Connect with us

LABOUR

Riset IMF Ungkap Perempuan Berisiko Kehilangan Pekerjaan karena Teknologi

Published

on

Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF), Christine Lagarde.

Ekbis.co.id, Nusa Dua – Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF) Christine Lagarde menyatakan perempuan akan lebih berisiko kehilangan pekerjaan karena kemajuan teknologi, dibandingkan laki-laki.

“Berdasarkan riset, kami menemukan 11 persen perempuan lebih berisiko kehilangan pekerjaan karena teknologi baru dan kecerdasan buatan, sementara laki-laki hanya 9 persen,” kata Lagarde dalam seminar Empowering Women in the Workplace di sela-sela Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia di Nusa Dua, Selasa (9/10/2018).

BACA JUGA : BI Nilai Revisi Pertumbuhan IMF Sesuai Prediksi

Riset yang dilakukan terhadap 54 juta pekerja perempuan dan laki-laki di 28 negara anggota Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) ditambah Singapura dan Siprus itu memperkirakan 180 juta pekerjaan yang biasa dilakukan perempuan berisiko tinggi hilang karena teknologi dan automasi dalam dua dekade ke depan.

Beberapa jenis pekerjaan yang sangat berisiko tergantikan oleh teknologi adalah bidang administrasi, layanan, serta pemasaran.

“Perempuan akan lebih terdampak karena mereka mengerjakan pekerjaan yang dianggap lebih tidak bernilai, dimana kemajuan teknologi bisa melengkapi keterampilan manusia,” tutur Lagarde.

Untuk mengantisipasi tantangan ini, mantan menteri keuangan Prancis itu menyerukan para pemimpin dunia untuk membekali perempuan dengan keterampilan yang diperlukan, mempersempit kesenjangan gender dengan menempatkan perempuan di posisi-posisi pemimpin, serta menjembatani kesenjangan digital.

Meskipun perempuan kurang unggul pada sektor teknologi informasi, namun dalam bidang-bidang pekerjaan yang membutuhkan keterampilan kognitif dan interpersonal seperti sektor kesehatan, pendidikan, dan layanan sosial, peran perempuan diperkirakan akan tetap kuat. (yas)


Media Ekbis menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksiekbis@gmail.com, dan redaksi@ekbis.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

LABOUR

Menkeu Dukung Peningkatan SDM untuk Penguatan Unicorn

Published

on

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati.

Ekbis.co.id, Jakarta – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mendukung adanya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) untuk mendorong penguatan perusahaan startup lokal yang sudah memiliki valuasi nilai hingga satu miliar dolar AS atau Unicorn.

“Kita makin meningkatkan kapasitas SDM dengan suatu kurikulum yang mampu membuat mereka menjadi pionir inovatif,” kata Sri Mulyani di Jakarta, Senin (18/2/2019).

Sri Mulyani menjelaskan investasi SDM ini dapat dilakukan dengan memberikan dukungan untuk pembenahan pendidikan vokasi maupun kepada universitas agar kehidupan riset dan pengembangan dalam teknologi informasi dapat menghasilkan inovasi yang berguna.

“Kita sudah merintis bersama-sama kemenristek dikti, bagaimana mengidentifikasi jumlah anggaran riset dan siapa yang melakukan. Dari karakter riset tersebut, kita bisa melakukan pemihakan belanja, termasuk memikirkan ‘endowment fund’ dalam bidang riset dan pengembangan,” ujarnya.

Selain itu, pembangunan infrastruktur seperti proyek Palapa Ring juga diperlukan untuk mendukung konektivitas ekonomi digital di kawasan Indonesia tengah dan timur agar perusahaan rintisan (startup) lokal tidak hanya terkonsentrasi di wilayah Jawa.

“Kita membangun ini menggunakan skema KPBU, karena kalau mengandalkan anggaran, tidak akan cukup cepat sesuai dengan prioritas kebutuhan. Makanya kita bisa mempercepat pengadaan satelit agar konektivitas bisa dilakukan hingga kabupaten dan desa,” katanya.

