Connect with us

BUMN

BUMN Logistik Ini Gandeng UI Kembangkan Kapasitas SDM

Published

on

Direktur Utama PT Bhanda Ghara Reksa (Persero), M. Kuncoro Wibowo (kanan), dan Kepala Lembaga Management Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, Toto Pranoto.

Ekbis.co.id, Jakarta – PT Bhanda Ghara Reksa (Persero), badan usaha milik negara penyedia jasa logistik dan Lembaga Managemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LMFEB UI) menandatangani nota kesepahaman pengembangan kapasitas sumber daya manusia.

“Kerja sama ini diharapkan dapat memberikan dukungan kepada pengembangan sumber daya manusia perseroan sehingga akan berdampak positif dalam bisnis perseroan kedepannya,” kata Direktur Utama Bhanda Ghara Reksa (BGR) M. Kuncoro Wibowo, di Jakarta, Rabu (26/9/2018).

Penandatanganan nota kesepahaman tersebut dilakukan oleh Direktur Utama BGR M. Kuncoro Wibowo dengan Kepala LMFEB UI Toto Pranoto, dan disaksikan Direktur Operasional dan Pemasaran BGR M. Taufik Hidayat, Direktur Keuangan SDM dan Umum BGR Mohammad Affan, dan Direktur Pengembangan Usaha dan Sistem Informasi BGR Novian Andry Waskito.

Ruang lingkup nota kesepahaman tersebut diantaranya adalah asesmen terhadap organisasi terkait kesesuaiannya dengan tugas dan fungsi yang diamanatkan oleh Peraturan Presiden Nomor 61 Tahun 2015, asesmen terhadap Sumber Daya Manusia yang ada dalam rangka profiling dan penempatan yang tepat berdasarkan kompetensi yang ada.

Kerja sama juga meliputi pengembangan kapasitas sumber daya manusia melalui identifikasi kebutuhan pelatihan dan pengembangan sumber daya manusia. Juga pelaksanaan kegiatan pelatihan dan pengembangan sumber daya manusia, serta melakukan survey terhadap pelanggan.

BGR merupakan BUMN penyedia jasa logistik yang memiliki layanan logistik terintegrasi, mulai dari distribusi, pergudangan, freight forwarding, layanan manajemen kolateral, jasa pengiriman kurir, hingga jasa logistik limbah. (ahm)


Media Ekbis menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksiekbis@gmail.com, dan redaksi@ekbis.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

BUMN

Rini : PTPN Bakal Transformasi Jadi BUMN Agrikultur Modern

Published

on

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Rini Soemarno.

Ekbis.co.id, Jakarta – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno menyatakan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) Grup bakal bertransformasi menjadi “Indonesia Modern Agriculture Company” yang mempekerjakan talenta-talenta terbaik negeri dengan produk-produk yang berkualitas.

Untuk mewujudkan hal itu, proses transformasi di PTPN pun senantiasa diikuti dengan upaya peningkatan kompetensi SDM di semua lini.

“Tak hanya itu, Kementerian BUMN bersama manajemen PTPN juga terus berupaya menguatkan kondisi keuangan perusahaan, didukung dengan penerapan teknologi yang modern dan efisien, meningkatkan riset dan pengembangan, serta mendorong terciptanya inovasi-inovasi bisnis lainnya,” kata Rini lewat keterangannya di Jakarta, Kamis (21/2/2019).

Termasuk juga, tambah Rini, melakukan kerja sama strategis baik dengan BUMN dan swasta.

Rini menyampaikan hal itu di sela acara Lokakarya Nasional dan Deklarasi Transformasi Federasi Serikat Pekerja Perkebunan Nusantara di Jakarta.

PTPN Grup merupakan Holding Perkebunan yang telah berdiri sejak 2014 dengan luas area perkebunan sekitar 800 ribu hektare (data 2017) yang tersebar di pulau Sumatera, Jawa, Kalimantan dan Sulawesi. Jumlah karyawan PTPN tercatat mencapai 115 ribu orang.

Menteri Rini menerangkan, transformasi dilakukan dengan beberapa langkah utama yang berfokus kepada komoditas perkebunan strategis nasional seperti kelapa sawit, karet, gula, teh, kopi dan kakoa.

PTPN juga sedang mengembangkan industri hilir yang berbasis komoditas utama dan berkontribusi dalam memenuhi kebutuhan nasional seperti minyak goreng dan biofuel/green diesel.

Langkah lainnya yakni, PTPN juga terus meningkatkan produktivitas melalui penerapan Industri 4.0 di operasional perusahaan, menjalankan praktik-praktik operasional perkebunan yang berkelanjutan, hingga meningkatkan eskpor produk perkebunan yang berkualitas kepada pangsa pasar regional dan global.

Direktur Utama Holding Perkebunan Nusantara Dolly P Pulungan menambahkan, melalui proses transformasi tersebut, ke depan PTPN pun ditargetkan mampu memberikan nilai tambah kepada perekonomian nasional.

Di antaranya, berkontribusi sebesar Rp 37 triliun kepada GDP Indonesia setiap tahunnya, berkontribusi sebesar Rp 3 triliun kepada devisa dari ekspor setiap tahunnya.

Menurut dia, PTPN Grup juga akan berperan aktif dalam ketahanan energi melalui program green diesel (B20 – B100) dengan memaksimalkan sinergi dengan BUMN bidang energi.

“Kami pun senantiasa meningkatan kompetensi petani dan produktivitas perkebunan rakyat dengan memberi pelatihan-pelatihan dan pendampingan. Serta menyediakan lapangan kerja dari sektor hulu sampai hilir perkebunan,” ujar Dolly. (spg)


Media Ekbis menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksiekbis@gmail.com, dan redaksi@ekbis.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

BUMN

Dubes Sudirman Ajak BUMN dan Pengusaha Berbisnis di Kamboja

Published

on

Duta Besar RI untuk Kamboja, Sudirman Haseng.

