Connect with us

FINANSIAL

BUMN Raup Rp202,5 Triliun dari Pertemuan IMF-WB

Published

on

Deputi Bidang Restrukturisasi dan Pengembangan Usaha Kementerian BUMN, Aloysius Kiik Ro.

Ekbis.co.id, Nusa Dua – Deputi Bidang Restrukturisasi dan Pengembangan Usaha Kementerian BUMN Aloysius Kiik Ro mengatakan sejumlah BUMN meraup kesepakatan investasi senilai 13,5 miliar dolar AS atau setara Rp202,5 triliun dari Pertemuan IMF-WB di Nusa Dua, Bali.

“Bisa lebih dari (13,5 miliar dolar) itu, karena nilai sebesar itu hanya dari pertemuan teknis dalam Forum Investasi Infrastruktur di arena Pertemuan IMF-WB di Bali yang melibatkan Kementerian BUMN, Kementerian Keuangan, BI, dan OJK,” katanya kepada Antara di sela kegiatan Paviliun Indonesia dalam rangkaian Pertemuan IMF-WB di Nusa Dua, Bali, Jumat (12/10/2018).

Penandatanganan kesepakatan investasi tersebut telah dilakukan dalam Forum Investasi Infrastruktur di sela Pertemuan IMF-WB di Nusa Dua, Bali, Kamis (11/10/2018).

Menurut Aloysius, hasil dari pertemuan teknis kalangan BUMN dengan investor yang mengikuti Pertemuan IMF-WB di Bali sebenarnya ada yang merupakan hasil perundingan dalam beberapa tahun terakhir, namun Pertemuan IMF-WB makin meyakinkan para investor untuk bekerja sama.

“BUMN tidak hanya memanfaatkan momentum Pertemuan IMF-WB itu untuk pertemuan teknis dengan investor dunia, karena BUMN juga menjadi sponsorship pertemuan itu serta melakukan promosi dengan menggelar Paviliun Indonesia sebagai pameran atau etalase Indonesia,” katanya.

Artinya, selain kesepakatan investasi dari hasil pertemuan teknis, katanya, juga ada transaksi dari hasil pameran di Paviliun Indonesia yang digelar di sela Pertemuan Tahunan IMF-WB senilai Rp211 juta hingga hari keempat (Kamis, 11/10) atau transaksi rata-rata Rp50 juta-Rp60 juta per hari dari penjualan produk UMKM.

“Jadi, kami dari BUMN memanfaatkan momentum Pertemuan IMF-WB di Bali itu untuk dua hal yakni pertemuan sebagai ajang promosi dan delegasi yang memiliki potensi bisnis, karena pertemuan tahunan IMF-WB itu juga dihadiri para pemegang saham dan investor,” katanya.

Terkait adanya potensi bisnis itulah, Kementerian BUMN akhirnya meminta izin penyelenggaran Pertemuan IMF-WB untuk mengadakan pertemuan teknis antara BUMN dengan sejumlah investor dunia dalam empat sesi terkait energi, kelistrikan, teknologi, dan infrastruktur.

“Investasi terbesar dari nilai kerja sama sebesar Rp202,5 triliun atau 13,5 miliar dolar AS itu diperoleh PT Pertamina (Persero) yakni senilai 6,5 miliar dolar AS dari kerja sama dengan perusahaan minyak dan gas di Taiwan, CPC Corporation,” katanya.

Pertamina bersama CPC akan bekerja sama membangun pabrik bahan baku petrokimia berskala internasional yang akan menghasilkan produk turunan dari minyak mentah yang bisa menjadi nilai tambah bagi Indonesia.

“Proyek bersama itu akan dapat mengurangi impor bahan baku petrokimia senilai 2,4 miliar dolar AS per tahun, karena akan menutupi separuh dari kebutuhan dalam negeri yang selama ini impor. Apalagi, juga ada keuntungan tenaga kerja dan kandungan lokal,” katanya.

Selain Pertamina, di sektor ESDM juga ada proyek hilirisasi PT Antam Tbk dan PT Inalum (Persero) dengan perusahaan dari China yaitu Aluminium Corporation of China Limited (Chalco) di Mempawah, Kalimantan Barat dengan nilai investasi mencapai 850 juta dolar AS.

“Kerja sama Antam, Inalum dan Chalco ini mengubah bauksit jadi alumina hingga satu juta per ton. Alumina itu selama ini 100 persen impor, sehingga bisa menekan impor dan menghemat devisa hingga 650 juta dolar AS,” katanya.

Aloysius juga menambahkan pertemuan teknis yang tertunda dua hari dari rencana Selasa (9/10) menjadi Kamis (11/10) karena menunggu kehadiran Presiden Joko Widodo itu juga menghasilkan pendanaan alternatif yang merupakan sinergi antara PT AIA dengan PT Taspen (Persero).

