Connect with us

TOURISM

Total Investasi Pengembangan KEK Mandalika Tembus Rp17 Triliun

Published

on

Total investasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika di Kabupaten Lombok Tengah, NTB, mencapai lebih dari Rp17 triliun.

Ekbis.co.id, Mandalika – PT Pengembang Pariwisata Indonesia (Persero) atau Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) menyebutkan total investasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika di Kabupaten Lombok Tengah, NTB, mencapai lebih dari Rp17 triliun, yang salah satunya akan digunakan untuk membangun lintasan balap untuk MotoGP.

“Total investasi yang sudah kita himpun di Mandalika mencapai Rp17 triliun,” kata Direktur Utama ITDC Abdulbar M Mansoer pada acara HUT 45 ITDC di Mandalika, Kabupaten Lombok Tengah, NTB, Minggu (18/11/2018).

Ia menyebutkan total investasi itu berasal dari tujuh investor dengan nilai sekitar Rp3,2 triliun dan Vinci Construction and Grand Projets (VCGP) senilai 1 miliar dolar AS atau Rp14,6 triliun lebih sehingga seluruh komitmen investasi di KEK Mandalika sebesar Rp17 triliun.

“Bahkan kami juga akan mendapat pinjaman melalui Kementerian Keuangan sebagai syarat mendapatkan pembiayaan sebesar 248 juta dolar AS atau setara dengan Rp3,6 triliun untuk infrastruktur Mandalika sebelum akhir tahun 2018,” terangnya.

Abdulbar mengakui khusus dengan Vinci Construction and Grand Projets (VCGP) pihaknya telah menandatangani perjanjian Master LUDA untuk membangun lintasan balap di dalam kawasan.

Diharapkan dengan terbangunnya lintasan tersebut yang direncanakan dimulai pada 2019, KEK Mandalika bakal bisa menyelenggarakan balap MotoGP.

Lintasan sirkuit MotoGP di KEK Mandalika ini mencapai 4,2 kilometer yang dibangun di atas lahan seluas 160 hektare, dengan 130 hektare di antaranya diperuntukkan untuk pembangunan sirkuit dan 20 hektare untuk hotel, rumah sakit, dan fasilitas pendukung lainnya.

Sementara itu, Direktur Kontruksi dan Operasional ITDC Ngurah Wirawan menyebutkan di akhir 2018, pihaknya telah merampungkan pembangunan sejumlah fasilitas penunjang di KEK Mandalika antara lain Masjid Nurul Bilad, Kuta Beach Park, Pengolahan air berteknologi SWRO, infrastruktur kawasan dan jalan sepanjang 11 km, termasuk, kawasan sentra UMKM Bazaar Mandalika yang baru selesai dikerjakan.

“Di usia 45 tahun ITDC, khusus di Mandalika, kami sudah bisa membangun fasilitas utama sebagai penunjang kawasan destinasi, sehingga menjadi daya tarik wisatawan,” katanya.

Ngurah Wirawan mengatakan selain berbagai fasilitas tersebut, pihaknya juga saat ini sedang melaksanakan pembangunan fasilitas lain di dalam kawasan seperti hotel Pullman dan Paramount, termasuk, pembangunan jalan sepanjang 20 kilometer yang dimulai pada 2019, dengan alokasi anggaran sekitar Rp700-800 miliar.

“Tapi tidak seluruhnya untuk jalan, ada kita fungsikan untuk kegiatan lain dalam kawasan,” katanya.

Ia mengatakan, jalan raya sepanjang 20 kilometer itu nantinya memiliki lebar 30-40 meter, namun untuk lintasan MotoGP jalan yang harus dibangun mencapai 15-90 meter.

“Secara detail yang lebih memahami itu Vinci bersama Dorna selaku investor. Tapi, karena lintasan MotoGP ada standar-standar sendiri sehingga harus lebih dibangun lebar,” katanya. (nur)


Media Ekbis menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksiekbis@gmail.com, dan redaksi@ekbis.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

TOURISM

Menpar Tetapkan “Millennials Tourism” Sebagai Tema Lomba APWI 2019

Published

on

Anugerah Pewarta Wisata Indonesia 2018.

