Connect with us

PROPERTI

Riyadh Group Akuisisi Dua Perusahaan Properti Malaysia

Published

on

Penandatanganan MoU antara Presiden Direktur RGI Bally Saputra Datuk Janosati dan Direktur Pelaksana Mainstay serta PTT Teo Swee dengan disaksikan Menteri Wilayah Federal Malaysia H Khalid bin Abd Shamad di Shah Alam.

Ekbis.co.id, Kuala Lumpur – Perusahaan properti Riyadh Group Indonesia (RGI) mengakuisisi 65 persen kepemilikan saham dua perusahaan properti Malaysia, yakni Mainstay Holdings Sdn Bhd dan Pembinaan Tetap Teguh Sdn Bhd.

Akuisisi tersebut dituangkan melalui nota kesepahaman yang ditandatangani Presiden Direktur RGI Bally Saputra Datuk Janosati dan Direktur Pelaksana Mainstay serta PTT Teo Swee dengan disaksikan Menteri Wilayah Federal Malaysia H Khalid bin Abd Shamad di Shah Alam, Senin (19/11/2018).

Penandatanganan kerja sama tersebut dilakukan di Space U8 Mall di Bukit Jelutong, Shah Alam, Negeri Selangor. Sebuah mall yang saat ini tingkat huniannya masih di bawah 50 persen dan nanti akan dikelola oleh RGI.

Space U8 Mall milik Mainstay Properties Sdn Bhd yang merupakan anak usaha Mainstay Holdings Sdn Bhd.

Melalui nota kesepahaman tersebut, RGI berkomitmen untuk melakukan investasi senilai 450 juta dollar AS dan ikut mengembangkan Horizon Village Outlet (HVO) Development di Serenia City, Sepang, Selangor.

“Investasi dan keterlibatan Riyadh sangat ditunggu karena akan memberi kami perspektif baru dan membantu penganekaragaman pengembangan kami dari para pesaing kami. Pengembangan HVO di Sepang akan memberikan beraneka komponen pelengkap,” kata Teo Swee.

Menurut dia, melalui kolabroasi dengan RGI akan memberikan kesempatan Mainstay dan PTT memasuki pasar Indonesia.

Dalam nota kesepahaman itu RGI mendapatkan kepemilikan 65 persen saham Mainstay Properties sebagai pemilik Space U8 dan 65 persen saham di anak perusahaan PTT, Horizon KLPO Sdn Bhd, yang memiliki 10 hektare lahan siap bangun di Sepang.

Sementara itu, Bally Saputra mengatakan bahwa Space U8 Mall nanti akan menjadi Mahakarya Town Square yang nantinya 60 persennya akan diisi oleh produk-produk kuliner dan hiburan dari Indonesia.

“Kami akan berkerja sama dengan Kementerian Pariwisata RI untuk menggaungkan kampanye `Wonderful Indonesia` di Malaysia sebagai bentuk kepedulian terhadap pengembangan sektor pariwisata, baik di Indonesia maupun Malaysia,” kata Bally yang juga Sekretaris Badan Pertimbangan Organisasi DPP Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia.

Di lahan seluas 10 hektare di Sepang, RGI akan membangun 9 hektare untuk Sepang Premium Outlet (SPO) dua lantai dan enam tower apartemen setinggi 33 lantai yang terdiri dari 2.200 unit.

“Di depannya akan kami bangun rumah sakit Riyadh International Islamic Holding sehingga banyak orang-orang yang berobat di sana,” katanya. (gus)


Media Ekbis menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksiekbis@gmail.com, dan redaksi@ekbis.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

PROPERTI

Properti “Coworking Space” Diprediksi Bakal Terus Berkembang Pesat

Published

on

Perkembangan area kerja bersama atau coworking space yang diperkirakan akan terus berkembang pesat pada masa mendatang dinilai bisa menjadi pendukung pasar properti kantor.

Ekbis.co.id, Jakarta – Perkembangan area kerja bersama atau coworking space yang diperkirakan akan terus berkembang pesat pada masa mendatang dinilai bisa menjadi pendukung pasar properti kantor yang mengalami stagnansi dalam beberapa tahun ke belakang.

