Connect with us

TOURISM

Bangun Wisata Digital, Kemenpar Bidik Wisatawan Milenial di London

Published

on

Menteri Pariwisata (Menpar), Arief Yahya.

Ekbis.co.id, London – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) berencana mengarap pasar milenial dengan menyelesaikan pendirian sekitar 100 tujuan obyek wisata digital yang instagramable untuk dapat menjaring lebih banyak lagi generasi milenial yang senang berwisata.

Hal itu diungkapkan Menteri Pariwisata Arief Yahya, kepada Antara London, Inggris, Selasa (6/11/2018), sehubungan dengan makin maraknya wisatawan milenial yang belum banyak digarap.

Bahkan dalam pameran pariwisata WTM London yang berlangsung di Gedung Excel London dari tanggal 5-7 November belum banyak negara yang sungguh-sungguh mengarap wisatawan milenial ini.

“Padahal pangsa pasar wisatawan milenial cukup besar sekitar 50 persen dari wisatawan biasanya,” ujar Menpar Arief Yahya.

Dikatakannya wisatawan milenial sangat sadar akan kebutuhan untuk diakui dengan foto-foto yang indah untuk diunduh di akun instragram. Saat ini diperkirakan pengguna aktif Instagram melebihi angka 400 juta setiap bulannya.

Untuk itu Menteri Arief Yahya akan mengkaji ulang atraksi atau kegiatan pariwisata yang ada yang akan dapat menarik lebih banyak wisatawan milenial yang akan dapat menjadi trending topik. “Apakah event-event yang ada sudah memenuhi kebutuhan kaum milenial,” tanya Menpar.

Menteri Arief Yahya mengatakan Kemenpar akan meningkatkan promosi pariwisata dengan memanfaatkan media digital, menyiapkan jaringan pariwisata digital yang luas untuk mendorong bisnis online dan penggunaan media sosial yang signifikan di semua pasar.

Dikatakannya pada 2016, hampir setengah yaitu 49 persen pengunjung Indonesia adalah generasi milenial dengan usia di bawah 35 tahun dan ini terus bertambah. “Jadi, kami menggunakan wisata digital di dalam dan di luar Indonesia untuk menjangkau pemirsa ini dengan cara mereka ingin berkomunikasi.”

Menpar menjelaskan Indonesia dinyatakan oleh World Travel and Tourism Council (WTTC) memiliki sembilan sektor pariwisata berkembang di dunia, ketiga di Asia, dan pariwisata yang tumbuh paling cepat di Asia Tenggara.

Telegraph menempatkan Indonesia di antara 20 negara dengan pertumbuhan tercepat sektor pariwisata tumbuh 22 persen pada tahun 2017. Ini dianggap sebagai empat kali lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan regional (7,0 persen) dan global (6,4 persen). Di Indonesia, pertumbuhan pariwisata menjadi bersinar di antara industri lain.

Sektor pariwisata telah menyumbang 15 miliar dolar AS ke pendapatan negara pada tahun 2017, lebih tinggi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya yaitu sebesar 12,2 miliar dolar AS pada 2015 dan 13,6 miliar dolar AS pada 2016.

Kunjungan turis asing juga telah meningkat secara signifikan, dari 9,7 juta pada tahun 2015 menjadi 11,5 juta dan 14 juta pada tahun 2016 dan 2017.

Mulai September, jumlahnya wisatawan asing yang berkunjung ke Indonesia meningkat 11,81 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Pariwisata Indonesia rata-rata tumbuh dua digit setiap tahun dan Kemenpar memperkirakan akan mencapai 17 juta pengunjung pada akhir 2018. “Kami merasa tidak sukar untuk mencapai target sebesar 20 juta pada 2019,” ujar Menpar. (zey)


Media Ekbis menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksiekbis@gmail.com, dan redaksi@ekbis.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

TOURISM

Menpar Tetapkan “Millennials Tourism” Sebagai Tema Lomba APWI 2019

Published

on

Anugerah Pewarta Wisata Indonesia 2018.