Ekbis.co.id, Jakarta – Menteri Pariwisata Arief Yahya menetapkan millennials tourism sebagai tema lomba dalam ajang anugerah Pewarta Wisata Indonesia (APWI) 2019.

“Saya tetapkan tema millennials tourism untuk lomba APWI 2019 sebagai kelanjutan dari APWI 2018 tahun ini dengan tema Destinasi Digital,” kata Menpar Arief Yahya usai memberikan penghargaan APWI 2018 kepada para perwarta pariwisata dari media cetak (surat kabar dan majalah), media elektronik televisi, dan media online, serta blogger di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona Jakarta, kantor Kementerian Pariwisata (Kemenpar), Jumat malam (7/12/2018)
Tema ini sejalan dengan program strategis Kemenpar yang menempatkan millennials tourism sebagai pendorong meningkatnya target kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia tahun depan sebanyak 20 juta wisman yang diproyeksikan 50 persen di antaranya adalah kaum millennials.
Arief Yahya menjelaskan, pentingnya penentuan tema lomba APWI 2018 sebagau bentuk upaya mengangkat popularitas celah pariwisata melalui promosi media.

Terlebih menurut Kepala Biro Komunikasi Publik (Komblik) Kemenpar Guntur Sakti, minat para insan pewarta pariwisata dalam mengikuti lomba APWI 2018 semakin meningkat.

Tercatat tahun ini mencapai 432 karya ikut serta berupa artikel dan video terdiri atas; majalah sebanyak 56 artikel, surat kabar 43 artikel, media online 119 artikel, blogger 153 artikel, dan 61 tayangan video.

“Jumlah peserta APWI 2018 meningkat pesat. Bila pada APWI 2017 diikuti 106 karya peserta, tahun ini meningkat menjadi 432 karya peserta. Meningkatnya jumlah karya peserta tahun ini selain terpicu oleh total hadiahnya yang besar mencapai Rp 300 juta, termasuk di dalamnya untuk hadiah kategori utama atau best of the best sebesar Rp100 juta,” katanya.

APWI 2018 melahirkan banyak juara yakni untuk kategori media cetak dimenangkan juara I: Doddy Wiraseto (Batik Air Magazine) “Pemantik Pikat Wisata Nomadik”.

Juara II Jeihan Kahfi Barlian (Majalah SWA) “Nomadic Tourism dan Digital Destination: Arena Baru Mengeksplorasi Tujuan Wisata yang Eksotis.

Juara III Fachruddin Abdullah (Majalah Event Guide) “Wisata di Kulon Progo Tak Cuma Kalibiru”.

Juara Harapan I Andri Syahreza (Majalah Mutiara Biru)“Going North” dan Juara Harapan II Donna Imelda (Majalah Asrinesia) “Eksotisme Labuan Bajo”.

Untuk kategori media cetak, juara I Arief Suharto (Koran Jakarta) “Keindahan Wonosobo Temanggung”.

Juara II Eva Fitriani (Investor Daily) “Beraksi di Breksi” dan juara III Mariyana Ricky P. (Solopos) “Pikat Sunset di Bukit Patrum”.

Juara Harapan I Setiady Dwie (Suara)“ Museum Angkut Nan Yahud” dan Juara Harapan II Apriadi Gunawan (The Jakarta) “Lake Toba Pearl of North”.

Untuk kategori media online, juara I Adinda Permatasari (Viva.co.id) “Pose Instagramable Ditemani Ikan Wara-wiri di Dasar Air Umbul Ponggok”.

Juara II Erizky Bagus Zuhair (Akurat.co) “Memandang 10 Bali Baru dalam Bingkai Destinasi Digital”.

Juara III Fadhil (Sindobatam.com) “Gerbang Pariwisata di Seberang Singapura”.

