Connect with us

TOURISM

Menpar Sorong Tabuik Masuk Kalender Wisata Nasional

Published

on

Menteri Pariwisata, Arief Yahya.

Ekbis.co.id, Pariamam – Menteri Pariwisata Arief Yahya mendorong pemerintah Kota Pariaman, Sumatera Barat segera mengupayakan pesta Budaya Tabuik masuk dalam kalender wisata nasional.

“Saat ini pesta Budaya Tabuik belum masuk ke dalam kalender kegiatan nasional, oleh karena itu perlu upaya lebih keras dari pemerintah daerah untuk mewujudkannya,” kata dia di Pariaman, Minggu (11/11/2018) usai menutup kegiatan Tour de Singkarak 2018.

Tidak tercatatnya Tabuik ke dalam kalender wisata nasional ujar dia, disebabkan belum terpenuhinya kriteria berdasarkan penilaian dari tim khusus yang telah dibentuk.

Ia mengakui tidak mudah masuk ke dalam kalender wisata nasional, karena dibutuhkan persyaratan tertentu. Apalagi yang menilai tim khusus dan memang ahli di bidangnya.

Ia menyebutkan tim penilai tersebut terdiri dari Denny Malik, Eko Supriyanto dan Dynand Fariz serta sejumlah orang yang turut serta dalam seremoni Asian Games 2018.?

Namun ujarnya, festival Budaya Tabuik yang diselenggarakan setiap tanggal 1-10 Muharam di Kota Pariaman, tetap memiliki peluang untuk masuk ke dalam kalender nasional.

“Jadi kalau mau masuk kalender kegiatan nasional harus memiliki persiapan yang lebih bagus, setidaknya setara dengan pelaksanaan Tour de Singkarak (TdS),” ujar dia.

Namun, ia mengungkapkan pihaknya terus mendukung Kota Pariaman untuk dapat menjadikan tabuik sebagai salah satu program dalam kalender nasional.

Wali Kota Pariaman Genius Umar, mengatakan pesta budaya Tabuik merupakan salah satu upaya dalam memajukan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Setiap penyelenggaraan pesta budaya tabuik ujarnya, Kota Pariaman dikunjungi hingga ratusan ribu wisatawan dari berbagai daerah bahkan luar negeri.

Untuk mencapai dan masuk ke dalam kalender nasional, pemerintah daerah akan berupaya semaksimal mungkin memenuhi persyaratan yang diminta.

“Pesta budaya tabuik sudah ada sejak ratusan tahun yang lalu, oleh karena itu perlu diperjuangkan agar masuk ke dalam kalender event nasional,” kata dia. (sep)


Media Ekbis menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksiekbis@gmail.com, dan redaksi@ekbis.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

TOURISM

Kemenpar Jaring Pasar Eropa Utara Melalui Matka Nordic Travel Fair 2019

Published

on

Pariwisata siap menjariang pasar wisata dari negara-negera di kawasan Eropa utara melalui pameran pariwisata Matka Nordic Travel Fair 2019 .

Ekbis.co.id, Ha Long – Kementerian Pariwisata siap menjariang pasar wisata dari negara-negera di kawasan Eropa utara melalui pameran pariwisata Matka Nordic Travel Fair 2019 yang digelar 17 – 20 Januari 2019 di Messukeskus, Expo and Convention Center, Helsinki, Finlandia.

“Keikutertaan Indonesia dalam Matka Nordic Travel Fair kali ini masih dalam upaya mendukung pencapaian target wisatawan mancanegara (wisman) sebesar 20 juta kunjungan, ” kata Agustini Rahayu, Asdep Pengembangan Pemasaran II Regional IV (Eropa) Kementerian Pariwisata melalui keterangan tertulis yang diterima di Ha Long Vietnam, Jumat (18/1/2019).

Pada Matka Nordic Travel Fair 2018 diikuti oleh 68.505 pengunjung dan 914 peserta dari 84 negara. Terhitung sejak tahun 2009, Indonesia telah berpartisipasi sebanyak 11 kali dalam pameran terbesar di Eropa Utara tersebut.

Pasar Nordik dinilai cukup menjanjikan karena memiliki pangsa sebesar 25,17 persen(191.258) dari total target pasar Eropa lainnya (760.000) pada tahun 2018. Selain dari sisi volume, wisman Nordik juga memiliki nilai pembelanja besar, berpenghasilan besar, dan memiliki kemampuan untuk berlibur ke luar negeri lebih dari sekali.

