Connect with us

LABOUR

Menaker : UMP 2019 Naik 8,03 Persen “Win-Win Solution”

Published

on

Menteri Ketenagaakerjaan, Hanif Dhakiri.

Ekbis.co.id, Jakarta – Menteri Ketenagaakerjaan Hanif Dhakiri mengatakan kenaikan Upah Minimum Provinis (UMP) 2019 naik sebesar 8,03 persen merupakan “win-win solution” bagi pekerja dan pengusaha.

“Ini sudah win-win, tanya deh kepada pengusaha, kalau misalkan kenaikan berdasarkan dari pertumbuhan ekonomi ditambah inflasi, itu masih ‘reasonable’ bagi dunia usaha. Ini juga win-win bagi para pekerja,” kata Hanif di lingkungan Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (31/10/2018).

Untuk itu, Menaker berharap para buruh bisa menerima keputusan ini dan tidak ada aksi demontrasi lagi menuntut kenaikan UMP.

“Nggak usah capek-capek, ribut rame demo ya, upah naik 8,03 persen. Jadi ini patut disyukuri bersama-sama,” tambah Hanif.

Menaker juga menilai kenaikan UMP sebesar 8,03 persen ini memberikan kepastian terhadap iklim usaha nasional. Oleh karena itu, pengumuman kenaikan UMP oleh Gubernur pada awal November 2018 diharapkan berjalan baik.

“Jadi tinggal tunggu saja, besok berharap pengumuman UMP 2019 akan berjalan lancar dan sesuai dengan ketentuan yang ada yakni PP 78,” katanya. (jok)


Media Ekbis menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksiekbis@gmail.com, dan redaksi@ekbis.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

LABOUR

Kawasan Industri Morowali Serius Kurangi Tenaga Kerja Asing

Published

on

Sekretaris Jenderal Kemenperin Haris Munandar bersama Managing Director PT Indonesia Morowali Industrial Park Hamid Mina.

Ekbis.co.id, Jakarta – PT Industrial Morowali Industrial Park (IMIP) serius mengurangi tenaga kerja asing (TKA) yang saat ini berjumah 2.985 atau sekitar 10,9 persen dari seluruh tenaga kerjanya yang berjumlah 29.000 orang.

“Kami serius, makanya kami tanda tangani kerja sama dengan Kementerian Perindustrian untuk pelatihan. Mereka ini yang nantinya akan menggantikan tenaga asing,” kata Advisor bidang Sumber Daya Manusia (SDM) PT IMIP Zulkifli Amran di Jakarta, Selasa (4/12/2018).

Menurut Zulkifli, IMIP mampu menyerap tenaga lokal, atau warga yang berasal dan tinggal di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, sebanyak 3.185 orang.

Adapun perjanjian tersebut ditanda tangani oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian Haris Munandar dan Managing Direktur IMIP Hamid Mina.

Hamid menyampaikan bahwa investasi pada Sumber Daya Manusia (SDM) membutuhkan waktu karena proses mendidik dan melatih.

Namun, IMIP berupaya agar porsi tenaga asing mencapai di bawah 10 persen dari seluruh tenaga kerja yang ada.

“Setiap minggu kami menerima rekrutmen 100-200 orang. Kami juga mencari potensi SDM di universitas yang ada di Palu, Kendari, dan Pulau Jawa,” ungkapnya.

Dalam hal ini, Sekjen Kemenperin Haris Munandar menyampaikan bahwa terdapat berbagai tantangan dalam menyerap SDM yang berasal dari Indonesia.

“Teknologi berkembang sangat cepat dan pesat. Namun, dukungan teknologi tersebut belum sepenuhnya dimiliki setiap sekolah vokasi di Indonesia. Makanya kami terus gencarkan Program Link and Match pendidikan vokasi dengan industri,” ujar Haris.

Kemenperin, lanjutnya, akan terus memberikan dukungan SDM industri yang memiliki keahlian sesuai dengan kebutuhan industri melalui sekolah dan universitas binaannya. (spg)


Media Ekbis menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksiekbis@gmail.com, dan redaksi@ekbis.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

LABOUR

Sri Mulyani Katakan Kualitas SDM Jadi Pusat Perhatian

Published

on

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati.

