Connect with us

UKM

Kemenperin Targetkan 45 IKM Bermitra dengan Industri Besar

Published

on

Direktur Jenderal Industri Kecil dan Menengah (IKM) Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Gati Wibawaningsih.

Ekbis.co.id, Jakarta – Direktur Jenderal Industri Kecil dan Menengah (IKM) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Gati Wibawaningsih menargetkan 45 IKM akan bermitra dengan industri besar pada 2019.

“Saya maunya ke depan IKM yang bekerja sama dengan industri besar naik tiga kali lipat, saat ini ada 15, jadi setidaknya ke depan ada 45 IKM,” kata Gati usai menghadiri acara temu bisnis IKM Komponen Otomotif dengan Tier APM dan Industri Besar di Jakarta, Selasa (27/11/2018)

Dalam acara temu bisnis itu, Gati menyebutkan ada 15 IKM yang siap mengadakan kemitraan dengan tiga industri besar.

“Nota kesepahaman) sudah siap ada 15 IKM dengan tiga industri besar. Potensi (kemitraan) besar,” sebut Gati.

Dalam kesempatan itu, Gati menjelaskan Kemenperin berupaya meningkatkan kerja sama antara industri besar dan IKM di Indonesia.

Namun, menurut Gati, membangun kemitraan membutuhkan waktu relatif lama, sekitar satu hingga dua tahun.

“Kerja sama itu tidak seminggu selesai, pendampingan (untuk membangun kemitraan) prosesnya tahunan,” jelas Gati.

Dalam acara temu bisnis “Link and Match” IKM Komponen Otomotif dengan Tier APM dan Industri Besar di Kementerian Perindustrian Jakarta, Selasa, Kemenperin memfasilitasi perjanjian kemitraan tiga perusahaan besar dengan IKM asal Kabupaten Tegal, Jawa Tengah.

Penandatanganan perjanjian kemitraan tersebut merupakan tindak lanjut dari temu bisnis yang diadakan Kemenperin pada Januari dan Desember 2017.

Perusahaan yang menandatangani perjanjian kemitraan itu, antara lain PT Dharma Polimetal dengan tiga IKM, PT Sadiyah Cahaya Logam, PT Karya Manunggal Manufaktur, PT Prima Karya; PT Mada Wikri Tunggal dengan tiga IKM, yaitu PT Gaya Teknik Logam, PT Prima Karya.

PT Manunggal Manufaktur; PT United Tractor Pandu Engineering (PATRIA) juga ikut meneken kontrak kemitraan dengan IKM PT Mitra Karya Tegal. (gtm)


Media Ekbis menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksiekbis@gmail.com, dan redaksi@ekbis.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

UKM

Kemenkop Terapkan Strategi Pemulihan UMKM Pasca-Bencana di NTB dan Sulteng

Published

on

Deputi Bidang Restrukturisasi Usaha Kementerian Koperasi dan UKM, Abdul Kadir Damanik.

Ekbis.co.id, Jakarta – Kementerian Koperasi dan UKM menerapkan strategi pemulihan UMKM pasca-bencana di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) akibat gempa bumi dan di Sulawesi Tengah (Sulteng) akibat tsunami, likuifaksi, dan gempa bumi.

Deputi Bidang Restrukturisasi Usaha Kementerian Koperasi dan UKM, Abdul Kadir Damanik, di Jakarta, Selasa (19/2/2019), mengatakan pihaknya menerapkan strategi berupa sinergi dengan banyak pemangku kepentingan untuk memulihkan UMKM pasca-bencana.

“Di NTB misalnya program sinergi diwujudkan dalam bentuk pemberian bantuan pemerintah masing-masing sebesar Rp4,5 juta kepada 150 pelaku usaha mikro san kecil,” katanya.