Upaya lain yang dilakukan untuk mendorong penguatan Unicorn adalah mencari skema yang tepat terkait dengan perpajakan agar sesuai kondisi terkini dan tidak menganggu kelangsungan usaha dari industri e-commerce.

“Dalam hal ini kita bersama-sama dengan industri, pelaku Unicornnya sendiri, untuk bisa melihat sebetulnya kebutuhannya seperti apa. Dari sisi fasilitas dan dukungan, bagimana bentuk yang dibutuhkan,” ujar mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini.

Sebelumnya, isu mengenai Unicorn mengemuka dalam debat capres putaran kedua, ketika calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo menanyakan upaya untuk mengembangkan perusahaan startup lokal, kepada calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto.

Isu ini juga timbul hampir bersamaan dengan cuitan pendiri Bukalapak Achmad Zaky di media sosial yang mengeluhkan kurangnya dana riset dan pengembangan di Indonesia untuk mendukung penguatan perusahaan startup lokal. (sat)


Media Ekbis menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksiekbis@gmail.com, dan redaksi@ekbis.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

LABOUR

Kinerja 2018 Memuaskan, BPJS Ketenagakerjaan Optimistis Hadapi 2019

Published

on

Direktur Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, Enda Ilyas Lubis.

Ekbis.co.id, Jakarta – BPJS Ketenagakerjaan mencatatkan hasil positif pada pembukuan kinerja pertumbuhan kepesertaan tahun 2018.

Sebanyak 30,5 juta pekerja tercatat aktif sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan di akhir Desember 2018 dan melampaui target yang ditetapkan, yaitu sebesar 29,6 juta pekerja aktif. Hasil ini merupakan pencapaian yang positif untuk mengakhiri tahun 2018 yang lalu dengan total peserta BPJS Ketenagakerjaan mencapai 50,7 juta pekerja.

Direktur Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, Enda Ilyas Lubis, menegaskan pihaknya telah berupaya untuk terus memberikan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat pekerja agar program perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan dari BPJS Ketenagakerjaan ini bisa didapatkan oleh seluruh pekerja Indonesia.

Khusus kinerja kepesertaan aktif segmen Penerima Upah (PU), pada tahun 2018 mencatatkan peningkatan signifikan dari tahun sebelumnya, yaitu meningkat sebesar 3,4 juta dari tahun 2017, sementara tren tahun-tahun sebelumnya kenaikan rata-rata sebanyak 1,2 juta pekerja aktif.

“Hasil ini kami raih bukan semata karena kerja keras insan BPJS Ketenagakerjaan sendiri, tapi juga atas kerjasama yang baik antara semua pihak, yaitu Pemerintah, stakeholder, dan tentu saja perusahaan serta pekerja yang semakin menyadari pentingnya memiliki jaminan sosial ketenagakerjaan,” tukas Ilyas.

Salah satu kunci peningkatan positif dari kepesertaan aktif BPJS Ketenagakerjaan ini adalah dengan menggagas kerjasama-kerjasama strategis dengan Pemerintah, baik daerah, provinsi hingga pusat.

Kerjasama tersebut didorong dengan pemberian apresiasi khusus kepada kepala daerah dan provinsi yang telah memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan program perlindungan jaminan sosial oleh BPJS Ketenagakerjaan.

Paritrana Awards, penghargaan yang diberikan kepada para Kepala Daerah dan Provinsi, serta perusahaan yang masuk dalam kategori unggulan yang telah ditentukan panitia pelaksana. Paritrana Awards ini sendiri merupakan terobosan bersama antara BPJS Ketenagakerjaan dengan Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) Republik Indonesia.

Pemberian penghargaan bagi kepala daerah ini menjadi salah satu faktor pendukung yang berpengaruh terhadap peningkatan kepesertaan aktif pekerja segmen PU, selain adanya faktor pengawasan dan pemeriksaan (Wasrik) yang efektif pula dari Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) di sepanjang tahun 2018. Kemnaker melalui dukungannya pada Tim Terpadu bersama BPJS Ketenagakerjaan, memiliki peranan penting dalam menegakkan regulasi terkait ketenagakerjaan sehingga mendorong pertumbuhan positif akuisisi kepesertaan tenaga kerja sektor PU.