Ekbis.co.id, Jakarta – Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan kualitas sumber daya manusia (SDM) menjadi hal yang akan secara serius diperhatikan oleh pemerintah melalui pengalokasian anggaran pendidikan dan kesehatan.

“Di dalam konteks bagaimana mengelola APBN, sesuai dengan prioritas yang disampaikan Presiden Joko Widodo, maka SDM merupakan prioritas utama pengalokasian,” kata Sri Mulyani dalam acara Penganugerahan Habibie Award Periode XX Tahun 2018 di Jakarta, Selasa (13/11/2018).

Mantan direktur pelaksana Bank Dunia tersebut mengatakan bahwa Indonesia sesudah Reformasi memiliki komitmen 20 persen anggaran negara adalah untuk pendidikan.

Pada tahun 2018 terdapat sekitar Rp440 triliun untuk pendidikan. Angka tersebut meningkat menjadi sekitar Rp500 triliun tahun berikutnya.

Anggaran pendidikan tersebut sebagian dialokasikan untuk dana abadi pendidikan (sovereign wealth fund) yang membiayai beasiswa pendidikan mahasiswa, seperti melalui Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

Sri Mulyani menyebutkan jumlah penerima beasiswa sudah mencapai lebih dari 18 ribu orang, terdiri dari tujuh ribu mahasiswa telah menyelesaikan studi dan sembilan ribu mahasiswa sedang dalam proses.

“Termasuk untuk tahun depan Rp55 triliun akan dilakukan afirmasi kepada kelompok masyarakat yang memang perlu mendapatkan perhatian lebih tinggi,” ujar Menkeu.

Ia mengatakan bahwa Presiden Joko Widodo meminta supaya memperkuat pengelola pendidikan, peneliti, dan berbagai segmen lain seperti pesantren yang berada di bawah Kementerian Agama.

“Mereka membutuhkan pemihakan yang cukup baik. Kami juga memperhatikan institusi penting baik itu birokrasi di pusat dan daerah, serta TNI-Polri juga menjadi target beasiswa,” ujar Sri Mulyani.

Menkeu juga mengharapkan adanya kolaborasi dari semua pemangku kepentingan mengingat investasi di bidang SDM bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah pusat saja.

Ia berharap kolaborasi antara pemerintah, institut, dan dunia akademik akan terus berjalan sehingga perbaikan kualitas SDM akan terwujud secara lebih efektif dan cepat. (vin)


Media Ekbis menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksiekbis@gmail.com, dan redaksi@ekbis.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

LABOUR

Bappenas Sebut Tercipta 2,99 Juta Kesempatan Kerja Tahun Ini

Published

on

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro.

Ekbis.co.id, Jakarta – Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro mengatakan penciptaan kesempatan kerja pada 2018 sebesar 2,99 juta.

“Kalau dijumlah dengan 2016 dan 2017, maka total dalam pemerintahan sekarang ini sudah sekitar 9,38 juta kesempatan kerja,” kata Bambang dalam Forum Merdeka Barat 9, Jakarta, Kamis (8/11/2018).

Jumlah penciptaan lapangan kerja pada 2016 tercatat sebanyak 3,59 juta sementara pada 2017 sebanyak 2,61 juta. Sementara pada 2015, penciptaan lapangan kerja hanya tercatat sebanyak 190 ribu.

Pertumbuhan rendah pada 2015 disebabkan oleh pelemahan dolar Amerika Serikat (AS) yang memukul impor bahan baku sehingga mempengaruhi kinerja kalangan industri dan pengurangan jumlah pekerja pada sektor pertanian yang pindah ke sektor jasa.

Rata-rata pertumbuhan kesempatan kerja selama lima tahun terakhir adalah sebesar 1,99 persen. Bambang mengatakan target penciptaan kesempatan kerja sepanjang 2015-2019 adalah 10 juta orang.

Ia memproyeksikan target tersebut dapat tercapai mengingat selisihnya hanya sekitar 600 ribu kesempatan kerja.

“Dengan pertumbuhan ekonomi sesuai kesepakatan APBN (2019) sebesar 5,3 persen diharapkan bisa mewujudkan lebih dari dua juta lapangan kerja baru dan secara total melebihi target Nawacita,” kata Bambang. (cal)


Media Ekbis menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksiekbis@gmail.com, dan redaksi@ekbis.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
Advertisement

Trending