Dia menambahkan, waktu liburan wisatawan Nordik itu panjang dan sekali berkunjung ke Indonesia mengeluarkan dana sekitar 1.464 dolar AS karena didukung dengan kebijakan beberapa negara Nordik yang memberikan cuti tahunan yang panjang kepada warganegaranya.

“Saat ini, negara Asia Tenggara outbound favorit Eropa Utara adalah Thailand. Indonesia perlu eksis juga sebagai negara yang menonjol di natural wonders, cultural wonders dan sensory wonders,” katanya.

Kemenpar akan menampilkan Indonesia sebagai negara kepulauan beriklim tropis yang menawarkan destinasi alam, budaya, serta keramahtamahan masyarakat Indonesia kepada wisman Nordik.

Kemenpar juga berupaya memberikan unique experience pada panca indra wisman Eropa Utara, melalui sajian kopi khas Nusantara dipadu dengan rempah Indonesia padahospitality corner, lantunan dawai Sasando asal NTT

Dalam ajang kali ini Kemenpar bersinergi dengan KBRI Helsinki, Pemda Provinsi DI. Yogyakarta, Pemda Provinsi Kalimantan Selatan, dan melibatkan delapan industri pariwisata. (sub)


Media Ekbis menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksiekbis@gmail.com, dan redaksi@ekbis.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

TOURISM

Investor Singapura Tanamkan Modal di Halmahera Utara Bangun Infrastruktur Pariwisata

Published

on

Bupati Halmahera Utara, Frans Manery.

Ekbis.co.id, Bandung – Investor asal Singapura Globalports PTE LTD menanamkan modalnya di Halmahera Utara untuk membangun dan mengembangkan infrastruktur pariwisata di wilayah tersebut.

“Tentu saja investasi ini banyak manfaatnya secara ekonomi. Saya juga ingin agar Kabupaten Halmahera Utara segera bangun hingga sejajar dengan kabupaten-kabupaten lain yang sudah maju,” kata Bupati Halmahera Utara Frans Manery dalam keterangan tertulis yang diterima Jumat (18/1/2019).

Pihaknya bersama beberapa pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) menyaksikan penandatanganan Head of Agreement (HoA) antara PT. Hibualamo Jaya (BUMD) yang diwakili oleh direkturnya Deky Iwisara dengan Globalports PTE LTD yang diwakili oleh salah satu anggotany Henry Teh Kok Kheng, CEO & President Digiland di Centennial Tower Jakarta, Kamis (17/1/2019).

Perjanjian antara BUMD Kabupaten Halmahera Utara dengan investor asal Singapura ini berisi tentang kerja sama investasi untuk membangun infrastruktur di Halmahera Utara. Kerja sama investasi meliputi pembangunan pelabuhan, infrastruktur perikanan, dan infrastruktur di sektor pariwisata.

“Pembangunan infrastruktur pariwisata diharapkan mampu mendatangkan 500.000 wisatawan ke Halmahera Utara,” katanya.

Penandatanganan HoA ini adalah kelanjutan dari MoU yang telah disepakati sebelumya pada Juli 2018.

Frans menyambut baik kerja sama tersebut karena tahap demi tahap investasi ini dapat cepat dilalui. Dengan adanya investasi yang cukup besar Frans berharap nantinya Kabupaten Halmahera Utara akan setara dengan kabupaten-kabupaten lain yang telah maju.

“Investasi juga akan mendorong manfaat di sektor ekonomi yang bisa langsung dirasakan oleh masyarakat,” katanya.

PT Hibualamo Jaya adalah BUMD yang bergerak di bidang pertanian, perkebunan dan kehutanan, perikanan, dan perdagangan umum.

Sedangkan Global Ports PTE LTD adalah perusahaan yang berpengalaman mengelola pelabuhan.

Investasinya dikembangkan dari Eropa hingga ke Asia dan belum lama ini juga menanamkan modalnya di Aceh dengan membangun pelabuhan di Sabang.

Perusahaan itu mengurusi kargo, melayani kapal-kapal penumpang, bahkan dalam sea-planes yang ditawarkan nantinya pelabuhan Sabang bisa menjadi pintu masuk bagi wisatawan dari dan menuju destinasi lain di Asia Tenggara seperti Phuket atau Langkawi dengan kapal amphibi?

