandang predikat kelas dunia. Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengunggah satu foto di akun Instagram miliknya, Rabu 5 September 2018 lalu.

Gubernur yang akrab disapa Kang Emil ini mengajak semua pihak terkait, terutama yang ada di Kabupaten Pangandaran untuk mewujudkan Pangandaran sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) pertama di Jawa Barat.

Dalam acara Sosialisasi Sadar Wisata dan Sapta Pesona di Kabupaten Pangandaran, Rabu (28/11), Gubernur Emil mengajak pihak terkait untuk bisa meng-goal-kan Pangandaran sebagai Kawasan Ekonomi Khusus pertama di Jawa Barat.

Bahkan dalam unggahannya di akun media sosial instagram miliknya @ridwankamil, ia berencana mendesain Pantai Pangandaran seperti pantai di Hawaii.

Menurut Gubernur Emil, Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Jabar) memprioritaskan tiga program untuk membangun sektor industri pariwisata di Kabupaten Pangandaran agar dapat memberikan manfaat dan keuntungan bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Ketiga program yang sedang diupayakan Pemerintah Provinsi Jabar, yakni meminta kepada pemerintah pusat untuk mengabulkan pelebaran jalan darat dari Kota Banjar sampai Pangandaran.

Upaya selanjutnya, kata dia, mengaktifkan kembali jalur kereta api Bandung-Pangandaran yang sudah lama tidak beroperasi sehingga wisatawan dapat mudah menjangkau Pangandaran dengan menggunakan kereta api.

Dan program yang ketiga ialah pengembangan Bandar Udara Nusawiru agar jalur pendaratannya lebih panjang sehingga bisa digunakan pesawat komersial.

Gubernur Emil berharap keberadaan Bandara Nusawiru dapat memudahkan wisatawan dari Jakarta menuju Pangandaran dengan jarak tempuh lebih cepat dibandingkan jalur darat.

Selain itu, ia juga berharap upaya pengembangan pariwisata di Pangandaran dapat dilakukan secara bersama-sama antara pemerintah pusat, provinsi, kabupaten dan masyarakatnya.

UMK Naik

Ada “kejutan” saat Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengumumkan besaran upah minimum kabupaten/kota Tahun 2019 pada acara Jabar Punya Informasi (Japri) di Gedung Sate Bandung, 21 November 2018.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengambil kebijakan khusus dalam upaya pengembangan Kabupaten Pangandaran yang didorong menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).

Salah satunya dalam penetapan upah minimum kabupaten (UMK) 2019 yang besaran kenaikannya mencapai 10 persen atau di atas rata-rata kenaikan daerah lainnya sebesar 8,03 persen.?

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jawa Barat Ferry Sofwan Arif menuturkan dari 27 kota/kabupaten yang ada di Jabar sebagian besar kenaikan UMK mengacu pada PP 78/2015 yakni sebesar 8,03 persen.

Akan tetapi ada satu yang melebihi 8,03 persen, yakni Kabupaten Pangandaran, sebesar Rp1.714.673,33 atau naik 10 persen dari UMK sebelumnya.

Hal tersebut, lanjut Ferry, diputuskan karena Kabupaten Pangandaran tengah didorong menjadi kawasan ekonomi khusus (KEK).

Syarat Tiga A

Menteri Pariwisata (Menpar) RI Arief Yahya yang hadir pada acara Media Gathering 2018 yang digelar oleh Biro Humas dan Protokol Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Barat di Pantai Indah Timur Resort, Kabupaten Pangandaran, Rabu (26/11) mengatakan untuk menjadikan Pangandaran sebagai tujuan wisata kelas dunia, maka tiga A sebagai prasyaratnya tentu harus pula berkelas dunia.

Tiga A tersebut diantaranya atraksi, aksesibilitas, dan amenitas.

Menpar Arief menjelaskan, atraksi meliputi objek wisata berupa wisata alam, budaya, dan buatan yang menarik. Aksesibilitas, yaitu infrastruktur menuju kawasan wisata dan infrastruktur pendukung objek wisata, seperti bandara kelas internasional.?

A ketiga, yakni amenitas, seperti fasilitas umum bintang lima, mulai dari hotel, restoran, toko cinderamata, taman hingga fasilitas kesehatan dan fasilitas umum lainnya.