Juara Harapan I Erwin Gumilar (Venuemagz.com) “Sensasi Berwisata di Bekas Tambang Batu” dan Juara Harapan II Edi Sutrisno (Beritakepri.id) “Pasar Kaki Langit Jogja; Harmoni Apik Kearifan Lokal, Alam dan Jagad Digital”.

Sementara kategori media blogger juara I Lina W. Sasmita “Mengunjungi Pasar Mangrove Batam Salah Satu Destinasi Digital Anak Milenial”.

Juara II Elisabeth Murni “Ranting-Ranting yang Berkisah di Hutan Pinus Pengger” dan juara III Qurotul Ayun “Harmoni Pagi di Pasar Kaki Langit”.

Juara Harapan I Teguh Sudarisman “Menjelajah 12 Destinasi Instagramable di Kaki Langit” dan Juara Harapan II Ardian Kusuma “Sehari Menjelajahi Enam Destinasi Digital Jogja”.

Sedangkan kategori media televisi juara I Produksi: Journey: Metro TV; Judul tayangan: “Journey to Lasem”; Produser: Mutmainnah. Juara II Produksi: Tau Gak Sih: Trans 7; Judul tayangan: “Jaga Mata Jaga Hati”; Produser: Okki Saputra.

Juara III Produksi: Let’s Go : MNC TV; Judul Tayang: “Hati Kecantol Pesona Misool”; Produser: Jajang Dirajanaga; Juara Harapan I Produksi: Jalan-jalan : Kompas TV; Judul Tayang: “Pesona Bali Utara”; Produser: Tia Noviana. Juara Harapan II ; Produksi: Jejak Petualang Weekend : Trans 7; Judul Tayang: “Jelajah Pulau Naga”; Produser: Rut Helga.

Sebagai ‘The Best of The Best’ adalah Produksi: Inside Indonesia: CNN Indonesia, dengan judul tayangan “Menjajal Destinasi Digital”, Produser: Nana Riskhi-M. Pramudita VK. (han)


Media Ekbis menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksiekbis@gmail.com, dan redaksi@ekbis.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

TOURISM

Menteri Rini Resmikan Kapal Wisata Komodo dan Dermaga Pulau Rinca

Published

on

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini M Soemarno meresmikan Kapal Motor Penumpang (KMP) Komodo dan Dermaga Pulau Rinca.

Ekbis.co.id, Labuan Bajo – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini M Soemarno meresmikan Kapal Motor Penumpang (KMP) Komodo dan Dermaga Pulau Rinca di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat (7/12/2018).

Dengan hadirnya KMP Komodo yang dikelola PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), kini masyarakat dan wisatawan bisa memanfaatkan transportasi laut yang aman, nyaman dan terjangkau menuju Pulau Komodo, Pulau Padar, dan Pink Beach.

“Saya terus mendukung agar ASDP tidak hanya mendorong konektivitas antar pulau tetapi juga mampu mendorong pengembangan pariwisata dan perekonomian masyarakat setempat,” kata Menteri Rini.

Kehadiran KMP Komodo dan Dermaga Pulau Rinca diharapkan bisa mendukung kemajuan pariwisata dan pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat.

Sementara itu, Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Ira Puspadewi mengatakan kehadiran KMP Komodo di Labuan Bajo merupakan salah satu wujud kontribusi ASDP dalam mendukung pengembangan pariwisata di Kabupaten Manggarai Barat, khususnya yang ingin menikmati keindahan alam di Pulau Komodo, Pulau Padar, dan Pink Beach .

KMP Komodo didesain sebagai kapal wisata berkapasitas 80 orang yang dilengkapi dengan fasilitas dan kenyamanan bagi penumpangnya seperti AC, tempat duduk yang bisa diatur kemiringannya (reclining seat), mini bar, layanan hiburan serta mushola.

Kapal akan melaju dengan kecepatan sembilan knot. Setiap ruangan yang dihadirkan KMP Komodo didesain untuk dapat memberikan kenyamanan lebih kepada penumpangnya.