Selain itu pihaknya juga mendorong penerapan Early Warning System (EWS) atau sistem peringatan dini serta pelatihan vocational kepada 80 pelaku UMKM di Lombok Tengah. Ia juga menekankan, restrukturisasi usaha bagi pelaku koperasi dan UMKM sebagai hal yang penting untuk dilakukan dalam upaya menjaga stabilitas kinerja koperasi dan UMKM.

Ia menjelaskan, restrukturisasi usaha tidak hanya dilakukan oleh koperasi dan UMKM yang mengalami penurunan usaha atau usaha yang terkena bencana alam.

“Namun restrukturisasi harus dilakukan terus-menerus agar kinerja koperasi dan UMKM lebih baik sehingga dapat meraih peluang dalam setiap persaingan,” ujarnya.

Dengan adanya sosialisasi restrukturisasi usaha di Lombok Tengah ini, diharapkan koperasi dan UMKM di wilayah itu dapat meningkatkan performa kinerja usahanya dengan memaksimalkan sumber daya yang ada.

Pihaknya melalui Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia juga ikut berperan aktif dalam memulihkan perekonomian masyarakat setempat dengan melaksanakan program Pelatihan Vocational Pengolahan Makanan Berbahan Dasar Buah-buahan Lokal.

Pelatihan diberikan dalam bentuk pembekalan keterampilan teknis dengan pemilihan jenis pelatihan sesuai dengan potensi atau sumberdaya lokal yang tersedia di daerah setempat.

“Jadi pelatihan kami harapkan aplikatif, masyarakat bisa mengolah bahan yang mudah didapat menjadi produk yang mempunyai nilai jual atau nilai tambah dan sekaligus selepas pelatihan, peserta dapat memanfaatkan ilmu ini sebagai modal keterampilan untuk membuka lapangan usaha atau peluang usaha baru,” katanya.

Sementara itu di Provinsi Sulteng, Program Bantuan Modal Usaha akan diberikan kepada sebanyak 150 pelaku usaha mikro dan kecil di tiga kabupaten/kota terdampak bencana terparah yakni di Palu, Sigi, dan Donggala sehingga masing-masing daerah akan mendapatkan 50 penerima bantuan modal dengan dana masing-masing senilai Rp5 juta.

Hingga 29 Januari 2019 data KUMKM yang terdampak bencana di provinsi Sulawesi Tengah mencapai 100.910 unit UMKM dengan plafon kredit sebesar Rp8.038,6 triliun dan jumlah outstanding sebesar Rp5.150,5 triliun yang bersumber dari 13 perbankan dan 1 lembaga keuangan.

Nilai restrukturisasi kredit yang telah dilakukan sebesar Rp3.498,5 triliun untuk 22.325 unit UMKM dengan jumlah plafon dan outstanding sebesar Rp2.672,6 triliun.

Abdul Kadir mengakui upaya penanggulangan dan pemulihan usaha bagi para pelaku koperasi, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah terdampak bencana yang terjadi di Indonesia belum optimal. Hal ini kata dia, disebabkan banyaknya jumlah bencana yang terjadi dan jumlah KUMKM yang terkena bencana dalam beberapa tahun terakhir. Di samping itu, lemahnya ketahanan bisnis Koperasi, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah dalam menghadapi bencana. (han)


Media Ekbis menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksiekbis@gmail.com, dan redaksi@ekbis.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

RETAIL

Menaker Imbau UMKM Manfaatkan Media Sosial untuk Kembangkan Bisnis

Published

on

Menteri Ketenagakerjaan, Hanif Dhakir.

Ekbis.co.id, Jakarta – Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri meminta pelaku usaha ritel dan dan usaha kecil dan menengah (UMKM) agar memanfaatkan media sosial untuk mengembangkan bisnis dan memperluas jejaring kerja.

“Jangan gunakan media sosial untuk bergosip dan menyebarkan hoaks. Lebih baik gunakan untuk kepentingan bisnis dan mengembangkan usaha ,” kata Menaker Hanif dalam siaran pers, Jakarta, Kamis (14/2/2019).