“Pendanaan alternatif yang mendapat dukungan dari OJK adalah dinfra atau dana infrastruktur yang nantinya akan dialokasikan untuk pembiayaan infrastruktur, seperti jalan tol dan proyek-proyek PT Jasa Marga (Persero),” katanya. (edy)


Media Ekbis menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksiekbis@gmail.com, dan redaksi@ekbis.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

FINANSIAL

Usai Akuisisi Saham PNMIM, BTN Ingin Miliki Perusahaan Modal Ventura

Published

on

Direktur Utama BTN, Maryono.

Ekbis.co.id, Jakarta – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. atau BTN akan menjajaki kemungkinan untuk memiliki perusahaan modal ventura atau ventura capital.

“Kita sebetulnya sedang menjajaki kemungkinan kita memiliki suatu perusahaan modal ventura, karena modal ventura ini manfaat ke BTN-nya juga bagus dalam rangka mengoptimalkan penggunaan informasi teknologi (IT) kita,” ujar Direktur Utama BTN Maryono di Jakarta, Senin (22/4/2019).

Dia menjelaskan bahwa selain untuk mengoptimalkan penggunaan IT, tujuan dari upaya akuisisi perusahaan model ventura ini juga untuk membangun kerjasama sinergi misalnya LinkAja atau bisa menjadi pemegang saham di ATM Link.

“Nanti kalau kita sudah memiliki perusahaan modal ventura ini, kita bisa lebih lincah untuk bekerja sama baik dalam kerja sama membentuk ekosistem digital maupun berbagai hal lainnya,” kata Maryono.

Keinginan untuk memiliki perusahaan modal ventura itu, menurut direktur utama BTN tersebut, masih berupa kajian dan akan dilakukan secara bertahap.

BTN pada hari ini melakukan akuisisi 30 persen saham PT Permodalan Nasional Madani Investment Management (PNMIM) dari PT Permodalan Nasional Madani (Persero) (PNM).

Tujuan akuisisi 30 persen saham PNMIM oleh BTN tersebut untuk menyukseskan Program Satu Juta Rumah dan juga menjadi bentuk sinergi antar BUMN.

Maryono menjelaskan dengan hadirnya anak usaha anyar tersebut, perseroan bakal lebih leluasa menghimpun dan menyediakan dana murah jangka panjang. Dengan opsi penghimpunan dana murah yang lebih luas, Bank BTN berharap dapat memberikan skema pembiayaan perumahan yang lebih terjangkau bagi masyarakat Indonesia.

Dalam Rencana Bisnis Bank (RBB) BTN periode 2019-2021, perseroan membidik bakal memiliki anak usaha di bidang manajemen investasi.

Selain itu BTN juga mengincar beberapa perusahaan lain untuk memperluas bisnisnya. Di antaranya, perseroan berencana memiliki anak usaha di bidang asuransi jiwa, asuransi umum, dan perusahaan pembiayaan. (aji)


Media Ekbis menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksiekbis@gmail.com, dan redaksi@ekbis.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

FINANSIAL

Holding Perbankan Tetap Siap Dibentuk Tahun Ini, Finarya akan Gabung

Published

on

Deputi Bidang Usaha Jasa Keuangan, Jasa Survei, dan Konsultan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Gatot Trihargo.

Ekbiz.co.id, Jakarta – Kementerian BUMN tetap berencana untuk membentuk holding perbankan pada tahun ini termasuk menggabungkan tekfin (fintech) Finarya ke dalam holding itu, kendati terdapat sejumlah revisi atas kajian pembentukan holding perbankan.

“Sudah kita revisi lagi tentang masukan-masukan dari Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), Kementerian Keuangan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan kita mau diskusi lagi dengan tim eselon I KSSK,” ujar Deputi Bidang Usaha Jasa Keuangan, Jasa Survei dan Konsultan Kementerian BUMN Gatot Trihargo di Jakarta, Senin (22/4/2019).

Dia menjelaskan bahwa revisi tentang holding perbankan itu berupa masukan mengenai quick win, dimana terkait dengan efisiensi.

Selain itu, ke depannya jika holding perbankan ini jadi maka Kementerian BUMN akan melakukan remapping lagi BUMN-BUMN mana yang optimal untuk menjadi anak atau cucu perusahaan holding, agar dapat bekerja lebih baik lagi.

“Nanti kalau misalnya holding (perbankan) jadi, maka (sistem) IT kita akan di-remapping lagi antara empat bank Himbara, dan termasuk BUMN-BUMN keuangan yang non-bank seperti Permodalan Nasional Madani, Pegadaian, Bahana dan PT Jalin Pembayaran Nusantara (ATM Link),” ujar Gatot.