Selain itu, lanjut Menpar, ada Tiga C yang diperlukan dalam mentransformasi sebuah kawasan wisata, yaitu CEO commitment, change agent, dan competence.

CEO commitment terkait komitmen dan kebijakan yang diberikan dari pemimpin atau pejabat pemerintah yang bersangkutan untuk membuat daerahnya sebagai kawasan tujuan wisata unggulan.

Kemudian change agent, dimana perlu ada tim khusus untuk melakukan pengembangan kawasan wisata sekaligus menjadi pengawas kebijakan transformasi kawasan wisata tersebut.?

Hal ketiga, yaitu competence, pendidikan untuk SDM pendukung kawasan wisata harus secara terus-menerus dilakukan, khususnya pemanfaatam generasi muda agar mereka semua terlibat dalam pembentukan transformasi wisata unggulan.

Menurut Menpar, pariwisata akan menjadi core economy Indonesia. Dunia pariwisata Indonesia mengalami pertumbuhan paling cepat di dunia mencapai 22 persen atau tiga kali lipat dibanding pertumbuhan pariwisata dunia.

Sejalan dengan komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang ingin menjadikan Jabar sebagai Provinsi Pariwisata, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengungkapkan strategi pihaknya untuk membuat dunia pariwisata sebagai unggulan di Jawa Barat.

Menurut dia, keunggulan Provinsi Jawa Barat adalah pariwisata, namun selama ini kurang dipoles.

Dia berjanji selama lima tahun ke depan di bawah kepemimpinannya akan memoles “batu akik permata” (Jawa Barat) itu menjadi berkilau.

Strategi yang disusun Pemprov Jabar, di antaranya membagi pariwisata menjadi tiga tipe. Pariwisata Tipe 1, yaitu memperbaiki eksisting destinasi yang kurang maksimal. Pariwisata Tipe 2, membuat objek wisata baru di 27 kabupaten/kota.

Untuk hal ini, Gubernur Emil akan menggelontorkan anggaran Rp30 miliar hingga Rp40 miliar untuk setiap kabupaten/kota.

Untuk Pariwisata Tipe 3, Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan menyiapkan kluster khusus untuk dijadikan kawasan pariwisata melalui KEK (Kawasan Ekonomi Khusus). Ada dua KEK yang sudah disiapkan hingga saat ini, yaitu KEK Pangandaran dan KEK Cikidang, Sukabumi. (jat)


Media Ekbis menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksiekbis@gmail.com, dan redaksi@ekbis.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

TOURISM

Kemenpar Jaring Pasar Eropa Utara Melalui Matka Nordic Travel Fair 2019

Published

on

Pariwisata siap menjariang pasar wisata dari negara-negera di kawasan Eropa utara melalui pameran pariwisata Matka Nordic Travel Fair 2019 .

Ekbis.co.id, Ha Long – Kementerian Pariwisata siap menjariang pasar wisata dari negara-negera di kawasan Eropa utara melalui pameran pariwisata Matka Nordic Travel Fair 2019 yang digelar 17 – 20 Januari 2019 di Messukeskus, Expo and Convention Center, Helsinki, Finlandia.

“Keikutertaan Indonesia dalam Matka Nordic Travel Fair kali ini masih dalam upaya mendukung pencapaian target wisatawan mancanegara (wisman) sebesar 20 juta kunjungan, ” kata Agustini Rahayu, Asdep Pengembangan Pemasaran II Regional IV (Eropa) Kementerian Pariwisata melalui keterangan tertulis yang diterima di Ha Long Vietnam, Jumat (18/1/2019).

Pada Matka Nordic Travel Fair 2018 diikuti oleh 68.505 pengunjung dan 914 peserta dari 84 negara. Terhitung sejak tahun 2009, Indonesia telah berpartisipasi sebanyak 11 kali dalam pameran terbesar di Eropa Utara tersebut.

Pasar Nordik dinilai cukup menjanjikan karena memiliki pangsa sebesar 25,17 persen(191.258) dari total target pasar Eropa lainnya (760.000) pada tahun 2018. Selain dari sisi volume, wisman Nordik juga memiliki nilai pembelanja besar, berpenghasilan besar, dan memiliki kemampuan untuk berlibur ke luar negeri lebih dari sekali.