Hanif mengatakan kunci pertumbuhan ekonomi Indonesia salah satunya melalui UMKM. Dengan UMKM yang kuat dan mandiri akan menimbulkan penguatan ekonomi nasional yang konsisten.

“Pelaku ritel harus semangat dan percaya diri menghadapi tantangan-tantangan era industri 4.0 melalui berbagai inovasi dan kolaborasi dengan asosiasi sektoralnya masing-masing,” kata Hanif.

Dalam menghadapi berkembangnya platform belanja online, kata Hanif, dibutuhkan strategi khusus yang harus diterapkan.

“Perlu adanya inovasi untuk dapat meningkatkan terobosan pasar. Salah satunya melalui kolaborasi dengan kelompok lain, dengan ide ataupun terobosan yang berbeda dan unik,” kata Hanif.

Selain itu, para pelaku ritel perlu untuk memperluas pasar, meningkatkan kemampuan pemasaran agar bisa terus bersaing di pasar. Salah satunya yakni dengan mengoptimalkan strategi pemasaran melalui jaringan online seperti media sosial, blog, situs dan lain sebagainya.

“Di masa depan, sosmed merupakan paspor bagi kehidupan kita. Orang akan menilai kita melalui medsos yang kita miliki,” kata Hanif. (apd)


Media Ekbis menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksiekbis@gmail.com, dan redaksi@ekbis.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

UKM

Kemenkop Tekankan Pentingnya Perlindungan UMKM dalam Ekonomi Digital

Published

on

Produk UMKM ditekankan mendapat perlindungan UMKM dalam ekonomi digital.

Ekbis.co.id, Jakarta – Kementerian Koperasi dan UKM menekankan pentingnya perlindungan terhadap para pelaku UMKM dalam pengembangan ekonomi digital seiring peningkatan kapasitas SDM UMKM yang terus dilakukan.

“Dalam pengembangan ekonomi digital, yang perlu diperhatikan adalah perlindungan konsumen dan termasuk perlindungan kepada UMKM,” kata Staf Ahli Menteri Bidang Hubungan Antar Lembaga Kementerian Koperasi dan UKM Luhur Pradjarto di Jakarta, Kamis (14/2/2019).

Ia mengatakan, seiring telah berjalannya revolusi industri 4.0 para pelaku koperasi dan UMKM harus didorong agar mampu berkiprah dalam memanfaatkan potensi ekonomi digital.

Sejalan dengan itu, menurut dia, dengan kemajuan teknologi informasi, koperasi dan UMKM sebagai pelaku usaha juga harus belajar dan membenahi dirinya. “Kalau mereka tidak mau maka akan ketinggalan,” katanya.

Ia menambahkan, ekonomi digital mempunyai potensi ekonomi dalam mendukung perekonomian nasional.
Oleh karena itu, kolaborasi dan sinergi antara Pemerintah dengan pemangku kepentingan menjadi penting dalam upaya mengoptimalkan pemanfaatan potensi ekonomi digital.

“Tidak lain untuk tujuan agar mampu mendorong percepatan dan pengembangan sistem perdagangan nasional berbasis elektronik, sebagaimana Peraturan Presiden Nomor 74 tahun 2017,” katanya.

Maka kata dia, perlindungan dan distingsi diperlukan bagi para pelaku UMKM. Sementara bagi konsumen tidak lain agar pembeli tidak khawatir atas produk yang dibeli.

“Maka perlu ada standarisasi produk-produk yang akan diperjualbelikan, baik secara on-line maupun off-line, dan produk-produk agar dikemas yang menarik. Ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan daya saing Koperasi dan UMKM,” katanya.

Oleh karena itu, dukungan peningkatan kompetensi bagi pelaku ekonomi dan edukasi bagi masyarakat sangat penting dalam menghadapi ekonomi digital. (han)


Media Ekbis menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksiekbis@gmail.com, dan redaksi@ekbis.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
Advertisement

Trending