Ekbis.co.id, Jakarta – Menteri Pariwisata Arief Yahya menetapkan millennials tourism sebagai tema lomba dalam ajang anugerah Pewarta Wisata Indonesia (APWI) 2019.

“Saya tetapkan tema millennials tourism untuk lomba APWI 2019 sebagai kelanjutan dari APWI 2018 tahun ini dengan tema Destinasi Digital,” kata Menpar Arief Yahya usai memberikan penghargaan APWI 2018 kepada para perwarta pariwisata dari media cetak (surat kabar dan majalah), media elektronik televisi, dan media online, serta blogger di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona Jakarta, kantor Kementerian Pariwisata (Kemenpar), Jumat malam (7/12/2018)
Tema ini sejalan dengan program strategis Kemenpar yang menempatkan millennials tourism sebagai pendorong meningkatnya target kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia tahun depan sebanyak 20 juta wisman yang diproyeksikan 50 persen di antaranya adalah kaum millennials.
Arief Yahya menjelaskan, pentingnya penentuan tema lomba APWI 2018 sebagau bentuk upaya mengangkat popularitas celah pariwisata melalui promosi media.

Terlebih menurut Kepala Biro Komunikasi Publik (Komblik) Kemenpar Guntur Sakti, minat para insan pewarta pariwisata dalam mengikuti lomba APWI 2018 semakin meningkat.

Tercatat tahun ini mencapai 432 karya ikut serta berupa artikel dan video terdiri atas; majalah sebanyak 56 artikel, surat kabar 43 artikel, media online 119 artikel, blogger 153 artikel, dan 61 tayangan video.

“Jumlah peserta APWI 2018 meningkat pesat. Bila pada APWI 2017 diikuti 106 karya peserta, tahun ini meningkat menjadi 432 karya peserta. Meningkatnya jumlah karya peserta tahun ini selain terpicu oleh total hadiahnya yang besar mencapai Rp 300 juta, termasuk di dalamnya untuk hadiah kategori utama atau best of the best sebesar Rp100 juta,” katanya.

APWI 2018 melahirkan banyak juara yakni untuk kategori media cetak dimenangkan juara I: Doddy Wiraseto (Batik Air Magazine) “Pemantik Pikat Wisata Nomadik”.

Juara II Jeihan Kahfi Barlian (Majalah SWA) “Nomadic Tourism dan Digital Destination: Arena Baru Mengeksplorasi Tujuan Wisata yang Eksotis.

Juara III Fachruddin Abdullah (Majalah Event Guide) “Wisata di Kulon Progo Tak Cuma Kalibiru”.

Juara Harapan I Andri Syahreza (Majalah Mutiara Biru)“Going North” dan Juara Harapan II Donna Imelda (Majalah Asrinesia) “Eksotisme Labuan Bajo”.

Untuk kategori media cetak, juara I Arief Suharto (Koran Jakarta) “Keindahan Wonosobo Temanggung”.

Juara II Eva Fitriani (Investor Daily) “Beraksi di Breksi” dan juara III Mariyana Ricky P. (Solopos) “Pikat Sunset di Bukit Patrum”.

Juara Harapan I Setiady Dwie (Suara)“ Museum Angkut Nan Yahud” dan Juara Harapan II Apriadi Gunawan (The Jakarta) “Lake Toba Pearl of North”.

Untuk kategori media online, juara I Adinda Permatasari (Viva.co.id) “Pose Instagramable Ditemani Ikan Wara-wiri di Dasar Air Umbul Ponggok”.

Juara II Erizky Bagus Zuhair (Akurat.co) “Memandang 10 Bali Baru dalam Bingkai Destinasi Digital”.

Juara III Fadhil (Sindobatam.com) “Gerbang Pariwisata di Seberang Singapura”.