Dia menambahkan, waktu liburan wisatawan Nordik itu panjang dan sekali berkunjung ke Indonesia mengeluarkan dana sekitar 1.464 dolar AS karena didukung dengan kebijakan beberapa negara Nordik yang memberikan cuti tahunan yang panjang kepada warganegaranya.

“Saat ini, negara Asia Tenggara outbound favorit Eropa Utara adalah Thailand. Indonesia perlu eksis juga sebagai negara yang menonjol di natural wonders, cultural wonders dan sensory wonders,” katanya.

Kemenpar akan menampilkan Indonesia sebagai negara kepulauan beriklim tropis yang menawarkan destinasi alam, budaya, serta keramahtamahan masyarakat Indonesia kepada wisman Nordik.

Kemenpar juga berupaya memberikan unique experience pada panca indra wisman Eropa Utara, melalui sajian kopi khas Nusantara dipadu dengan rempah Indonesia padahospitality corner, lantunan dawai Sasando asal NTT

Dalam ajang kali ini Kemenpar bersinergi dengan KBRI Helsinki, Pemda Provinsi DI. Yogyakarta, Pemda Provinsi Kalimantan Selatan, dan melibatkan delapan industri pariwisata. (sub)


Media Ekbis menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksiekbis@gmail.com, dan redaksi@ekbis.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

TOURISM

Investor Singapura Tanamkan Modal di Halmahera Utara Bangun Infrastruktur Pariwisata

Published

on

Bupati Halmahera Utara, Frans Manery.

Ekbis.co.id, Bandung – Investor asal Singapura Globalports PTE LTD menanamkan modalnya di Halmahera Utara untuk membangun dan mengembangkan infrastruktur pariwisata di wilayah tersebut.

“Tentu saja investasi ini banyak manfaatnya secara ekonomi. Saya juga ingin agar Kabupaten Halmahera Utara segera bangun hingga sejajar dengan kabupaten-kabupaten lain yang sudah maju,” kata Bupati Halmahera Utara Frans Manery dalam keterangan tertulis yang diterima Jumat (18/1/2019).

Pihaknya bersama beberapa pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) menyaksikan penandatanganan Head of Agreement (HoA) antara PT. Hibualamo Jaya (BUMD) yang diwakili oleh direkturnya Deky Iwisara dengan Globalports PTE LTD yang diwakili oleh salah satu anggotany Henry Teh Kok Kheng, CEO & President Digiland di Centennial Tower Jakarta, Kamis (17/1/2019).

Perjanjian antara BUMD Kabupaten Halmahera Utara dengan investor asal Singapura ini berisi tentang kerja sama investasi untuk membangun infrastruktur di Halmahera Utara. Kerja sama investasi meliputi pembangunan pelabuhan, infrastruktur perikanan, dan infrastruktur di sektor pariwisata.

“Pembangunan infrastruktur pariwisata diharapkan mampu mendatangkan 500.000 wisatawan ke Halmahera Utara,” katanya.

Penandatanganan HoA ini adalah kelanjutan dari MoU yang telah disepakati sebelumya pada Juli 2018.

Frans menyambut baik kerja sama tersebut karena tahap demi tahap investasi ini dapat cepat dilalui. Dengan adanya investasi yang cukup besar Frans berharap nantinya Kabupaten Halmahera Utara akan setara dengan kabupaten-kabupaten lain yang telah maju.

“Investasi juga akan mendorong manfaat di sektor ekonomi yang bisa langsung dirasakan oleh masyarakat,” katanya.

PT Hibualamo Jaya adalah BUMD yang bergerak di bidang pertanian, perkebunan dan kehutanan, perikanan, dan perdagangan umum.

Sedangkan Global Ports PTE LTD adalah perusahaan yang berpengalaman mengelola pelabuhan.

Investasinya dikembangkan dari Eropa hingga ke Asia dan belum lama ini juga menanamkan modalnya di Aceh dengan membangun pelabuhan di Sabang.

Perusahaan itu mengurusi kargo, melayani kapal-kapal penumpang, bahkan dalam sea-planes yang ditawarkan nantinya pelabuhan Sabang bisa menjadi pintu masuk bagi wisatawan dari dan menuju destinasi lain di Asia Tenggara seperti Phuket atau Langkawi dengan kapal amphibi?