Frans sangat berharap investor-investor dapat mengelola investasinya secara baik sehingga membawa banyak manfaat bagi masyarakat Halmahera Utara.

Menurut dia, berkembangnya infrastruktur akan memunculkan lapangan-lapangan pekerjaan baru.

Untuk itu Frans berharap para pemuda di Halmahera Utara lebih kreatif untuk mengembangkan diri dan memiliki daya saing yang tinggi agar dapat turun tangan langsung membangun daerahnya.

Halmahera Utara memiliki destinasi-destinasi wisata yang menarik dengan laut bersih, pantai berbiota laut yang tersebar di Tobelo, Kao, Galela, maupun Lolada Utara. (han)


Media Ekbis menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksiekbis@gmail.com, dan redaksi@ekbis.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

TOURISM

Taiwan Harapkan Peningkatan Kunjungan Wisatawan Indonesia

Published

on

Kepala Kantor Dagang dan Ekonomi Taiwan (TETO) John Chen menyampaikan sambutan dalam peresmian kantor Taiwan Visitors Association (TVA) di Jakarta, Kamis (17/1/2019).

Ekbis.co.id, Jakarta – Otoritas Taiwan mengharapkan peningkatan kunjungan wisatawan dari Indonesia dengan kehadiran kantor Taiwan Visitors Association (TVA) di Jakarta.

Sebagai platform terintegrasi pariwisata terbesar di Taiwan, TVA bertugas meningkatkan kualitas pariwisata Taiwan serta jumlah wisatawan mancanegara, termasuk dari Indonesia.

Jumlah kunjungan wisatawan Indonesia ke Taiwan pada Januari-November 2018 mencapai 195.500 orang.

“Kami berharap jumlah wisatawan dari Indonesia ke Taiwan meningkat, mungkin menjadi dua kali atau tiga kali lipat,” kata Kepala Kantor Dagang dan Ekonomi Taiwan (TETO) John Chen dalam peresmian kantor TVA di Jakarta, Kamis (17/1/2019).

Dengan populasi 260 juta jiwa dan lebih dari 8 juta wisatawan melancong ke luar negeri setiap tahun, Indonesia memiliki potensi sebagai pasar wisatawan terbesar Taiwan di Asia Pasifik.

Selama empat tahun terakhir, jumlah wisatawan mancanegara yang mengunjungi Taiwan mencapai 10 juta orang.

Namun, dari angka tersebut, jumlah wisatawan asal Indonesia tidak sampai satu persen.

“Karena itu, kami mendirikan kantor TVA di Jakarta agar kerja sama antara Taiwan dan Indonesia lebih bagus lagi khususnya di bidang pariwisata,” tutur John Chen.

Demi menarik lebih banyak wisatawan Indonesia, otoritas Taiwan telah mempermudah proses pengajuan visa dan sedang mempertimbangkan kebijakan bebas visa bagi wisatawan Indonesia.

Puluhan negara telah menikmati fasilitas bebas visa untuk masuk ke Taiwan seperti Australia, Selandia Baru, Jepang, Korea Selatan, AS, serta negara-negara anggota Uni Eropa.

Sementara untuk Asia Tenggara, otoritas Taiwan memperpanjang program percobaan bebas visa selama 14 hari bagi tiga negara yaitu Brunei Darussalam, Filipina, dan Thailand hingga akhir Juli 2019.

Program yang dimulai sejak Agustus 2016 di bawah New Southbond Policies (NSP) otoritas Taiwan tersebut membuahkan hasil positif dengan jumlah kunjungan dari negara-negara NSP meningkat 27,7 persen secara tahunan (year on year) menjadi 2,28 juta wisatawan pada 2017.

Misi NSP menempatkan Indonesia sebagai salah satu prioritas, dengan kerja sama di bidang ekonomi, pendidikan, tenaga kerja, dan pertanian kedua negara menjadi lebih intensif dan bermanfaat.

“Pariwisata merupakan sarana komunikasi langsung dari mulut ke mulut, sehingga menjadi salah satu poin utama implementasi bisnis kami ke depannya,” kata John Chen. (ydp)


Media Ekbis menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksiekbis@gmail.com, dan redaksi@ekbis.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
Advertisement

Trending