Juara Harapan I Erwin Gumilar (Venuemagz.com) “Sensasi Berwisata di Bekas Tambang Batu” dan Juara Harapan II Edi Sutrisno (Beritakepri.id) “Pasar Kaki Langit Jogja; Harmoni Apik Kearifan Lokal, Alam dan Jagad Digital”.

Sementara kategori media blogger juara I Lina W. Sasmita “Mengunjungi Pasar Mangrove Batam Salah Satu Destinasi Digital Anak Milenial”.

Juara II Elisabeth Murni “Ranting-Ranting yang Berkisah di Hutan Pinus Pengger” dan juara III Qurotul Ayun “Harmoni Pagi di Pasar Kaki Langit”.

Juara Harapan I Teguh Sudarisman “Menjelajah 12 Destinasi Instagramable di Kaki Langit” dan Juara Harapan II Ardian Kusuma “Sehari Menjelajahi Enam Destinasi Digital Jogja”.

Sedangkan kategori media televisi juara I Produksi: Journey: Metro TV; Judul tayangan: “Journey to Lasem”; Produser: Mutmainnah. Juara II Produksi: Tau Gak Sih: Trans 7; Judul tayangan: “Jaga Mata Jaga Hati”; Produser: Okki Saputra.

Juara III Produksi: Let’s Go : MNC TV; Judul Tayang: “Hati Kecantol Pesona Misool”; Produser: Jajang Dirajanaga; Juara Harapan I Produksi: Jalan-jalan : Kompas TV; Judul Tayang: “Pesona Bali Utara”; Produser: Tia Noviana. Juara Harapan II ; Produksi: Jejak Petualang Weekend : Trans 7; Judul Tayang: “Jelajah Pulau Naga”; Produser: Rut Helga.

Sebagai ‘The Best of The Best’ adalah Produksi: Inside Indonesia: CNN Indonesia, dengan judul tayangan “Menjajal Destinasi Digital”, Produser: Nana Riskhi-M. Pramudita VK. (han)


Media Ekbis menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksiekbis@gmail.com, dan redaksi@ekbis.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

TOURISM

Menteri Rini Resmikan Kapal Wisata Komodo dan Dermaga Pulau Rinca

Published

on

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini M Soemarno meresmikan Kapal Motor Penumpang (KMP) Komodo dan Dermaga Pulau Rinca.

Ekbis.co.id, Labuan Bajo – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini M Soemarno meresmikan Kapal Motor Penumpang (KMP) Komodo dan Dermaga Pulau Rinca di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat (7/12/2018).

Dengan hadirnya KMP Komodo yang dikelola PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), kini masyarakat dan wisatawan bisa memanfaatkan transportasi laut yang aman, nyaman dan terjangkau menuju Pulau Komodo, Pulau Padar, dan Pink Beach.

“Saya terus mendukung agar ASDP tidak hanya mendorong konektivitas antar pulau tetapi juga mampu mendorong pengembangan pariwisata dan perekonomian masyarakat setempat,” kata Menteri Rini.

Kehadiran KMP Komodo dan Dermaga Pulau Rinca diharapkan bisa mendukung kemajuan pariwisata dan pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat.

Sementara itu, Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Ira Puspadewi mengatakan kehadiran KMP Komodo di Labuan Bajo merupakan salah satu wujud kontribusi ASDP dalam mendukung pengembangan pariwisata di Kabupaten Manggarai Barat, khususnya yang ingin menikmati keindahan alam di Pulau Komodo, Pulau Padar, dan Pink Beach .

KMP Komodo didesain sebagai kapal wisata berkapasitas 80 orang yang dilengkapi dengan fasilitas dan kenyamanan bagi penumpangnya seperti AC, tempat duduk yang bisa diatur kemiringannya (reclining seat), mini bar, layanan hiburan serta mushola.

Kapal akan melaju dengan kecepatan sembilan knot. Setiap ruangan yang dihadirkan KMP Komodo didesain untuk dapat memberikan kenyamanan lebih kepada penumpangnya.