Ekbis.co.id, Phnom Penh – Dubes RI untuk Kamboja Sudirman Haseng mengajak badan usaha milik negara (BUMN) dan para pengusaha Indonesia untuk mulai berbisnis dan berinvestasi di Kamboja karena pertumbuhan ekonomi negara itu sedang pesat.

“Kami terus mendorong BUMN dan pengusaha Indonesia untuk masuk ke Kamboja. Masih ada banyak ruang bagi pengusaha dan BUMN kita untuk berbisnis dan berinvestasi di sini,” kata Dubes Sudirman Haseng kepada Antaranews di Phnom Penh, Kamboja, Jumat (15/2/2019).

Dia menyebutkan bahwa masa sekarang ini adalah waktu yang tepat bagi BUMN dan pengusaha Indonesia untuk mulai masuk dan berinvestasi dalam proyek-proyek pembangunan infrastruktur di Kamboja.

“Hal yang sedang kita tekankan adalah dalam pengembangan infrastruktur di Kamboja, khususnya untuk memberi kesempatan kepada BUMN dan pengusaha Indonesia untuk berperan dan berinvestasi pada proyek pembangunan infrastruktur untuk fasilitas publik, telekomunikasi, pipa gas di Kamboja,” ujar Dubes Sudirman.

Selain itu, lanjut dia, pengusaha dan BUMN Indonesia juga didorong untuk mulai berbisnis dengan memanfaatkan sumber daya alam di Kamboja yang relatif belum tereksplorasi dan terkelola dengan optimal.

“Perusahaan dan BUMN Indonesia perlu mengeksplor mineral di sini sebab masih banyak ruang, misalnya kandungan emas dan minyak belum tereksplorasi dengan baik di sini,” ungkapnya.

Dubes RI menyebutkan bahwa sejauh ini belum ada BUMN atau perusahaan Indonesia yang berinvestasi langsung di Kamboja, tetapi sudah mulai eksplorasi untuk masuk berbisnis ke Kamboja.

Menurut Dubes Sudirman, hambatan utama bagi pengusaha Indonesia berbisnis di Kamboja adalah persepsi yang belum proporsional tentang Kamboja.

“Banyak yang masih memandang Kamboja sebelah mata, dan itu antara lain dipengaruhi oleh informasi-informasi yang tidak akurat dan belum update. Bayangan sebagian besar masyarakat Indonesia melihat Kamboja masih terbelakang dan belum potensial,” jelasnya.

Padahal, Kamboja dalam beberapa tahun terakhir mengalami pertumbuhan ekonomi yang pesat hingga mencapai rata-rata tujuh persen, yakni nilai yang lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi Indonesia.

“Memang investasi Indonesia di Kamboja belum seperti yang diharapkan, tetapi ada peningkatan minat dari pengusaha Indonesia untuk berinvestasi di Kamboja,” ucap Dubes Sudirman.

“Investasi kita itu tidak harus uangnya dari Indonesia, biasanya kerja sama dengan bank-bank multinasional tetapi perusahaan Indonesia yang lakukan proyeknya. Ini tetap dianggap sebagai investasi Indonesia karena dilakukan oleh perusahaan Indonesia, hanya sumber keuangannya itu tidak harus dari dalam negeri (Indonesia),” lanjutnya. (yas)


Media Ekbis menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksiekbis@gmail.com, dan redaksi@ekbis.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

BUMN

Menteri BUMN : Pajak Membedakan Avtur Indonesia dengan Singapura

Published

on

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Rini Soemarno.

Ekbis.co.id, Jakarta – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno mengatakan yang membedakan harga avtur Indonesia dengan Singapura adalah pengenaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) atas penggunaan bahan bakar untuk pesawat terbang itu.

“Kita enggak terlalu berbeda jauh kok sama Singapura, tapi ya perbedaannya pajak, di kita kena PPN, di mereka enggak kena,” kata Rini saat ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (13/2/2019).

Ia menyebutkan, pihaknya mengusulkan kepada Kementerian Keuangan agar melakukan kajian terhadap pengenaan PPN atas penggunaan avtur.

“Kami sudah lihat ‘cost structure’, saya sudah mendetailkan lagi, karena sekarang juga sudah ada surat dari Kementerian ESDM mengenai formula BBM,” katanya.

Ia menyebutkan formula base cost dari avtur saat ini sudah disamakan dengan Singapura dan negara-negara lain.

“Nah ini saya sekarang lihat di semua titik kita, base structure udah seperti yang mengikuti formula ESDM atau bagaimana sehingga kalau itu kita bisa turun, akan turun sampai berapa persen,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Rini juga menjelaskan bahwa investasi infrastruktur terkait BBM di Angkasa Pura I dan Angkasa Puta II, semua dilakukan oleh PT Pertamina.

“Infrastruktur di dalam, infrastruktur penyimpanan, itu semua investasinya oleh Pertamina,” tegasnya.

Ketika ditanya lagi langkah apa yang perlu dilakukan sehingga tarif penerbangan di Indonesia bisa bersaing dan sehat, Rini mengatakan harus dilihat hitungan struktur biayanya seperti apa.

“Kita enggak terlalu beda jauh kok sama Singapura, tapi ya perbedaannya di pajak. Di kita kena PPN, di mereka enggak kena,” kata Menteri BUMN. (gus)


Media Ekbis menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksiekbis@gmail.com, dan redaksi@ekbis.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
Advertisement

Trending