Frans sangat berharap investor-investor dapat mengelola investasinya secara baik sehingga membawa banyak manfaat bagi masyarakat Halmahera Utara.

Menurut dia, berkembangnya infrastruktur akan memunculkan lapangan-lapangan pekerjaan baru.

Untuk itu Frans berharap para pemuda di Halmahera Utara lebih kreatif untuk mengembangkan diri dan memiliki daya saing yang tinggi agar dapat turun tangan langsung membangun daerahnya.

Halmahera Utara memiliki destinasi-destinasi wisata yang menarik dengan laut bersih, pantai berbiota laut yang tersebar di Tobelo, Kao, Galela, maupun Lolada Utara. (han)


Media Ekbis menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksiekbis@gmail.com, dan redaksi@ekbis.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

TOURISM

Taiwan Harapkan Peningkatan Kunjungan Wisatawan Indonesia

Published

on

Kepala Kantor Dagang dan Ekonomi Taiwan (TETO) John Chen menyampaikan sambutan dalam peresmian kantor Taiwan Visitors Association (TVA) di Jakarta, Kamis (17/1/2019).

Ekbis.co.id, Jakarta – Otoritas Taiwan mengharapkan peningkatan kunjungan wisatawan dari Indonesia dengan kehadiran kantor Taiwan Visitors Association (TVA) di Jakarta.

Sebagai platform terintegrasi pariwisata terbesar di Taiwan, TVA bertugas meningkatkan kualitas pariwisata Taiwan serta jumlah wisatawan mancanegara, termasuk dari Indonesia.

Jumlah kunjungan wisatawan Indonesia ke Taiwan pada Januari-November 2018 mencapai 195.500 orang.

“Kami berharap jumlah wisatawan dari Indonesia ke Taiwan meningkat, mungkin menjadi dua kali atau tiga kali lipat,” kata Kepala Kantor Dagang dan Ekonomi Taiwan (TETO) John Chen dalam peresmian kantor TVA di Jakarta, Kamis (17/1/2019).

Dengan populasi 260 juta jiwa dan lebih dari 8 juta wisatawan melancong ke luar negeri setiap tahun, Indonesia memiliki potensi sebagai pasar wisatawan terbesar Taiwan di Asia Pasifik.

Selama empat tahun terakhir, jumlah wisatawan mancanegara yang mengunjungi Taiwan mencapai 10 juta orang.

Namun, dari angka tersebut, jumlah wisatawan asal Indonesia tidak sampai satu persen.

“Karena itu, kami mendirikan kantor TVA di Jakarta agar kerja sama antara Taiwan dan Indonesia lebih bagus lagi khususnya di bidang pariwisata,” tutur John Chen.

Demi menarik lebih banyak wisatawan Indonesia, otoritas Taiwan telah mempermudah proses pengajuan visa dan sedang mempertimbangkan kebijakan bebas visa bagi wisatawan Indonesia.

Puluhan negara telah menikmati fasilitas bebas visa untuk masuk ke Taiwan seperti Australia, Selandia Baru, Jepang, Korea Selatan, AS, serta negara-negara anggota Uni Eropa.

Sementara untuk Asia Tenggara, otoritas Taiwan memperpanjang program percobaan bebas visa selama 14 hari bagi tiga negara yaitu Brunei Darussalam, Filipina, dan Thailand hingga akhir Juli 2019.

Program yang dimulai sejak Agustus 2016 di bawah New Southbond Policies (NSP) otoritas Taiwan tersebut membuahkan hasil positif dengan jumlah kunjungan dari negara-negara NSP meningkat 27,7 persen secara tahunan (year on year) menjadi 2,28 juta wisatawan pada 2017.

Misi NSP menempatkan Indonesia sebagai salah satu prioritas, dengan kerja sama di bidang ekonomi, pendidikan, tenaga kerja, dan pertanian kedua negara menjadi lebih intensif dan bermanfaat.

“Pariwisata merupakan sarana komunikasi langsung dari mulut ke mulut, sehingga menjadi salah satu poin utama implementasi bisnis kami ke depannya,” kata John Chen. (ydp)


Media Ekbis menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksiekbis@gmail.com, dan redaksi@ekbis.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
Advertisement

Trending