Salah satu bagian menarik, KMP Komodo menghadirkan area terbuka beratapkan luvre yang berada di bagian atas deck kapal. Di area terbuka ini penumpang dapat duduk-duduk di kursi kayu sembari menikmati pesona laut Labuan Bajo yang semakin membuat perjalanan berkesan.

Selain itu, disediakan juga fasilitas kursi bagi penumpang kapal yang ingin berjemur, menikmati keindahan pemandangan Labuan Bajo dari atas kapal.

“Kami ingin memberikan pengalaman perjalanan yang menyenangkan kepada para penumpang, khususnya wisatawan yang ingin berkunjung ke Taman Nasional Komodo, Pulau Padar dan Pink Beach,” tutur Ira.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Rini juga melakukan peresmian Dermaga di Pulau Rinca yang dibangun bagi penduduk setempat dari sinergi enam BUMN yaitu PT Bank Mandiri (Psersero) Tbk, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, PT Pertamina (Persero) dan PT PLN (Persero).

Pembangunan Dermaga Rinca menelan dana Rp4,38 miliar. Keberadaan dermaga baru itu memungkinkan kapal-kapal berukuran besar, termasuk speed boat untuk merapat ke Pulau Rinca.

“Sebelumnya Dermaga di pulau ini hanya terbuat dari kayu, namun sekaran sudah dibangun dengan baik berkat sinergi enam BUMN. Semoga keberadaan dermaga ini bisa membantu masyarakat Pulau Rinca terutama untuk bisa menjadi sarana penunjang transportasi masyarakat. Terima kasih kepada BUMN yang sudah terlibat, ” tegas Rini. (jtr)


Media Ekbis menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksiekbis@gmail.com, dan redaksi@ekbis.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

TOURISM

BPS : Jumlah Kunjungan Wisman Oktober 1,29 Juta

Published

on

Kepala BPS, Suhariyanto.

Ekbis.co.id, Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah kunjungan wisatawan mancanegara pada Oktober 2018 mencapai 1,29 juta orang atau meningkat 11,24 persen dibandingkan periode sama tahun 2017.

“Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ini meningkat 11,24 persen dibandingkan Oktober 2017, atau dari sebelumnya 1,16 juta menjadi 1,29 juta,” ujar Kepala BPS Suhariyanto dalam jumpa pers di Jakarta, Senin (3/12/2018).

Suhariyanto menjelaskan jumlah kunjungan pada Oktober ini sebanyak 855,9 ribu atau 66 persen berasal dari angkutan udara, 243,7 ribu atau 19 persen berasal dari angkutan laut dan 192,5 ribu atau 15 persen berasal dari angkutan darat.

Dari pintu masuk, sebanyak 516 ribu kunjungan berasal dari Ngurah Rai, 243 ribu berasal dari Soekarno Hatta, 141 ribu berasal dari Batam, 48 ribu berasal dari Tanjung Uban, 26 ribu berasal dari Juanda dan 14 ribu berasal dari Jayapura.

Menurut kebangsaan, jumlah wisatawan tertinggi pada Oktober 2018 berasal dari China sebanyak 183 ribu, Malaysia sebanyak 175 ribu, Timor Leste 144 ribu, Singapura 136 ribu dan Australia 116 ribu.

“Rata-rata kunjungan dari negara ini mengalami kenaikan dibandingkan tahun lalu, kecuali dari Malaysia, karena tahun lalu jumlah kunjungan dari negara ini mencapai 178 ribu,” kata Suhariyanto.

Dengan kunjungan per Oktober ini, maka jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia periode Januari-Oktober 2018 tercatat sebesar 13,24 juta kunjungan.

Berdasarkan kawasan, kedatangan turis terbanyak untuk periode Januari-Oktober 2018 berasal dari Asia selain Asean yaitu mencapai 4,9 juta orang, diikuti Asean sebanyak 4,4 juta orang dan eropa sebanyak 1,7 juta orang. (sat)


Media Ekbis menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksiekbis@gmail.com, dan redaksi@ekbis.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
Advertisement

Trending