Di sisi lain, salah satu faktor yang mendukung peningkatan kepesertaan pada pekerja segmen Bukan Penerima Upah (BPU) adalah dengan munculnya inisiatif agen Penggerak Jaminan Sosial (PERISAI). Inisiatif ini merupakan program keagenan dengan memberdayakan masyarakat, disadur dari Sharoushi yang sukses diterapkan di Jepang dalam akuisisi jaminan sosial dari pemerintah kepada seluruh masyarakat.

“Perisai terbukti mampu mendorong peningkatan kepesertaan pada sektor BPU dan ini adalah hasil positif yang didukung berbagai pihak, khususnya para Perisai yang bekerja keras agar seluruh pekerja, khususnya sektor BPU dapat terlindungi,” terang Ilyas.

Ilyas menambahkan, kepesertaan yang digaet oleh Perisai mencapai 530 ribu orang dari 3.700 agen aktif.

“Hasil ini tidak membuat kami berpuas diri, tahun 2019 kami mengusung tema Aggressive Growth. Kami akan berupaya semaksimal mungkin untuk mencapai seluruh target agar manfaat yang kami berikan kepada peserta bisa optimal, untuk kebaikan seluruh pekerja di Indonesia,” katanya.

Pelayanan optimal dan optomistis kinerja 2019 juga bagi Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Muarobungo yang memberikan pelayanan kepada para peserta atau pekerja di Provinsi Jambi wilayah barat yakni di Kabupaten Tebo, Bungo, Merangin, Sarolangun, Kerinci dan Kota Sungai Penuh. (ant)


Media Ekbis menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksiekbis@gmail.com, dan redaksi@ekbis.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

LABOUR

Kawasan Industri Morowali Serius Kurangi Tenaga Kerja Asing

Published

on

Sekretaris Jenderal Kemenperin Haris Munandar bersama Managing Director PT Indonesia Morowali Industrial Park Hamid Mina.

Ekbis.co.id, Jakarta – PT Industrial Morowali Industrial Park (IMIP) serius mengurangi tenaga kerja asing (TKA) yang saat ini berjumah 2.985 atau sekitar 10,9 persen dari seluruh tenaga kerjanya yang berjumlah 29.000 orang.

“Kami serius, makanya kami tanda tangani kerja sama dengan Kementerian Perindustrian untuk pelatihan. Mereka ini yang nantinya akan menggantikan tenaga asing,” kata Advisor bidang Sumber Daya Manusia (SDM) PT IMIP Zulkifli Amran di Jakarta, Selasa (4/12/2018).

Menurut Zulkifli, IMIP mampu menyerap tenaga lokal, atau warga yang berasal dan tinggal di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, sebanyak 3.185 orang.

Adapun perjanjian tersebut ditanda tangani oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian Haris Munandar dan Managing Direktur IMIP Hamid Mina.

Hamid menyampaikan bahwa investasi pada Sumber Daya Manusia (SDM) membutuhkan waktu karena proses mendidik dan melatih.

Namun, IMIP berupaya agar porsi tenaga asing mencapai di bawah 10 persen dari seluruh tenaga kerja yang ada.

“Setiap minggu kami menerima rekrutmen 100-200 orang. Kami juga mencari potensi SDM di universitas yang ada di Palu, Kendari, dan Pulau Jawa,” ungkapnya.

Dalam hal ini, Sekjen Kemenperin Haris Munandar menyampaikan bahwa terdapat berbagai tantangan dalam menyerap SDM yang berasal dari Indonesia.

“Teknologi berkembang sangat cepat dan pesat. Namun, dukungan teknologi tersebut belum sepenuhnya dimiliki setiap sekolah vokasi di Indonesia. Makanya kami terus gencarkan Program Link and Match pendidikan vokasi dengan industri,” ujar Haris.

Kemenperin, lanjutnya, akan terus memberikan dukungan SDM industri yang memiliki keahlian sesuai dengan kebutuhan industri melalui sekolah dan universitas binaannya. (spg)


Media Ekbis menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksiekbis@gmail.com, dan redaksi@ekbis.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
Advertisement

Trending