Salah satu bagian menarik, KMP Komodo menghadirkan area terbuka beratapkan luvre yang berada di bagian atas deck kapal. Di area terbuka ini penumpang dapat duduk-duduk di kursi kayu sembari menikmati pesona laut Labuan Bajo yang semakin membuat perjalanan berkesan.

Selain itu, disediakan juga fasilitas kursi bagi penumpang kapal yang ingin berjemur, menikmati keindahan pemandangan Labuan Bajo dari atas kapal.

“Kami ingin memberikan pengalaman perjalanan yang menyenangkan kepada para penumpang, khususnya wisatawan yang ingin berkunjung ke Taman Nasional Komodo, Pulau Padar dan Pink Beach,” tutur Ira.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Rini juga melakukan peresmian Dermaga di Pulau Rinca yang dibangun bagi penduduk setempat dari sinergi enam BUMN yaitu PT Bank Mandiri (Psersero) Tbk, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, PT Pertamina (Persero) dan PT PLN (Persero).

Pembangunan Dermaga Rinca menelan dana Rp4,38 miliar. Keberadaan dermaga baru itu memungkinkan kapal-kapal berukuran besar, termasuk speed boat untuk merapat ke Pulau Rinca.

“Sebelumnya Dermaga di pulau ini hanya terbuat dari kayu, namun sekaran sudah dibangun dengan baik berkat sinergi enam BUMN. Semoga keberadaan dermaga ini bisa membantu masyarakat Pulau Rinca terutama untuk bisa menjadi sarana penunjang transportasi masyarakat. Terima kasih kepada BUMN yang sudah terlibat, ” tegas Rini. (jtr)


Media Ekbis menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksiekbis@gmail.com, dan redaksi@ekbis.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

TOURISM

BPS : Jumlah Kunjungan Wisman Oktober 1,29 Juta

Published

on

Kepala BPS, Suhariyanto.

Ekbis.co.id, Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah kunjungan wisatawan mancanegara pada Oktober 2018 mencapai 1,29 juta orang atau meningkat 11,24 persen dibandingkan periode sama tahun 2017.

“Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ini meningkat 11,24 persen dibandingkan Oktober 2017, atau dari sebelumnya 1,16 juta menjadi 1,29 juta,” ujar Kepala BPS Suhariyanto dalam jumpa pers di Jakarta, Senin (3/12/2018).

Suhariyanto menjelaskan jumlah kunjungan pada Oktober ini sebanyak 855,9 ribu atau 66 persen berasal dari angkutan udara, 243,7 ribu atau 19 persen berasal dari angkutan laut dan 192,5 ribu atau 15 persen berasal dari angkutan darat.

Dari pintu masuk, sebanyak 516 ribu kunjungan berasal dari Ngurah Rai, 243 ribu berasal dari Soekarno Hatta, 141 ribu berasal dari Batam, 48 ribu berasal dari Tanjung Uban, 26 ribu berasal dari Juanda dan 14 ribu berasal dari Jayapura.

Menurut kebangsaan, jumlah wisatawan tertinggi pada Oktober 2018 berasal dari China sebanyak 183 ribu, Malaysia sebanyak 175 ribu, Timor Leste 144 ribu, Singapura 136 ribu dan Australia 116 ribu.

“Rata-rata kunjungan dari negara ini mengalami kenaikan dibandingkan tahun lalu, kecuali dari Malaysia, karena tahun lalu jumlah kunjungan dari negara ini mencapai 178 ribu,” kata Suhariyanto.

Dengan kunjungan per Oktober ini, maka jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia periode Januari-Oktober 2018 tercatat sebesar 13,24 juta kunjungan.

Berdasarkan kawasan, kedatangan turis terbanyak untuk periode Januari-Oktober 2018 berasal dari Asia selain Asean yaitu mencapai 4,9 juta orang, diikuti Asean sebanyak 4,4 juta orang dan eropa sebanyak 1,7 juta orang. (sat)


Media Ekbis menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksiekbis@gmail.com, dan redaksi@ekbis.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
Advertisement

Trending