Selain itu, holding perbankan juga akan memasukkan PT Fintek Karya Nusantara (Finarya) yang mengelola platform tekfin pembayaran LinkAja.

“Finarya juga nanti akan masuk (holding perbankan),” ujar Gatot.

Kendati terdapat revisi mengenai pembentukan holding perbankan, Deputi Bidang Usaha Jasa Keuangan, Jasa Survei dan Konsultan tersebut menegaskan tetap akan melanjutkan rencana pembentukan holding tersebut yang tuntas pada tahun ini. “Tahun ini InsyaAllah (selesai),” katanya.

Sebelumnya Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini Mariani Soemarno segera akan merealisasikan holding empat perusahaan bank milik negara.

Selain bertujuan untuk memberikan pinjaman murah kepada masyarakat, holding perbankan ini dapat menghemat pengeluaran hingga Rp30 triliun untuk dana pembuatan ATM. (aji)


Media Ekbis menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksiekbis@gmail.com, dan redaksi@ekbis.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

FINANSIAL

BTN Akuisisi 30 Persen Saham PNM Investment Management

Published

on

BTN mengakuisisi 30 persen saham PT PNMIM dari PT PNM dalam rangka menyukseskan Program Satu Juta Rumah.

Ekbis.co.id, Jakarta – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. atau BTN mengakuisisi 30 persen saham PT Permodalan Nasional Madani Investment Management (PNMIM) dari PT Permodalan Nasional Madani (Persero) (PNM) dalam rangka menyukseskan Program Satu Juta Rumah.

Dalam transaksi itu, Bank BTN tersebut membeli 33.000 lembar saham atau setara 30 persen saham PNM pada PNMIM. Dari aksi pembelian ini, Bank BTN mengeluarkan dana senilai Rp114,3 miliar.

“Kami ingin memperluas cakupan bisnis kami terutama untuk meningkatkan kinerja bisnis dan menyukseskan Program Satu Juta Rumah,” ujar Direktur Utama Bank BTN Maryono di Jakarta, Senin (22/4/2019).

Dia menjelaskan bahwa dengan hadirnya anak usaha anyar tersebut, perseroan bakal lebih leluasa menghimpun dan menyediakan dana murah jangka panjang.

Dengan opsi penghimpunan dana murah yang lebih luas, Bank BTN berharap dapat memberikan skema pembiayaan perumahan yang lebih terjangkau bagi masyarakat Indonesia.

“Sehingga, pada akhirnya akan semakin banyak masyarakat Indonesia yang bisa memiliki rumah yang murah dan terjangkau. Hal tersebut sejalan dengan komitmen kami dalam mengemban tugas sebagai agen Program Satu Juta Rumah,” katanya.

Maryono juga menambahkan bahwa dengan pembelian saham PNM Investement Management tersebut juga menjadi bentuk sinergi antar BUMN.

“Kami melihat PNM Investment Management mencatatkan kinerja keuangan yang baik yang dapat mendukung bisnis utama Bank BTN di bidang pembiayaan perumahan,” tuturnya.

Perusahaan manajemen investasi baru ini juga ditargetkan akan meningkatkan pendapatan non-bunga (fee-based income) perseroan.

Bank BTN berencana akan menjual berbagai produk investasi dengan hadirnya anak usaha tersebut, di antaranya reksadana, Reksadana Penyertaan Terbatas (RDPT), Kontrak Pengelolaan Dana (KPD), Efek Beragun Aset (EBA), dan Dana Investasi Real Estate (DIRE). Perseroan juga menargetkan akan menjajakan aneka produk wealth management yang akan ditawarkan kepada para nasabah BTN Prioritas.

Adapun, rencana pembelian saham PNMIM ini akan segera disampaikan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Maryono berharap transaksi tersebut dapat segera rampung pada Juni 2019.

Akuisisi saham PNMIM ini merupakan bagian dari Rencana Bisnis Bank (RBB) Bank BTN periode 2019-2021, dimana perseroan tersebut membidik bakal memiliki anak usaha di bidang manajemen investasi.

Di samping itu, dalam RBB 2019-2021 BTN juga mengincar beberapa perusahaan lain untuk memperluas bisnisnya. Di antaranya, perseroan berencana memiliki anak usaha di bidang asuransi jiwa, asuransi umum, dan perusahaan pembiayaan.

Pembentukan berbagai anak usaha tersebut difokuskan untuk mendukung penyediaan rumah yang terjangkau bagi masyarakat Indonesia.

“Kami terus berupaya untuk mengoptimalkan pencapaian target Program Satu Juta Rumah,” tutur Maryono. (aji)


Media Ekbis menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksiekbis@gmail.com, dan redaksi@ekbis.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
Advertisement

Trending