“Coworking space itu sepanjang 2018 sangat aktif, bahkan bisa dibilang cukup mendominasi di 2018. Ini di luar ekspektasi karena mereka mengambil lahan cukup besar,” kata Senior Associate Director Research Colliers International Indonesia Ferry Salanto dalam paparan di Jakarta, Rabu (9/1/2019).

Ferry menilai keberadaan coworking space justru akan melengkapi kebutuhan yang ada sekaligus mendorong keramaian di area tersebut.

Senior Associate Director Office Services Colliers International Indonesia Ricky Tarore menuturkan kepopuleran coworking space terjadi di semua negara.

“Coworking space banyak menampung perusahaan startup. Mereka masuknya penyewa besar dan ini tentu akan membantu pemilik tanah atau landlord,” katanya.

Menurut Ricky, penyewaan lahan untuk coworking space akan membantu pemilik tanah untuk membiayai biaya pemeliharaan.

Pasalnya, lanjutnya, pemilik tanah tersebut dinilai membutuhkan paling tidak sekitar 65 persen okupansi di lahan mereka.

Seiring perkembangan startup, nantinya perusahaan rintisan tentu akan membutuhkan ruang yang lebih besar untuk mengelola usahanya sehingga pasar properti kantor pun bisa ikut bergerak.

“Nanti mereka berkembang bisa menyewa kantor yang lebih besar. Mereka akan bisa menciptakan permintaan baru, dan itu sudah terjadi,” tuturnya. (aij)


Media Ekbis menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksiekbis@gmail.com, dan redaksi@ekbis.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

PROPERTI

Capaian Program Satu Juta Rumah Tembus 1.132.621 Unit

Published

on

Capaian program Satu Juta Rumah (PSR) mencapai 1.132.621 Unit atau melebihi target.

Ekbis.co.id, Jakarta – Kementerian PUPR menyatakan per 31 Desember 2018 mencatat capaian program Satu Juta Rumah (PSR) mencapai 1.132.621 Unit atau melebihi target.

Dalam siaran pers yang diterima Antara Jakarta, Rabu (9/1/2019), sejak dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo pada 29 April 2015, secara bertahap capaian program ini terus meningkat yakni; pada tahun 2015 sebanyak 699.770 unit, tahun 2016 sebanyak 805.169 unit dan tahun 2017 sebanyak 904.758 unit.

Secara keseluruhan dari tahun 2015 sampai dengan tahun 2018 telah terbangun 3.542.318 unit rumah.

“Pada tahun 2018 ini, untuk pertama kalinya, jumlah pembangunan rumah di Indonesia dapat menembus satu juta unit rumah persisnya 1.132, 621 unit rumah. Dalam penyediaan hunian kemampuan pemerintah melalui dana APBN hanya sekitar 20 persen terutama untuk rumah MBR. Kemudian sekitar 30 persen berasal dari subisidi KPR dengan skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Sisanya merupakan rumah yang dibangun oleh masyarakat secara swadaya dan pengembang perumahan secara formal,” kata Dirjen Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR Khalawi Abdul Hamid.

Program Satu Juta Rumah merupakan kolaborasi antara para pemangku kepentingan di bidang perumahan mulai dari Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, Asosiasi Pengembang Perumahan antara lain REI dan Apersi, Perbankan, Perusahaan Swasta melalui kegiatan _corporate social responsibility_ (CSR) dan masyarakat.

Melalui program ini diharapkan dapat memperkecil backlog penghunian perumahan di Indonesia yang pada tahun 2015 mencapai 7,6 juta unit menjadi 5,4 juta unit pada tahun 2019.

Selain untuk memperkecil backlog yang ada, kebutuhan rumah per tahunnya juga terus bertambah sekitar 800 ribu unit.

Disamping itu, pemerintah juga berupaya mengurangi rumah tidak layak huni di Indonesia yang mencapai 3,4 juta pada tahun 2015 menjadi 1,9 juta unit pada tahun 2019. Oleh karena melalui Program Satu Juta Rumah, setiap tahunnya ditargetkan terbangun rumah sebanyak 1 juta unit dengan proporsi 70% rumah masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dan 30% merupakan hunian non MBR.

Dari capaian 1.132.621 Unit, terbagi 69% atau 785.641 unit merupakan rumah MBR dan 31% atau 346.980 unit rumah non MBR.

Lebih lanjut dijelaskan untuk kategori rumah MBR, kontribuasi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan berhasil membangun sebanyak 217,064 unit rumah bagi MBR.

Angka ini terdiri dari rumah susun (Rusun) sebanyak 11,655 unit, rumah khusus 4,525 unit, rumah swadaya sejumlah 200.884 unit. Kontribusi Pemerintah Daerah (Pemda) tercatat 111,821 unit rumah MBR terdiri pembangunan Rusun sebanyak 9.430 unit, Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya Pembangunan Baru (BSPS PB) sebanyak 6.937 unit, Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya Peningkatan Kualitas (BSPS PK) sebanyak 95.454 unit.

Rumah MBR yang dibangun pengembang sebanyak 447.364 unit, CSR 458 unit dan masyarakat sebanyak 8.934 unit. Untuk rumah non-MBR sebanyak 290,656 unit dibangun oleh pengembang dan 56,324 unit dibangun masyarakat.

Pada tahun 2019, Ditjen Penyediaan Perumahan menargetkan pembangunan Rusun sebanyak 6.873 unit, Rumah Swadaya 206.500 unit, Rumah Khusus 2.130 unit dan bantuan Prasarana Sarana Umum bagi 13.000 unit seperti jalan lingkungan, tempat pengolahan sampah dan jaringan air minum. (jaK)


Media Ekbis menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksiekbis@gmail.com, dan redaksi@ekbis.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

PROPERTI

Perumnas Lanjutkan Pembangunan Proyek TOD pada 2019

Published

on

Direktur Utama Perum Perumnas, Bambang Triwibowo.

Ekbis.co.id, Jakarta – Perum Perumnas akan melanjutkan pembangunan sejumlah proyek hunian berkonsep kawasan berorientasi transit atau transit oriented development (TOD) pada tahun ini.

“Melanjutkan TOD-TOD itu, kita baru mulai konstruksi, kita teruskan dan selesaikan,” ujar Direktur Utama Perum Perumnas Bambang Triwibowo kepada awak media di Jakarta, Kamis (3/1/2019).

Dia lebih lanjut menjelaskan bahwa saat ini pihaknya menangani tiga proyek TOD yakni TOD di Rawa Buntu, Tangerang Selatan, TOD di Pondok Cina, Depok dan TOD Tanjung Barat, Jakarta Selatan.

Menurutnya, Perumnas saat ini sudah kesulitan untuk mencari tanah-tanah di kawasan perkotaan, sehingga solusinya yang paling memungkinkan yakni bekerja sama dengan sejumlah BUMN.

“Terutama misinya bagaimana menyediakan perumahan bagi masyarakat kecil,” kata Bambang usai menghadiri pelantikan dan pengambilan sumpah pejabat struktural Kementerian BUMN.

Sebelumnya dalam kabar yang dilansir Antara pada Kamis (6/12/2018), pembangunan proyek hunia berkonsep Transit Oriented Development (TOD) di kawasan Jakarta, Depok, dan Tangerang tersebut merupakan kerja sama Perum Perumnas dengan PT Kereta Api Indonesia.

“Pembangunan rusun berkonsep TOD ini merupakan bentuk dari sinergi BUMN. Kami membangun TOD di atas stasiun yang mudah akses transportasinya,” ujar Direktur Utama Perumnas Bambang Triwibowo.

Nilai investasi tiga proyek TOD tersebut ditaksir sekitar Rp4 triliun, dan akan diselesaikan sekitar satu tahun 6 bulan mendatang. (aji)


Media Ekbis menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksiekbis@gmail.com, dan redaksi@ekbis.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
Advertisement

Trending